← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 1 dari 1 - Matematika Tingkat Lanjut XII - Integral : Integral tak tentu

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 1 DARI 1

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru : Dina Kurniawati, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika Tingkat Lanjut
Kelas/Semester : XII / Ganjil
Alokasi Waktu : 5 JP (225 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik : Kesiapan belajar peserta didik akan dipetakan melalui asesmen diagnostik singkat di awal pembelajaran. Pengetahuan awal mengenai konsep dasar kalkulus (turunan) akan digali melalui tanya jawab. Minat terhadap matematika tingkat lanjut akan diamati dari partisipasi aktif dalam diskusi. Kebutuhan belajar yang beragam akan diakomodasi melalui variasi contoh dan tingkat kesulitan soal.
Materi Pelajaran : Materi integral tak tentu merupakan kelanjutan logis dari konsep turunan. Relevansinya dengan kehidupan nyata terdapat dalam pemodelan akumulasi perubahan. Tingkat kesulitan materi ini moderat, memerlukan pemahaman konsep invers dari turunan. Struktur materi bersifat hierarkis, dimulai dari definisi hingga penerapan. Miskonsepsi potensial meliputi kekeliruan dalam konstanta integrasi atau penerapan rumus. Integrasi nilai karakter seperti ketelitian dan kemandirian akan ditanamkan melalui latihan soal.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Penalaran Kritis, Komunikasi
Capaian Pembelajaran :
  • Kalkulus: Memahami integral, baik sebagai proses yang merupakan kebalikan dari derivatif dan juga sebagai cara menghitung luas; serta memahami teorema dasar kalkulus sebagai penghubung antara derivatif dan integral.
  • Analisis Data dan Peluang: (Tidak relevan langsung untuk TP ini, namun konsep akumulasi dapat dikaitkan dengan analisis data)

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu : Pemahaman konsep integral tak tentu dapat diperdalam melalui visualisasi menggunakan perangkat lunak matematika atau simulasi. Analisis data akumulasi perubahan, seperti pertumbuhan populasi atau penumpukan sumber daya, akan membantu mengaitkan materi dengan konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) melalui algoritma sederhana untuk menghitung total dari laju perubahan. Konsep ini juga relevan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dalam menghitung total produksi harian dari laju pertumbuhan tanaman di greenhouse atau sistem hidroponik.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu menjelaskan konsep integral tak tentu secara lisan dan tulisan, menyajikan contoh yang relevan, mengidentifikasi istilah penting, serta mengaplikasikan konsep tersebut pada satu soal kontekstual sederhana, dengan tingkat ketepatan minimal 80% pada asesmen formatif.
Topik Pembelajaran : Integral : Integral tak tentu
Praktik Pedagogis :
  • Model: Direct Instruction
  • Strategi: Pembelajaran eksplisit, demonstrasi langkah demi langkah, latihan terbimbing, dan umpan balik langsung.
  • Metode: Ceramah, Demonstrasi, Latihan Soal.
  • Alasan Pemilihan: Model Direct Instruction sangat efektif untuk memperkenalkan konsep baru yang bersifat prosedural seperti integral tak tentu, memastikan pemahaman dasar yang kuat sebelum beralih ke aplikasi yang lebih kompleks.
  • Penerapan Sintaks:
    • Menyampaikan tujuan dan menyiapkan murid: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan relevansi integral tak tentu, serta melakukan apersepsi.
    • Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan: Guru mendemonstrasikan cara mencari integral tak tentu dari fungsi sederhana dan menjelaskan konsepnya.
    • Membimbing latihan: Peserta didik mengerjakan soal latihan terbimbing dengan bimbingan guru.
    • Memeriksa pemahaman dan memberikan umpan balik: Guru memberikan umpan balik langsung terhadap jawaban peserta didik.
    • Memberikan latihan lanjutan atau mandiri: Peserta didik mengerjakan soal latihan mandiri untuk memperkuat pemahaman.
Kemitraan Pembelajaran : Dukungan dari wali kelas dan orang tua dapat dimohon untuk mendorong kemandirian belajar peserta didik dalam mengerjakan latihan soal integral tak tentu di rumah. Kolaborasi dengan guru TIK dapat difasilitasi untuk eksplorasi penggunaan aplikasi simulasi integral.
Lingkungan Pembelajaran : Pembelajaran akan dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dilengkapi dengan papan tulis, proyektor, dan akses internet jika memungkinkan. Budaya belajar yang aman dan inklusif akan diciptakan melalui interaksi yang saling menghargai dan pemberian kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk bertanya dan berpendapat.
Pemanfaatan Digital : Penggunaan proyektor untuk menampilkan contoh soal dan demonstrasi, serta potensi penggunaan platform pembelajaran daring untuk penyediaan materi tambahan atau kuis singkat.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(Orientasi & Motivasi)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan 1. Menyapa, menanyakan kabar, dan berdoa bersama (Berkesadaran).
2. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali konsep turunan fungsi.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami konsep integral tak tentu dan relevansinya (Bermakna).
4. Melakukan asesmen diagnostik singkat melalui tanya jawab mengenai pemahaman awal tentang integral.
5. Memberikan motivasi dengan menunjukkan contoh sederhana penerapan integral dalam menghitung luas area atau akumulasi (Menggembirakan).
1. Menjawab salam, berdoa, dan berparticipasi dalam diskusi.
2. Menjawab pertanyaan apersepsi.
3. Menyimak tujuan pembelajaran.
4. Menjawab pertanyaan diagnostik.
5. Menyimak dan merespon motivasi guru.
30 menit Jawaban lisan pada asesmen diagnostik.
INTI - MEMAHAMI
(Konsep Integral Tak Tentu)
Berkesadaran, Bermakna 1. Mendemonstrasikan definisi integral tak tentu sebagai antiturunan menggunakan notasi matematika yang tepat (Berkesadaran).
2. Menjelaskan aturan dasar integral tak tentu (pangkat, konstanta) dengan contoh konkret.
3. Menunjukkan hubungan integral tak tentu dengan turunan melalui contoh pembalikan proses.
4. Meminta murid mengidentifikasi konstanta integrasi "C" dan menjelaskan fungsinya.
1. Menyimak demonstrasi dan penjelasan guru tentang definisi integral tak tentu.
2. Mencatat definisi dan aturan dasar integral tak tentu.
3. Mengamati contoh pembalikan proses dari turunan ke integral.
4. Mengidentifikasi konstanta integrasi dan mencoba menjelaskan perannya.
75 menit Catatan hasil demonstrasi dan penjelasan guru. Jawaban lisan saat identifikasi konstanta "C".
INTI - MENGAPLIKASI
(Penerapan Kontekstual)
Bermakna, Menggembirakan 1. Memberikan contoh soal cerita sederhana yang melibatkan integral tak tentu, misalnya menghitung total hasil panen dari laju panen harian (Bermakna).
2. Memandu langkah demi langkah penyelesaian soal tersebut, termasuk menuliskan integralnya dan mencari solusinya.
3. Memberikan latihan terbimbing dengan variasi soal yang sedikit berbeda.
4. Mengintegrasikan konsep KKA dengan meminta murid memikirkan bagaimana algoritma sederhana bisa digunakan untuk menghitung akumulasi total dari data laju perubahan yang terus menerus, dan menyinggung relevansinya dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam menghitung total produksi dari laju pertumbuhan tanaman. (Menggembirakan)
1. Menyimak contoh soal cerita dan mencoba memahami konteksnya.
2. Mengikuti langkah-langkah penyelesaian yang didemonstrasikan guru.
3. Mengerjakan latihan terbimbing secara individu atau berkelompok.
4. Berpikir tentang bagaimana algoritma dapat menghitung akumulasi dan mengaitkannya dengan konteks pangan.
75 menit Lembar kerja peserta didik berisi penyelesaian soal latihan terbimbing. Jawaban lisan terkait pemikiran algoritma dan SIKAP.
INTI - MEREFLEKSI
(Penilaian Diri & Umpan Balik)
Berkesadaran, Bermakna 1. Memfasilitasi sesi tanya jawab untuk mengklarifikasi pemahaman.
2. Meminta beberapa murid untuk menjelaskan kembali konsep integral tak tentu atau satu langkah penyelesaian soal.
3. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap jawaban dan proses belajar murid.
4. Meminta murid merefleksikan kesulitan yang dihadapi dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya.
1. Bertanya untuk mengklarifikasi keraguan.
2. Menjelaskan kembali konsep atau langkah penyelesaian.
3. Menerima umpan balik dari guru.
4. Melakukan refleksi diri terhadap proses belajar.
25 menit Hasil diskusi tanya jawab. Penjelasan ulang konsep oleh murid. Jawaban refleksi singkat.
PENUTUP
(Rangkuman & Tindak Lanjut)
Menggembirakan, Bermakna 1. Merangkum poin-poin kunci pembelajaran hari ini.
2. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid.
3. Memberikan informasi mengenai materi pembelajaran selanjutnya (integral tentu).
4. Memberikan tugas mandiri singkat untuk memperkuat pemahaman.
1. Menyimak rangkuman.
2. Menerima apresiasi.
3. Mencatat materi selanjutnya.
4. Mencatat tugas mandiri.
15 menit Kehadiran dan partisipasi aktif dalam kelas.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran
  • Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang turunan fungsi dan konsep dasar yang berkaitan dengan integral.
  • Bentuk/Instrumen: Tanya jawab lisan singkat.
  • Teknik: Observasi dan pencatatan respon.
  • Bukti yang Dinilai: Kemampuan menjawab pertanyaan terkait konsep turunan dan pemahaman awal tentang operasi invers.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengaitkan turunan dengan integral sebagai proses kebalikan pada tingkat pemahaman dasar.
  • Tindak Lanjut: Memberikan penguatan konsep turunan, menyesuaikan tingkat kesulitan materi inti berdasarkan respon peserta didik.
Asesmen pada Proses Pembelajaran
  • Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran integral tak tentu dan mengidentifikasi kesulitan belajar. (Assessment for Learning)
  • Bentuk/Instrumen: Latihan soal terbimbing (individu/kelompok), tanya jawab interaktif, observasi partisipasi aktif.
  • Teknik: Penilaian kinerja (penyelesaian soal), penilaian lisan (jawaban pertanyaan), observasi.
  • Bukti yang Dinilai: Ketepatan langkah penyelesaian soal, kebenaran jawaban, keaktifan bertanya/menjawab, pemahaman konsep yang ditunjukkan dalam diskusi.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menerapkan aturan dasar integral tak tentu dengan benar pada sebagian besar soal latihan terbimbing, menunjukkan pemahaman konsep melalui pertanyaan yang relevan.
  • Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik konstruktif secara langsung, mengulang penjelasan pada bagian yang sulit dipahami, memberikan bantuan tambahan pada soal yang belum dikuasai.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
  • Tujuan: Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran hari ini mengenai pemahaman dan aplikasi dasar integral tak tentu. (Assessment of Learning)
  • Bentuk/Instrumen: Soal tertulis singkat (1-2 soal kontekstual sederhana), Lembar Refleksi Diri.
  • Teknik: Tes tertulis, Self Assessment.
  • Bukti yang Dinilai:
    • Soal Tertulis: Ketepatan dalam menentukan integral tak tentu dari fungsi yang diberikan dalam konteks sederhana, penggunaan notasi yang benar, kebenaran konstanta integrasi.
    • Lembar Refleksi: Tingkat kepercayaan diri dalam memahami materi, kesadaran akan area yang masih perlu ditingkatkan.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mencapai skor minimal 80% pada soal tertulis dan menunjukkan kesadaran diri yang positif pada lembar refleksi.
  • Tindak Lanjut:
    • Peserta didik yang belum mencapai kriteria akan mendapatkan remedial berupa latihan soal tambahan atau bimbingan individual.
    • Peserta didik yang sudah mencapai kriteria akan mendapatkan pengayaan berupa soal-soal yang lebih menantang atau eksplorasi aplikasi integral yang lebih luas.
    • Hasil refleksi digunakan sebagai dasar perencanaan pembelajaran berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik mampu menjelaskan konsep integral tak tentu secara lisan dan tulisan, menyajikan contoh yang relevan, mengidentifikasi istilah penting, serta mengaplikasikan konsep tersebut pada satu soal kontekstual sederhana.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Penjelasan Konsep Integral Tak Tentu Belum mampu menjelaskan konsep integral tak tentu sebagai antiturunan secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep integral tak tentu secara sederhana, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan konsep integral tak tentu secara lisan dan tulisan dengan menggunakan istilah yang tepat dan contoh yang relevan. Mampu menjelaskan konsep integral tak tentu secara mendalam, menghubungkan dengan konsep turunan, dan memberikan ilustrasi yang jelas.
Identifikasi Istilah Penting (misal: antiturunan, konstanta integrasi) Kesulitan mengidentifikasi istilah penting terkait integral tak tentu. Mampu mengidentifikasi beberapa istilah penting namun belum sepenuhnya memahami maknanya. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan makna istilah penting seperti antiturunan dan konstanta integrasi dengan benar. Mampu mengidentifikasi, menjelaskan makna, dan menghubungkan istilah penting integral tak tentu dengan konsep terkait lainnya.
Penerapan Aturan Dasar Integral Tak Tentu Kesulitan dalam menerapkan aturan dasar integral tak tentu pada fungsi sederhana. Mampu menerapkan aturan dasar integral tak tentu pada beberapa soal sederhana, namun masih terdapat kesalahan dalam perhitungan atau konstanta integrasi. Mampu menerapkan aturan dasar integral tak tentu untuk mencari integral dari fungsi polinomial sederhana dengan benar, termasuk konstanta integrasi. Mampu menerapkan aturan dasar integral tak tentu secara cepat dan akurat pada berbagai jenis fungsi sederhana, serta menjelaskan logika di baliknya.
Penyelesaian Soal Kontekstual Sederhana Tidak mampu menghubungkan konteks soal dengan konsep integral tak tentu untuk membuat model matematika. Mampu membuat model matematika sederhana namun kurang tepat dalam penyelesaiannya. Mampu membuat model matematika dari soal kontekstual sederhana dan menyelesaikannya menggunakan integral tak tentu dengan hasil yang cukup akurat. Mampu membuat model matematika yang tepat dari soal kontekstual sederhana, menyelesaikannya secara efisien, dan menginterpretasikan hasilnya dengan benar.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dina Kurniawati, S.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.