← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 6 - Pendidikan Pancasila XII - Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru : Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel : XII
Tingkat/Fase : XII / Fase F
Semester : Genap
Tahun pelajaran : 2026/2027
Pertemuan : 6 dari 7
Tanggal/rentang : 2027-02-08 s.d. 2027-02-14
Topik : Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia
Fokus kegiatan : Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Asesmen pertemuan : Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
Alokasi waktu RPP : Pertemuan 6 dari 7 · 2 JP (90 menit)
Model : Cooperative Learning
Metode : Proyek Kolaboratif, Simulasi Kegiatan, Observasi Lapangan
Dimensi Profil Lulusan : Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi

ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN

Tujuan Asesmen:

Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang gotong royong dan minatnya.

Bentuk/Instrumen:

Pertanyaan lisan.

Teknik:

Tanya Jawab.

Bukti yang Dinilai:

Tingkat pemahaman konsep awal, keaktifan dalam menjawab.

Kriteria Keberhasilan:

Peserta didik mampu memberikan contoh gotong royong yang relevan.

Tindak Lanjut Guru:

Guru menyesuaikan kedalaman penjelasan materi.

Soal Asesmen Awal:

  1. Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata "gotong royong"?
  2. Pernahkah kamu terlibat dalam kegiatan gotong royong? Ceritakan secara singkat.
  3. Menurutmu, mengapa gotong royong masih penting di era modern ini?
  4. Apa saja hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan gotong royong di lingkungan sekolah atau masyarakat?
  5. Bagaimana cara agar kegiatan gotong royong dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban peserta didik akan dinilai berdasarkan relevansi, kelengkapan, dan pemahaman awal tentang konsep gotong royong.
  • Jawaban yang menunjukkan pemahaman dasar tentang kerjasama, kepedulian, dan kontribusi bersama dinilai baik.
  • Jawaban yang masih bersifat umum atau kurang spesifik akan mengindikasikan perlunya pendalaman materi.
  • Jawaban yang mengidentifikasi hambatan dan solusi menunjukkan tingkat kesadaran yang lebih tinggi terhadap tantangan gotong royong.

Asesmen ini tidak menjadi nilai akhir, namun sebagai dasar penyesuaian strategi pembelajaran.


ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (ASSESSMENT FOR LEARNING & AS A LEARNING)

Tujuan Asesmen:

Memantau pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan keterampilan kolaborasi selama proses pembelajaran.

Bentuk/Instrumen:

Lembar observasi partisipasi diskusi kelompok, pertanyaan formatif, dan exit ticket.

Teknik:

Observasi, Tanya Jawab Lisan, Penulisan Singkat.

Bukti yang Dinilai:

Keaktifan dalam diskusi, kualitas kontribusi ide, kemampuan merancang kegiatan, pemahaman konsep, dan refleksi pembelajaran.

Kriteria Keberhasilan:

Peserta didik menunjukkan partisipasi aktif, memberikan ide-ide konstruktif, dan mampu menganalisis serta merancang kegiatan gotong royong.

Lembar Observasi Partisipasi Kelompok

No Nama Peserta Didik Indikator Partisipasi Catatan Umpan Balik
Keaktifan Berbicara Kontribusi Ide Kemampuan Mendengarkan Kerja Sama Tim
Belum Tampak (1) Mulai Tampak (2) Konsisten (3) Belum Tampak (1) Mulai Tampak (2) Konsisten (3) Belum Tampak (1) Mulai Tampak (2) Konsisten (3) Belum Tampak (1) Mulai Tampak (2) Konsisten (3)
1.
2.

Pertanyaan Exit Ticket:

  1. Sebutkan satu elemen kunci yang paling penting dalam merancang kegiatan gotong royong yang sukses.
  2. Bagaimana konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat diintegrasikan dalam perencanaan atau pelaksanaan kegiatan gotong royong di masyarakat, misalnya dalam mengelola data partisipan atau memprediksi kebutuhan sumber daya?
  3. Dalam konteks ketahanan pangan lokal, bagaimana praktik gotong royong dapat mendukung keberlanjutan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, contohnya dalam pengelolaan kebun sekolah atau distribusi hasil panen?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (ASSESSMENT OF LEARNING)

Tujuan Asesmen:

Menilai pemahaman peserta didik tentang konsep gotong royong dan kemampuannya merancang kegiatan gotong royong secara kontekstual.

Bentuk/Instrumen:

Soal pilihan ganda, jawaban singkat, dan tugas uraian/proyek.

Teknik:

Tes Tertulis dan Penilaian Produk/Kinerja.

Bukti yang Dinilai:

Ketepatan jawaban, kedalaman analisis, dan kelengkapan rancangan kegiatan gotong royong.

Kriteria Keberhasilan:

Peserta didik mampu menganalisis konsep gotong royong dan merancang kegiatan yang realistis serta berprinsip gotong royong.

Soal Pilihan Ganda (5 Butir):

  1. Salah satu prinsip utama gotong royong yang menekankan kebersamaan dan saling membantu adalah... a. Individualisme b. Kompetisi c. Solidaritas d. Ketergantungan
  2. Dalam konteks keberagaman masyarakat Indonesia, gotong royong berperan penting untuk... a. Memperuncing perbedaan b. Mencegah interaksi sosial c. Memperkuat persatuan dan kesatuan d. Menciptakan konflik
  3. Jika dikaitkan dengan potensi pengembangan teknologi, bagaimana penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat mendukung efisiensi dalam kegiatan gotong royong? a. Dengan menggantikan seluruh peran manusia b. Dengan mengotomatisasi tugas-tugas repetitif dan analisis data partisipasi c. Dengan hanya digunakan untuk hiburan d. Dengan membatasi akses informasi
  4. Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan desa merupakan contoh gotong royong yang bertujuan untuk... a. Meningkatkan pendapatan individu b. Memperindah rumah masing-masing c. Menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman d. Mengurangi jumlah penduduk
  5. Mengembangkan sistem irigasi yang efisien menggunakan teknologi sensor dan analisis data melalui KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk pertanian di Tuban dapat selaras dengan semangat gotong royong jika... a. Hasilnya hanya dinikmati oleh pemilik lahan b. Dirancang untuk diakses dan dimanfaatkan bersama oleh petani setempat c. Membutuhkan biaya yang sangat mahal sehingga hanya segelintir orang yang mampu d. Mengabaikan kearifan lokal setempat

Soal Jawaban Singkat (3 Butir):

  1. Sebutkan dua unsur penting yang harus ada dalam setiap perencanaan kegiatan gotong royong agar berhasil!
  2. Bagaimana gotong royong dapat berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat komunitas, terkait dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?
  3. Jelaskan secara singkat manfaat dimensi Profil Pelajar Pancasila "Gotong Royong" dalam kehidupan sehari-hari!

Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Butir):

  1. Anda dan teman-teman sekelas diminta untuk merancang sebuah kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Parengan Tuban. Rancanglah kegiatan tersebut secara rinci, meliputi:
    • Nama Kegiatan
    • Tujuan Kegiatan
    • Sasaran Peserta
    • Waktu Pelaksanaan
    • Teknis Pelaksanaan (langkah-langkah konkret)
    • Pembagian Tugas
    • Sumber Daya yang Dibutuhkan
    • Manfaat yang Diharapkan
    Dalam rancangan Anda, coba pikirkan bagaimana teknologi sederhana atau aplikasi berbasis logika pemrograman dapat membantu dalam koordinasi atau pelaporan kegiatan ini.
  2. Pilihlah salah satu isu ketahanan pangan di Kabupaten Tuban (misalnya: pengelolaan hasil pertanian, ketersediaan pangan lokal, atau pengurangan limbah pangan). Buatlah sebuah proposal singkat kegiatan gotong royong yang bertujuan untuk mengatasi isu tersebut. Dalam proposal Anda, jelaskan bagaimana partisipasi aktif masyarakat dan penerapan prinsip-prinsip Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat mendukung keberhasilan kegiatan ini. Pertimbangkan juga bagaimana data yang relevan dapat dikumpulkan dan dianalisis menggunakan pendekatan dasar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk efektivitas program.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi prinsip dasar gotong royong. Konsep Gotong Royong C1 - Pengetahuan Pilihan Ganda 1
2 Menjelaskan peran gotong royong dalam konteks keberagaman. Gotong Royong dan Keberagaman C2 - Pemahaman Pilihan Ganda 2
3 Menganalisis potensi integrasi KKA dalam efisiensi gotong royong. Gotong Royong dan Teknologi C4 - Analisis Pilihan Ganda 3
4 Mengidentifikasi tujuan kegiatan gotong royong. Contoh Kegiatan Gotong Royong C1 - Pengetahuan Pilihan Ganda 4
5 Menganalisis keselarasan KKA dengan semangat gotong royong dalam ketahanan pangan. Gotong Royong, KKA, dan Ketahanan Pangan C4 - Analisis Pilihan Ganda 5
6 Menyebutkan unsur penting dalam perencanaan gotong royong. Perencanaan Gotong Royong C1 - Pengetahuan Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan kontribusi gotong royong terhadap ketahanan pangan lokal. Gotong Royong dan Ketahanan Pangan C2 - Pemahaman Jawaban Singkat 7
8 Menjelaskan manfaat dimensi Profil Pelajar Pancasila "Gotong Royong". Profil Pelajar Pancasila C2 - Pemahaman Jawaban Singkat 8
9 Merancang kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah secara rinci, termasuk integrasi teknologi sederhana. Perancangan Kegiatan Gotong Royong C5 - Sintesis Uraian/Tugas Kontekstual 9
10 Membuat proposal kegiatan gotong royong untuk mengatasi isu ketahanan pangan, dengan mempertimbangkan Program SIKAP dan KKA. Gotong Royong, Ketahanan Pangan, Program SIKAP, KKA C5 - Sintesis Uraian/Tugas Kontekstual 10

KUNCI JAWABAN, PENSKORAN, DAN RUMUS NILAI

Kunci Jawaban Pilihan Ganda:

  1. c
  2. c
  3. b
  4. c
  5. b

Kunci Jawaban Jawaban Singkat:

  1. Contoh unsur penting: Tujuan yang jelas, kesepakatan bersama, pembagian tugas yang adil, partisipasi aktif anggota, kepemimpinan yang melayani. (Sebutkan minimal dua).
  2. Gotong royong dapat membantu dalam pengelolaan sumber daya pangan bersama (misalnya lumbung desa), pengorganisasian distribusi hasil panen, atau kerja sama dalam budidaya pertanian untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
  3. Dimensi "Gotong Royong" mendorong pelajar untuk berkolaborasi, saling peduli, berbagi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar, serta menyelesaikan masalah bersama.

Penskoran dan Bobot Soal:

Jenis Soal Jumlah Soal Bobot per Soal Total Skor
Pilihan Ganda 5 4 20
Jawaban Singkat 3 6 18
Uraian/Tugas Kontekstual 2 31 62
Total Skor Maksimal 100

Rumus Nilai Akhir:

Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100


RUBRIK PENILAIAN TUGAS URAIAN/PRODUK KINERJA

Rubrik Penilaian Rancangan Kegiatan Gotong Royong (Soal No. 9)

Indikator Baru Memulai (Skor 1-10) Berkembang (Skor 11-20) Cakap (Skor 21-30) Mahir (Skor 31-40)
Kelengkapan Komponen Rancangan
(Nama, Tujuan, Sasaran, Waktu, Teknis, Pembagian Tugas, Sumber Daya, Manfaat)
Beberapa komponen tidak ada atau tidak jelas. Sebagian besar komponen ada, namun beberapa kurang detail. Semua komponen ada dan cukup jelas. Semua komponen lengkap, sangat rinci, dan terstruktur.
Relevansi dan Kontekstualisasi
(Kesesuaian dengan lingkungan sekolah, prinsip gotong royong)
Kegiatan kurang relevan atau tidak mencerminkan gotong royong. Kegiatan cukup relevan, namun penerapan gotong royong belum kuat. Kegiatan relevan dan menunjukkan prinsip gotong royong yang baik. Kegiatan sangat relevan, inovatif, dan mengimplementasikan prinsip gotong royong secara optimal.
Integrasi Teknologi Sederhana/Logika Pemrograman
(Pemikiran tentang penggunaan teknologi untuk koordinasi/pelaporan)
Tidak ada pemikiran tentang integrasi teknologi. Ada ide dasar tentang teknologi, namun belum spesifik atau realistis. Memberikan ide yang cukup spesifik dan realistis tentang integrasi teknologi. Memberikan ide integrasi teknologi yang inovatif, spesifik, dan sangat mendukung efektivitas kegiatan.
Kreativitas dan Inovasi Rancangan sangat umum dan tidak ada ide baru. Ada sedikit ide baru, namun belum dikembangkan secara mendalam. Rancangan menunjukkan ide yang cukup kreatif dan inovatif. Rancangan sangat kreatif, unik, dan memberikan solusi baru yang efektif.

Rubrik Penilaian Proposal Kegiatan Ketahanan Pangan (Soal No. 10)

Indikator Baru Memulai (Skor 1-10) Berkembang (Skor 11-20) Cakap (Skor 21-30) Mahir (Skor 31-40)
Identifikasi Isu dan Solusi Gotong Royong
(Ketepatan dalam memilih isu dan menawarkan solusi gotong royong)
Isu kurang jelas atau solusi tidak relevan dengan gotong royong. Isu cukup jelas, solusi gotong royong ada namun perlu pendalaman. Isu jelas dan solusi gotong royong ditawarkan secara baik. Isu sangat tepat dan solusi gotong royong ditawarkan secara komprehensif dan inovatif.
Integrasi Program SIKAP
(Keterkaitan proposal dengan Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban)
Tidak ada atau sangat minim keterkaitan dengan Program SIKAP. Ada sedikit keterkaitan, namun belum kuat atau spesifik. Keterkaitan dengan Program SIKAP cukup jelas dan relevan. Keterkaitan dengan Program SIKAP sangat kuat, spesifik, dan mendukung tujuan program.
Integrasi Dasar KKA
(Pemikiran tentang penggunaan KKA untuk analisis data atau efektivitas program)
Tidak ada pemikiran tentang integrasi KKA. Ada ide dasar tentang KKA, namun belum spesifik atau realistis. Memberikan ide yang cukup spesifik dan realistis tentang integrasi KKA. Memberikan ide integrasi KKA yang inovatif, spesifik, dan sangat mendukung efektivitas program.
Kelengkapan dan Struktur Proposal
(Judul, latar belakang, tujuan, kegiatan, penutup)
Proposal sangat tidak lengkap atau tidak terstruktur. Beberapa bagian proposal ada, namun kurang lengkap atau berantakan. Proposal cukup lengkap dan terstruktur dengan baik. Proposal lengkap, sangat terstruktur, jelas, dan persuasif.

REKAP NILAI SISWA

No Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Awal Nilai Asesmen Proses (Observasi) Nilai Asesmen Akhir (Tertulis & Produk) Nilai Akhir (Rata-rata/Terbobot) Keterangan
1.
2.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.