← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 6 dari 7 - Pendidikan Pancasila XII - Menelusur lembaga negara

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru : Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester : XII / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik : Peserta didik kelas XII fase F memiliki latar belakang pengetahuan yang beragam mengenai lembaga negara. Minat mereka terhadap topik ini dapat dipetakan melalui observasi awal terhadap partisipasi aktif dalam diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Kebutuhan belajar diarahkan pada pendalaman analisis peran dan fungsi lembaga negara dalam konteks kekinian. Pemetaan dilakukan melalui pertanyaan pemantik di awal pembelajaran dan observasi partisipasi.
Materi Pelajaran : Materi tentang lembaga negara mencakup pengetahuan faktual (nama lembaga, tugas pokok), konseptual (hubungan antar lembaga, prinsip pembagian kekuasaan), dan prosedural (mekanisme kerja lembaga). Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi karena lembaga negara mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Tingkat kesulitan moderat, memerlukan kemampuan analisis. Struktur materi bersifat sistemik, saling terkait antar lembaga. Miskonsepsi potensial meliputi tumpang tindih kewenangan atau anggapan bahwa lembaga tertentu lebih tinggi dari yang lain. Integrasi nilai dan karakter adalah pentingnya musyawarah, keadilan, kepatuhan pada hukum, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Penalaran Kritis, Kewargaan
Capaian Pembelajaran :
  • Pancasila: Mendeskripsikan rumusan dan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila; menganalisis peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global dalam konteks Pancasila sebagai ideologi negara dan membiasakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas nasional dalam kehidupan sehari-hari.
  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Menganalisis dinamika pemberlakuan Undang-Undang Dasar 1945; menunjukkan sikap demokratis berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam era keterbukaan informasi; menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dan merumuskan solusi dari permasalahan tersebut sebagai upaya perlindungan hukum; menganalisis makna kesatuan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  • Bhinneka Tunggal Ika: Menganalisis potensi konflik dan memberi solusi yang berkeadilan terhadap permasalahan keberagaman di masyarakat; merancang kegiatan bersama dengan prinsip gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari.
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia: Mendemonstrasikan praktik demokrasi berlandaskan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; menganalisis dan merumuskan solusi terkait ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dihadapi Indonesia; menganalisis sistem pemerintahan Indonesia, dan peran lembaga-lembaga negara dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

DESAIN PEMBELAJARAN

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(15 menit)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
  • Menyapa peserta didik dengan hangat.
  • Melakukan apersepsi dengan menanyakan kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan peran pemerintah/lembaga negara.
  • Menyajikan fenomena singkat (misal: berita tentang program pertanian pemerintah daerah) untuk memantik rasa ingin tahu.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria ketercapaian yang akan dicapai pada pertemuan ini.
  • Menjawab salam dan merespon sapaan guru.
  • Menjawab pertanyaan apersepsi dengan antusias.
  • Menyimak fenomena yang disajikan dan mulai berpikir kritis.
  • Memperhatikan tujuan pembelajaran dan kriteria yang disampaikan guru.
15 menit Keaktifan dalam menjawab pertanyaan apersepsi.
INTI - MEMAHAMI
(30 menit)
Memahami, Bermakna
  • Membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil (4-5 orang).
  • Memberikan LKPD yang berisi studi kasus atau dokumen kebijakan singkat tentang peran lembaga negara dalam satu bidang (misal: peran Kementan dalam program ketahanan pangan, peran OJK dalam stabilitas ekonomi).
  • Membimbing peserta didik dalam menganalisis informasi, mengidentifikasi peran, dan merumuskan pertanyaan lanjutan.
  • Menstimulasi diskusi antar kelompok untuk membandingkan temuan awal.
  • Mendiskusikan studi kasus/dokumen kebijakan dalam kelompok.
  • Mengidentifikasi peran dan fungsi lembaga negara yang dibahas dalam studi kasus.
  • Merumuskan pertanyaan-pertanyaan kritis berdasarkan analisis awal.
  • Mencari informasi tambahan dari sumber yang disediakan atau internet untuk memperdalam pemahaman (misal: mencari data konsumsi pangan lokal Tuban sebagai konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP)).
30 menit Hasil diskusi kelompok pada LKPD; daftar pertanyaan kritis yang dirumuskan.
INTI - MENGAPLIKASI
(30 menit)
Mengaplikasi, Bermakna
  • Memfasilitasi peserta didik dalam menyusun poin-poin analisis peran lembaga negara berdasarkan data yang ditemukan.
  • Mendorong peserta didik untuk mengaitkan peran lembaga negara dengan isu-isu aktual, termasuk potensi pemanfaatan algoritma sederhana dalam analisis data publik (KKA).
  • Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil analisisnya secara singkat.
  • Memberikan umpan balik awal terhadap presentasi kelompok.
  • Menyusun poin-poin analisis peran lembaga negara dalam bidang yang ditentukan, didukung oleh bukti.
  • Mencoba mengaitkan peran lembaga negara dengan contoh pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam mengolah data publik atau simulasi kebijakan sederhana.
  • Mempresentasikan hasil analisis kelompok di depan kelas.
  • Menanggapi pertanyaan dari kelompok lain atau guru.
30 menit Hasil presentasi kelompok; poin-poin analisis yang disajikan.
INTI - MEREFLEKSI
(10 menit)
Merefleksi, Berkesadaran
  • Memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan peran lembaga negara berdasarkan presentasi kelompok.
  • Memberikan pertanyaan reflektif: "Bagaimana pemahamanmu tentang lembaga negara berubah setelah kegiatan ini?" atau "Apa tantangan terbesar dalam mengamati kinerja lembaga negara?".
  • Memberikan umpan balik konstruktif secara umum kepada seluruh kelas.
  • Menyampaikan simpulan bersama mengenai peran lembaga negara.
  • Menjawab pertanyaan reflektif guru, baik secara lisan maupun tertulis singkat.
  • Memberikan tanggapan terhadap umpan balik guru.
10 menit Jawaban reflektif peserta didik; catatan guru atas partisipasi dalam refleksi.
PENUTUP
(5 menit)
Menggembirakan, Bermakna
  • Memberikan penguatan materi secara singkat.
  • Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.
  • Menyampaikan agenda pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya (misal: evaluasi atau praktik lanjutan).
  • Menyimak penguatan materi.
  • Menerima apresiasi dari guru.
  • Mencatat agenda untuk pertemuan berikutnya.
5 menit Peserta didik siap melanjutkan pembelajaran.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran :
  • Tujuan: Mengukur pengetahuan awal dan minat peserta didik tentang lembaga negara.
  • Bentuk/Instrumen: Pertanyaan pemantik lisan.
  • Teknik: Tanya Jawab.
  • Bukti yang Dinilai: Tingkat partisipasi dan kualitas jawaban peserta didik.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan respon yang relevan terhadap pertanyaan pemantik.
  • Tindak Lanjut: Menyesuaikan kedalaman materi dan contoh yang diberikan.
Asesmen pada Proses Pembelajaran :
  • Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik formatif.
  • Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi dalam diskusi kelompok, pertanyaan yang diajukan, dan hasil kerja pada LKPD.
  • Teknik: Observasi, Pertanyaan Formatif.
  • Bukti yang Dinilai: Kualitas analisis dalam LKPD, keaktifan bertanya dan berpendapat, kemampuan mengaitkan konsep dengan isu aktual (termasuk KKA dan SIKAP).
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman konsep lembaga negara, mampu mengidentifikasi peran dan fungsi, serta mulai mengaitkan dengan konteks nyata.
  • Tindak Lanjut: Memberikan bimbingan tambahan pada kelompok yang kesulitan, memberikan umpan balik konstruktif secara lisan maupun tulisan pada LKPD.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran :
  • Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pada akhir pertemuan, khususnya kemampuan analisis peran lembaga negara.
  • Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan reflektif dan penilaian hasil presentasi kelompok.
  • Teknik: Tanya Jawab Lisan, Penilaian Kinerja (Presentasi).
  • Bukti yang Dinilai: Kualitas analisis yang dipresentasikan, kedalaman refleksi, dan kemampuan mengaitkan dengan isu-isu yang relevan.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjelaskan analisis peran lembaga negara dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat.
  • Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik individual atau kelompok, mencatat pencapaian untuk pelaporan hasil belajar, merencanakan pengayaan atau remedial jika diperlukan.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai : Peserta didik mampu menganalisis secara kritis peran dan fungsi lembaga negara dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, dengan memberikan contoh konkret dan alasan yang logis, serta mengaitkannya dengan isu-isu terkini yang relevan.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Identifikasi Peran Lembaga Negara Kesulitan mengidentifikasi peran lembaga negara dalam satu bidang. Mampu mengidentifikasi peran lembaga negara dalam satu bidang dengan contoh yang terbatas. Mampu mengidentifikasi peran lembaga negara dalam beberapa bidang dengan contoh yang relevan. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan peran lembaga negara dalam berbagai bidang secara mendalam dan akurat.
Analisis Fungsi Lembaga Negara Penjelasan fungsi lembaga negara masih dangkal dan belum terstruktur. Mulai menjelaskan fungsi lembaga negara namun belum sepenuhnya terstruktur atau kurang mendalam. Menjelaskan fungsi lembaga negara secara logis dan terstruktur dengan alasan yang memadai. Menjelaskan fungsi lembaga negara secara komprehensif, logis, dan kritis, serta mampu mengaitkan dengan prinsip negara hukum.
Pemberian Contoh Konkret dan Relevan Contoh yang diberikan tidak relevan atau tidak spesifik. Contoh yang diberikan cukup relevan namun kurang mendalam atau kurang spesifik. Memberikan contoh konkret dan relevan yang mendukung analisis peran dan fungsi lembaga negara. Memberikan contoh yang sangat relevan, inovatif, dan mampu menginspirasi, serta mengaitkan dengan isu KKA atau SIKAP secara cerdas.
Keterkaitan dengan Isu Aktual Tidak mampu mengaitkan peran lembaga negara dengan isu-isu aktual. Mampu mengaitkan peran lembaga negara dengan isu aktual secara terbatas atau umum. Mampu mengaitkan peran lembaga negara dengan isu-isu aktual secara logis dan jelas. Mampu menganalisis secara kritis keterkaitan peran lembaga negara dengan berbagai isu aktual, termasuk implikasinya terhadap kebijakan publik atau ketahanan nasional.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman dan keterampilan dasar belum tercapai.
  • Berkembang: Mulai menunjukkan pemahaman dan keterampilan, namun masih perlu bimbingan dan perbaikan.
  • Cakap: Pemahaman dan keterampilan sesuai dengan target yang diharapkan.
  • Mahir: Pemahaman dan keterampilan sangat baik, melampaui target yang diharapkan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.