← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 4 dari 7 - Pendidikan Pancasila XII - Menelusur lembaga negara

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Pelajari dan pahami setiap bagian dari instruksi ini dengan cermat. Perhatikan batasan-batasan yang diberikan, seperti tidak mengarang CP, TP, elemen, nomor, atau isi yang tidak tersedia, serta tidak mengganti substansi CP dan tidak menambahkan identitas yang tidak tersedia. Perhatikan juga instruksi spesifik untuk RPP, seperti larangan membuat kop surat atau header instansi, dan keharusan menyertakan identitas sekolah hanya pada tabel identitas RPP. Perhatikan instruksi tentang integrasi KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP), di mana integrasi ini harus tampak eksplisit, tidak tersirat, dan disisipkan secara natural pada bagian yang sudah ada tanpa menambah heading atau tabel baru. Berikut adalah RPP yang diminta:
IDENTITAS RPP
Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu Pertemuan 4 dari 7 · 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Aspek Deskripsi
Peserta Didik Peserta didik kelas XII memiliki pengetahuan awal mengenai struktur ketatanegaraan Indonesia dari pembelajaran sebelumnya. Minat terhadap isu-isu pemerintahan dan peran lembaga negara bervariasi, namun dapat ditingkatkan melalui aktivitas yang relevan dan kontekstual. Kebutuhan belajar difokuskan pada pendalaman analisis dan pengaplikasian konsep. Pemetaan dilakukan melalui observasi awal dan tanya jawab singkat di awal pembelajaran.
Materi Pelajaran Materi mengenai lembaga negara mencakup pengetahuan faktual (nama lembaga, fungsi, wewenang), konseptual (hubungan antar lembaga, prinsip checks and balances), dan prosedural (mekanisme kerja). Materi ini relevan dengan kehidupan nyata karena berkaitan langsung dengan penyelenggaraan negara dan pelayanan publik. Tingkat kesulitan sedang, membutuhkan analisis kritis. Miskonsepsi potensial meliputi penyederhanaan peran lembaga atau anggapan bahwa satu lembaga lebih penting dari yang lain. Integrasi nilai Pancasila dan karakter kewarganegaraan yang kuat ditekankan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Penalaran Kritis, Kewargaan
Capaian Pembelajaran Negara Kesatuan Republik Indonesia: Menganalisis sistem pemerintahan Indonesia, dan peran lembaga-lembaga negara dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

DESAIN PEMBELAJARAN

Aspek Deskripsi
Lintas Disiplin Ilmu Analisis peran lembaga negara memerlukan pemahaman dari disiplin ilmu lain seperti sosiologi (struktur sosial), ekonomi (kebijakan fiskal dan moneter), serta hukum (peran legislatif dan yudikatif). Keterampilan literasi data dan pemahaman mengenai KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) juga penting untuk memahami bagaimana data dan teknologi dapat mendukung efektivitas kerja lembaga negara dalam berbagai sektor.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menganalisis secara kritis peran lembaga negara dalam satu bidang (politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, atau keamanan) dengan menyajikan contoh konkret dan alasan yang logis, sebagai bagian dari pendalaman konsep lembaga negara.
Topik Pembelajaran Analisis Peran Lembaga Negara dalam Bidang Tertentu.
Praktik Pedagogis Model: Inquiry Learning
Strategi: Pembelajaran berbasis masalah dan analisis kasus.
Metode: Presentasi Kelompok, Analisis Dokumen Kebijakan, Diskusi Panel.
Alasan Pemilihan: Model Inquiry Learning mendorong peserta didik untuk aktif mencari, menganalisis, dan menarik kesimpulan sendiri mengenai peran lembaga negara, sejalan dengan fokus pendalaman dan pengaplikasian konsep. Metode yang dipilih mendukung eksplorasi mendalam dan diskusi kritis.
Penerapan Sintaks:
1. Orientasi dan pemberian fenomena: Guru menyajikan studi kasus singkat atau berita terkini terkait kinerja salah satu lembaga negara.
2. Merumuskan masalah atau pertanyaan: Peserta didik merumuskan pertanyaan spesifik tentang peran lembaga negara yang disajikan.
3. Merumuskan dugaan atau hipotesis: Peserta didik menduga bagaimana lembaga tersebut menjalankan perannya.
4. Mengumpulkan data atau bukti: Peserta didik mencari informasi dari dokumen kebijakan, situs resmi lembaga, atau sumber terpercaya lainnya.
5. Menguji dugaan berdasarkan data: Peserta didik membandingkan dugaan awal dengan data yang ditemukan.
6. Menarik kesimpulan dan merefleksi: Peserta didik menyajikan hasil analisis dan merefleksikan prosesnya.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru TIK untuk memanfaatkan sumber belajar digital yang kredibel mengenai lembaga negara, serta berkoordinasi dengan perpustakaan sekolah untuk menyediakan akses jurnal atau buku referensi terkait sistem pemerintahan.
Lingkungan Pembelajaran Ruang kelas yang kondusif untuk diskusi kelompok dan presentasi, dilengkapi dengan proyektor untuk menampilkan materi dan studi kasus. Budaya belajar yang menghargai perbedaan pendapat dan mendorong partisipasi aktif. Lingkungan digital melalui akses internet untuk riset mandiri.
Pemanfaatan Digital Penggunaan internet untuk mencari informasi lembaga negara, mengakses dokumen kebijakan, dan berkolaborasi dalam kelompok virtual jika diperlukan. Penggunaan aplikasi presentasi.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(15 menit)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
  • Membuka pelajaran dengan salam dan doa.
  • Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi sebelumnya tentang struktur lembaga negara dengan fenomena terkini.
  • Menyajikan sebuah berita singkat mengenai peran salah satu lembaga negara (misal: Kemenkeu dalam kebijakan fiskal atau Kemenkes dalam penanganan kesehatan) untuk membangkitkan minat.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran Pertemuan 4: menganalisis peran lembaga negara dalam satu bidang spesifik.
  • Menyampaikan kriteria penilaian (observasi partisipasi, ketepatan analisis).
  • Menjawab salam dan berdoa.
  • Menyimak apersepsi guru dan menghubungkan dengan pengetahuan awal.
  • Merespon berita yang disajikan guru, mengajukan pertanyaan awal jika ada.
  • Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian.
15 menit Kehadiran dan partisipasi aktif dalam diskusi awal.
INTI - MEMAHAMI
(30 menit)
Memahami, Bermakna
  • Membagi peserta didik ke dalam 5 kelompok, masing-masing fokus pada satu bidang: Politik (misal: DPR/MPR), Ekonomi (misal: Kemenkeu/BI), Sosial (misal: Kemenag/Kemensos), Budaya (misal: Kemendikbudristek), Pertahanan/Keamanan (misal: Kemenhan/Polri).
  • Menyediakan akses ke dokumen kebijakan singkat atau tautan situs resmi lembaga terkait bidang yang ditugaskan.
  • Membimbing peserta didik dalam merumuskan pertanyaan kunci terkait peran lembaga negara di bidangnya.
  • Memberikan arahan dalam mencari informasi yang relevan dan terpercaya.
  • Mendorong penggunaan teknik pencarian informasi yang efisien, termasuk memanfaatkan kata kunci yang tepat untuk mencari data terkait kebijakan atau program lembaga negara, sebuah bentuk penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam literasi informasi.
  • Bergabung dalam kelompok sesuai penugasan.
  • Mendiskusikan dan merumuskan pertanyaan spesifik mengenai peran lembaga negara di bidangnya.
  • Mencari dan mengumpulkan informasi dari sumber yang disediakan/ditentukan (dokumen kebijakan, situs web lembaga).
  • Mulai menganalisis informasi yang didapat untuk menjawab pertanyaan kunci.
30 menit Hasil pencarian informasi awal (catatan, rangkuman).
INTI - MENGAPLIKASI
(30 menit)
Mengaplikasi, Bermakna
  • Mengarahkan peserta didik untuk menganalisis data atau contoh nyata dari informasi yang dikumpulkan untuk menjelaskan peran lembaga negara di bidangnya.
  • Memfasilitasi diskusi kelompok untuk merumuskan poin-poin analisis yang akan dipresentasikan.
  • Memberikan panduan dalam menyusun argumen yang logis dan didukung bukti.
  • Menstimulasi diskusi kelompok untuk mengaitkan peran lembaga negara dengan isu ketahanan pangan jika relevan, misalnya peran Kementan dalam kebijakan pertanian atau Kemenperin dalam industri pangan olahan, sebagai bagian dari pemahaman Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
  • Menganalisis informasi yang dikumpulkan untuk mengidentifikasi peran spesifik lembaga negara.
  • Mendiskusikan dan menyusun poin-poin analisis peran lembaga negara beserta contoh konkret dan alasannya.
  • Menyusun kerangka presentasi singkat.
  • Mengaitkan peran lembaga negara dengan isu ketahanan pangan jika ada keterkaitan yang relevan.
30 menit Draf analisis peran lembaga negara (poin-poin utama).
INTI - MEREFLEKSI
(10 menit)
Merekfleksi, Berkesadaran
  • Membimbing setiap kelompok untuk merefleksikan proses pencarian informasi dan analisis yang telah dilakukan.
  • Mengajukan pertanyaan reflektif: "Bagian mana yang paling menantang?", "Apa yang paling menarik dari peran lembaga negara di bidang Anda?".
  • Memberikan kesempatan peserta didik untuk saling memberikan umpan balik singkat antar kelompok mengenai kejelasan analisis mereka.
  • Merefleksikan kesulitan dan kemudahan dalam proses analisis.
  • Menjawab pertanyaan reflektif guru.
  • Memberikan umpan balik konstruktif kepada kelompok lain (jika ada sesi singkat).
10 menit Catatan refleksi singkat, umpan balik antar kelompok.
PENUTUP
(5 menit)
Menggembirakan, Bermakna
  • Memfasilitasi penarikan kesimpulan singkat mengenai pentingnya memahami peran lembaga negara.
  • Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  • Memberikan umpan balik umum tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dari hasil diskusi kelompok.
  • Menginformasikan topik pembelajaran pertemuan berikutnya (misalnya, presentasi hasil analisis peran lembaga negara).
  • Menutup pelajaran dengan doa.
  • Menyimak kesimpulan yang disampaikan guru.
  • Menyimak apresiasi dan umpan balik.
  • Menyimak informasi materi pertemuan selanjutnya.
  • Berdoa.
5 menit Kehadiran dan partisipasi dalam penutupan pelajaran.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Jenis Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan Tindak Lanjut
Awal Pembelajaran
(Assessment for Learning)
Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang lembaga negara dan memetakan minat terhadap topik spesifik. Tanya Jawab Singkat, Observasi Awal Lisan, Observasi Tingkat pemahaman konsep awal, keaktifan bertanya. Peserta didik mampu menyebutkan minimal 2 lembaga negara dan fungsinya secara umum. Penyesuaian tingkat kesulitan materi dan contoh yang digunakan.
Proses Pembelajaran
(Assessment for/as Learning)
Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, partisipasi dalam diskusi kelompok, dan kolaborasi. Lembar Kerja Kelompok (Draf Analisis), Observasi Partisipasi Observasi, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab Formatif Kualitas analisis draf, ketepatan argumen, kontribusi dalam kelompok, penggunaan sumber informasi. Kelompok mampu menyusun poin-poin analisis peran lembaga negara dengan contoh yang relevan dan alasan yang logis (sesuai indikator di Rubrik). Guru memberikan umpan balik konstruktif secara individu dan kelompok untuk perbaikan draf, serta memfasilitasi KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) dalam konteks yang relevan.
Akhir Pembelajaran
(Assessment for/as Learning)
Memberikan umpan balik kepada peserta didik mengenai pemahaman dan kemampuan analisis mereka pada pertemuan ini. Pertanyaan Formatif Lisan, Catatan Refleksi Singkat Lisan, Tertulis (Refleksi) Ketepatan jawaban pertanyaan formatif, kedalaman refleksi proses belajar. Peserta didik mampu menjelaskan satu peran lembaga negara yang telah dianalisis kelompoknya dengan minimal satu contoh konkret. Guru memberikan penguatan konsep dan mengarahkan pada pembelajaran selanjutnya.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis secara kritis peran lembaga negara dalam satu bidang (politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, atau keamanan) dengan menyajikan contoh konkret dan alasan yang logis, sebagai bagian dari pendalaman konsep lembaga negara.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Identifikasi Lembaga Negara dan Bidangnya Kesulitan mengidentifikasi lembaga negara yang relevan dengan bidang yang ditugaskan. Mampu mengidentifikasi lembaga negara, namun terkadang kurang tepat dengan bidangnya. Mampu mengidentifikasi lembaga negara yang tepat untuk bidang yang ditugaskan dengan akurat. Mampu mengidentifikasi berbagai lembaga negara yang relevan dan menjelaskan keterkaitannya dalam satu bidang.
Analisis Peran Lembaga Negara Penjelasan peran lembaga negara masih sangat umum atau belum terstruktur. Menjelaskan sebagian peran lembaga negara, namun argumen kurang kuat atau kurang spesifik. Menjelaskan peran lembaga negara secara jelas dan terstruktur dalam bidangnya. Menganalisis peran lembaga negara secara mendalam, mengaitkan dengan fungsi dan kewenangannya secara komprehensif.
Penyajian Contoh Konkret Kesulitan memberikan contoh nyata terkait peran lembaga negara yang dijelaskan. Memberikan contoh yang relevan, namun kurang spesifik atau kurang mendalam. Memberikan contoh konkret yang mendukung penjelasan peran lembaga negara dengan jelas. Memberikan contoh konkret yang sangat relevan, inovatif, dan mampu menunjukkan dampak peran lembaga negara.
Alasan Logis dan Dukungan Bukti Argumen yang disampaikan tidak didukung oleh alasan yang kuat atau bukti yang memadai. Memberikan alasan yang logis, namun dukungan bukti masih terbatas atau kurang meyakinkan. Memberikan alasan yang logis dan didukung oleh bukti yang memadai untuk memperkuat analisis peran lembaga negara. Menyajikan argumen yang sangat logis, didukung oleh bukti yang kuat dan relevan, serta mampu mengaitkan dengan data atau informasi pendukung lainnya.
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.