RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
• Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
• Guru: A. Badrul Munir, S.Ag
• Mata pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
• Kelas/Rombel: X
• Tingkat/Fase: X / Fase E
• Semester: Genap
• Tahun pelajaran: 2026/2027
• Pertemuan: 2 dari 3
• Tanggal/rentang: 2027-04-12 s.d. 2027-04-18
• Topik: Konsep dasar wakaf.
• Fokus kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
• Asesmen pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
• Alokasi waktu RPP: Pertemuan 2 dari 3 · 3 JP (135 menit)
• Model: Direct Instruction
• Metode: Ceramah Interaktif, Diskusi Kelompok, Penugasan
• Dimensi Profil Lulusan: Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Bernalar Kritis
Tabel Identitas Tindak Lanjut
| Aspek |
Deskripsi |
| Nama Guru |
A. Badrul Munir, S.Ag |
| Sekolah |
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Mata Pelajaran |
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
| Kelas/Fase |
X / Fase E |
| Topik |
Konsep Dasar Wakaf |
| Pertemuan |
2 dari 3 |
| Tanggal |
2027-04-12 s.d. 2027-04-18 |
| Tujuan Pembelajaran |
Melalui metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman mengenai pengertian, dasar hukum, dan rukun wakaf dalam studi kasus sederhana, yang ditunjukkan dengan kemampuan menjelaskan kembali konsep-konsep tersebut dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. |
| Dimensi Profil Lulusan |
Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Bernalar Kritis |
| Model Pembelajaran |
Direct Instruction |
| Metode Pembelajaran |
Ceramah Interaktif, Diskusi Kelompok, Penugasan |
| Asesmen |
Observasi, Pertanyaan Formatif, Umpan Balik |
Tabel Pemetaan Hasil Asesmen
| Kategori Perkembangan |
Ciri Hasil Belajar Peserta Didik |
Kebutuhan Peserta Didik |
Tindakan Guru |
| Baru Memulai |
Belum mampu menjelaskan pengertian dasar wakaf atau hanya menyebutkan contoh tanpa penjelasan konsep. Kesulitan mengidentifikasi rukun wakaf. |
Penjelasan konsep yang lebih sederhana dan visual, latihan identifikasi rukun secara individu. |
Pendampingan intensif, pemberian contoh konkret, latihan terstruktur. |
| Berkembang |
Mampu menjelaskan pengertian wakaf secara umum, namun masih kesulitan merinci dasar hukum atau rukun wakaf secara lengkap. Dapat memberikan contoh namun belum terperinci. |
Penguatan pemahaman rukun dan dasar hukum melalui studi kasus yang lebih beragam, latihan aplikasi sederhana. |
Memberikan bimbingan pada bagian yang sulit, memfasilitasi diskusi kelompok untuk saling belajar. |
| Cakap |
Mampu menjelaskan pengertian, dasar hukum, dan rukun wakaf dengan cukup baik. Mampu memberikan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan sedikit bimbingan. |
Penguatan pada aspek aplikasi dalam studi kasus yang lebih kompleks atau tantangan sosial. |
Memberikan tantangan studi kasus yang lebih mendalam, mendorong analisis kritis. |
| Mahir |
Mampu menjelaskan dan mengaplikasikan konsep wakaf secara mendalam, termasuk dasar hukum dan rukunnya. Mampu memberikan contoh inovatif dan relevan dengan isu kekinian. |
Mendorong partisipasi dalam kegiatan wakaf nyata atau proyek sosial berbasis wakaf, pengembangan ide kreatif. |
Memberikan kesempatan untuk memimpin diskusi, menjadi mentor sebaya, atau merancang proposal kegiatan wakaf sederhana. |
REMEDIAL
Peserta Didik: Kategori Baru Memulai dan Berkembang
- Fokus Indikator: Pemahaman mendalam tentang rukun wakaf (pemberi, penerima, barang, sighat) dan dasar hukum wakaf.
- Kegiatan Remedial:
- Penjelasan Ulang Konsep: Guru memberikan penjelasan ulang yang lebih ringkas dan menggunakan visualisasi (misalnya, gambar atau diagram alur) mengenai rukun wakaf.
- Latihan Identifikasi Rukun: Peserta didik diberi lembar kerja sederhana untuk mengidentifikasi rukun wakaf dari beberapa skenario singkat yang diberikan.
- Studi Kasus Sederhana: Peserta didik mengerjakan studi kasus yang sangat sederhana, misalnya "Pak Ahmad mewakafkan sebidang tanah untuk pembangunan masjid. Siapa pemberi wakaf, penerima wakaf, barang yang diwakafkan, dan sighatnya?".
- Diskusi Terbimbing: Guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil untuk membahas jawaban studi kasus dan mengklarifikasi keraguan.
- Dukungan Bahan: Modul ringkas tentang rukun wakaf, kartu bergambar untuk identifikasi rukun.
- Pendampingan: Guru memberikan bimbingan individual saat peserta didik mengerjakan latihan.
- Asesmen Ulang: Pertanyaan lisan singkat atau lembar kerja identifikasi rukun wakaf dari skenario baru.
PENGAYAAN
Peserta Didik: Kategori Cakap dan Mahir
- Perluasan Penerapan: Peserta didik diminta menganalisis studi kasus wakaf yang lebih kompleks, misalnya wakaf tunai, wakaf produktif, atau wakaf untuk tujuan sosial yang spesifik (pendidikan, kesehatan).
- Analisis Kritis: Peserta didik diminta mengaitkan konsep wakaf dengan isu-isu ekonomi syariah kontemporer atau tantangan sosial di lingkungan sekitar mereka, seperti kemiskinan atau kebutuhan infrastruktur.
- Kreasi Ide: Peserta didik didorong untuk merancang ide atau proposal sederhana mengenai pemanfaatan aset wakaf yang ada di masyarakat atau potensi pengembangan wakaf baru yang inovatif.
- Kontribusi: Peserta didik yang mahir dapat diminta untuk menjadi mentor sebaya bagi teman-teman yang masih dalam tahap berkembang, atau membantu guru menyusun materi tambahan yang menarik.
- Integrasi Koding dan SIKAP: Peserta didik yang berminat dapat ditantang untuk memikirkan bagaimana Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat digunakan untuk mengelola data aset wakaf secara efisien (misalnya, membuat algoritma sederhana untuk pencatatan aset wakaf) atau bagaimana Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikembangkan dengan konsep wakaf produktif (misalnya, mengusulkan pengelolaan kebun wakaf sekolah untuk ketahanan pangan).
DUKUNGAN DIFERENSIASI
- Konten: Menyediakan materi bacaan dengan tingkat kedalaman yang berbeda; materi dasar untuk yang baru memulai, materi lanjutan dan studi kasus kompleks untuk yang cakap/mahir.
- Proses:
- Peserta didik yang baru memulai akan mendapatkan pendampingan langsung dan instruksi yang lebih terstruktur.
- Peserta didik yang berkembang akan difasilitasi diskusi kelompok dan kerja mandiri dengan dukungan guru.
- Peserta didik yang cakap dan mahir akan diberi keleluasaan untuk mengeksplorasi topik lebih lanjut melalui riset mandiri atau proyek.
- Produk: Hasil karya dapat bervariasi, mulai dari identifikasi rukun wakaf pada lembar kerja sederhana, presentasi studi kasus, hingga rancangan proposal wakaf inovatif.
- Lingkungan: Menciptakan suasana kelas yang aman untuk bertanya dan berdiskusi, memanfaatkan sudut baca kelas untuk materi wakaf, serta mendorong kolaborasi antar siswa.
- Dukungan Khusus: Memberikan waktu tambahan bagi peserta didik yang membutuhkan, menyediakan materi dalam format audio atau visual bagi yang memiliki preferensi belajar tertentu.
UMPAN BALIK KONSTRUKTIF
- Baru Memulai: "Bagus sekali kamu sudah bisa menyebutkan beberapa contoh wakaf. Mari kita fokus lagi pada bagian 'rukun' wakaf agar pemahamanmu semakin lengkap ya."
- Berkembang: "Penjelasanmu tentang pengertian wakaf sudah bagus. Untuk bagian dasar hukum dan rukunnya, coba perhatikan lagi bagian ini, nanti kita diskusikan bersama agar lebih jelas."
- Cakap: "Analisis studi kasusmu tentang wakaf tanah untuk masjid sudah sangat baik. Coba kamu bayangkan, bagaimana wakaf ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk program sosial lain?"
- Mahir: "Ide rancangan pengelolaan kebun wakaf sekolahmu sangat inovatif dan relevan dengan program ketahanan pangan. Bagaimana jika kamu coba presentasikan ide ini kepada teman-temanmu sebagai inspirasi?"
KOMUNIKASI
- Jika ada peserta didik yang menunjukkan kebutuhan belajar sangat spesifik atau mengalami kesulitan signifikan dalam memahami konsep wakaf meskipun sudah diberikan remedial, guru akan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai latar belakang peserta didik dan merencanakan dukungan yang lebih terintegrasi.
- Untuk peserta didik yang menunjukkan potensi luar biasa dalam pengembangan ide wakaf atau partisipasi dalam kegiatan sosial, guru dapat berkomunikasi dengan orang tua untuk memberikan apresiasi dan memotivasi pengembangan lebih lanjut di luar sekolah.
MONITORING
| Nama Peserta Didik |
Indikator Belum Tercapai |
Tindakan Guru |
Waktu |
Hasil |
Tindak Lanjut Berikutnya |
| [Nama Siswa 1] |
Identifikasi rukun wakaf (sighat) |
Pendampingan individual saat mengerjakan latihan studi kasus. |
Pertemuan 2 |
Mulai bisa mengidentifikasi sighat dengan bantuan. |
Latihan identifikasi sighat dari berbagai skenario pada pertemuan berikutnya. |
| [Nama Siswa 2] |
Merinci dasar hukum wakaf |
Penjelasan ulang fokus pada dalil Al-Qur'an dan Hadits yang relevan. |
Pertemuan 2 |
Memahami dasar hukum secara lisan, perlu penguatan tertulis. |
Memberikan tugas meringkas dalil hukum wakaf. |
| [Nama Siswa 3] |
Aplikasi konsep wakaf dalam konteks sosial |
Memberikan studi kasus wakaf produktif yang lebih kompleks. |
Pertemuan 2 |
Mampu menganalisis potensi, namun perlu pendalaman aspek implementasi. |
Memfasilitasi diskusi dengan siswa yang mahir atau mencari referensi tambahan. |
REFLEKSI GURU
- Apakah model dan metode pembelajaran yang digunakan sudah efektif dalam membantu peserta didik memahami dan mengaplikasikan konsep dasar wakaf?
- Bagaimana tingkat keterlibatan peserta didik dalam diskusi kelompok dan aktivitas penugasan? Adakah peserta didik yang terlihat kurang aktif atau kesulitan?
- Apakah asesmen formatif yang dilakukan (observasi, pertanyaan) sudah cukup memberikan gambaran mengenai pemahaman peserta didik terhadap materi?
- Bagaimana integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat ditingkatkan pada pertemuan berikutnya agar lebih bermakna bagi peserta didik?
- Apa saja penyesuaian yang perlu dilakukan pada pertemuan selanjutnya berdasarkan hasil refleksi ini untuk memastikan pembelajaran yang lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?