← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 3 dari 3 - Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti X - Konsep dasar wakaf.

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 3 DARI 3

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru A. Badrul Munir, S.Ag
NIP Guru 197301021998021002
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester X / Genap
Alokasi Waktu 3 JP (135 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Peserta didik kelas X telah menyelesaikan dua pertemuan sebelumnya mengenai konsep dasar wakaf. Kesiapan belajar dimetakan melalui asesmen diagnostik pada pertemuan pertama. Pengetahuan awal mengenai fikih dan ekonomi Islam telah dimiliki. Minat terhadap praktik keagamaan dan ekonomi masyarakat menjadi fokus motivasi. Kebutuhan belajar difokuskan pada pengaplikasian konsep wakaf dalam konteks kekinian dan refleksi dampaknya.
Materi Pelajaran Materi mengenai konsep dasar wakaf mencakup pengetahuan faktual (pengertian, dasar hukum, rukun) dan konseptual (manfaat wakaf). Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi melalui praktik filantropi dan pemberdayaan masyarakat. Tingkat kesulitan materi moderat, memerlukan pemahaman konsep dan analisis. Struktur materi tersusun logis dari definisi hingga aplikasi. Miskonsepsi potensial meliputi kerancuan antara wakaf dan sedekah, serta pemahaman yang sempit tentang objek wakaf. Integrasi nilai kejujuran, kepedulian sosial, dan tanggung jawab diaplikasikan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Bernalar Kritis
Capaian Pembelajaran Fikih: Menerapkan dan merefleksikan sumber hukum Islam, pentingnya menjaga lima prinsip dasar hukum Islam (al-kulliyyāt al-khamsah), ekonomi syariah, dan wakaf.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran konsep wakaf sangat relevan dengan disiplin ilmu ekonomi, khususnya ekonomi Islam, serta sosiologi dan antropologi dalam memahami praktik filantropi masyarakat. Keterampilan analisis data sederhana terkait potensi wakaf dan dampaknya dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk visualisasi data, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat diintegrasikan melalui contoh wakaf produktif yang mendukung ketahanan pangan lokal seperti wakaf lahan pertanian atau modal usaha agribisnis.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman konsep wakaf dalam studi kasus sederhana, menyajikan hasil analisis potensi wakaf secara lisan atau visual, serta merefleksikan manfaat wakaf bagi diri dan masyarakat dengan kriteria ketuntasan minimal cakap.
Topik Pembelajaran Aplikasi Konsep Dasar Wakaf, Penyajian Hasil, dan Refleksi Manfaat
Praktik Pedagogis Model: Direct Instruction
Metode: Diskusi Kelompok, Penugasan (Studi Kasus, Presentasi), Ceramah Interaktif.
Alasan Pemilihan: Model Direct Instruction cocok untuk mengorganisir penerapan konsep yang telah dipelajari sebelumnya dan membimbing peserta didik dalam menyajikan serta merefleksikan hasil belajar.
Penerapan Sintaks:
1. Menyampaikan Tujuan dan Menyiapkan Murid: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan mereview singkat materi wakaf.
2. Mendemonstrasikan Pengetahuan/Keterampilan: Guru memberikan contoh studi kasus penerapan wakaf dan cara menyajikan analisisnya.
3. Membimbing Latihan: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus wakaf dan menyiapkannya untuk presentasi.
4. Memeriksa Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik: Guru memfasilitasi diskusi kelompok dan memberikan umpan balik selama proses analisis dan persiapan presentasi.
5. Memberikan Latihan Lanjutan/Mandiri: Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok dan melakukan refleksi.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru Ekonomi untuk memperdalam analisis potensi ekonomi dari wakaf produktif, serta dengan wali kelas untuk menginformasikan kegiatan refleksi manfaat wakaf yang dapat mendorong kepedulian sosial peserta didik.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, memanfaatkan sumber belajar digital (jika tersedia) untuk studi kasus, dan menumbuhkan budaya saling menghargai pendapat dalam diskusi serta presentasi.
Pemanfaatan Digital Pemanfaatan proyektor untuk menampilkan studi kasus, presentasi hasil kerja kelompok, dan video singkat terkait praktik wakaf inovatif.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(15 menit)
Berkesadaran & Menggembirakan: Memulai dengan salam yang ceria, menanyakan kabar, dan memberikan apresiasi atas kehadiran.
Bermakna: Mengaitkan topik wakaf dengan pentingnya berbagi dan manfaat sosial.
Memberikan salam, menanyakan kabar, dan melakukan apersepsi singkat mengenai materi wakaf pertemuan sebelumnya. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria penilaian. Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan video singkat tentang praktik wakaf produktif yang berdampak. Menjawab salam, berpartisipasi dalam apersepsi, menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian, serta menonton video motivasi. 15 menit Kehadiran, keaktifan dalam apersepsi.
INTI - MEMAHAMI
(30 menit)
Bermakna: Mengaitkan konsep dasar wakaf dengan studi kasus nyata untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Berkesadaran: Memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya dan mengklarifikasi pemahaman.
Menjelaskan kembali secara singkat poin-poin kunci konsep dasar wakaf (pengertian, dasar hukum, rukun) yang akan diaplikasikan. Memfasilitasi tanya jawab singkat untuk memastikan pemahaman dasar. Membagikan studi kasus penerapan wakaf kepada setiap kelompok. Menyimak penjelasan singkat, mengajukan pertanyaan klarifikasi jika ada keraguan, menerima lembar studi kasus. 30 menit Kejelasan pertanyaan klarifikasi.
INTI - MENGAPLIKASI
(45 menit)
Bermakna: Menerapkan konsep wakaf dalam menganalisis studi kasus yang relevan dengan kehidupan nyata.
Menggembirakan: Mendorong kerja sama tim dan kreativitas dalam menyajikan hasil analisis.
Membimbing peserta didik dalam menganalisis studi kasus, memberikan arahan terkait aspek yang perlu diperhatikan (misal: jenis wakaf, potensi manfaat, tantangan). Memfasilitasi diskusi kelompok dan memberikan bimbingan individual jika diperlukan. Mengarahkan peserta didik untuk mempersiapkan penyajian hasil analisis (misal: poin-poin penting, visualisasi sederhana). Berkelompok untuk menganalisis studi kasus wakaf, mengidentifikasi rukun, dasar hukum, dan potensi manfaatnya. Merancang cara penyajian hasil analisis (misal: poin-poin utama, sketsa sederhana, atau data dari Program SIKAP terkait potensi wakaf produktif di daerah). Melakukan riset sederhana menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk mencari contoh wakaf inovatif atau data pendukung potensi wakaf di Tuban. 45 menit Hasil analisis studi kasus, kesiapan penyajian.
INTI - MEREFLEKSI
(30 menit)
Berkesadaran: Memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengevaluasi proses belajar dan hasil kerja.
Bermakna: Mengaitkan refleksi dengan pengalaman pribadi dan dampak sosial wakaf.
Menggembirakan: Memberikan apresiasi atas usaha dan partisipasi setiap kelompok.
Memfasilitasi presentasi hasil kerja kelompok. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap analisis dan penyajian setiap kelompok. Memandu sesi refleksi akhir tentang manfaat wakaf bagi individu dan masyarakat, serta keterkaitannya dengan ketahanan pangan lokal. Mempresentasikan hasil analisis studi kasus wakaf. Menyimak presentasi kelompok lain dan memberikan tanggapan konstruktif. Melakukan refleksi tertulis atau lisan mengenai pemahaman baru tentang wakaf dan manfaatnya, serta potensi penerapannya di lingkungan sekitar. 30 menit Hasil presentasi, refleksi tertulis/lisan.
PENUTUP
(15 menit)
Menggembirakan: Mengakhiri pembelajaran dengan positif dan memberikan motivasi untuk terus belajar.
Bermakna: Merangkum poin penting dan memberikan arahan untuk pembelajaran selanjutnya.
Memberikan penguatan materi, merangkum poin-poin penting pembelajaran, memberikan umpan balik umum terhadap keseluruhan proses pembelajaran, dan menyampaikan informasi mengenai materi pertemuan berikutnya. Memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik. Menyimak rangkuman, mencatat informasi penting, memberikan tanggapan atas apresiasi guru. 15 menit Catatan rangkuman, keaktifan dalam penutup.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep dasar wakaf.
Bentuk/Instrumen: Tes lisan singkat (apersepsi).
Teknik: Tanya jawab lisan.
Bukti yang Dinilai: Kemampuan menjawab pertanyaan terkait pengertian, dasar hukum, dan rukun wakaf.
Kriteria Keberhasilan: Mampu menyebutkan minimal 2 dari 3 aspek yang ditanyakan dengan benar.
Tindak Lanjut: Memberikan penguatan singkat pada konsep yang masih lemah.
(Assessment for Learning)
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Menilai pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan konsep wakaf dalam analisis studi kasus.
Bentuk/Instrumen: Lembar kerja kelompok (analisis studi kasus), observasi keaktifan diskusi.
Teknik: Penugasan, observasi.
Bukti yang Dinilai: Hasil analisis studi kasus (ketepatan identifikasi rukun, dasar hukum, manfaat), keaktifan dalam diskusi kelompok, kolaborasi antar anggota kelompok.
Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu mengidentifikasi minimal 80% elemen penting dalam studi kasus dan menunjukkan kerja sama yang baik.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik spesifik kepada kelompok selama proses kerja dan diskusi.
(Assessment for Learning & Assessment as Learning)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai kemampuan menyajikan hasil analisis dan merefleksikan manfaat wakaf.
Bentuk/Instrumen: Presentasi hasil kerja kelompok, jurnal refleksi individu.
Teknik: Unjuk kerja (presentasi), penugasan (refleksi tertulis).
Bukti yang Dinilai: Kualitas presentasi (kejelasan, kelengkapan, kreativitas), kedalaman refleksi (kemampuan mengaitkan dengan diri dan masyarakat).
Kriteria Keberhasilan: Presentasi memenuhi kriteria (lihat rubrik), refleksi menunjukkan pemahaman yang mendalam dan personal.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik akhir, merencanakan pembelajaran remedial atau pengayaan berdasarkan hasil asesmen.
(Assessment of Learning)

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman konsep wakaf dalam studi kasus sederhana, menyajikan hasil analisis secara lisan atau visual, serta merefleksikan manfaat wakaf bagi diri dan masyarakat.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Analisis Studi Kasus (Identifikasi Rukun, Dasar Hukum, Manfaat Wakaf) Mampu mengidentifikasi kurang dari 3 elemen kunci wakaf dalam studi kasus. Mampu mengidentifikasi sebagian besar elemen kunci wakaf (minimal 3 dari 5) namun dengan penjelasan terbatas. Mampu mengidentifikasi seluruh elemen kunci wakaf (rukun, dasar hukum, manfaat) dalam studi kasus dengan penjelasan yang jelas dan logis. Mampu mengidentifikasi seluruh elemen kunci wakaf secara akurat, menganalisis potensi tambahan, dan mengaitkannya dengan isu ekonomi atau sosial kontemporer.
Penyajian Hasil (Kejelasan, Kelengkapan, Kreativitas) Penyajian sangat terbatas, sulit dipahami, dan tidak terorganisir. Penyajian cukup jelas namun kurang terstruktur, informasi penting ada namun belum lengkap. Penyajian jelas, terstruktur, memuat poin-poin penting hasil analisis dengan sedikit kreativitas visual atau naratif. Penyajian sangat menarik, informatif, terstruktur dengan baik, menggunakan media pendukung secara efektif dan kreatif.
Refleksi Manfaat Wakaf (Kedalaman, Keterkaitan Personal & Sosial) Refleksi sangat umum, tidak menunjukkan pemahaman mendalam atau keterkaitan pribadi. Refleksi menyebutkan beberapa manfaat umum wakaf, namun keterkaitan personal atau sosial masih dangkal. Refleksi menunjukkan pemahaman manfaat wakaf secara personal dan sosial, serta mengaitkannya dengan potensi aplikasi di lingkungan sekitar. Refleksi sangat mendalam, menunjukkan pemahaman komprehensif tentang dampak wakaf, mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam dan kontribusi nyata terhadap masyarakat atau ketahanan pangan lokal.
Kerja Sama Kelompok Cenderung bekerja sendiri atau kurang berkontribusi dalam diskusi. Mulai berpartisipasi dalam diskusi namun masih perlu dorongan, berbagi tugas namun belum optimal. Berpartisipasi aktif dalam diskusi, berbagi tugas secara merata, dan mendukung anggota kelompok lain. Menjadi motor penggerak diskusi, memfasilitasi kerja sama, memberikan solusi konstruktif, dan memastikan kontribusi semua anggota kelompok.
Keterangan: - Baru Memulai: pemahaman/keterampilan sangat dasar. - Berkembang: mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan. - Cakap: baik dan sesuai harapan. - Mahir: sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

A. Badrul Munir, S.Ag

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.