← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 1 - Pendidikan Pancasila XII - Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN PERTEMUAN 1

IDENTITAS ASESMEN • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN • Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik • Mata pelajaran: Pendidikan Pancasila • Kelas/Rombel: XII • Tingkat/Fase: XII / Fase F • Semester: Genap • Tahun pelajaran: 2026/2027 • Pertemuan: 1 dari 7 • Tanggal/rentang: 2027-01-04 s.d. 2027-01-10 • Topik: Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia • Fokus kegiatan: Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial. • Asesmen pertemuan: Asesmen diagnostik dan formatif awal. • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 1 dari 7 · 2 JP (90 menit) • Model: Cooperative Learning • Metode: Proyek Kolaboratif, Simulasi Kegiatan, Observasi Lapangan • Dimensi Profil Lulusan: Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi TUJUAN ASESMEN 1. Mengukur tingkat kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran topik gotong royong. 2. Mengidentifikasi miskonsepsi awal peserta didik terkait konsep gotong royong. 3. Menilai partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi apersepsi. 4. Mengukur pemahaman awal peserta didik terhadap konsep esensial gotong royong.

ASESMEN AWAL (Diagnostik Non-Kognitif dan Kognitif)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur sesuai pemahaman Anda. Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan dan pemahaman awal Bapak/Ibu. 1. Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata "gotong royong"? 2. Menurut Anda, apakah gotong royong masih relevan dilakukan di era digital saat ini? Berikan alasan singkat! 3. Pernahkah Anda terlibat dalam kegiatan gotong royong? Jika ya, ceritakan pengalaman singkat Anda! 4. Gambar di bawah ini (Guru dapat menampilkan gambar kerja bakti atau kegiatan serupa) menunjukkan aktivitas apa? Jelaskan kaitannya dengan kebersamaan! 5. Menurut Anda, apa manfaat utama dari kegiatan gotong royong bagi masyarakat? Kunci Jawaban dan Interpretasi: 1. Jawaban bervariasi, mencakup kerja sama, kebersamaan, bantuan timbal balik, kerja bakti. Interpretasi: Mengukur pemahaman awal tentang konsep dasar. 2. Jawaban bervariasi, diharapkan ada yang mengaitkan dengan kolaborasi online atau kegiatan sosial virtual. Interpretasi: Mengukur relevansi pemahaman dengan konteks modern. 3. Jawaban bervariasi, mencerminkan pengalaman pribadi. Interpretasi: Mengukur keterlibatan langsung dan apresiasi terhadap praktik gotong royong. 4. Jawaban diharapkan mengidentifikasi aktivitas sebagai kerja bakti/gotong royong dan mengaitkannya dengan semangat kebersamaan. Interpretasi: Mengukur kemampuan identifikasi visual dan penalaran awal. 5. Jawaban diharapkan menyebutkan manfaat seperti mempererat hubungan, meringankan beban, efisiensi pekerjaan, menciptakan lingkungan harmonis. Interpretasi: Mengukur pemahaman tentang dampak positif gotong royong. *Asesmen ini tidak menjadi nilai akhir, melainkan sebagai data awal untuk pembelajaran.*

ASESMEN PROSES (Formatif)

1. Lembar Observasi Partisipasi Diskusi Apersepsi | Indikator | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Catatan Umpan Balik | | Kewargaan: Menghargai pendapat teman. | | | | | | Gotong Royong: Memberikan ide/kontribusi. | | | | | | Komunikasi: Menyampaikan gagasan dengan jelas. | | | | | | Berkesadaran: Menunjukkan minat dan fokus. | | | | | 2. Exit Ticket (Menjelang Akhir Sesi) 1. Satu hal baru yang saya pelajari tentang gotong royong hari ini adalah... 2. Hal yang masih membuat saya penasaran tentang gotong royong adalah... 3. Satu ide untuk menerapkan gotong royong dalam pembelajaran materi ini adalah...

ASESMEN AKHIR (Formatif Awal)

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat atau jawablah pertanyaan dengan singkat dan jelas. A. Pilihan Ganda (5 Soal) 1. Gotong royong dalam masyarakat Indonesia mencerminkan nilai luhur Pancasila, terutama sila ke... a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat e. Kelima 2. Kegiatan seperti membersihkan lingkungan sekolah bersama-sama atau membantu tetangga yang sedang membangun rumah termasuk contoh gotong royong dalam bentuk... a. Musyawarah b. Kerja bakti c. Arisan d. Sumbangan e. Ronda malam 3. Salah satu prinsip utama dalam gotong royong adalah... a. Kepentingan pribadi diutamakan b. Bantuan bersifat sementara c. Saling membantu tanpa pamrih d. Pembagian hasil yang tidak merata e. Pelaksanaan sesuai keinginan individu 4. Dalam era digital, gotong royong dapat diwujudkan melalui platform kolaborasi online untuk proyek bersama. Hal ini menunjukkan bahwa gotong royong bersifat... a. Terbatas pada ruang fisik b. Dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman c. Hanya berlaku di pedesaan d. Tergantung pada teknologi canggih e. Formal dan birokratis 5. Jika sebuah tim pengembang aplikasi menggunakan metode *agile* dengan pembagian tugas yang jelas dan saling mendukung untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, ini dapat dianggap sebagai bentuk gotong royong dalam konteks... a. Pembangunan infrastruktur b. Kegiatan sosial keagamaan c. Dunia kerja profesional d. Tradisi adat istiadat e. Pemerintahan desa B. Jawaban Singkat (3 Soal) 6. Sebutkan dua perbedaan mendasar antara gotong royong dan kerja bakti! 7. Mengapa musyawarah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan gotong royong? 8. Bagaimana gotong royong dapat mendukung terciptanya ketahanan pangan di tingkat lokal? (Kaitkan dengan Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban). C. Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal) 9. Bayangkan Anda adalah bagian dari tim yang ditugaskan untuk merancang sebuah program aksi nyata di lingkungan sekolah yang mencerminkan semangat gotong royong. Jelaskan secara singkat: a. Ide program aksi Anda. b. Peran Anda dan anggota tim dalam program tersebut. c. Bagaimana Anda akan memastikan partisipasi aktif semua anggota tim? d. Bagaimana program ini dapat diintegrasikan dengan konsep dasar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), misalnya dalam pengumpulan data atau analisis sederhana? 10. Studi kasus: Di desa sebelah SMA Anda, terjadi kekeringan yang mengancam hasil panen padi. Warga desa berinisiatif melakukan sistem irigasi darurat bersama. Jelaskan bagaimana prinsip gotong royong dapat diterapkan secara efektif dalam situasi ini, serta bagaimana pemanfaatan teknologi sederhana (misalnya sensor kelembaban tanah sederhana yang terhubung ke notifikasi via KKA) dapat membantu optimalisasi penggunaan air dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

| No | Tujuan/Indikator Pembelajaran | Materi Pokok | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal | | :-- | :------------------------------------------------------------------ | :------------------------------------------------- | :------------- | :-------------- | :--------- | | 1 | Mengidentifikasi nilai Pancasila yang terkandung dalam gotong royong | Nilai-nilai Pancasila dalam gotong royong | C2 | Pilihan Ganda | 1 | | 2 | Memberikan contoh praktik gotong royong dalam kehidupan sehari-hari | Bentuk-bentuk gotong royong | C2 | Pilihan Ganda | 2 | | 3 | Menjelaskan prinsip-prinsip dasar gotong royong | Prinsip-prinsip gotong royong | C2 | Pilihan Ganda | 3 | | 4 | Menganalisis relevansi gotong royong di era digital | Gotong royong di era digital | C4 | Pilihan Ganda | 4 | | 5 | Mengaitkan gotong royong dengan konteks profesional/modern | Gotong royong dalam konteks profesional | C4 | Pilihan Ganda | 5 | | 6 | Membedakan gotong royong dengan kerja bakti | Perbedaan gotong royong dan kerja bakti | C4 | Jawaban Singkat | 6 | | 7 | Menjelaskan pentingnya musyawarah dalam gotong royong | Peran musyawarah dalam gotong royong | C2 | Jawaban Singkat | 7 | | 8 | Mengaitkan gotong royong dengan ketahanan pangan (SIKAP) | Gotong royong dan ketahanan pangan (SIKAP) | C4 | Jawaban Singkat | 8 | | 9 | Merancang aksi gotong royong dan mengintegrasikan KKA | Perencanaan aksi gotong royong, integrasi KKA | C5 | Uraian/Tugas | 9 | | 10 | Menganalisis penerapan gotong royong dan integrasi SIKAP/KKA | Penerapan gotong royong, integrasi SIKAP dan KKA | C5 | Uraian/Tugas | 10 |

KUNCI DAN PENSKORAN ASESMEN AKHIR

A. Pilihan Ganda 1. c. Ketiga 2. b. Kerja bakti 3. c. Saling membantu tanpa pamrih 4. b. Dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman 5. c. Dunia kerja profesional B. Jawaban Singkat 6. Contoh Jawaban: Gotong royong lebih luas cakupannya (bisa fisik, non-fisik, musyawarah), sedangkan kerja bakti lebih fokus pada tenaga fisik untuk tugas tertentu. 7. Contoh Jawaban: Musyawarah penting untuk menentukan tujuan, pembagian tugas, dan kesepakatan bersama agar pelaksanaan gotong royong berjalan efektif dan adil. 8. Contoh Jawaban: Gotong royong dapat diwujudkan dalam pengelolaan sumber daya bersama (air, lahan), pembagian kerja di sawah/kebun, atau pengadaan bibit unggul. Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban dapat mengoptimalkan ini melalui kolaborasi pengelolaan lumbung desa atau sistem bagi hasil yang adil. C. Uraian/Tugas Kontekstual 9. Rubrik Penilaian Uraian (Soal 9) | Indikator Penilaian | Baru Memulai (0-1) | Berkembang (2) | Cakap (3) | Mahir (4) | Skor | | Ide Program Aksi (Relevansi & Kreativitas) | Ide umum/kurang relevan | Ide cukup relevan | Ide relevan dan sedikit kreatif | Ide sangat relevan dan inovatif | | | Pembagian Peran & Tanggung Jawab | Peran tidak jelas/terpusat | Peran cukup jelas, ada pembagian | Peran jelas dan pembagian adil | Peran sangat jelas, pembagian optimal | | | Strategi Partisipasi Aktif | Strategi umum/tidak efektif | Strategi cukup baik | Strategi efektif dan partisipatif | Strategi sangat efektif dan inklusif | | | Integrasi KKA (Konsep & Kontekstualisasi) | Konsep KKA tidak jelas/salah | Konsep KKA cukup jelas, aplikasi kurang pas | Konsep KKA jelas, aplikasi relevan | Konsep KKA sangat jelas, aplikasi inovatif dan kontekstual | | | Dimensi Profil Pelajar Pancasila (Terintegrasi) | Kurang terlihat | Cukup terlihat | Terlihat | Sangat Terlihat | | | Total Skor | | | | | | *Skor Maksimal per soal uraian: 20 (4 indikator x 5 poin)* 10. Rubrik Penilaian Tugas Kontekstual (Soal 10) | Indikator Penilaian | Baru Memulai (0-1) | Berkembang (2) | Cakap (3) | Mahir (4) | Skor | | Penerapan Prinsip Gotong Royong | Prinsip kurang tepat/tidak jelas | Prinsip cukup tepat | Prinsip diterapkan dengan baik | Prinsip diterapkan secara optimal dan mendalam | | | Efektivitas dalam Situasi Kekeringan | Solusi tidak efektif | Solusi cukup efektif | Solusi efektif dan realistis | Solusi sangat efektif dan adaptif | | | Integrasi Program SIKAP (Ketahanan Pangan) | Integrasi lemah/tidak relevan | Integrasi cukup relevan | Integrasi relevan dan mendukung | Integrasi sangat relevan dan strategis | | | Integrasi KKA (Teknologi Sederhana) | Integrasi KKA tidak jelas/salah | Integrasi KKA cukup jelas, aplikasi kurang pas | Integrasi KKA jelas, aplikasi relevan | Integrasi KKA sangat jelas, aplikasi inovatif dan kontekstual | | | Dimensi Profil Pelajar Pancasila (Terintegrasi) | Kurang terlihat | Cukup terlihat | Terlihat | Sangat Terlihat | | | Total Skor | | | | | | *Skor Maksimal per soal uraian: 20 (4 indikator x 5 poin)* Penskoran: • Pilihan Ganda: 1 poin per soal. • Jawaban Singkat: 3 poin per soal (disesuaikan dengan kelengkapan dan ketepatan jawaban). • Uraian/Tugas Kontekstual: Skor maksimal 20 per soal, dihitung berdasarkan rubrik. Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor Pilihan Ganda + Total Skor Jawaban Singkat + Total Skor Uraian) / (Jumlah Soal Pilihan Ganda x 1 + Jumlah Soal Jawaban Singkat x 3 + Jumlah Soal Uraian x 20) x 100

REKAP NILAI ASESMEN PERTEMUAN 1

| No. Absen | Nama Peserta Didik | Asesmen Awal (Diagnostik) | Asesmen Proses (Observasi Partisipasi) | Asesmen Akhir (Formatif) | Keterangan | | 1 | | | | | | | 2 | | | | | | | 3 | | | | | | | ... | | | | | |

TINDAK LANJUT

Analisis Hasil Asesmen: Berdasarkan hasil asesmen awal, guru mengidentifikasi tingkat pemahaman awal peserta didik tentang gotong royong dan potensi miskonsepsi yang ada. Asesmen proses (observasi dan exit ticket) memberikan gambaran partisipasi dan tingkat keterlibatan siswa selama pembelajaran. Asesmen akhir (formatif) digunakan untuk mengukur pencapaian pemahaman konsep esensial gotong royong pada pertemuan ini. Remedial: Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan pada asesmen akhir akan diberikan remedial berupa: • Penjelasan ulang konsep gotong royong dengan studi kasus yang lebih sederhana. • Diskusi kelompok kecil untuk membahas soal-soal yang sulit. • Pemberian bahan bacaan tambahan yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai gotong royong. Pengayaan: Peserta didik yang telah mencapai atau melampaui kriteria ketuntasan akan diberikan pengayaan berupa: • Tugas proyek kecil untuk merancang proposal kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar yang lebih kompleks. • Studi kasus lanjutan mengenai penerapan gotong royong dalam skala nasional atau internasional. • Penugasan untuk mencari dan menganalisis contoh penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang mendukung kegiatan gotong royong di berbagai bidang. Diferensiasi: • Visual: Penggunaan infografis dan video tentang gotong royong. • Auditori: Diskusi kelas, tanya jawab, penjelasan lisan. • Kinestetik: Simulasi kegiatan, observasi lapangan (jika memungkinkan). • Pembaca/Penulis: Pemberian bahan bacaan, penulisan refleksi. Tindak Lanjut Guru: • Mempersiapkan materi dan strategi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya berdasarkan analisis hasil asesmen. • Menyusun rencana pembelajaran yang lebih mendalam untuk mengintegrasikan dimensi Profil Pelajar Pancasila secara lebih komprehensif. • Memantau perkembangan peserta didik yang memerlukan perhatian khusus. • Mengkaji ulang efektivitas metode pembelajaran dan asesmen yang digunakan untuk perbaikan di masa mendatang. • Mengembangkan sumber belajar yang lebih variatif, termasuk studi kasus yang mengintegrasikan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.