← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 4 - Pendidikan Pancasila XII - Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN PERTEMUAN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel XII
Tingkat/Fase XII / Fase F
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 4 dari 7
Tanggal/Rentang 2027-01-25 s.d. 2027-01-31
Topik Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Asesmen Pertemuan Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
Alokasi Waktu RPP Pertemuan 4 dari 7 · 2 JP (90 menit)
Model Cooperative Learning
Metode Proyek Kolaboratif, Simulasi Kegiatan, Observasi Lapangan
Dimensi Profil Lulusan Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi

Tujuan Asesmen

Asesmen ini bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap konsep gotong royong, kemampuan mereka dalam merancang kegiatan gotong royong, serta mengamati partisipasi dan kolaborasi mereka dalam proses pembelajaran. Selain itu, asesmen ini juga mengintegrasikan aspek Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban sebagai bagian dari pemahaman kontekstual.


ASESMEN AWAL

Tujuan: Mengukur kesiapan peserta didik dan mengidentifikasi miskonsepsi terkait gotong royong.

  1. Apa yang Anda pahami tentang gotong royong?
  2. Menurut Anda, apakah gotong royong masih relevan di era modern ini? Berikan alasannya.
  3. Pernahkah Anda mengikuti kegiatan yang melibatkan gotong royong? Ceritakan secara singkat.
  4. Sebutkan satu contoh masalah di lingkungan sekitar Anda yang dapat diselesaikan melalui gotong royong.
  5. Bagaimana cara Anda mengintegrasikan pemikiran logis dalam merencanakan sebuah kegiatan bersama, mirip dengan alur program sederhana pada KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial)?

Kunci Jawaban dan Interpretasi

  • Soal 1: Jawaban diharapkan mencakup makna kebersamaan, saling membantu, dan tanpa pamrih. Interpretasi: Menilai pemahaman dasar konsep.
  • Soal 2: Jawaban diharapkan menunjukkan pemahaman tentang relevansi sosial dan budaya gotong royong. Interpretasi: Menilai kemampuan berpikir kritis dan argumentasi.
  • Soal 3: Jawaban diharapkan memberikan pengalaman konkret. Interpretasi: Menilai pengalaman pribadi dan partisipasi.
  • Soal 4: Jawaban diharapkan menunjukkan kemampuan mengidentifikasi masalah sosial yang dapat dipecahkan secara kolektif. Interpretasi: Menilai kemampuan analisis kontekstual.
  • Soal 5: Jawaban diharapkan menyentuh konsep perencanaan sekuensial atau algoritma, seperti langkah-langkah dalam membuat flowchart sederhana untuk kegiatan. Interpretasi: Menilai kesiapan memahami konsep algoritmik yang berkaitan dengan perencanaan, sebuah elemen dasar dalam KKA.

Catatan: Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, melainkan sebagai dasar untuk memetakan kesiapan dan kebutuhan belajar peserta didik.


ASESMEN PROSES

Lembar Observasi Keaktifan dan Kolaborasi Kelompok

Indikator Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
1. Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok.
2. Menghargai pendapat anggota kelompok lain.
3. Berkolaborasi dalam merancang kegiatan gotong royong.
4. Menunjukkan pemahaman terhadap integrasi konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam perencanaan kegiatan.

Pertanyaan Exit Ticket (Formulir Keluar)

  1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang merancang kegiatan gotong royong adalah...
  2. Bagaimana Anda dapat menerapkan konsep gotong royong dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dalam pengelolaan kebun sekolah?
  3. Satu pertanyaan yang masih saya miliki adalah...

ASESMEN AKHIR

10 Butir Soal

Pilihan Ganda (5 Soal)
  1. Prinsip utama dalam gotong royong yang membedakannya dari kerja bakti biasa adalah...
    a. Pelaksanaan yang serentak
    b. Adanya imbalan yang jelas
    c. Adanya unsur keikhlasan dan sukarela tanpa pamrih
    d. Dilakukan oleh pemerintah setempat
  2. Dalam merancang kegiatan gotong royong, langkah awal yang paling penting adalah...
    a. Menentukan jenis kegiatan
    b. Mengidentifikasi masalah atau kebutuhan bersama
    c. Membentuk kepanitiaan
    d. Menentukan anggaran kegiatan
  3. Jika sebuah desa ingin merencanakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan prinsip gotong royong, pendekatan yang paling sesuai adalah...
    a. Menggunakan algoritma klasifikasi sederhana untuk memilah sampah, mirip dengan prinsip dasar pada KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).
    b. Mengadakan rapat warga untuk mendiskusikan solusi terbaik secara bersama.
    c. Menunjuk satu orang sebagai penanggung jawab utama program.
    d. Mengadopsi teknologi pengelolaan sampah dari negara lain tanpa adaptasi lokal.
  4. Kegiatan pengadaan bibit unggul untuk Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dilakukan melalui gotong royong dengan melibatkan...
    a. Hanya siswa kelas XII
    b. Seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar
    c. Pihak Dinas Pertanian saja
    d. Para peneliti dari universitas
  5. Manfaat utama dari penerapan gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah...
    a. Meningkatkan kesenjangan sosial
    b. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
    c. Mendorong individualisme
    d. Mengurangi partisipasi publik
Jawaban Singkat (3 Soal)
  1. Sebutkan tiga unsur penting dalam gotong royong!
  2. Mengapa komunikasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam merancang dan melaksanakan kegiatan gotong royong?
  3. Bagaimana potensi agribisnis bernilai tinggi dapat dikembangkan melalui semangat gotong royong dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?
Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)
  1. Buatlah rancangan sederhana (dalam bentuk poin-poin atau flowchart) untuk kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Sertakan tahapan identifikasi masalah, pembagian tugas, dan mekanisme evaluasi. Anda dapat membayangkan bagaimana sebuah program komputer dibuat secara bertahap, sebagai analogi dari KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).
  2. Jelaskan bagaimana prinsip gotong royong dapat diterapkan dalam pengelolaan sumber daya air di lingkungan tempat tinggal Anda untuk memastikan ketahanan pangan lokal, sejalan dengan tujuan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi unsur pembeda gotong royong. Konsep Gotong Royong C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menentukan langkah awal dalam merancang kegiatan gotong royong. Perencanaan Kegiatan Gotong Royong C2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Menerapkan prinsip KKA dalam konteks perencanaan kegiatan sosial. KKA & Perencanaan Gotong Royong C3 (Mengaplikasikan) Pilihan Ganda 3
4 Mengaitkan gotong royong dengan Program SIKAP. Gotong Royong & Program SIKAP C3 (Mengaplikasikan) Pilihan Ganda 4
5 Menjelaskan manfaat gotong royong bagi persatuan. Manfaat Gotong Royong C2 (Memahami) Pilihan Ganda 5
6 Menyebutkan unsur-uns penting dalam gotong royong. Konsep Gotong Royong C1 (Mengingat) Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan pentingnya komunikasi dalam gotong royong. Komunikasi dalam Gotong Royong C3 (Mengaplikasikan) Jawaban Singkat 7
8 Mengaitkan gotong royong dengan pengembangan agribisnis dalam Program SIKAP. Gotong Royong & Program SIKAP (Agribisnis) C3 (Mengaplikasikan) Jawaban Singkat 8
9 Merancang kegiatan gotong royong dengan mengintegrasikan konsep KKA. Perencanaan Kegiatan Gotong Royong & KKA C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 9
10 Menerapkan gotong royong dalam pengelolaan sumber daya untuk ketahanan pangan. Gotong Royong & Program SIKAP (Ketahanan Pangan) C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 10

KUNCI DAN PENSKORAN

No Soal Kunci Jawaban Skor Maksimal
1 c 10
2 b 10
3 a 10
4 b 10
5 b 10
6 Contoh: Kebersamaan, kerelaan, tanpa pamrih, suka rela, gotong royong. (Sebutkan 3) 15
7 Agar terjadi kesepahaman, menghindari salah tafsir, memastikan semua pihak terlibat dan terinformasi, serta koordinasi yang lancar. 15
8 Melibatkan petani lokal dalam pengembangan varietas unggul, berbagi pengetahuan dan teknologi, serta pemasaran bersama untuk meningkatkan nilai jual produk. 15
9 Rancangan mencakup tahapan yang logis (misal: identifikasi masalah, perencanaan, pembagian tugas, pelaksanaan, evaluasi) dan ada analogi dengan alur program KKA (misal: flowchart). 20
10 Penjelasan mencakup ide pengelolaan bersama (misal: sistem irigasi, penampungan air hujan, pembagian giliran air) yang berdampak pada ketersediaan air untuk pertanian, mendukung ketahanan pangan. 20
Total Skor Maksimal 145

Rumus Nilai Akhir: (Total Skor yang Diperoleh / 145) x 100


RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal No. 9 & 10)

Indikator Penilaian Baru Memulai (Skor 1) Berkembang (Skor 2) Cakap (Skor 3) Mahir (Skor 4)
Kedalaman Konsep Gotong Royong Hanya menyebutkan istilah gotong royong tanpa penjelasan makna. Menjelaskan makna gotong royong secara umum, namun kurang mendalam. Menjelaskan makna gotong royong dengan baik dan relevan dengan konteks. Menjelaskan makna gotong royong secara komprehensif dan mendalam, serta mampu mengaitkannya dengan konteks yang lebih luas.
Kemampuan Merancang Kegiatan/Solusi Rancangan sangat sederhana, tidak terstruktur, dan sulit dipahami. Rancangan memiliki beberapa tahapan, namun kurang logis atau lengkap. Rancangan terstruktur, logis, dan mencakup elemen-elemen penting kegiatan/solusi. Rancangan sangat detail, logis, inovatif, dan mempertimbangkan berbagai aspek.
Integrasi KKA dan Program SIKAP (Konteksualisasi) Tidak ada upaya mengaitkan dengan KKA atau Program SIKAP. Upaya pengaitan sangat terbatas atau kurang relevan. Mampu mengaitkan konsep dengan KKA atau Program SIKAP secara relevan. Mampu mengintegrasikan konsep KKA dan Program SIKAP secara mendalam dan kreatif.
Kejelasan dan Kelogisan Penyampaian Penyampaian sangat tidak jelas, membingungkan, dan tidak logis. Penyampaian cukup jelas, namun masih ada bagian yang kurang logis. Penyampaian jelas, logis, dan mudah dipahami. Penyampaian sangat jelas, runtut, logis, dan meyakinkan.

Skor untuk setiap soal uraian/tugas kontekstual adalah hasil perkalian skor rata-rata dari keempat indikator (misal: skor 4 di setiap indikator = 4 x 4 = 16, yang kemudian disesuaikan dengan bobot soal 20 poin).


REKAP NILAI ASESMEN AKHIR

No. Absen Nama Peserta Didik Skor Soal 1-5 (PG) Skor Soal 6-8 (Singkat) Skor Soal 9 (Uraian) Skor Soal 10 (Uraian) Total Skor Nilai Akhir (0-100) Keterangan
Rata-rata Kelas

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.