← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 1 dari 3 - Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti X - Konsep dasar wakaf.

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 1 DARI 3

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru A. Badrul Munir, S.Ag
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester X / Genap
Alokasi Waktu 3 JP (135 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Kesiapan belajar peserta didik akan dipetakan melalui asesmen diagnostik awal mengenai pemahaman mereka tentang konsep dasar muamalah dan ekonomi dalam Islam. Pengetahuan awal mereka mengenai wakaf akan digali melalui pertanyaan terbuka. Minat belajar akan ditumbuhkan melalui relevansi topik dengan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan belajar akan diidentifikasi berdasarkan respon peserta didik terhadap asesmen awal.
Materi Pelajaran Materi mengenai konsep dasar wakaf mencakup pengertian, dasar hukum, dan rukun wakaf. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata karena wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat. Tingkat kesulitan materi ini moderat, membutuhkan pemahaman konsep dasar fikih. Struktur materi bersifat hierarkis, dimulai dari definisi hingga rukun. Potensi miskonsepsi dapat muncul terkait perbedaan wakaf dengan hibah atau sedekah. Integrasi nilai dan karakter yang ditanamkan meliputi kedermawanan, kepedulian sosial, dan kesadaran hukum.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Bernalar Kritis
Capaian Pembelajaran Fikih: Menerapkan dan merefleksikan sumber hukum Islam, pentingnya menjaga lima prinsip dasar hukum Islam (al-kulliyyāt al-khamsah), ekonomi syariah, dan wakaf.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pemahaman konsep dasar wakaf dapat diperkuat melalui keterkaitannya dengan literasi ekonomi dan sosial, serta pemanfaatan teknologi informasi. Analisis data sederhana mengenai potensi wakaf di lingkungan sekitar dapat membantu peserta didik memahami dampaknya. Integrasi KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) akan memberikan perspektif baru mengenai bagaimana wakaf dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menjelaskan pengertian, dasar hukum, dan rukun wakaf dengan benar, ditunjukkan melalui jawaban pada asesmen formatif awal dan partisipasi aktif dalam diskusi kelas.
Topik Pembelajaran Konsep Dasar Wakaf
Praktik Pedagogis Model: Direct Instruction
Deskripsi: Model ini dipilih karena fokus pertemuan adalah menyampaikan informasi esensial mengenai konsep dasar wakaf secara sistematis dan terstruktur, yang merupakan pengetahuan dasar sebelum pengaplikasian lebih lanjut.
Sintaks Model & Penerapan:
1. Menyampaikan tujuan dan menyiapkan murid: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai konsep dasar wakaf, serta menjelaskan kriteria penilaian.
2. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan: Guru menyajikan materi (pengertian, dasar hukum, rukun wakaf) secara lisan dan visual (misalnya melalui slide presentasi), memberikan contoh konkrit.
3. Membimbing latihan: Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan terarah untuk mengecek pemahaman awal peserta didik mengenai materi yang disampaikan.
4. Memeriksa pemahaman dan memberikan umpan balik: Guru memberikan kesempatan peserta didik bertanya, menjawab pertanyaan, dan memberikan klarifikasi serta umpan balik konstruktif.
5. Memberikan latihan lanjutan atau mandiri: Guru memberikan tugas singkat atau pertanyaan lanjutan untuk mengukur pemahaman awal peserta didik setelah sesi penjelasan.
Kemitraan Pembelajaran Dukungan dari wali kelas dapat dimanfaatkan untuk mengingatkan peserta didik mengenai pentingnya materi ini dalam membentuk karakter sosial yang baik. Kolaborasi dengan guru TIK dapat dijajaki untuk pemanfaatan platform digital dalam asesmen awal atau pencarian informasi terkait wakaf.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dengan memanfaatkan proyektor untuk menampilkan materi visual. Budaya belajar yang aman dan inklusif diciptakan melalui dorongan partisipasi aktif dan rasa hormat terhadap pendapat setiap peserta didik.
Pemanfaatan Digital Penggunaan slide presentasi (misalnya PowerPoint atau Google Slides) untuk menyajikan materi secara visual. Pemanfaatan platform kuis interaktif (misalnya Kahoot atau Quizizz) untuk asesmen awal atau formatif ringan.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan Guru menyapa, berdoa bersama, mengecek kehadiran. Guru menyampaikan topik "Konsep Dasar Wakaf" dan mengaitkannya dengan pentingnya berbagi dalam Islam serta dampaknya bagi masyarakat. Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk menggali pengetahuan awal, misalnya "Apa yang kalian ketahui tentang wakaf?" atau "Pernahkah kalian mendengar tentang orang yang mewakafkan hartanya?". Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian untuk pertemuan ini. Peserta didik merespon sapaan guru, berdoa bersama, menjawab pertanyaan kehadiran. Peserta didik aktif menjawab pertanyaan pemantik, berbagi pengetahuan awal, dan mengajukan pertanyaan klarifikasi. Peserta didik mendengarkan dan memahami tujuan pembelajaran serta kriteria penilaian. 15 menit Kehadiran, Respon terhadap pertanyaan pemantik, Pemahaman tujuan pembelajaran.
INTI - MEMAHAMI Berkesadaran, Bermakna Guru menjelaskan pengertian wakaf berdasarkan dalil naqli dan aqli, serta menjelaskan kedudukannya dalam ekonomi syariah. Guru menggunakan analogi sederhana untuk menjelaskan konsep wakaf. Peserta didik menyimak penjelasan guru, mencatat poin-poin penting mengenai pengertian wakaf, dan mengajukan pertanyaan jika ada yang kurang jelas. 20 menit Catatan siswa, Partisipasi dalam tanya jawab.
Berkesadaran, Bermakna Guru memaparkan dasar hukum wakaf dari Al-Qur'an dan Hadis, serta menjelaskan landasan hukumnya dari para ulama. Guru juga menjelaskan rukun wakaf (wakif, mauquf, shighat, dan mauquf alaih) secara rinci. Peserta didik mendengarkan dan memahami dasar hukum serta rukun wakaf. Peserta didik mencoba mengidentifikasi unsur-unsr rukun wakaf dalam contoh yang diberikan guru. 30 menit Jawaban lisan/tertulis saat sesi tanya jawab, Identifikasi rukun wakaf.
Bermakna, Menggembirakan Guru memfasilitasi diskusi singkat mengenai pentingnya wakaf dalam membangun kesejahteraan umat dan menumbuhkan kepedulian sosial. Guru mengaitkan konsep wakaf dengan potensi penerapannya di lingkungan sekolah atau masyarakat, yang dapat diperkaya dengan data dari Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban terkait pengelolaan sumber daya atau program pemberdayaan masyarakat berbasis pangan. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil atau kelas, menyampaikan pendapat mengenai manfaat wakaf, dan mengaitkannya dengan potensi penerapan di sekitar mereka. 20 menit Kontribusi dalam diskusi kelompok/kelas.
INTI - MENGAPLIKASI Bermakna Guru memberikan studi kasus singkat mengenai seseorang yang ingin mewakafkan sebagian hartanya. Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi unsur-unsr wakaf dalam kasus tersebut. Peserta didik menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi wakif, mauquf, shighat, dan mauquf alaih berdasarkan informasi dalam kasus. 15 menit Hasil analisis studi kasus (lisan/tulisan singkat).
Bermakna Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk secara individu atau berpasangan membuat daftar pertanyaan yang relevan untuk diajukan kepada calon nazir (pengelola wakaf) jika mereka ingin mewakafkan sesuatu. Ini melatih kemampuan berpikir kritis dan literasi informasi. Peserta didik membuat daftar pertanyaan yang relevan terkait proses, hukum, dan manfaat wakaf. 15 menit Daftar pertanyaan yang dibuat peserta didik.
Menggembirakan, Bermakna Guru memberikan kesempatan kepada beberapa peserta didik untuk mempresentasikan hasil identifikasi rukun wakaf dari studi kasus atau daftar pertanyaan yang mereka susun. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Beberapa peserta didik secara sukarela mempresentasikan hasil kerja mereka. Peserta didik lain memberikan tanggapan atau pertanyaan. 10 menit Presentasi singkat, Keterlibatan dalam tanggapan.
INTI - MEREFLEKSI Berkesadaran, Bermakna Guru memandu peserta didik untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari mengenai konsep dasar wakaf, termasuk pemahaman mereka yang baru atau yang perlu diperdalam. Peserta didik merenungkan materi yang telah dipelajari, mengidentifikasi bagian yang paling berkesan atau yang masih membingungkan. 5 menit Refleksi individu (lisan/tulisan singkat).
Berkesadaran Guru memberikan umpan balik umum terhadap partisipasi dan pemahaman peserta didik selama pembelajaran, serta memberikan motivasi untuk terus belajar. Guru juga memberikan kesempatan peserta didik untuk memberikan umpan balik singkat mengenai pembelajaran hari ini. Peserta didik mendengarkan umpan balik guru dan memberikan tanggapan singkat mengenai pembelajaran yang telah dilalui. 5 menit Tanggapan umpan balik.
Bermakna Guru mengaitkan kembali pentingnya wakaf dengan konsep ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, serta bagaimana pemahaman konsep dasar ini menjadi langkah awal untuk berkontribusi. Guru juga menyinggung bagaimana pemanfaatan teknologi sederhana atau algoritma logika (KKA) dapat membantu dalam pengelolaan data wakaf di masa depan. Peserta didik mendengarkan dan merespon koneksi yang dibuat guru, serta mulai berpikir tentang relevansi materi dengan isu yang lebih luas. 5 menit Respon terhadap penguatan materi.
PENUTUP Menggembirakan, Bermakna Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. Guru merangkum poin-poin kunci pembelajaran mengenai konsep dasar wakaf. Guru memberikan informasi singkat mengenai topik pertemuan selanjutnya (misalnya penerapan wakaf dalam kehidupan) dan memberikan tugas mandiri sederhana (misalnya mencari contoh wakaf di lingkungan sekitar). Guru menutup pelajaran dengan doa. Peserta didik mendengarkan rangkuman guru, mencatat informasi pertemuan selanjutnya, dan mengerjakan tugas mandiri. Peserta didik bersama guru menutup pelajaran dengan doa. 10 menit Penyelesaian tugas mandiri, Partisipasi dalam doa penutup.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Menggali pemahaman awal peserta didik tentang konsep wakaf, mengidentifikasi miskonsepsi potensial, dan memetakan kesiapan belajar.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan/tertulis (formatif awal), Kuis singkat interaktif.
Teknik: Tanya jawab, Tes tertulis singkat.
Bukti yang Dinilai: Jawaban peserta didik terhadap pertanyaan pemantik dan kuis.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menyebutkan minimal satu aspek terkait wakaf (pengertian dasar, contoh, atau relevansi).
Tindak Lanjut: Guru mencatat jawaban peserta didik untuk dasar pemberian umpan balik dan penyesuaian strategi pembelajaran.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik secara berkelanjutan terhadap materi yang disampaikan (pengertian, dasar hukum, rukun wakaf), memberikan umpan balik formatif, dan mengidentifikasi kesulitan belajar.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan terarah saat diskusi, Analisis studi kasus singkat, Daftar pertanyaan yang disusun peserta didik.
Teknik: Observasi partisipasi aktif, Penugasan singkat (analisis kasus), Penugasan mandiri (menyusun pertanyaan).
Bukti yang Dinilai: Kontribusi dalam diskusi, Ketepatan identifikasi unsur wakaf dalam studi kasus, Kualitas daftar pertanyaan yang disusun.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 3 dari 4 rukun wakaf dalam studi kasus; Daftar pertanyaan yang disusun relevan dan menunjukkan pemahaman awal.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung saat pembelajaran, klarifikasi, dan penguatan materi bagi peserta didik yang mengalami kesulitan.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran spesifik pertemuan ini (menjelaskan pengertian, dasar hukum, rukun wakaf) sebagai bagian dari asesmen of learning.
Bentuk/Instrumen: Jawaban singkat tertulis atau lisan (formatif akhir), Hasil analisis studi kasus.
Teknik: Tes tertulis/lisan singkat, Penilaian hasil kerja (analisis studi kasus).
Bukti yang Dinilai: Kemampuan peserta didik menjelaskan pengertian, dasar hukum, dan rukun wakaf secara ringkas dan akurat.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian wakaf dengan benar dan menyebutkan minimal dua dari tiga unsur utama (dasar hukum, rukun).
Tindak Lanjut: Hasil asesmen digunakan untuk memberikan umpan balik individu dan merencanakan pembelajaran remedial atau pengayaan pada pertemuan berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik dapat menjelaskan pengertian, dasar hukum, dan rukun wakaf dengan benar, ditunjukkan melalui jawaban pada asesmen formatif awal dan partisipasi aktif dalam diskusi kelas.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Penjelasan Pengertian Wakaf Belum mampu menjelaskan pengertian wakaf, atau penjelasannya sangat mendasar dan tidak akurat. Mampu menjelaskan pengertian wakaf dengan bantuan guru, namun masih ada ketidaktepatan atau kekuranglengkapan. Mampu menjelaskan pengertian wakaf secara mandiri dengan akurat, mencakup aspek pemberian harta untuk tujuan kebaikan. Mampu menjelaskan pengertian wakaf secara mendalam, mengaitkannya dengan tujuan syar'i dan implikasinya bagi masyarakat.
Penyebutan Dasar Hukum Wakaf Tidak mampu menyebutkan dasar hukum wakaf atau menyebutkan secara keliru. Mampu menyebutkan satu dasar hukum (misal: Al-Qur'an atau Hadis) namun kurang tepat atau kurang jelas. Mampu menyebutkan minimal satu dasar hukum utama (Al-Qur'an/Hadis) wakaf dengan jelas. Mampu menyebutkan dasar hukum wakaf dari Al-Qur'an dan Hadis, serta mengaitkannya dengan pendapat ulama.
Identifikasi Rukun Wakaf Tidak mampu mengidentifikasi rukun wakaf sama sekali atau salah mengidentifikasi sebagian besar. Mampu mengidentifikasi 1-2 rukun wakaf dengan bantuan atau kurang tepat. Mampu mengidentifikasi minimal 3 dari 4 rukun wakaf (wakif, mauquf, shighat, mauquf alaih) dengan benar. Mampu mengidentifikasi keempat rukun wakaf secara lengkap dan akurat, serta menjelaskan fungsinya masing-masing.
Partisipasi Aktif dalam Diskusi Diam atau hanya menjawab pertanyaan langsung tanpa inisiatif. Memberikan tanggapan singkat atau pertanyaan yang relevan dengan bantuan guru. Aktif bertanya, memberikan pendapat, atau menanggapi pertanyaan terkait materi wakaf. Memberikan kontribusi pemikiran yang mendalam, mengajukan pertanyaan kritis, dan mampu mengaitkan materi dengan konteks yang lebih luas.
Keterangan:
- Baru Memulai: pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: baik dan sesuai harapan.
- Mahir: sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

A. Badrul Munir, S.Ag

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.