← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Pendidikan Pancasila XII - Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

  • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
  • Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik
  • Mata pelajaran: Pendidikan Pancasila
  • Kelas/Rombel: XII
  • Tingkat/Fase: XII / Fase F
  • Semester: Genap
  • Tahun pelajaran: 2026/2027
  • Pertemuan: 3 dari 7
  • Tanggal/rentang: 2027-01-18 s.d. 2027-01-24
  • Topik: Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia
  • Fokus kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
  • Asesmen pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
  • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 3 dari 7 · 2 JP (90 menit)
  • Model: Cooperative Learning
  • Metode: Proyek Kolaboratif, Simulasi Kegiatan, Observasi Lapangan
  • Dimensi Profil Lulusan: Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi

ASESMEN AWAL (DIAGNOSTIK)

Tujuan: Mengukur pemahaman awal dan pengalaman murid tentang gotong royong.

Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat (apersepsi).

Teknik: Tanya Jawab.

Bukti yang Dinilai: Jawaban murid terhadap pertanyaan apersepsi.

Kriteria Keberhasilan: Murid mampu memberikan contoh pengalaman gotong royong yang relevan.

Tindak Lanjut: Mencatat respon murid untuk pemetaan awal dan menyesuaikan kedalaman materi.

Pertanyaan Apersepsi:

  1. Pernahkah kamu terlibat dalam kegiatan kerja bakti atau bantuan bersama di lingkunganmu? Ceritakan singkat pengalamanmu.
  2. Menurutmu, apa manfaat utama dari kegiatan gotong royong bagi masyarakat?
  3. Apa tantangan yang mungkin dihadapi saat melakukan kegiatan gotong royong?

Kunci Jawaban & Interpretasi:

  • Jawaban 1: Diharapkan murid menceritakan pengalaman nyata (misal: membersihkan lingkungan, membantu tetangga pindah rumah, kerja bakti di masjid/gereja).
  • Jawaban 2: Diharapkan menyebutkan manfaat seperti kebersamaan, efisiensi pekerjaan, mempererat hubungan, menyelesaikan masalah bersama.
  • Jawaban 3: Diharapkan menyebutkan tantangan seperti perbedaan pendapat, kurangnya partisipasi, egoisme, atau perbedaan jadwal.

Interpretasi: Jawaban murid akan digunakan untuk memetakan tingkat pemahaman awal dan pengalaman mereka terhadap konsep gotong royong.


ASESMEN PROSES

Tujuan: Memantau pemahaman konsep dan proses kerja kelompok dalam merancang proposal kegiatan gotong royong, serta melihat integrasi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP).

Bentuk/Instrumen: Lembar Observasi dan Pertanyaan Exit Ticket.

Teknik: Observasi, Tanya Jawab.

Bukti yang Dinilai: Observasi keaktifan, kolaborasi, pemahaman konsep, dan respon terhadap pertanyaan.

Kriteria Keberhasilan: Murid menunjukkan partisipasi aktif, kolaborasi yang baik, pemahaman konsep gotong royong, dan mampu mengaitkan dengan KKA dan SIKAP.

Lembar Observasi Keaktifan dan Kolaborasi Kelompok

Topik: Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

Kelas/Fase: XII / Fase F

Pertemuan: 3

Dimensi Profil Lulusan yang Diobservasi: Gotong Royong, Komunikasi, Kewargaan

Nama Murid Gotong Royong (Kolaborasi & Kontribusi) Komunikasi (Diskusi & Saling Mendengar) Kewargaan (Kepedulian & Solusi Kontekstual) Integrasi KKA/SIKAP (Pemikiran & Ide) Catatan Umpan Balik
[Nama Murid 1]

Belum Tampak: Jarang berkontribusi.

Mulai Tampak: Sesekali memberi ide/bantuan.

Konsisten: Aktif berkontribusi dan mendukung anggota lain.

Belum Tampak: Pasif dalam diskusi.

Mulai Tampak: Menyampaikan pendapat jika ditanya.

Konsisten: Aktif berdiskusi, mendengarkan, dan merespon ide lain.

Belum Tampak: Kurang peduli isu sosial.

Mulai Tampak: Mulai menunjukkan kepedulian.

Konsisten: Mengusulkan solusi yang relevan dan berkeadilan.

Belum Tampak: Tidak ada ide terkait.

Mulai Tampak: Menunjukkan pemahaman awal tentang potensi KKA/SIKAP.

Konsisten: Mampu mengaitkan gotong royong dengan ide Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) atau Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban.

[Nama Murid 2]
[Nama Murid 3]

Pertanyaan Exit Ticket (Formulir Singkat di Akhir Sesi)

Tujuan: Mengecek pemahaman akhir dan mengumpulkan umpan balik singkat.

  1. Satu hal terpenting yang kamu pelajari hari ini tentang gotong royong adalah...
  2. Bagaimana kamu bisa mengaitkan konsep gotong royong dengan ide pengembangan aplikasi sederhana (Koding Kecerdasan Artifisial - KKA) atau program ketahanan pangan lokal (SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban)? Berikan satu contoh singkat.
  3. Apakah ada materi atau aktivitas yang masih membuatmu bingung? Jika ya, bagian mana?

ASESMEN AKHIR

Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran terkait pemahaman, analisis, dan aplikasi konsep gotong royong, serta integrasinya dengan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP).

Bentuk/Instrumen: Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, dan Uraian/Tugas Kontekstual.

Teknik: Tes Tertulis.

Bukti yang Dinilai: Hasil pengerjaan soal.

Kriteria Keberhasilan: Murid mampu menjawab soal sesuai dengan indikator yang ditetapkan.

Soal Pilihan Ganda (5 Butir)

  1. Prinsip utama dalam gotong royong yang mencerminkan semangat kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama adalah...
    1. Musyawarah
    2. Kepentingan pribadi
    3. Pembagian tugas yang adil
    4. Diskusi tanpa hasil
  2. Salah satu tantangan modern dalam pelaksanaan gotong royong adalah kurangnya partisipasi masyarakat. Solusi yang paling efektif untuk mengatasi hal ini adalah...
    1. Memaksa warga untuk ikut
    2. Memberikan insentif finansial yang besar
    3. Meningkatkan sosialisasi manfaat dan membuka ruang partisipasi yang fleksibel
    4. Mengadakan kegiatan di malam hari
  3. Dalam konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, kegiatan gotong royong dapat diwujudkan dalam bentuk...
    1. Membangun gedung sekolah baru
    2. Mengelola kebun sekolah secara bersama untuk produksi pangan lokal
    3. Mengadakan lomba kebersihan antar kelas
    4. Menghias kelas untuk acara sekolah
  4. Teknologi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat mendukung kegiatan gotong royong dengan cara...
    1. Menggantikan peran manusia sepenuhnya
    2. Menganalisis data partisipasi warga untuk efektivitas program
    3. Menciptakan konflik antar anggota tim
    4. Menghambat komunikasi antar anggota
  5. Seorang pemimpin dalam kegiatan gotong royong yang baik harus memiliki kemampuan untuk...
    1. Mengambil keputusan sepihak
    2. Mendelegasikan tugas berdasarkan kemampuan
    3. Mengabaikan pendapat anggota lain
    4. Fokus hanya pada hasil akhir tanpa proses

Soal Jawaban Singkat (3 Butir)

  1. Sebutkan dua elemen kunci dalam praktik gotong royong yang perlu diperhatikan agar kegiatan berjalan efektif!
  2. Jelaskan secara singkat bagaimana nilai gotong royong dapat memperkuat persatuan bangsa Indonesia di tengah keragaman!
  3. Berikan satu contoh konkret bagaimana Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat digunakan untuk mempermudah koordinasi dalam sebuah proyek gotong royong besar, misalnya pembangunan fasilitas umum.

Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Butir)

  1. Bayangkan kamu dan teman-temanmu ingin menginisiasi program gotong royong untuk meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan sekolah, sejalan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Buatlah rancangan singkat proposal kegiatan yang mencakup:
    • Nama Kegiatan
    • Tujuan Kegiatan
    • Bentuk Kegiatan (contoh: kebun sekolah, bank sampah pangan, dll.)
    • Peran Anggota (siapa melakukan apa)
    • Manfaat Kegiatan bagi sekolah dan masyarakat sekitar.
  2. Analisis studi kasus berikut: Di sebuah desa, warga seringkali kesulitan mengorganisir kegiatan gotong royong karena perbedaan jadwal kerja dan kurangnya informasi terkini mengenai kebutuhan mendesak. Bagaimana penerapan sederhana dari Koding Kecerdasan Artifisial (KKA), misalnya melalui aplikasi notifikasi atau platform kolaborasi sederhana, dapat membantu mengatasi masalah tersebut dan meningkatkan partisipasi warga? Jelaskan secara rinci.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No. Soal Tujuan Pembelajaran/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal
1 Mengidentifikasi prinsip utama dalam gotong royong. Konsep Gotong Royong C2 (Memahami) Pilihan Ganda
2 Menganalisis solusi efektif untuk tantangan modern dalam gotong royong. Tantangan Gotong Royong Era Modern C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda
3 Menjelaskan penerapan gotong royong dalam konteks SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban. Gotong Royong dan Ketahanan Pangan C2 (Memahami) Pilihan Ganda
4 Menjelaskan kontribusi KKA dalam mendukung kegiatan gotong royong. Gotong Royong dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) C2 (Memahami) Pilihan Ganda
5 Mengidentifikasi kemampuan seorang pemimpin dalam kegiatan gotong royong. Kepemimpinan dalam Gotong Royong C2 (Memahami) Pilihan Ganda
6 Menyebutkan elemen kunci dalam praktik gotong royong. Elemen Kunci Gotong Royong C1 (Mengingat) Jawaban Singkat
7 Menjelaskan peran gotong royong dalam memperkuat persatuan bangsa. Gotong Royong dan Persatuan Bangsa C2 (Memahami) Jawaban Singkat
8 Memberikan contoh konkret penggunaan KKA untuk mempermudah koordinasi gotong royong. KKA untuk Koordinasi Gotong Royong C3 (Mengaplikasi) Jawaban Singkat
9 Merancang proposal kegiatan gotong royong untuk meningkatkan ketahanan pangan sekolah (SIKAP). Praktik Gotong Royong, SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban C4 (Menganalisis & Merancang) Uraian/Tugas Kontekstual
10 Menganalisis solusi penerapan KKA untuk mengatasi tantangan partisipasi dalam gotong royong. Tantangan Gotong Royong, KKA C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN ASESMEN AKHIR

Kunci Jawaban Pilihan Ganda:

  1. A
  2. C
  3. B
  4. B
  5. B

Kunci Jawaban Jawaban Singkat:

  1. Dua elemen kunci: Tujuan bersama, pembagian tugas, musyawarah mufakat. (Pilih dua)
  2. Gotong royong mengajarkan nilai kebersamaan, saling membantu, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, yang merupakan fondasi penting untuk menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keragaman suku, agama, dan budaya.
  3. Contoh: Membuat aplikasi notifikasi yang memberitahukan warga tentang jadwal kerja bakti, kebutuhan material, atau agenda rapat via SMS/WhatsApp blast. Atau platform sederhana untuk mengumpulkan data kebutuhan dan ketersediaan sumber daya pangan lokal.

Penskoran:

Setiap soal pilihan ganda bernilai 2 poin.

Setiap soal jawaban singkat bernilai 6 poin (maksimal 18 poin).

Soal uraian/tugas kontekstual dinilai menggunakan rubrik di bawah ini, masing-masing maksimal 20 poin (total 40 poin).

Total Skor Maksimal = (5 soal x 2 poin) + (3 soal x 6 poin) + (2 soal x 20 poin) = 10 + 18 + 40 = 68 poin.

Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 68) x 100


RUBRIK PENILAIAN SOAL URAIAN/TUGAS KONTEKSTUAL

Soal Nomor 9 (Rancangan Proposal Kegiatan Gotong Royong SIKAP)

Indikator Penilaian Belum Memenuhi (0-8) Memenuhi Sebagian (9-14) Memenuhi (15-20)
Nama Kegiatan & Tujuan Jelas Nama kegiatan tidak jelas atau tujuan tidak relevan. Nama kegiatan cukup jelas, tujuan relevan namun kurang spesifik. Nama kegiatan jelas dan tujuan spesifik serta relevan dengan SIKAP.
Bentuk Kegiatan Konkret & Relevan SIKAP Bentuk kegiatan tidak dijelaskan atau tidak relevan dengan ketahanan pangan. Bentuk kegiatan dijelaskan, namun kurang konkret atau relevansinya dengan SIKAP perlu diperjelas. Bentuk kegiatan konkret, jelas, dan sangat relevan dengan SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban.
Peran Anggota Terstruktur & Adil Peran anggota tidak dijelaskan atau sangat timpang. Peran anggota dijelaskan, namun belum sepenuhnya terstruktur atau pembagiannya kurang adil. Peran anggota terstruktur, jelas, dan pembagiannya adil sesuai kemampuan.
Manfaat Jelas bagi Sekolah & Masyarakat Manfaat tidak dijelaskan atau tidak relevan. Manfaat dijelaskan, namun kurang mendalam atau kurang berdampak. Manfaat dijelaskan secara rinci, jelas, dan berdampak signifikan bagi sekolah dan masyarakat.

Soal Nomor 10 (Analisis KKA untuk Tantangan Gotong Royong)

Indikator Penilaian Belum Memenuhi (0-8) Memenuhi Sebagian (9-14) Memenuhi (15-20)
Identifikasi Masalah Jelas Masalah partisipasi dan informasi dalam gotong royong tidak teridentifikasi. Masalah partisipasi dan informasi teridentifikasi, namun kurang mendalam. Masalah partisipasi dan informasi dalam gotong royong teridentifikasi dengan jelas dan rinci.
Penjelasan Penerapan KKA Konkret Penerapan KKA tidak dijelaskan atau tidak relevan. Penerapan KKA dijelaskan, namun kurang konkret atau kurang detail. Penerapan KKA dijelaskan secara konkret (misal: aplikasi notifikasi, platform kolaborasi).
Analisis Dampak KKA terhadap Solusi Dampak KKA terhadap solusi tidak dijelaskan atau tidak logis. Dampak KKA terhadap solusi dijelaskan, namun kurang meyakinkan. Dampak KKA terhadap solusi dijelaskan secara logis dan meyakinkan dalam mengatasi masalah partisipasi.
Keterkaitan dengan Konsep Gotong Royong Keterkaitan KKA dengan gotong royong tidak dijelaskan. Keterkaitan KKA dengan gotong royong dijelaskan, namun kurang mendalam. Keterkaitan KKA dengan gotong royong dijelaskan secara mendalam dan komprehensif.

REKAP NILAI ASESMEN AKHIR

Kelas/Fase: XII / Fase F

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Pertemuan: 3

Topik: Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

No. Absen Nama Murid Skor Pilihan Ganda (10) Skor Jawaban Singkat (18) Skor Uraian 9 (20) Skor Uraian 10 (20) Total Skor (68) Nilai Akhir (100) Keterangan (Tuntas/Belum Tuntas)
1 [Nama Murid 1]
2 [Nama Murid 2]
3 [Nama Murid 3]

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.