RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah | : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru | : Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | : Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Rombel | : XII |
| Tingkat/Fase | : XII / Fase F |
| Semester | : Genap |
| Tahun Pelajaran | : 2026/2027 |
| Pertemuan | : 6 dari 7 |
| Tanggal/Rentang | : 2027-04-05 s.d. 2027-04-11 |
| Topik | : Menelusur lembaga negara |
| Fokus Kegiatan | : Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Asesmen Pertemuan | : Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. |
| Alokasi Waktu RPP | : Pertemuan 6 dari 7 · 2 JP (90 menit) |
| Model | : Inquiry Learning |
| Metode | : Presentasi Kelompok, Analisis Dokumen Kebijakan, Diskusi Panel |
| Dimensi Profil Lulusan | : Penalaran Kritis, Kewargaan |
ANALISIS HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK
| Kategori Hasil Belajar | Ciri Hasil Peserta Didik | Kebutuhan Belajar | Tindakan Guru |
|---|---|---|---|
| Baru Memulai | Kesulitan mengidentifikasi peran lembaga negara dalam studi kasus yang diberikan; belum mampu merumuskan pertanyaan lanjutan yang relevan. | Membutuhkan bimbingan intensif dalam memahami fungsi dasar lembaga negara dan contoh konkret penerapannya. | Memberikan pendampingan individu saat analisis dokumen, menggunakan bahasa yang lebih sederhana, dan memberikan contoh visual. |
| Berkembang | Mampu mengidentifikasi peran lembaga negara namun masih terbatas pada deskripsi permukaan; pertanyaan lanjutan cenderung bersifat umum. | Membutuhkan latihan dalam menganalisis keterkaitan antar lembaga dan dampaknya pada kebijakan publik. | Memberikan studi kasus tambahan yang lebih kompleks, memfasilitasi diskusi antar kelompok untuk berbagi pemahaman. |
| Cakap | Mampu mengidentifikasi peran lembaga negara secara cukup rinci dan merumuskan pertanyaan yang mulai mengarah pada analisis mendalam. | Membutuhkan tantangan untuk mengaitkan peran lembaga negara dengan isu-isu terkini dan merumuskan solusi alternatif. | Memberikan tugas pengayaan berupa analisis kebijakan yang sedang berjalan dan meminta pendapat kritis. |
| Mahir | Mampu menganalisis peran lembaga negara secara komprehensif, merumuskan pertanyaan kritis, dan mengaitkannya dengan isu global serta solusi inovatif. | Membutuhkan kesempatan untuk mengeksplorasi penerapan konsep lembaga negara dalam konteks lintas disiplin atau proyek penelitian sederhana. | Memberikan kesempatan untuk menjadi tutor sebaya, memimpin diskusi panel, atau mengeksplorasi topik lanjutan yang relevan dengan minat. |
TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
1. REMEDIAL
Peserta didik yang termasuk kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan perlakuan remedial dengan fokus pada indikator yang belum tercapai, yaitu kemampuan mengidentifikasi peran lembaga negara dan merumuskan pertanyaan lanjutan yang relevan.
- Fokus Indikator: Identifikasi peran lembaga negara dalam studi kasus dan perumusan pertanyaan kritis.
- Kegiatan Remedial:
- Sesi diskusi terbimbing dengan guru untuk menganalisis ulang studi kasus yang sama atau studi kasus yang lebih sederhana.
- Latihan identifikasi peran lembaga negara menggunakan flowchart sederhana yang memvisualisasikan alur kerja lembaga.
- Sesi tanya jawab terstruktur untuk membantu merumuskan pertanyaan lanjutan yang lebih spesifik, misalnya dengan menggunakan kerangka 5W1H.
- Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial): Peserta didik dibimbing menggunakan alat bantu visualisasi sederhana (seperti diagram alur dasar atau pseudocode) untuk memetakan proses pengambilan keputusan lembaga negara terkait isu tertentu.
- Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Peserta didik akan diberikan contoh nyata bagaimana lembaga negara (misalnya, Dinas Pertanian) berperan dalam mendukung program ketahanan pangan lokal, seperti fasilitasi bantuan bibit atau penyuluhan teknik pertanian modern.
- Asesmen Ulang: Diberikan studi kasus baru yang serupa dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan, serta pertanyaan formatif lisan untuk mengukur pemahaman.
2. PENGAYAAN
Peserta didik yang termasuk kategori "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan perlakuan pengayaan untuk memperluas pemahaman dan penerapan konsep.
- Fokus Indikator: Analisis keterkaitan lembaga negara dengan isu terkini, perumusan solusi inovatif, dan kontribusi pada diskusi.
- Kegiatan Pengayaan:
- Tugas analisis kebijakan publik yang sedang hangat dibicarakan (misalnya, kebijakan terkait lingkungan hidup atau ekonomi digital) dan mengidentifikasi lembaga negara yang terlibat serta peran strategisnya.
- Menyusun opini singkat atau esai reflektif mengenai tantangan dan peluang peran lembaga negara di era globalisasi.
- Menjadi fasilitator atau narasumber dalam diskusi kelompok kecil untuk membantu teman sebaya yang masih dalam tahap berkembang.
- Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial): Peserta didik didorong untuk mengeksplorasi bagaimana algoritma atau model decision tree dapat digunakan untuk memprediksi dampak suatu kebijakan lembaga negara terhadap sektor tertentu, atau bagaimana computer vision dapat membantu analisis data terkait kinerja lembaga.
- Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Peserta didik ditantang untuk merancang proposal sederhana tentang bagaimana lembaga negara dapat berkolaborasi dengan komunitas lokal (misalnya, kelompok tani di Tuban) untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui inovasi teknologi pertanian yang berkelanjutan.
3. DUKUNGAN DIFERENSIASI
- Konten: Menyediakan materi bacaan tambahan dengan tingkat kedalaman yang bervariasi, studi kasus dari berbagai sektor (ekonomi, sosial, lingkungan), serta sumber daya digital yang kaya.
- Proses: Memberikan pilihan metode analisis (visual, tekstual, diskusi), fleksibilitas dalam pembentukan kelompok (berdasarkan minat atau tingkat kesiapan), serta bimbingan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan.
- Produk: Memberikan pilihan format hasil kerja (presentasi, laporan tertulis, infografis, video pendek) yang mencerminkan pemahaman dan kreativitas peserta didik.
- Lingkungan: Menciptakan suasana kelas yang aman dan mendukung untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi ide tanpa rasa takut dihakimi.
- Dukungan Khusus: Memberikan pendampingan lebih intensif bagi peserta didik yang membutuhkan, serta memanfaatkan tutor sebaya untuk saling membantu.
4. UMPAN BALIK KONSTRUKTIF
- Baru Memulai: "Saya lihat kamu sudah mulai mencoba menganalisis studi kasusnya. Coba kita fokus pada satu peran lembaga ini dulu, ya. Nanti kita diskusikan bersama bagaimana cara mengidentifikasinya."
- Berkembang: "Analisis perannya sudah cukup baik. Sekarang, mari kita coba pikirkan lebih jauh, bagaimana peran ini saling terhubung dengan lembaga negara lain dalam membuat sebuah keputusan penting."
- Cakap: "Pemahamanmu tentang peran lembaga negara sangat mendalam. Untuk tantangan berikutnya, coba kamu analisis bagaimana peran ini bisa diadaptasi atau ditingkatkan di era digital saat ini. Pendapatmu sangat berharga."
- Mahir: "Analisismu komprehensif dan kritis. Saya sangat menghargai perspektifmu mengenai isu global yang kamu kaitkan dengan lembaga negara. Bagaimana jika kamu berbagi pandangan ini dengan teman-temanmu yang lain?"
5. KOMUNIKASI
Tidak ada kebutuhan komunikasi khusus dengan wali kelas/orang tua/mitra pada tahap ini karena tindak lanjut masih dalam lingkup perbaikan pembelajaran di kelas.
6. MONITORING
| Nama Peserta Didik | Indikator Belum Tercapai | Tindakan Guru | Waktu Pelaksanaan | Hasil | Tindak Lanjut Berikutnya |
|---|---|---|---|---|---|
| (Diisi nama siswa yang membutuhkan) | (Diisi indikator spesifik yang belum tercapai) | (Diisi tindakan guru yang akan dilakukan) | (Diisi perkiraan waktu) | (Diisi hasil evaluasi setelah tindakan) | (Diisi rencana tindak lanjut selanjutnya) |
| (Diisi nama siswa yang membutuhkan) | (Diisi indikator spesifik yang belum tercapai) | (Diisi tindakan guru yang akan dilakukan) | (Diisi perkiraan waktu) | (Diisi hasil evaluasi setelah tindakan) | (Diisi rencana tindak lanjut selanjutnya) |
7. REFLEKSI GURU
- Apakah kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini sudah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi seluruh peserta didik?
- Bagaimana efektivitas metode Inquiry Learning dan Analisis Dokumen Kebijakan dalam memfasilitasi pemahaman peserta didik tentang lembaga negara?
- Apakah integrasi KKA dan Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban telah berjalan efektif dalam memperkaya pemahaman peserta didik?
- Bagaimana tingkat partisipasi dan kedalaman analisis peserta didik dalam diskusi kelompok dan diskusi panel?
- Strategi apa yang dapat saya terapkan pada pertemuan berikutnya untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik lebih lanjut, terutama bagi mereka yang masih membutuhkan pendampingan?