← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 1 dari 7 - Pendidikan Pancasila XII - Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Parengan Tuban memiliki latar belakang pengetahuan awal yang beragam mengenai konsep gotong royong. Minat belajar dapat dipetakan melalui observasi awal terhadap partisipasi dalam diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Kebutuhan belajar akan difokuskan pada pemahaman mendalam dan aplikasi praktis konsep gotong royong dalam konteks sosial dan digital masa kini. Pemetaan akan dilakukan melalui asesmen diagnostik non-kognitif (minat, motivasi) dan kognitif (pengetahuan awal).
Materi Pelajaran Materi "Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia" termasuk dalam ranah pengetahuan sosial dan afektif. Relevansi dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena gotong royong adalah nilai fundamental bangsa Indonesia yang masih relevan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kolaborasi digital. Tingkat kesulitan materi moderat, memerlukan pemahaman konseptual dan kemampuan analisis. Struktur materi akan mengalir dari konsep dasar hingga aplikasi konkret. Miskonsepsi potensial meliputi pemahaman gotong royong hanya sebatas kerja fisik atau hanya berlaku di pedesaan. Integrasi nilai-nilai Pancasila (khususnya sila ke-3 dan ke-5) serta karakter profil pelajar Pancasila (gotong royong, bernalar kritis, mandiri) sangat ditekankan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi
Capaian Pembelajaran Elemen Bhinneka Tunggal Ika: Menganalisis potensi konflik dan memberi solusi yang berkeadilan terhadap permasalahan keberagaman di masyarakat; merancang kegiatan bersama dengan prinsip gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari.

DESAIN PEMBELAJARAN

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(15 menit)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
  • Membuka pelajaran dengan salam dan doa.
  • Menyapa peserta didik dengan hangat (berkesadaran).
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan pertama: memahami konsep esensial gotong royong.
  • Melakukan apersepsi dengan menayangkan gambar atau video singkat tentang aktivitas yang menunjukkan kebersamaan di masyarakat (misal: kerja bakti, musyawarah).
  • Menanyakan pengalaman atau pandangan awal peserta didik tentang gambar/video tersebut (bermakna).
  • Menyampaikan kriteria penilaian (formatif awal).
  • Menjawab salam dan berdoa.
  • Menyimak apersepsi guru.
  • Menonton/mengamati gambar/video.
  • Menanggapi pertanyaan guru, berbagi pandangan awal (berkesadaran, bermakna).
15 menit Partisipasi aktif dalam diskusi apersepsi.
INTI - MEMAHAMI
(50 menit)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
  1. Membagi peserta didik ke dalam kelompok heterogen (4-5 orang).
  2. Menyajikan stimulus berupa studi kasus singkat tentang praktik gotong royong di lingkungan sekitar atau isu terkini (misal: gotong royong dalam penanganan pandemi, kolaborasi komunitas digital).
  3. Membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi elemen-elemen gotong royong dalam studi kasus tersebut.
  4. Memberikan pertanyaan pemantik agar peserta didik berpikir kritis tentang makna dan bentuk gotong royong di era modern, termasuk kaitannya dengan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam kolaborasi daring.
  5. Menjelaskan secara singkat konsep dasar gotong royong berdasarkan referensi yang mudah dipahami.
  1. Berkumpul dalam kelompok masing-masing.
  2. Membaca dan mendiskusikan studi kasus yang diberikan (bermakna).
  3. Mengidentifikasi unsur-unsur gotong royong dalam kasus (berkesadaran).
  4. Menjawab pertanyaan pemantik guru, berdiskusi tentang relevansi gotong royong di era digital.
  5. Mencatat poin-poin penting dari penjelasan guru.
50 menit Catatan diskusi kelompok, jawaban atas pertanyaan pemantik.
INTI - MENGAPLIKASI
(15 menit)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
  • Meminta setiap kelompok untuk merumuskan minimal 2 contoh praktik gotong royong yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini, baik di lingkungan fisik maupun digital.
  • Mendorong peserta didik untuk mengaitkan contoh yang dirumuskan dengan konsep dasar gotong royong yang telah dipelajari.
  • Memberikan kesempatan untuk bertanya jika ada kesulitan.
  • Berdiskusi dalam kelompok untuk merumuskan contoh praktik gotong royong.
  • Menuliskan hasil rumusan contoh gotong royong di buku catatan atau lembar kerja.
  • Mengajukan pertanyaan jika ada yang kurang dipahami.
15 menit Daftar contoh praktik gotong royong yang dirumuskan kelompok.
INTI - MEREFLEKSI
(5 menit)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
  • Meminta perwakilan satu atau dua kelompok untuk menyampaikan satu contoh praktik gotong royong yang paling menarik atau relevan bagi mereka.
  • Memberikan umpan balik singkat dan apresiasi atas partisipasi aktif kelompok.
  • Menyimak presentasi singkat dari kelompok lain.
  • Memberikan tanggapan singkat jika diminta.
5 menit Partisipasi dalam sesi refleksi singkat.
PENUTUP
(5 menit)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
  • Merangkum poin-poin penting pembelajaran hari ini.
  • Memberikan penguatan positif dan apresiasi (menggembirakan).
  • Menyampaikan sekilas materi untuk pertemuan berikutnya (misal: tantangan dalam gotong royong).
  • Menutup pelajaran dengan doa.
  • Menyimak rangkuman guru.
  • Menyampaikan kesan belajar singkat (jika ada waktu).
  • Menjawab salam penutup.
5 menit Kehadiran dan partisipasi dalam penutupan pelajaran.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran
  • Tujuan Asesmen: Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang konsep gotong royong dan mengidentifikasi minat serta kesiapan belajar.
  • Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat saat apersepsi, observasi partisipasi dalam diskusi awal.
  • Teknik: Tanya Jawab, Observasi.
  • Bukti yang Dinilai: Keterlibatan dalam diskusi, respon terhadap pertanyaan.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan keterlibatan aktif dan memberikan tanggapan yang relevan.
  • Tindak Lanjut: Guru mencatat respon peserta didik untuk penyesuaian strategi pembelajaran selanjutnya.
Asesmen pada Proses Pembelajaran
  • Tujuan Asesmen: Memantau pemahaman peserta didik terhadap konsep esensial gotong royong dan kemampuan mengidentifikasi contohnya dalam studi kasus.
  • Bentuk/Instrumen: Lembar kerja kelompok (identifikasi elemen gotong royong), observasi kerja kelompok, catatan guru saat fasilitasi diskusi.
  • Teknik: Penugasan (LKPD), Observasi, Tanya Jawab terarah.
  • Bukti yang Dinilai: Kualitas identifikasi elemen gotong royong, diskusi kelompok, dan rumusan contoh gotong royong.
  • Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu mengidentifikasi minimal 3 elemen gotong royong dalam studi kasus dan merumuskan minimal 2 contoh relevan.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik konstruktif secara lisan kepada kelompok, remedial jika diperlukan pemahaman konsep dasar, pengayaan dengan tantangan analisis lebih dalam.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
  • Tujuan Asesmen: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan pertama (mengidentifikasi dan menjelaskan relevansi contoh gotong royong).
  • Bentuk/Instrumen: Presentasi singkat perwakilan kelompok, pertanyaan lisan individu (jika waktu memungkinkan).
  • Teknik: Unjuk Kerja (presentasi), Tanya Jawab.
  • Bukti yang Dinilai: Kemampuan menyampaikan contoh dan menjelaskan relevansinya.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menyampaikan minimal satu contoh praktik gotong royong dan menjelaskan relevansinya secara lisan dengan cukup jelas.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan apresiasi dan penguatan, mencatat hasil sebagai bagian dari asesmen formatif untuk pertemuan selanjutnya.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga contoh praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia kontemporer dan menjelaskan relevansinya dengan konsep dasar gotong royong secara lisan dengan percaya diri.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan Mengidentifikasi Contoh Gotong Royong Kesulitan mengidentifikasi contoh gotong royong yang relevan, hanya menyebutkan contoh yang sangat umum atau tidak tepat. Mampu mengidentifikasi 1-2 contoh gotong royong yang relevan, namun perlu dibantu guru atau teman. Mampu mengidentifikasi minimal 3 contoh praktik gotong royong yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia kontemporer. Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 contoh praktik gotong royong yang relevan dan inovatif, serta mampu mengaitkannya dengan konteks yang lebih luas.
Kemampuan Menjelaskan Relevansi Konsep Tidak mampu menjelaskan keterkaitan antara contoh yang disebutkan dengan konsep dasar gotong royong. Mampu menjelaskan relevansi secara terbatas, namun membutuhkan bantuan untuk merangkai kalimat atau argumen. Mampu menjelaskan relevansi minimal satu contoh yang disebutkan dengan konsep dasar gotong royong secara lisan dengan cukup jelas. Mampu menjelaskan relevansi beberapa contoh yang disebutkan dengan konsep dasar gotong royong secara mendalam, logis, dan meyakinkan.
Kepercayaan Diri dalam Presentasi Lisan Terlihat ragu-ragu, suara pelan, kontak mata minim, cenderung mengandalkan teman kelompok. Sesekali menunjukkan kepercayaan diri, namun masih tampak gugup, suara terkadang tidak jelas. Menyampaikan dengan suara yang cukup jelas, kontak mata yang baik, dan menunjukkan pemahaman yang cukup baik tentang materi. Menyampaikan dengan sangat percaya diri, suara jelas, kontak mata luas, dan bahasa tubuh mendukung, menunjukkan penguasaan materi yang baik.
Pemahaman Konsep Dasar Gotong Royong Belum memahami inti dari konsep gotong royong. Mulai memahami konsep dasar, namun masih perlu pendalaman. Memahami konsep dasar gotong royong dengan baik dan dapat menjelaskannya secara sederhana. Memahami konsep dasar gotong royong secara mendalam dan mampu mengembangkannya dengan contoh-contoh konkret.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.