Tabel IDENTITAS
Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester: XII / Genap
Alokasi Waktu: Pertemuan 3 dari 7 · 2 JP (90 menit)
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik: |
Kesiapan peserta didik dipetakan melalui observasi awal dan pertanyaan pemantik pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal tentang gotong royong telah dimiliki. Minat terhadap isu-isu sosial dan kemasyarakatan cukup tinggi. Kebutuhan belajar adalah pendalaman konsep dan aplikasi praktis. Pemetaan dilakukan melalui diskusi singkat dan observasi partisipatif. |
| Materi Pelajaran: |
Pengetahuan: Konsep esensial gotong royong, implementasinya dalam masyarakat Indonesia, tantangan dan solusi. Relevansi: Sangat tinggi, terkait langsung dengan kehidupan bermasyarakat dan pembentukan karakter warga negara. Tingkat Kesulitan: Sedang, memerlukan analisis dan refleksi mendalam. Struktur Materi: Konseptual dan aplikatif. Miskonsepsi Potensial: Gotong royong hanya sebatas kerja fisik, kurang memahami nilai-nilai di baliknya. Integrasi Nilai dan Karakter: Gotong royong, toleransi, kebersamaan, tanggung jawab sosial. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL): |
Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi |
| Capaian Pembelajaran: |
Bhinneka Tunggal Ika: Menganalisis potensi konflik dan memberi solusi yang berkeadilan terhadap permasalahan keberagaman di masyarakat; merancang kegiatan bersama dengan prinsip gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari. |
DESAIN PEMBELAJARAN
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap |
Prinsip Pembelajaran Mendalam |
Aktivitas Guru |
Aktivitas Murid |
Alokasi Waktu |
Bukti Belajar |
| AWAL |
Berkesadaran, Bermakna |
1. Membuka pelajaran dengan salam dan doa.
2. Melakukan apersepsi dengan bertanya tentang pengalaman gotong royong terbaru yang pernah dialami murid.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria keberhasilan.
4. Memotivasi murid dengan menunjukkan video singkat tentang keberhasilan gotong royong dalam mengatasi masalah sosial atau lingkungan di Tuban. |
1. Menjawab salam dan berdoa.
2. Berbagi pengalaman gotong royong secara singkat.
3. Memperhatikan tujuan pembelajaran dan kriteria keberhasilan.
4. Menyimak video motivasi dengan penuh perhatian. |
10 menit |
Keaktifan dalam berbagi pengalaman, respons terhadap motivasi. |
| INTI - MEMAHAMI |
Bermakna, Menggembirakan |
1. Menyajikan studi kasus tentang tantangan pelaksanaan gotong royong di era modern (misal: kurangnya partisipasi, perbedaan pandangan).
2. Memfasilitasi diskusi kelompok mengenai elemen-elemen kunci gotong royong (tujuan bersama, pembagian tugas, musyawarah) berdasarkan studi kasus.
3. Memandu diskusi tentang potensi penerapan KKA (misal: analisis data sederhana untuk memprediksi partisipasi warga) dan Program SIKAP (misal: bagaimana program lumbung desa atau pertanian komunitas bisa dikelola bersama) dalam kegiatan gotong royong. |
1. Menganalisis studi kasus yang diberikan guru.
2. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci gotong royong dan tantangannya.
3. Mengajukan pertanyaan dan memberikan gagasan terkait integrasi KKA dan Program SIKAP dalam konteks gotong royong. |
30 menit |
Catatan diskusi kelompok, pertanyaan yang diajukan murid. |
| INTI - MENGAPLIKASI |
Menggembirakan, Bermakna |
1. Membimbing setiap kelompok untuk mulai merancang proposal kegiatan gotong royong yang spesifik (misal: aksi bersih-bersih lingkungan sekolah, program bantuan pangan untuk warga kurang mampu, dll.).
2. Memberikan panduan dalam menyusun proposal, termasuk penentuan tujuan, pembagian tugas, jadwal, dan perkiraan kebutuhan.
3. Memberikan arahan agar rancangan proposal menyertakan minimal satu ide konkret terkait pemanfaatan KKA atau Program SIKAP yang relevan dengan kegiatan gotong royong yang dirancang. |
1. Berkolaborasi dalam kelompok untuk merancang proposal kegiatan gotong royong.
2. Menentukan tujuan kegiatan, pembagian tugas antar anggota, dan jadwal pelaksanaan.
3. Mengintegrasikan ide pemanfaatan KKA atau Program SIKAP ke dalam rancangan proposal mereka (misal: mengusulkan penggunaan aplikasi sederhana untuk koordinasi atau mengaitkan dengan program ketahanan pangan desa). |
30 menit |
Draf proposal kegiatan gotong royong. |
| INTI - MEREFLEKSI |
Berkesadaran, Bermakna |
1. Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan secara singkat rancangan proposal mereka di depan kelas.
2. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap rancangan proposal, baik dari sisi substansi gotong royong maupun integrasi KKA/SIKAP.
3. Memfasilitasi sesi tanya jawab antar kelompok.
4. Mengajukan pertanyaan reflektif: "Apa yang paling menantang dalam merancang kegiatan ini? Bagaimana rancangan ini dapat diwujudkan di sekolah atau masyarakat?" |
1. Mempresentasikan rancangan proposal kegiatan gotong royong.
2. Menerima dan mencatat umpan balik dari guru dan kelompok lain.
3. Bertanya dan menjawab pertanyaan terkait rancangan proposal.
4. Melakukan refleksi diri dan kelompok terhadap proses dan hasil rancangan. |
15 menit |
Catatan umpan balik, jawaban reflektif. |
| PENUTUP |
Berkesadaran, Menggembirakan |
1. Merangkum poin-poin penting dari rancangan proposal yang telah dipresentasikan.
2. Memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas murid dalam merancang kegiatan gotong royong.
3. Memberikan penguatan tentang pentingnya gotong royong dan bagaimana integrasi teknologi serta program ketahanan pangan dapat mendukungnya.
4. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. |
1. Menyimak rangkuman guru.
2. Menerima apresiasi.
3. Menyimak penguatan materi dan informasi pertemuan selanjutnya. |
5 menit |
Kehadiran dan partisipasi dalam kegiatan penutup. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Tujuan: Mengukur pemahaman awal dan pengalaman murid tentang gotong royong.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat (apersepsi).
Teknik: Tanya Jawab.
Bukti yang Dinilai: Jawaban murid terhadap pertanyaan apersepsi.
Kriteria Keberhasilan: Murid mampu memberikan contoh pengalaman gotong royong yang relevan.
Tindak Lanjut: Mencatat respon murid untuk pemetaan awal dan menyesuaikan kedalaman materi.
Jenis: Asesmen Awal (Diagnostic). |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
Tujuan: Memantau pemahaman konsep dan proses kerja kelompok dalam merancang proposal kegiatan gotong royong, serta melihat integrasi KKA dan SIKAP.
Bentuk/Instrumen: Observasi saat diskusi dan presentasi kelompok, pertanyaan formatif selama pembelajaran, draf proposal kegiatan.
Teknik: Observasi, Pertanyaan Lisan/Tertulis, Penilaian Kinerja (Presentasi).
Bukti yang Dinilai: Keaktifan dalam diskusi, kualitas pertanyaan, kontribusi ide, pemahaman konsep gotong royong, integrasi KKA/SIKAP, kelengkapan draf proposal.
Kriteria Keberhasilan: Murid mampu berdiskusi aktif, mengajukan pertanyaan yang relevan, memberikan kontribusi ide, dan draf proposal memuat elemen gotong royong serta integrasi KKA/SIKAP.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik langsung, bimbingan tambahan, atau penyesuaian strategi pembelajaran sesuai kebutuhan kelompok.
Jenis: Asesmen Proses (Formatif, Asesmen for Learning). |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
Tujuan: Mengukur kemampuan murid dalam merancang proposal kegiatan gotong royong sesuai tujuan pembelajaran.
Bentuk/Instrumen: Draf proposal kegiatan gotong royong yang dipresentasikan.
Teknik: Penilaian Kinerja (Presentasi Proposal).
Bukti yang Dinilai: Kelengkapan proposal (tujuan, elemen gotong royong, pembagian tugas, integrasi KKA/SIKAP).
Kriteria Keberhasilan: Proposal memuat minimal 3 elemen kunci gotong royong dan 1 ide konkret integrasi KKA/SIKAP.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik akhir, catatan untuk perbaikan, dan menjadi dasar penilaian ketercapaian tujuan pembelajaran.
Jenis: Asesmen Hasil (Sumatif, Asesmen of Learning). |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu merancang sebuah proposal kegiatan gotong royong sederhana untuk menyelesaikan masalah di lingkungan sekolah atau masyarakat dengan menyertakan minimal 3 elemen kunci gotong royong (tujuan bersama, pembagian tugas, dan musyawarah) dan mengidentifikasi potensi dukungan dari program SIKAP sebagai bentuk penguatan ketahanan pangan lokal.
| Indikator |
Baru Memulai |
Berkembang |
Cakap |
Mahir |
| 1. Identifikasi Masalah dan Tujuan Bersama |
Masalah tidak jelas atau tidak relevan; tujuan bersama tidak teridentifikasi. |
Masalah teridentifikasi namun kurang spesifik; tujuan bersama hanya disebutkan secara umum. |
Masalah relevan dan teridentifikasi dengan jelas; tujuan bersama dirumuskan dengan baik. |
Masalah dianalisis secara mendalam; tujuan bersama dirumuskan secara SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). |
| 2. Perencanaan Kegiatan dan Pembagian Tugas |
Rancangan kegiatan tidak ada atau sangat umum; pembagian tugas tidak jelas atau tidak merata. |
Rancangan kegiatan ada namun belum detail; pembagian tugas mulai terlihat namun belum adil atau efektif. |
Rancangan kegiatan cukup rinci; pembagian tugas jelas dan cukup merata antar anggota kelompok. |
Rancangan kegiatan sangat terstruktur dan realistis; pembagian tugas efektif, mempertimbangkan kemampuan anggota kelompok. |
| 3. Integrasi Nilai Gotong Royong (Musyawarah) |
Proses musyawarah tidak terlihat atau hanya satu arah. |
Musyawarah dilakukan namun belum semua anggota berkontribusi aktif atau belum menghasilkan kesepakatan yang kuat. |
Musyawarah berjalan cukup baik, semua anggota berkontribusi, dan kesepakatan tercapai. |
Musyawarah dilaksanakan secara efektif, partisipatif, dan menghasilkan keputusan yang inovatif serta diterima bersama. |
| 4. Integrasi KKA / Program SIKAP |
Tidak ada upaya mengaitkan kegiatan dengan KKA atau Program SIKAP. |
Upaya mengaitkan ada namun sangat umum atau tidak relevan dengan kegiatan yang dirancang. |
Terdapat satu ide konkret yang relevan untuk mengintegrasikan KKA (misal: penggunaan aplikasi sederhana) atau Program SIKAP (misal: kaitannya dengan sumber pangan lokal). |
Integrasi KKA/Program SIKAP dirancang secara inovatif, realistis, dan memberikan nilai tambah signifikan pada kegiatan gotong royong. |
Keterangan:
*
Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
*
Berkembang: Mulai berkembang namun masih perlu perbaikan.
*
Cakap: Baik dan sesuai harapan.
*
Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui,
Kepala Sekolah
|
Tuban, Januari 2027
Guru Mata Pelajaran
|
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd.
NIP. ••••••••••••••••
|
Dra. Umi Hanik Hartatik
NIP. ••••••••••••••••
|