RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah | : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru | : Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | : Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Rombel | : XII |
| Tingkat/Fase | : XII / Fase F |
| Semester | : Genap |
| Tahun Pelajaran | : 2026/2027 |
| Pertemuan | : 6 dari 7 |
| Tanggal/Rentang | : 2027-02-08 s.d. 2027-02-14 |
| Topik | : Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia |
| Fokus Kegiatan | : Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Asesmen Pertemuan | : Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. |
| Alokasi Waktu RPP | : 2 JP (90 menit) |
| Model | : Cooperative Learning |
| Metode | : Proyek Kolaboratif, Simulasi Kegiatan, Observasi Lapangan |
| Dimensi Profil Lulusan | : Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi |
A. ANALISIS HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK
1. Pemetaan Hasil Asesmen
| Kategori Peserta Didik | Ciri Hasil Belajar (Indikator yang Belum Tercapai) | Kebutuhan Peserta Didik | Tindakan Guru |
|---|---|---|---|
| Baru Memulai (BM) | Kesulitan mengidentifikasi unsur penting dalam kegiatan gotong royong; belum mampu merancang skenario kegiatan gotong royong sederhana. | Bantuan konkret, contoh yang lebih sederhana, pendampingan intensif. | Memberikan panduan langkah demi langkah, contoh rancangan yang lebih detail. |
| Berkembang (B) | Mampu mengidentifikasi unsur, namun rancangan kegiatan masih kurang detail atau belum sepenuhnya mencerminkan prinsip gotong royong yang kuat. | Penguatan pada aspek detail rancangan dan penerapan prinsip gotong royong secara utuh. | Memberikan umpan balik yang lebih spesifik pada bagian rancangan yang perlu diperbaiki. |
| Cakap (C) | Mampu merancang kegiatan gotong royong yang baik, namun perlu dorongan untuk memperluas cakupan atau inovasi dalam penerapan. | Tantangan untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif dalam merancang kegiatan. | Memberikan studi kasus yang lebih kompleks atau meminta usulan kegiatan yang lebih luas. |
| Mahir (M) | Sudah mampu merancang kegiatan gotong royong secara komprehensif dan inovatif. | Memperluas peran sebagai fasilitator atau mentor bagi teman yang membutuhkan. | Memberikan kesempatan untuk memimpin diskusi kelompok atau berbagi pengalaman. |
B. TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
1. Program Remedial
Peserta Didik yang Diberi Remedial: Peserta didik kategori Baru Memulai (BM) dan Berkembang (B).
Indikator yang Ditempuh: Kemampuan mengidentifikasi unsur penting kegiatan gotong royong dan merancang skenario kegiatan gotong royong.
Kegiatan Remedial:
- Pendalaman Konsep: Studi kasus ulang kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar Tuban yang disajikan dalam bentuk infografis sederhana. Fokus pada identifikasi tujuan, pelaku, metode, dan hasil.
- Latihan Merancang: Peserta didik dibimbing untuk mengisi template rancangan kegiatan gotong royong yang lebih terstruktur, dimulai dari kegiatan sederhana (misalnya, kerja bakti membersihkan taman sekolah).
- Pendampingan Khusus: Guru memberikan pendampingan individual atau kelompok kecil untuk membantu peserta didik mengatasi kesulitan spesifik dalam merancang.
- Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial): Peserta didik yang kesulitan dapat dibantu memahami alur logika rancangan menggunakan flowchart sederhana yang divisualisasikan.
- Asesmen Ulang: Peserta didik mengerjakan tugas merancang kembali kegiatan gotong royong sederhana dengan panduan yang lebih jelas.
2. Program Pengayaan
Peserta Didik yang Diberi Pengayaan: Peserta didik kategori Cakap (C) dan Mahir (M).
Kegiatan Pengayaan:
- Tantangan Inovasi: Peserta didik diminta merancang kegiatan gotong royong yang lebih kompleks dan inovatif, misalnya terkait pelestarian budaya lokal Tuban atau solusi isu lingkungan menggunakan teknologi sederhana.
- Studi Kasus Lanjutan: Menganalisis studi kasus keberhasilan program gotong royong berskala besar di daerah lain dan mengaitkannya dengan potensi di Tuban.
- Proyek Kolaboratif: Peserta didik ditugaskan untuk mengembangkan proposal kegiatan gotong royong yang dapat diimplementasikan di lingkungan sekolah atau masyarakat, dengan fokus pada keberlanjutan.
- Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Peserta didik yang mahir dapat diminta merancang ide kegiatan gotong royong yang berkaitan dengan optimalisasi lahan sekolah untuk kebun percontohan atau sistem irigasi sederhana, menghubungkan gotong royong dengan ketahanan pangan.
3. Dukungan Diferensiasi
- Diferensiasi Konten: Peserta didik yang kesulitan menerima materi dalam bentuk visual (infografis, video pendek), sedangkan yang mahir mendapatkan materi bacaan tambahan yang lebih mendalam.
- Diferensiasi Proses: Peserta didik yang membutuhkan lebih banyak waktu diberikan kesempatan untuk bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru. Peserta didik yang mandiri dapat mengembangkan ide secara individual atau kelompok sebaya.
- Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat memilih format produk rancangan kegiatan gotong royong, misalnya dalam bentuk narasi tertulis, diagram alur, atau presentasi singkat.
- Lingkungan Belajar: Kelompok kerja diatur sedemikian rupa untuk mendorong interaksi positif. Area diskusi yang nyaman disiapkan untuk peserta didik yang membutuhkan konsentrasi.
- Dukungan Khusus: Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dapat diberi tugas simulasi singkat, sementara auditori dapat berdiskusi lebih intensif.
4. Umpan Balik Konstruktif
- Untuk Kategori Baru Memulai (BM): "Bagus sekali kamu sudah mencoba mengidentifikasi beberapa langkah kegiatan gotong royong. Mari kita fokus pada bagaimana setiap langkah itu saling berkaitan dan apa tujuan utamanya. Coba perhatikan contoh ini lagi ya."
- Untuk Kategori Berkembang (B): "Kamu sudah berhasil membuat rancangan kegiatan yang cukup baik. Agar lebih kuat lagi, coba pikirkan detail pelaksanaannya, misalnya siapa yang bertanggung jawab untuk apa dan bagaimana kita memastikan semua anggota terlibat aktif. Perhatikan bagian ini."
- Untuk Kategori Cakap (C): "Rancangan kegiatan gotong royongmu sudah sangat terstruktur dan aplikatif. Untuk melangkah lebih jauh, bagaimana jika kita coba pikirkan bagaimana kegiatan ini bisa diadopsi oleh kelompok masyarakat yang lebih luas atau bagaimana inovasi teknologi bisa mendukung pelaksanaannya agar lebih efisien?"
- Untuk Kategori Mahir (M): "Kemampuanmu dalam merancang kegiatan gotong royong sangat menginspirasi. Kamu tidak hanya memikirkan pelaksanaannya, tetapi juga keberlanjutan dan dampaknya. Terima kasih atas kontribusimu yang luar biasa dalam kelas ini."
5. Komunikasi dengan Pihak Terkait
Wali Kelas/Orang Tua: Jika terdapat peserta didik yang secara konsisten menunjukkan kesulitan belajar atau membutuhkan dukungan ekstra, guru akan berkomunikasi secara tertulis atau lisan dengan wali kelas dan/atau orang tua untuk menyampaikan perkembangan belajar dan strategi dukungan yang telah/akan dilakukan, serta meminta masukan.
6. Monitoring Perkembangan Peserta Didik
| Nama Peserta Didik | Indikator Belum Tercapai (dari Asesmen Sebelumnya) | Tindakan Guru yang Diberikan | Waktu Pelaksanaan | Hasil Tindakan | Tindak Lanjut Berikutnya |
|---|---|---|---|---|---|
| [Nama Siswa 1] | Kesulitan merinci langkah kegiatan gotong royong. | Pendampingan mengisi template rancangan. | Sesi remedial 1 (2027-02-10) | Mampu mengisi 50% template dengan bantuan. | Latihan mandiri merancang kegiatan sederhana. |
| [Nama Siswa 2] | Belum memahami pentingnya pembagian tugas dalam gotong royong. | Diskusi kelompok kecil mengenai studi kasus pembagian tugas. | Sesi remedial 1 (2027-02-10) | Mulai memahami konsep pembagian tugas. | Tugas membuat daftar tugas untuk kegiatan tertentu. |
| [Nama Siswa 3] | Rancangan kegiatan kurang inovatif. | Memberikan studi kasus inovasi gotong royong. | Sesi pengayaan 1 (2027-02-12) | Mengajukan ide inovasi sederhana. | Mengembangkan ide menjadi proposal singkat. |
7. Refleksi Guru
- Apakah kegiatan remedial dan pengayaan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran?
- Bagaimana efektivitas penggunaan template rancangan dan studi kasus dalam membantu peserta didik yang kesulitan?
- Apakah diferensiasi konten, proses, dan produk sudah berjalan optimal untuk seluruh peserta didik?
- Bagaimana umpan balik yang diberikan memengaruhi motivasi dan pemahaman peserta didik pada pertemuan selanjutnya?
- Strategi apa yang perlu diubah atau ditingkatkan untuk pertemuan berikutnya agar pembelajaran tentang gotong royong menjadi lebih bermakna dan menggembirakan?