← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 5 - Pendidikan Pancasila XII - Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru : Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel : XII
Tingkat/Fase : XII / Fase F
Semester : Genap
Tahun Pelajaran : 2026/2027
Pertemuan : 5 dari 7
Tanggal/Rentang : 2027-02-01 s.d. 2027-02-07
Topik : Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia
Fokus Kegiatan : Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Asesmen Pertemuan : Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
Alokasi Waktu RPP : Pertemuan 5 dari 7 · 2 JP (90 menit)
Model : Cooperative Learning
Metode : Proyek Kolaboratif, Simulasi Kegiatan, Observasi Lapangan
Dimensi Profil Lulusan : Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi

TUJUAN TINDAK LANJUT

Peserta didik mampu merancang kerangka kegiatan gotong royong sederhana untuk mengatasi masalah sosial di lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggal, dengan merinci tujuan, tahapan, peran anggota, dan estimasi waktu, serta mampu menjelaskan rasionalitas rancangan tersebut berdasarkan pemahaman konsep gotong royong yang telah dipelajari.

PEMETAAN HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK

Kategori Hasil Ciri Hasil Peserta Didik Kebutuhan Peserta Didik Tindakan Guru
Baru Memulai Kesulitan mengidentifikasi masalah sosial yang relevan; rancangan kegiatan sangat umum dan tidak terstruktur; belum memahami pentingnya perencanaan. Bimbingan intensif dalam mengidentifikasi masalah spesifik dan menyusun kerangka kegiatan dasar; contoh nyata rancangan kegiatan gotong royong. Pendampingan individual, pemberian contoh sederhana, simulasi langkah demi langkah.
Berkembang Mampu mengidentifikasi satu masalah sosial, namun kurang spesifik atau kurang relevan; rancangan kegiatan memiliki beberapa komponen tetapi belum lengkap atau detail; mulai memahami pentingnya perencanaan. Penguatan dalam merinci tujuan, tahapan, dan peran anggota; latihan menyusun estimasi waktu yang realistis; diskusi kelompok untuk berbagi ide. Diskusi kelompok terbimbing, latihan membuat *outline* rancangan, penggunaan *template* rancangan.
Cakap Mampu mengidentifikasi masalah sosial yang relevan dan spesifik; rancangan kegiatan cukup lengkap dengan tujuan, tahapan, peran, dan estimasi waktu yang memadai; dapat menjelaskan rasionalitas rancangan. Pengayaan dengan studi kasus yang lebih kompleks; tantangan untuk menambahkan inovasi atau strategi mitigasi risiko dalam rancangan. Tantangan berpikir kritis, eksplorasi studi kasus alternatif, kolaborasi dalam kelompok yang heterogen.
Mahir Mampu mengidentifikasi berbagai masalah sosial dan solusinya secara kreatif; rancangan kegiatan sangat detail, terstruktur, dan realistis; mampu menjelaskan rasionalitas dan dampak potensial rancangan secara mendalam. Kesempatan untuk menjadi fasilitator bagi teman sebaya; eksplorasi penerapan rancangan dalam skala yang lebih luas atau integrasi dengan teknologi (misalnya, menggunakan *platform* digital untuk koordinasi gotong royong, yang dapat dianalisis menggunakan *flowchart* atau *pseudocode* sederhana untuk efisiensi). Menjadi mentor sebaya, memimpin presentasi rancangan, mengeksplorasi potensi pemanfaatan *data analytics* untuk menganalisis efektivitas kegiatan gotong royong di masa depan.

REMEDIAL

Peserta Didik yang Dituju: Kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang".

Fokus Remedial: Identifikasi masalah sosial yang relevan dan spesifik, serta penyusunan kerangka kegiatan gotong royong (tujuan, tahapan, peran, estimasi waktu).

Kegiatan Remedial:

  1. Diskusi kelompok kecil yang difasilitasi guru untuk mengidentifikasi masalah sosial di lingkungan sekitar (misalnya, sampah di lingkungan sekolah, kesulitan belajar teman sebaya).
  2. Latihan menyusun rancangan kegiatan gotong royong menggunakan *template* sederhana yang berfokus pada satu masalah, dengan panduan langkah demi langkah dari guru.
  3. Studi kasus singkat tentang kegiatan gotong royong yang berhasil dengan penekanan pada bagaimana masalah diidentifikasi dan direncanakan.
  4. Dukungan KKA: Membantu peserta didik memahami alur logis penyusunan rencana dengan membuat *flowchart* sederhana untuk kegiatan gotong royong yang akan dirancang.
  5. Dukungan Program SIKAP: Memberikan contoh rancangan kegiatan gotong royong yang berkaitan dengan ketahanan pangan lokal, misalnya membersihkan lahan untuk kebun sekolah.

Asesmen Ulang: Presentasi singkat rancangan kegiatan gotong royong yang telah direvisi.

PENGAYAAN

Peserta Didik yang Dituju: Kategori "Cakap" dan "Mahir".

Fokus Pengayaan: Pengembangan rancangan kegiatan gotong royong yang lebih kompleks, inovatif, dan berdampak.

Kegiatan Pengayaan:

  1. Menyusun rancangan kegiatan gotong royong yang mencakup analisis risiko dan strategi mitigasinya.
  2. Menjelajahi penerapan teknologi dalam koordinasi dan pelaksanaan gotong royong, misalnya merancang penggunaan aplikasi sederhana untuk memantau partisipasi atau sumber daya (terkait KKA: mengeksplorasi bagaimana *decision tree* dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan logistik kegiatan gotong royong berdasarkan skala partisipasi).
  3. Membuat proposal kegiatan gotong royong yang lebih rinci untuk diajukan kepada pihak sekolah atau komite masyarakat.
  4. Dukungan Program SIKAP: Merancang kegiatan gotong royong yang berorientasi pada peningkatan ketahanan pangan komunitas, seperti kampanye pengelolaan sampah organik untuk pupuk atau program berbagi hasil panen dari kebun sekolah.

DUKUNGAN DIFERENSIASI

Aspek Diferensiasi Deskripsi Dukungan
Konten Menyediakan contoh rancangan kegiatan dengan tingkat kerumitan yang bervariasi; materi bacaan tambahan tentang berbagai bentuk gotong royong dan studi kasusnya.
Proses Pembentukan kelompok belajar yang heterogen untuk saling mendukung; pendampingan individual bagi yang membutuhkan; penyediaan *template* rancangan yang berbeda tingkat detailnya; simulasi langkah demi langkah untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan eksplisit.
Produk Peserta didik dapat memilih bentuk produk rancangan (misalnya, *mind map*, *outline* tertulis, presentasi visual); memberikan kebebasan dalam memilih masalah sosial yang akan diatasi.
Lingkungan Menciptakan suasana kelas yang kolaboratif dan suportif; menyediakan ruang diskusi yang kondusif.
Dukungan Khusus Memberikan waktu tambahan untuk penyelesaian tugas; memberikan instruksi secara visual atau auditori sesuai kebutuhan.

UMPAN BALIK KONSTRUKTIF

  • Baru Memulai: "Bagus sekali kamu sudah mencoba mengidentifikasi masalah! Mari kita coba fokus pada satu masalah saja agar lebih mudah direncanakan. Bagaimana kalau kita tambahkan tujuan yang lebih spesifik untuk kegiatan ini?"
  • Berkembang: "Rancanganmu sudah cukup bagus dengan menyebutkan beberapa tahapan. Akan lebih baik lagi jika kamu merinci siapa saja yang bertanggung jawab di setiap tahapan dan berapa lama kira-kira waktu yang dibutuhkan."
  • Cakap: "Kamu berhasil membuat rancangan yang detail dan relevan. Penjelasanmu tentang mengapa gotong royong ini penting juga sangat meyakinkan. Untuk pengayaan, coba pikirkan bagaimana rancangan ini bisa lebih inovatif atau mengatasi potensi hambatan."
  • Mahir: "Rancanganmu sangat komprehensif dan menunjukkan pemahaman yang mendalam. Kamu juga telah mempertimbangkan berbagai aspek penting. Bagaimana jika kamu memikirkan potensi dampak jangka panjang dari kegiatan ini atau bagaimana data partisipasi dapat dianalisis untuk efektivitas di masa depan?"

KOMUNIKASI

Jika terdapat peserta didik yang secara konsisten menunjukkan kesulitan yang signifikan dalam memahami konsep atau melaksanakan tugas, akan dilakukan komunikasi dengan wali kelas untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai kondisi peserta didik dan berkoordinasi untuk strategi dukungan yang lebih komprehensif. Privasi peserta didik akan selalu dijaga.

MONITORING

Nama Peserta Didik Indikator Belum Tercapai Tindakan Guru Waktu Hasil Tindak Lanjut Berikutnya
[Nama Siswa] [Contoh: Kesulitan merinci peran anggota] [Contoh: Pendampingan individual, memberikan contoh peran spesifik] [Contoh: 2027-02-05] [Contoh: Mulai dapat merinci peran] [Contoh: Pemantauan pada pertemuan berikutnya]
[Nama Siswa] [Contoh: Rancangan tidak spesifik] [Contoh: Latihan identifikasi masalah dengan studi kasus mini] [Contoh: 2027-02-06] [Contoh: Lebih spesifik dalam identifikasi masalah] [Contoh: Latihan menyusun tahapan kegiatan]

REFLEKSI GURU

  1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang memadai mengenai pentingnya merencanakan kegiatan gotong royong?
  2. Bagaimana efektivitas strategi diferensiasi yang diterapkan dalam membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran?
  3. Apakah integrasi konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban relevan dan membantu peserta didik memahami materi?
  4. Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas umpan balik agar lebih efektif dan memotivasi peserta didik?
  5. Apa yang perlu saya persiapkan atau modifikasi untuk pertemuan selanjutnya berdasarkan observasi dan refleksi hari ini?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.