← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN LKPD

LKPD Pertemuan 1 - Pendidikan Pancasila XII - Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Fase XII / Fase F
Topik Menjadi Pelopor Pemilih Pemula dalam Demokrasi Indonesia
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)
Nama Peserta Didik .........................................................................

A. Tujuan Kegiatan

Melalui kegiatan asesmen awal dan diskusi, peserta didik mampu mengidentifikasi konsep dasar tentang peran pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia, yang ditunjukkan dengan kemampuan menjelaskan setidaknya dua aspek pentingnya partisipasi pemilih pemula.

B. Petunjuk Kerja

  1. Bacalah stimulus yang diberikan dengan saksama.
  2. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kegiatan memahami konsep dengan kelompokmu.
  3. Kerjakan tugas kegiatan mengaplikasi konsep dengan sungguh-sungguh.
  4. Jawablah pertanyaan pada kegiatan refleksi secara jujur.
  5. Isilah penilaian diri sesuai dengan kemampuanmu setelah menyelesaikan kegiatan.

C. Alat, Bahan, dan Sumber Belajar

  • Buku Teks Pendidikan Pancasila Kelas XII
  • Artikel daring tentang pemilih pemula dan demokrasi
  • Papan tulis/whiteboard dan spidol
  • Laptop/gawai dengan akses internet (jika memungkinkan)

D. Stimulus

Bayangkan Anda adalah seorang pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali pada Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang. Apa yang terlintas di benak Anda? Apakah Anda merasa bersemangat, bingung, atau mungkin acuh tak acuh? Peran sebagai pemilih pemula memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah demokrasi bangsa. Bagaimana Anda dapat menjadi agen perubahan yang positif?

E. Kegiatan Memahami Konsep Esensial

Diskusikan pertanyaan berikut dengan kelompok Anda:

  1. Menurut Anda, apa saja tantangan yang dihadapi pemilih pemula saat ini dalam menggunakan hak pilihnya?
  2. Mengapa partisipasi pemilih pemula dianggap penting bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia? Jelaskan minimal dua alasan!
  3. Bagaimana cara pemilih pemula dapat menjadi agen informasi yang terpercaya dan tidak mudah terpengaruh hoaks dalam pemilu?

F. Kegiatan Mengaplikasi Konsep

Simulasikan sebuah kampanye edukatif singkat mengenai pentingnya peran pemilih pemula. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. Setiap kelompok harus menyiapkan materi kampanye (dalam bentuk poster digital sederhana atau pidato singkat) yang menekankan setidaknya dua aspek penting dari partisipasi pemilih pemula. Pastikan kampanye Anda menarik dan mudah dipahami oleh audiens yang sebaya. Anda bisa memanfaatkan prinsip dasar visualisasi data sederhana untuk menunjukkan tren partisipasi pemilih pemula, yang merupakan bagian dari integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam penyampaian informasi.

Selain itu, pikirkan bagaimana pemahaman tentang pemilu dan partisipasi warga ini dapat dikaitkan dengan ketahanan pangan lokal. Misalnya, bagaimana suara pemilih dapat mempengaruhi kebijakan terkait pertanian atau pangan di daerah Anda. Ini adalah contoh bagaimana pemikiran strategis dalam demokrasi dapat mendukung Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

G. Kegiatan Merefleksi

Jawablah pertanyaan refleksi berikut secara individu:

  1. Apa hal baru yang Anda pelajari mengenai peran pemilih pemula hari ini?
  2. Bagaimana Anda dapat mengaplikasikan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari Anda sebagai warga negara?
  3. Kesulitan apa yang Anda temui selama kegiatan pembelajaran hari ini dan bagaimana Anda mengatasinya?

H. Penilaian Diri

Berikan tanda centang (✓) pada kolom yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan partisipasi Anda.

Aspek Belum Mulai Sudah Sangat Baik
Memahami pentingnya peran pemilih pemula.
Mampu mengidentifikasi setidaknya dua aspek penting partisipasi pemilih pemula.
Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok.

I. Rubrik Ringkas Penilaian Kegiatan Mengaplikasi

Aspek yang Dinilai Skor 1 (Kurang) Skor 2 (Cukup) Skor 3 (Baik) Skor 4 (Sangat Baik)
Kelengkapan Materi Kampanye (min. 2 aspek penting) Hanya satu aspek yang dijelaskan. Dua aspek dijelaskan namun kurang mendalam. Dua aspek dijelaskan dengan cukup baik. Dua aspek dijelaskan secara mendalam dan komprehensif.
Kejelasan dan Keterarikan Penyampaian Sulit dipahami, tidak menarik. Cukup dipahami, sedikit menarik. Jelas dan cukup menarik. Sangat jelas, menarik, dan persuasif.
Kreativitas dan Inovasi (termasuk potensi integrasi KKA/SIKAP) Tidak ada ide kreatif atau inovasi. Ada sedikit ide kreatif, namun belum terintegrasi. Cukup kreatif, ada upaya integrasi KKA/SIKAP. Sangat kreatif dan inovatif, integrasi KKA/SIKAP terlihat jelas.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.