← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN LKPD

LKPD Pertemuan 7 - Pendidikan Pancasila XII - Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel XII
Fase F
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 7 dari 7
Tanggal 2027-02-15 s.d. 2027-02-21
Topik Praktik Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia
Fokus Kegiatan Mengaplikasikan Konsep, Menyajikan Hasil, dan Merefleksikan Capaian
Asesmen Asesmen Kinerja/Produk dan Refleksi
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)
Model Cooperative Learning
Metode Proyek Kolaboratif, Simulasi Kegiatan, Observasi Lapangan
Dimensi Profil Lulusan Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi
Nama Peserta Didik

A. Tujuan Kegiatan

Pada akhir pertemuan ke-7 ini, kalian diharapkan mampu menyajikan hasil rancangan kegiatan gotong royong yang relevan dengan konteks masyarakat Indonesia dan merefleksikan pembelajaran yang diperoleh.

B. Petunjuk Kerja

  1. Bacalah LKPD ini dengan cermat.
  2. Diskusikan setiap tahapan kegiatan dengan anggota kelompokmu.
  3. Sajikan hasil rancangan proyek gotong royong secara kreatif dan komunikatif.
  4. Isi lembar refleksi diri dengan jujur.

C. Alat, Bahan, dan Sumber Belajar

  • Laptop/Komputer dengan akses internet
  • Alat tulis
  • Bahan presentasi (slide, poster, video, dll.)
  • Sumber belajar dari pertemuan sebelumnya (buku paket, materi ajar, dll.)

D. Stimulus

Bayangkan sebuah situasi di lingkungan tempat tinggalmu yang membutuhkan solusi melalui semangat gotong royong. Misalnya, membersihkan lingkungan, membantu tetangga yang membutuhkan, atau mengadakan kegiatan sosial untuk mempererat tali persaudaraan. Bagaimana kalian akan merancang kegiatan tersebut agar efektif dan melibatkan partisipasi banyak orang? Dalam merancang solusi ini, kita juga dapat mempertimbangkan bagaimana teknologi sederhana dapat mendukung, misalnya dalam hal komunikasi atau koordinasi, yang merupakan bagian dari penerapan dasar-dasar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan gotong royong dalam konteks ketahanan pangan lokal, seperti pengelolaan sumber daya air bersama atau sistem lumbung desa, dapat diintegrasikan dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

E. Kegiatan Memahami

Diskusikan dengan kelompokmu:

  1. Apa saja elemen penting yang perlu ada dalam sebuah rancangan kegiatan gotong royong agar berhasil?
  2. Bagaimana cara mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar yang bisa diselesaikan melalui gotong royong?
Pertanyaan Jawaban Kelompok
1. Elemen penting rancangan gotong royong:
2. Cara identifikasi masalah gotong royong:

F. Kegiatan Mengaplikasikan

Rancanglah sebuah proyek kegiatan gotong royong yang relevan dengan konteks masyarakat Indonesia. Proyek ini bisa berupa:

  • Kampanye kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
  • Rencana kegiatan bakti sosial untuk membantu warga yang kurang mampu.
  • Usulan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
  • Inisiatif lain yang sesuai dengan kondisi lingkungan kalian.

Dalam rancangan proyekmu, jelaskan:

  • Nama Proyek:
  • Latar Belakang Masalah:
  • Tujuan Proyek:
  • Sasaran Proyek:
  • Rencana Kegiatan (langkah-langkah detail):
  • Peran Anggota Kelompok:
  • Estimasi Waktu Pelaksanaan:
  • Potensi Kendala dan Solusinya:
  • Bagaimana konsep dasar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat mendukung efektivitas komunikasi atau koordinasi dalam proyek ini? (Contoh: penggunaan grup chat terorganisir, aplikasi sederhana untuk penjadwalan, dll.)
  • Bagaimana proyek ini dapat berkontribusi pada Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, khususnya jika berkaitan dengan sumber daya pangan lokal atau pengelolaan lingkungan yang mendukung ketahanan pangan? (Contoh: kampanye hemat pangan, pengelolaan sampah organik untuk pupuk, dll.)
Rancangan Proyek Gotong Royong
Nama Proyek
Latar Belakang Masalah
Tujuan Proyek
Sasaran Proyek
Rencana Kegiatan
Peran Anggota Kelompok
Estimasi Waktu Pelaksanaan
Potensi Kendala dan Solusi
Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
Kontribusi pada Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban

G. Kegiatan Merefleksi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan refleksi berikut secara individu:

  1. Apa hal paling menarik atau berkesan yang kamu pelajari hari ini tentang praktik gotong royong?
  2. Bagaimana proses kerja kelompokmu dalam merancang proyek ini? Adakah kesulitan yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya?
  3. Menurutmu, seberapa besar kontribusimu dalam kegiatan kelompok hari ini?
  4. Bagaimana pemahamanmu tentang integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam konteks gotong royong setelah kegiatan ini?
  5. Apa yang akan kamu lakukan untuk menerapkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-harimu setelah pembelajaran ini?
Pertanyaan Refleksi Jawaban Peserta Didik
1. Hal paling menarik/berkesan:
2. Proses kerja kelompok & kesulitan:
3. Kontribusiku dalam kelompok:
4. Pemahaman KKA & SIKAP:
5. Penerapan gotong royong di masa depan:

H. Penilaian Diri

Berikan tanda centang (✓) pada kolom yang paling sesuai dengan kondisimu.

Aspek yang Dinilai Belum Mulai Sudah Sangat Baik
Mampu menyajikan hasil rancangan proyek gotong royong.
Mampu merefleksikan pembelajaran yang diperoleh.
Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok.

I. Rubrik Penilaian Kinerja/Produk (Rancangan Proyek Gotong Royong)

Aspek yang Dinilai Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1)
Kelengkapan dan Keterstrukturuan Rancangan (Latar Belakang, Tujuan, Kegiatan, Peran, Waktu, Kendala) Semua elemen rancangan lengkap, terstruktur, dan logis. Sebagian besar elemen rancangan lengkap dan terstruktur. Beberapa elemen rancangan kurang lengkap atau kurang terstruktur. Elemen rancangan banyak yang tidak lengkap atau tidak terstruktur.
Relevansi Proyek dengan Konteks Masyarakat Indonesia Proyek sangat relevan dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Proyek relevan dengan kebutuhan masyarakat. Proyek cukup relevan, namun kurang mendalam. Proyek kurang relevan atau tidak sesuai konteks.
Kreativitas dan Inovasi dalam Penyajian Penyajian sangat menarik, kreatif, dan komunikatif. Penyajian menarik dan komunikatif. Penyajian cukup menarik, namun kurang komunikatif. Penyajian kurang menarik dan tidak komunikatif.
Integrasi Konsep Koding/AI (KKA) dan Ketahanan Pangan (SIKAP) Integrasi KKA dan SIKAP sangat relevan, mendalam, dan aplikatif dalam rancangan. Integrasi KKA dan SIKAP relevan dan cukup aplikatif. Integrasi KKA dan SIKAP kurang relevan atau kurang aplikatif. Integrasi KKA dan SIKAP tidak ada atau tidak relevan.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.