| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Semester | XII / Genap |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Parengan Tuban memiliki latar belakang pengetahuan awal yang beragam mengenai konsep gotong royong. Minat belajar dapat dipetakan melalui observasi awal terhadap partisipasi dalam diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Kebutuhan belajar akan difokuskan pada pemahaman mendalam dan aplikasi praktis konsep gotong royong dalam konteks sosial dan digital masa kini. Pemetaan akan dilakukan melalui asesmen diagnostik non-kognitif (minat, motivasi) dan kognitif (pengetahuan awal). |
| Materi Pelajaran | Materi "Praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia" termasuk dalam ranah pengetahuan sosial dan afektif. Relevansi dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena gotong royong adalah nilai fundamental bangsa Indonesia yang masih relevan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kolaborasi digital. Tingkat kesulitan materi moderat, memerlukan pemahaman konseptual dan kemampuan analisis. Struktur materi akan mengalir dari konsep dasar hingga aplikasi konkret. Miskonsepsi potensial meliputi pemahaman gotong royong hanya sebatas kerja fisik atau hanya berlaku di pedesaan. Integrasi nilai-nilai Pancasila (khususnya sila ke-3 dan ke-5) serta karakter profil pelajar Pancasila (gotong royong, bernalar kritis, mandiri) sangat ditekankan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kewargaan, Gotong Royong, Komunikasi |
| Capaian Pembelajaran | Elemen Bhinneka Tunggal Ika: Menganalisis potensi konflik dan memberi solusi yang berkeadilan terhadap permasalahan keberagaman di masyarakat; merancang kegiatan bersama dengan prinsip gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari. |
DESAIN PEMBELAJARAN
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL (15 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
|
|
15 menit | Partisipasi aktif dalam diskusi apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI (50 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
|
|
50 menit | Catatan diskusi kelompok, jawaban atas pertanyaan pemantik. |
| INTI - MENGAPLIKASI (15 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
|
|
15 menit | Daftar contoh praktik gotong royong yang dirumuskan kelompok. |
| INTI - MEREFLEKSI (5 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
|
|
5 menit | Partisipasi dalam sesi refleksi singkat. |
| PENUTUP (5 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
|
|
5 menit | Kehadiran dan partisipasi dalam penutupan pelajaran. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
|
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
|
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
|
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga contoh praktik gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia kontemporer dan menjelaskan relevansinya dengan konsep dasar gotong royong secara lisan dengan percaya diri.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan Mengidentifikasi Contoh Gotong Royong | Kesulitan mengidentifikasi contoh gotong royong yang relevan, hanya menyebutkan contoh yang sangat umum atau tidak tepat. | Mampu mengidentifikasi 1-2 contoh gotong royong yang relevan, namun perlu dibantu guru atau teman. | Mampu mengidentifikasi minimal 3 contoh praktik gotong royong yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia kontemporer. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 contoh praktik gotong royong yang relevan dan inovatif, serta mampu mengaitkannya dengan konteks yang lebih luas. |
| Kemampuan Menjelaskan Relevansi Konsep | Tidak mampu menjelaskan keterkaitan antara contoh yang disebutkan dengan konsep dasar gotong royong. | Mampu menjelaskan relevansi secara terbatas, namun membutuhkan bantuan untuk merangkai kalimat atau argumen. | Mampu menjelaskan relevansi minimal satu contoh yang disebutkan dengan konsep dasar gotong royong secara lisan dengan cukup jelas. | Mampu menjelaskan relevansi beberapa contoh yang disebutkan dengan konsep dasar gotong royong secara mendalam, logis, dan meyakinkan. |
| Kepercayaan Diri dalam Presentasi Lisan | Terlihat ragu-ragu, suara pelan, kontak mata minim, cenderung mengandalkan teman kelompok. | Sesekali menunjukkan kepercayaan diri, namun masih tampak gugup, suara terkadang tidak jelas. | Menyampaikan dengan suara yang cukup jelas, kontak mata yang baik, dan menunjukkan pemahaman yang cukup baik tentang materi. | Menyampaikan dengan sangat percaya diri, suara jelas, kontak mata luas, dan bahasa tubuh mendukung, menunjukkan penguasaan materi yang baik. |
| Pemahaman Konsep Dasar Gotong Royong | Belum memahami inti dari konsep gotong royong. | Mulai memahami konsep dasar, namun masih perlu pendalaman. | Memahami konsep dasar gotong royong dengan baik dan dapat menjelaskannya secara sederhana. | Memahami konsep dasar gotong royong secara mendalam dan mampu mengembangkannya dengan contoh-contoh konkret. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Dra. Umi Hanik Hartatik NIP. •••••••••••••••• |