← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 4 dari 7 - Pendidikan Pancasila XII - Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu Pertemuan 4 dari 7 · 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Kesiapan belajar peserta didik dipetakan melalui asesmen awal pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal tentang gotong royong dan partisipasi masyarakat sudah dimiliki. Minat terhadap isu-isu sosial dapat digali melalui diskusi kelas. Kebutuhan belajar adalah pendalaman konsep dan praktik gotong royong yang lebih konkret. Pemetaan dilakukan melalui observasi awal dan pertanyaan pemantik.
Materi Pelajaran Materi tentang praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tingkat kesulitan materi moderat, membutuhkan pemahaman konsep dan kemampuan analisis. Potensi miskonsepsi terkait perbedaan antara gotong royong dan kerja bakti perlu diantisipasi. Integrasi nilai karakter gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial sangat penting.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi
Capaian Pembelajaran Bhinneka Tunggal Ika: Menganalisis potensi konflik dan memberi solusi yang berkeadilan terhadap permasalahan keberagaman di masyarakat; merancang kegiatan bersama dengan prinsip gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari.

DESAIN PEMBELAJARAN

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Bermakna: Mengaitkan topik dengan pengalaman nyata.
Menggembirakan: Menciptakan suasana yang positif dan interaktif.
1. Memberikan salam dan menanyakan kabar.
2. Melakukan apersepsi dengan bertanya: "Apa saja kegiatan gotong royong yang pernah kalian lihat atau ikuti di lingkungan sekitar?"
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4: merancang kegiatan gotong royong.
4. Memotivasi dengan menunjukkan video singkat tentang keberhasilan gotong royong dalam menyelesaikan masalah sosial.
5. Menyampaikan kriteria penilaian.
1. Menjawab salam dan merespon pertanyaan guru.
2. Berbagi pengalaman singkat tentang gotong royong.
3. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian.
4. Menonton video motivasi.
15 menit Keaktifan dalam menjawab pertanyaan, partisipasi dalam diskusi awal.
INTI - MEMAHAMI Berkesadaran: Fokus pada analisis konsep.
Bermakna: Memahami relevansi gotong royong dalam konteks sosial.
Menggembirakan: Diskusi kelompok yang interaktif.
1. Membagi peserta didik ke dalam kelompok heterogen (4-5 orang).
2. Menyajikan studi kasus atau artikel tentang praktik gotong royong di berbagai daerah di Indonesia, termasuk contoh yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam atau program SIKAP.
3. Membimbing kelompok untuk menganalisis elemen-elemen kunci dari praktik gotong royong yang disajikan (tujuan, pelaku, manfaat, tantangan).
4. Memberikan pertanyaan panduan untuk analisis, misalnya: "Bagaimana KKA dapat digunakan untuk memetakan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong di suatu daerah?" atau "Apa saja tantangan dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan lokal yang melibatkan masyarakat?"
5. Memfasilitasi diskusi antar kelompok jika diperlukan.
1. Berkelompok sesuai arahan guru.
2. Membaca dan menganalisis studi kasus/artikel tentang gotong royong.
3. Mendiskusikan elemen-elemen kunci gotong royong dalam kelompok.
4. Menjawab pertanyaan panduan yang diberikan guru.
5. Saling bertukar gagasan dan pandangan dalam kelompok.
30 menit Hasil diskusi kelompok mengenai analisis studi kasus (catatan tertulis/digital).
INTI - MENGAPLIKASI Bermakna: Menerapkan konsep dalam rancangan nyata.
Menggembirakan: Proses kreatif merancang kegiatan.
1. Meminta setiap kelompok untuk merancang satu kegiatan gotong royong yang konkret dan realistis untuk diterapkan di lingkungan sekolah atau masyarakat sekitar.
2. Memandu kelompok dalam merumuskan aspek-aspek rancangan: nama kegiatan, tujuan, sasaran/peserta, langkah-langkah pelaksanaan, waktu, tempat, dan perkiraan sumber daya.
3. Mendorong kelompok untuk mengintegrasikan pemanfaatan teknologi sederhana (misalnya, penggunaan grup chat untuk koordinasi) atau memikirkan potensi kontribusi terhadap program SIKAP setempat.
4. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap rancangan yang dibuat.
1. Berdiskusi dalam kelompok untuk merancang kegiatan gotong royong.
2. Merumuskan detail rancangan kegiatan sesuai panduan guru.
3. Mengidentifikasi potensi pemanfaatan teknologi atau kontribusi pada program SIKAP dalam rancangan mereka.
4. Mempresentasikan draf rancangan kepada kelompok lain atau guru untuk mendapatkan masukan.
30 menit Draf rancangan kegiatan gotong royong (tertulis/digital).
INTI - MEREFLEKSI Berkesadaran: Menilai proses dan hasil.
Bermakna: Mengambil pembelajaran dari pengalaman.
Menggembirakan: Apresiasi dan pengakuan atas usaha.
1. Memberikan kesempatan kepada perwakilan kelompok untuk mempresentasikan rancangan kegiatan mereka.
2. Memberikan apresiasi terhadap ide-ide kreatif dan usaha kelompok.
3. Memfasilitasi sesi tanya jawab singkat antar kelompok.
4. Memandu refleksi kelas dengan pertanyaan: "Apa kesulitan terbesar dalam merancang kegiatan gotong royong ini?" dan "Bagaimana rancangan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat?"
5. Memberikan umpan balik umum mengenai kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dari rancangan yang ada.
1. Mempresentasikan rancangan kegiatan kelompok.
2. Menjawab pertanyaan dari kelompok lain atau guru.
3. Berpartisipasi dalam refleksi kelas.
4. Memberikan tanggapan terhadap umpan balik yang diberikan guru.
10 menit Keterampilan presentasi, partisipasi dalam tanya jawab dan refleksi.
PENUTUP Bermakna: Mengaitkan pembelajaran dengan langkah selanjutnya.
Menggembirakan: Memberikan motivasi untuk praktik nyata.
1. Menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari ini, terutama mengenai pentingnya rancangan yang matang dalam praktik gotong royong.
2. Memberikan umpan balik individual atau kelompok berdasarkan observasi selama pembelajaran.
3. Memberikan motivasi untuk mencoba menerapkan rancangan kegiatan gotong royong di lingkungan nyata.
4. Menyampaikan topik dan kegiatan untuk pertemuan berikutnya.
1. Menyimak simpulan guru.
2. Menerima umpan balik.
3. Menyatakan kesiapan untuk pembelajaran selanjutnya.
5 menit Catatan refleksi pribadi (jika ada).

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Mengukur pengetahuan awal dan minat peserta didik terhadap gotong royong.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan/tertulis singkat (apersepsi).
Teknik: Observasi, Tanya Jawab.
Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman awal, contoh kegiatan gotong royong yang disebutkan.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menyebutkan minimal satu contoh kegiatan gotong royong.
Tindak Lanjut: Memberikan penguatan konsep bagi yang masih kurang.
Jenis Asesmen: Assessment as learning (untuk pemetaan awal).
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan kolaborasi dalam kelompok.
Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi dalam diskusi kelompok, catatan hasil analisis studi kasus, draf rancangan kegiatan.
Teknik: Observasi, Penilaian Kinerja (diskusi dan kerja kelompok), Penilaian Produk (draf rancangan).
Bukti yang Dinilai: Keterlibatan dalam diskusi, kualitas analisis, kelengkapan dan kekonkretan rancangan.
Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu menganalisis studi kasus dengan baik dan menghasilkan draf rancangan kegiatan yang memuat elemen-elemen kunci.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik konstruktif dan bimbingan selama proses perancangan.
Jenis Asesmen: Assessment for learning (untuk perbaikan proses).
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai kemampuan peserta didik dalam merancang kegiatan gotong royong yang konkret.
Bentuk/Instrumen: Presentasi draf rancangan kegiatan, pertanyaan formatif saat presentasi.
Teknik: Penilaian Kinerja (presentasi), Tanya Jawab.
Bukti yang Dinilai: Kejelasan presentasi, kelengkapan elemen rancangan, kemampuan menjawab pertanyaan.
Kriteria Keberhasilan: Rancangan kegiatan memuat tujuan, sasaran, langkah-langkah, dan potensi kontribusi yang jelas.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik akhir dan saran untuk implementasi.
Jenis Asesmen: Assessment of learning (untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran).

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu merancang minimal satu kegiatan konkret yang mencerminkan praktik gotong royong dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia, dengan menyertakan langkah-langkah pelaksanaan dan target partisipan, setelah melalui diskusi dan analisis kasus.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kelengkapan Elemen Rancangan (Nama, Tujuan, Sasaran, Langkah, Waktu, Tempat) Hanya sebagian kecil elemen rancangan yang terpenuhi. Sebagian besar elemen rancangan terpenuhi, namun ada yang kurang jelas atau detail. Semua elemen rancangan terpenuhi dengan jelas dan logis. Semua elemen rancangan terpenuhi dengan sangat rinci, inovatif, dan mempertimbangkan berbagai aspek.
Kekonkretan dan Realisme Rancangan Kegiatan yang dirancang sangat abstrak atau sulit diimplementasikan. Kegiatan cukup konkret, namun ada beberapa aspek yang perlu disesuaikan dengan kondisi nyata. Kegiatan yang dirancang konkret, realistis, dan dapat diimplementasikan di lingkungan sekitar. Kegiatan yang dirancang sangat konkret, inovatif, dan memiliki potensi dampak positif yang signifikan.
Potensi Kontribusi terhadap Masyarakat/Program SIKAP Tidak ada atau sangat minim pemikiran tentang kontribusi. Ada sedikit pemikiran tentang kontribusi, namun belum spesifik atau terintegrasi. Menjelaskan potensi kontribusi kegiatan terhadap masyarakat atau program SIKAP secara memadai. Menjelaskan potensi kontribusi yang jelas, terukur, dan terintegrasi dengan baik terhadap masyarakat atau program SIKAP.
Kemampuan Presentasi dan Diskusi Kesulitan menyampaikan ide, gagasan kurang terstruktur, dan sulit menjawab pertanyaan. Mampu menyampaikan ide, namun terkadang kurang jelas atau kurang percaya diri. Mampu menjawab sebagian pertanyaan. Menyampaikan ide dengan jelas dan terstruktur. Mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Menyampaikan ide dengan sangat meyakinkan, antusias, dan mampu menjawab pertanyaan secara mendalam serta memberikan argumen yang kuat.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.