ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Rombel | XII |
| Tingkat/Fase | XII / Fase F |
| Semester | Genap |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 5 dari 7 |
| Tanggal/Rentang | 2027-03-29 s.d. 2027-04-04 |
| Topik | Menelusur Lembaga Negara |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Model Pembelajaran | Inquiry Learning |
| Metode Pembelajaran | Presentasi Kelompok, Analisis Dokumen Kebijakan, Diskusi Panel |
| Dimensi Profil Lulusan | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| Alokasi Waktu RPP | 2 JP (90 menit) |
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
Tujuan Asesmen: Menggali pengetahuan awal dan memotivasi.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat.
Teknik: Tanya Jawab.
Bukti yang Dinilai: Respons peserta didik terhadap pertanyaan pemantik.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan jawaban awal yang relevan.
Tindak Lanjut: Guru mencatat respon untuk memetakan pemahaman awal.
- Sebutkan tiga lembaga negara yang kamu ketahui dan jelaskan secara singkat fungsinya masing-masing!
- Menurutmu, mengapa penting ada pembagian kekuasaan dalam pemerintahan suatu negara?
- Bagaimana peran lembaga negara dalam menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia?
- Apa yang kamu pahami tentang konsep "checks and balances" antar lembaga negara?
- Jika ada masalah terkait distribusi pangan di daerahmu, lembaga negara mana yang paling relevan untuk kamu hubungi dan mengapa? (Kaitkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban).
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban siswa akan bervariasi, namun guru mencari pemahaman dasar tentang lembaga negara (eksekutif, legislatif, yudikatif) dan fungsi umumnya.
- Jawaban siswa akan mencerminkan pemahaman awal tentang pentingnya pemisahan kekuasaan untuk mencegah tirani.
- Jawaban siswa diharapkan mengaitkan lembaga negara (misal: Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan) dengan kebijakan ekonomi.
- Jawaban siswa menunjukkan pemahaman tentang mekanisme saling mengawasi dan mengimbangi antar lembaga.
- Jawaban siswa diharapkan mengidentifikasi lembaga yang relevan (misal: Dinas Pertanian, Bulog) dan memberikan alasan yang logis, serta mencoba mengaitkan dengan isu pangan lokal.
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
Tujuan Asesmen: Memantau pemahaman dan partisipasi selama pembelajaran.
Bentuk/Instrumen: Lembar Kerja Kelompok, Observasi Diskusi.
Teknik: Observasi, Pertanyaan Formatif, Diskusi Kelompok.
Bukti yang Dinilai: Kualitas analisis pada lembar kerja, keaktifan peserta didik dalam diskusi, ketepatan jawaban pertanyaan formatif.
Lembar Observasi Diskusi Kelompok
| No | Nama Siswa | Aspek yang Diobservasi | Belum Tampak (1) | Mulai Tampak (2) | Konsisten (3) | Catatan Umpan Balik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [Nama Siswa 1] | Keaktifan dalam menyampaikan ide/pendapat | ||||
| 2 | [Nama Siswa 2] | Kemampuan mendengarkan dan merespon pendapat anggota lain | ||||
| 3 | [Nama Siswa 3] | Kontribusi dalam analisis dokumen/studi kasus | ||||
| 4 | [Nama Siswa 4] | Pemahaman konsep yang didiskusikan | ||||
| 5 | [Nama Siswa 5] | Kolaborasi dalam menyelesaikan tugas kelompok |
Pertanyaan Formatif (Selama Diskusi)
- Dalam analisis dokumen kebijakan tadi, bagaimana peran lembaga X dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat pesisir? (Kaitkan dengan potensi agribisnis bernilai tinggi dari Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban).
- Jika lembaga Y hanya memiliki wewenang legislatif, bagaimana cara mereka mengawasi kinerja lembaga Z yang memiliki wewenang eksekutif?
- Apa tantangan terbesar yang dihadapi lembaga negara dalam menjalankan fungsinya terkait isu kedaulatan pangan?
Exit Ticket (Akhir Sesi Inti)
- Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang lembaga negara adalah...
- Satu pertanyaan yang masih mengganjal di benak saya adalah...
- Bagaimana penerapan konsep Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) seperti algoritma klasifikasi dapat membantu analisis data peran lembaga negara dalam kebijakan publik?
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
Tujuan Asesmen: Mengukur pemahaman mendalam dan kemampuan mengaplikasikan konsep lembaga negara.
Bentuk/Instrumen: Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, dan Uraian Kontekstual.
Kisi-kisi Asesmen Akhir
| No | Tujuan Pembelajaran/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi peran lembaga negara dalam bidang politik. | Sistem Pemerintahan Indonesia, Lembaga Negara | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Menganalisis hubungan fungsional antar lembaga negara (eksekutif, legislatif, yudikatif). | Sistem Pemerintahan Indonesia, Lembaga Negara | C4 (Menganalisis) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Menjelaskan peran lembaga negara dalam bidang ekonomi. | Sistem Pemerintahan Indonesia, Lembaga Negara | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Mengidentifikasi fungsi pengawasan lembaga legislatif terhadap eksekutif. | Sistem Pemerintahan Indonesia, Lembaga Negara | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Memahami konsep "checks and balances" antar lembaga negara. | Sistem Pemerintahan Indonesia, Lembaga Negara | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menjelaskan contoh konkret peran lembaga negara dalam ketahanan pangan. | Lembaga Negara dan Ketahanan Pangan | C3 (Mengaplikasi) | Jawaban Singkat | 6 |
| 7 | Menguraikan mekanisme pengajuan dan pembahasan undang-undang oleh lembaga legislatif. | Lembaga Negara (Legislatif) | C3 (Mengaplikasi) | Jawaban Singkat | 7 |
| 8 | Menganalisis implikasi efektivitas lembaga negara dalam penegakan hukum. | Lembaga Negara (Yudikatif) | C4 (Menganalisis) | Jawaban Singkat | 8 |
| 9 | Merancang solusi sederhana terkait isu pangan lokal dengan mengaitkan peran lembaga negara dan potensi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). | Lembaga Negara, Ketahanan Pangan, KKA | C5 (Mengevaluasi) | Uraian/Tugas Kontekstual | 9 |
| 10 | Menganalisis peran lembaga negara dalam menjaga stabilitas sosial, serta mengaitkannya dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. | Lembaga Negara, Stabilitas Sosial, Program SIKAP | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 10 |
Soal Asesmen Akhir
Pilihan Ganda (Pilih satu jawaban yang paling tepat!)- Lembaga negara yang memiliki kewenangan menyusun dan mengesahkan undang-undang di Indonesia adalah...
a. Presiden
b. Mahkamah Agung
c. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
d. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) - Hubungan fungsional antara Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mencerminkan prinsip...
a. Supremasi Kehakiman
b. Pemisahan Kekuasaan
c. Checks and Balances
d. Otonomi Daerah - Peran Kementerian Keuangan dalam mengelola anggaran negara merupakan contoh fungsi lembaga negara di bidang...
a. Politik
b. Ekonomi
c. Sosial
d. Pertahanan - Salah satu bentuk pengawasan lembaga legislatif terhadap lembaga eksekutif adalah...
a. Mengajukan mosi tidak percaya
b. Menggunakan hak interpelasi
c. Memutus perkara pidana
d. Menetapkan peraturan daerah - Prinsip "checks and balances" antar lembaga negara bertujuan untuk...
a. Mempercepat proses pengambilan keputusan
b. Mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh salah satu lembaga
c. Memberikan kekuasaan mutlak kepada lembaga eksekutif
d. Mengurangi peran serta masyarakat dalam pemerintahan
- Sebutkan satu contoh konkret peran lembaga negara, misalnya Kementerian Pertanian, dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional!
- Jelaskan secara singkat bagaimana mekanisme pengajuan sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) dari inisiatif DPR hingga disahkan menjadi Undang-Undang!
- Analisis secara singkat bagaimana independensi lembaga peradilan (yudikatif) sangat krusial dalam penegakan hukum di Indonesia!
- Dalam konteks ketahanan pangan, bayangkan Anda adalah seorang siswa yang ingin mengembangkan sistem pemantauan ketersediaan beras di tingkat desa menggunakan teknologi. Jelaskan bagaimana Anda akan merancang alur kerja (flowchart atau pseudocode sederhana) yang memanfaatkan prinsip Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk memprediksi potensi kekurangan pasokan, serta lembaga negara mana yang relevan untuk Anda ajak berdiskusi terkait kebijakan distribusi pangan.
- Stabilitas sosial di suatu daerah seringkali dipengaruhi oleh ketersediaan dan distribusi pangan yang merata. Analisislah bagaimana peran lembaga negara (misalnya, Dinas Sosial, Bulog, atau Kementerian Pertanian) dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial melalui program-program yang terkait dengan ketahanan pangan. Kaitkan analisis Anda dengan tujuan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa pada isu pangan lokal.
Kunci Jawaban dan Penskoran
| Nomor Soal | Kunci Jawaban | Skor Maksimal |
|---|---|---|
| 1 | c. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) | 5 |
| 2 | c. Checks and Balances | 5 |
| 3 | b. Ekonomi | 5 |
| 4 | b. Menggunakan hak interpelasi | 5 |
| 5 | b. Mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh salah satu lembaga | 5 |
| 6 | Contoh: Kementerian Pertanian melalui program bantuan subsidi benih, penyuluhan pertanian, atau pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. | 10 |
| 7 | DPR mengajukan RUU, kemudian diadakan rapat dengan Presiden (melalui menteri terkait) untuk membahas RUU tersebut. Jika disetujui bersama, RUU tersebut disahkan menjadi Undang-Undang oleh Presiden. | 10 |
| 8 | Independensi peradilan memastikan bahwa putusan hukum didasarkan pada keadilan dan bukti, bukan intervensi politik atau pihak lain, sehingga kepercayaan publik terhadap sistem hukum terjaga dan keadilan dapat ditegakkan secara objektif. | 10 |
| 9 | Jawaban siswa diharapkan mencakup:
- Perancangan alur kerja (flowchart/pseudocode) sederhana untuk pemantauan beras (misal: input data panen, data konsumsi, output prediksi surplus/defisit). - Konsep KKA yang relevan (misal: algoritma klasifikasi untuk menentukan status ketersediaan beras berdasarkan data). - Identifikasi lembaga negara yang relevan (misal: Bulog untuk distribusi, Kementan untuk produksi). Skor diberikan berdasarkan kelengkapan dan logika rancangan, serta relevansi identifikasi lembaga. |
25 |
| 10 | Jawaban siswa diharapkan mencakup:
- Analisis peran lembaga negara dalam menjaga stabilitas sosial melalui program pangan (misal: program bantuan pangan bagi masyarakat rentan, stabilisasi harga pangan). - Keterkaitan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban (misal: kesadaran akan pentingnya pangan lokal, partisipasi dalam kegiatan pangan sekolah/desa). Skor diberikan berdasarkan kedalaman analisis, kekritisan pemikiran, dan keterkaitan yang logis dengan Program SIKAP. |
25 |
| Total Skor | 100 | |
Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
Rubrik Penilaian Tugas Uraian/Kontekstual (Soal No. 9 & 10)
| Indikator Penilaian | Baru Memulai (0-10) | Berkembang (11-18) | Cakap (19-22) | Mahir (23-25) |
|---|---|---|---|---|
| Kelengkapan dan Logika Rancangan (Soal 9) Kesesuaian flowchart/pseudocode, integrasi KKA, dan identifikasi lembaga. |
Rancangan sangat sederhana, kurang logis, atau tidak ada integrasi KKA/lembaga. | Rancangan cukup logis, integrasi KKA/lembaga ada namun kurang detail. | Rancangan logis dan cukup detail, integrasi KKA/lembaga jelas. | Rancangan sangat logis, detail, dan inovatif, integrasi KKA/lembaga sangat relevan dan mendalam. |
| Kedalaman Analisis dan Keterkaitan (Soal 10) Analisis peran lembaga negara, stabilitas sosial, dan Program SIKAP. |
Analisis dangkal, keterkaitan dengan Program SIKAP lemah atau tidak ada. | Analisis cukup mendalam, keterkaitan dengan Program SIKAP mulai terlihat. | Analisis mendalam, keterkaitan dengan Program SIKAP jelas dan relevan. | Analisis sangat mendalam, kritis, dan orisinal, keterkaitan dengan Program SIKAP sangat kuat dan aplikatif. |
| Pemahaman Konsep Penguasaan materi lembaga negara, ketahanan pangan, KKA, dan Program SIKAP. |
Menunjukkan pemahaman yang sangat terbatas terhadap konsep. | Menunjukkan pemahaman dasar terhadap konsep. | Menunjukkan pemahaman yang baik terhadap konsep. | Menunjukkan pemahaman yang sangat baik dan mendalam terhadap konsep. |
| Penggunaan Bahasa dan Struktur Kejelasan, koherensi, dan tata bahasa. |
Bahasa sulit dipahami, struktur tidak koheren. | Bahasa cukup jelas, struktur mulai koheren. | Bahasa jelas dan efektif, struktur koheren. | Bahasa sangat jelas, efektif, dan kaya, struktur sangat koheren dan mengalir. |
Rekap Nilai Siswa
| No | Nama Siswa | Skor Soal Pilihan Ganda | Skor Soal Jawaban Singkat | Skor Soal Uraian/Kontekstual | Total Skor | Nilai Akhir (0-100) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [Nama Siswa 1] | |||||
| 2 | [Nama Siswa 2] |