RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah | : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru | : A. Badrul Munir, S.Ag |
| Mata pelajaran | : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
| Kelas/Rombel | : X |
| Tingkat/Fase | : X / Fase E |
| Semester | : Genap |
| Tahun pelajaran | : 2026/2027 |
| Pertemuan | : 1 dari 3 |
| Tanggal/rentang | : 2027-02-15 s.d. 2027-02-21 |
| Topik | : Prinsip dasar ekonomi syariah (bagi hasil, larangan riba). |
| Fokus kegiatan | : Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial. |
| Asesmen pertemuan | : Asesmen diagnostik dan formatif awal. |
| Alokasi waktu RPP | : Pertemuan 1 dari 3 · 3 JP (135 menit) |
| Model | : Discovery Learning |
| Metode | : Diskusi, Simulasi, Tanya Jawab |
| Dimensi Profil Lulusan | : Bernalar Kritis, Kreatif, Mandiri |
TUJUAN TINDAK LANJUT
Menindaklanjuti hasil asesmen diagnostik dan formatif awal pada pertemuan pertama, rencana tindak lanjut ini disusun untuk memberikan dukungan pembelajaran yang dipersonalisasi, baik melalui remedial bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran maupun pengayaan bagi yang telah melampaui. Hal ini juga mencakup strategi diferensiasi, umpan balik konstruktif, komunikasi dengan pihak terkait, monitoring perkembangan, serta refleksi guru untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya. Tindak lanjut ini terintegrasi dengan pemahaman mendalam mengenai Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
PEMETAAN HASIL ASESMEN DIAGNOSTIK DAN FORMATIF AWAL
| Kategori Hasil | Ciri Hasil Peserta Didik | Kebutuhan Pembelajaran | Tindakan Guru |
|---|---|---|---|
| Baru Memulai | Belum dapat menjelaskan konsep dasar ekonomi syariah, tidak dapat membedakan bagi hasil dan riba, tidak dapat memberikan contoh penerapan. | Membutuhkan pengenalan konsep dasar, penjelasan konkret, dan contoh sederhana mengenai bagi hasil dan riba. Perlu pendampingan intensif. | Memberikan remedial dengan fokus pada pemahaman definisi dan perbedaan mendasar. Menggunakan simulasi sederhana dan visualisasi. |
| Berkembang | Dapat menjelaskan sebagian konsep dasar, kesulitan membedakan secara rinci antara bagi hasil dan riba, memberikan satu contoh penerapan yang kurang tepat. | Membutuhkan pendalaman perbedaan bagi hasil dan riba, serta latihan identifikasi contoh penerapan yang lebih akurat. | Memberikan pendampingan dan latihan soal yang lebih terstruktur. Memberikan umpan balik spesifik pada kesalahan identifikasi. |
| Cakap | Dapat menjelaskan konsep dasar, mampu membedakan bagi hasil dan riba dengan beberapa catatan, memberikan dua contoh penerapan yang cukup relevan. | Membutuhkan penguatan pemahaman pada nuansa perbedaan dan apresiasi terhadap penerapan ekonomi syariah dalam berbagai sektor. | Memberikan pengayaan berupa studi kasus yang lebih kompleks dan tantangan analisis penerapan ekonomi syariah. |
| Mahir | Dapat menjelaskan konsep dasar dengan lancar, membedakan bagi hasil dan riba secara akurat, memberikan contoh penerapan yang bervariasi dan relevan, serta mulai mengaitkannya dengan isu ekonomi kontemporer. | Membutuhkan tantangan untuk mengaitkan prinsip ekonomi syariah dengan isu global, potensi pengembangan solusi inovatif, atau eksplorasi lebih dalam pada aspek KKA dan Program SIKAP. | Memberikan tugas proyek mandiri yang menantang, misalnya membuat algoritma sederhana untuk membandingkan skema bagi hasil, atau merancang prototipe sistem agribisnis berkelanjutan berbasis prinsip syariah. |
REMEDIAL
Peserta didik yang berada pada kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan layanan remedial. Fokus utama remedial adalah pada pencapaian indikator yang belum tercapai, yaitu kemampuan menjelaskan konsep dasar ekonomi syariah, mengidentifikasi perbedaan antara bagi hasil dan riba, serta menyebutkan contoh penerapan prinsip ekonomi syariah.
- Fokus Indikator: Kemampuan menjelaskan konsep dasar ekonomi syariah, perbedaan bagi hasil dan riba, serta contoh penerapannya.
- Kegiatan Remedial:
- Penjelasan Ulang Konsep Dasar: Guru akan menjelaskan kembali konsep dasar ekonomi syariah (bagi hasil dan riba) menggunakan analogi yang lebih sederhana dan visualisasi (misalnya, diagram alur sederhana untuk membandingkan mekanisme bagi hasil dan bunga).
- Studi Kasus Sederhana: Peserta didik akan diberikan studi kasus singkat mengenai transaksi ekonomi sehari-hari dan diminta mengidentifikasi apakah transaksi tersebut termasuk bagi hasil atau riba.
- Simulasi Interaktif: Melalui simulasi sederhana menggunakan media kartu atau permainan peran, peserta didik diajak mempraktikkan perbedaan antara kedua konsep tersebut.
- Integrasi KKA: Untuk memperjelas perbedaan, dapat diperkenalkan pseudocode sederhana yang membandingkan kondisi-kondisi dalam skema bagi hasil versus riba. Contoh: IF (modal_awal * nisbah_keuntungan == keuntungan_bagi_hasil) THEN "Ini Bagi Hasil" ELSE IF (total_pembayaran > pinjaman_pokok + bunga_tetap) THEN "Ini Riba" ELSE "Perlu Analisis Lanjut".
- Integrasi Program SIKAP: Peserta didik akan diajak melihat bagaimana prinsip bagi hasil dapat diterapkan dalam pengelolaan sumber daya pangan lokal di Tuban, misalnya dalam skema kemitraan petani dan pedagang hasil bumi.
- Asesmen Ulang: Peserta didik akan diberikan tes lisan singkat atau lembar kerja terstruktur untuk menilai kembali pemahaman mereka terhadap konsep yang diajarkan dalam sesi remedial.
- Bahan Pendukung: Modul ringkas konsep dasar ekonomi syariah, kartu simulasi, studi kasus sederhana, video edukasi singkat.
- Pendampingan: Guru memberikan pendampingan individual atau kelompok kecil selama kegiatan remedial.
PENGAYAAN
Peserta didik yang berada pada kategori "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan program pengayaan untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan keterampilan lebih lanjut.
- Untuk Kategori Cakap:
- Analisis Studi Kasus Lanjutan: Peserta didik akan diberikan studi kasus yang lebih kompleks mengenai penerapan ekonomi syariah dalam industri atau sektor ekonomi riil di Indonesia.
- Tugas Diskusi Mendalam: Mendorong mereka untuk membandingkan efektivitas dan keberlanjutan skema bagi hasil dengan sistem konvensional dalam konteks tertentu.
- Integrasi KKA: Meminta peserta didik untuk merancang flowchart sederhana yang menggambarkan logika pengambilan keputusan dalam memilih antara skema bagi hasil atau pinjaman berbunga, dengan mempertimbangkan faktor risiko dan keuntungan.
- Integrasi Program SIKAP: Menugaskan mereka untuk meneliti potensi pengembangan agribisnis berbasis syariah di Tuban yang dapat meningkatkan ketahanan pangan, misalnya dengan menganalisis model bisnis petani milenial.
- Untuk Kategori Mahir:
- Proyek Riset Mandiri: Peserta didik ditantang untuk melakukan riset kecil mengenai implementasi instrumen keuangan syariah (seperti sukuk atau reksa dana syariah) dan dampaknya terhadap perekonomian.
- Pengembangan Solusi Inovatif: Mendorong mereka untuk berpikir kreatif dalam merancang prototipe atau algoritma sederhana yang dapat membantu masyarakat memahami atau menerapkan prinsip ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.
- Integrasi KKA: Menugaskan peserta didik untuk mengembangkan model prediksi sederhana menggunakan Python (misalnya, regresi linier) untuk memperkirakan potensi keuntungan dari skema bagi hasil berdasarkan data historis, atau membuat program klasifikasi sederhana untuk mengategorikan jenis-jenis transaksi ekonomi.
- Integrasi Program SIKAP: Menantang mereka untuk merancang proposal singkat mengenai pengembangan sistem pangan berkelanjutan di Tuban yang mengintegrasikan prinsip ekonomi syariah, misalnya model koperasi pangan berbasis bagi hasil.
DUKUNGAN DIFERENSIASI
Pembelajaran berdiferensiasi akan diterapkan untuk mengakomodasi kebutuhan belajar semua peserta didik.
- Diferensiasi Konten: Menyesuaikan kedalaman materi yang disajikan. Peserta didik yang baru memulai akan mendapatkan materi yang lebih mendasar dan konkret, sementara peserta didik yang mahir akan mendapatkan materi yang lebih kompleks dan abstrak.
- Diferensiasi Proses: Memberikan variasi dalam cara peserta didik belajar. Kelompok remedial akan mendapatkan pendampingan intensif dan kegiatan yang lebih terstruktur. Kelompok pengayaan akan diberikan kebebasan lebih dalam eksplorasi dan riset. Penggunaan berbagai metode seperti diskusi, simulasi, studi kasus, dan proyek akan mengakomodasi gaya belajar yang berbeda.
- Diferensiasi Produk: Memberikan pilihan dalam cara peserta didik menunjukkan pemahaman mereka. Selain presentasi dan jawaban lisan, peserta didik yang mahir dapat diminta membuat infografis, video pendek, atau prototipe sederhana terkait ekonomi syariah, KKA, atau Program SIKAP.
- Diferensiasi Lingkungan: Mengatur lingkungan belajar yang mendukung, misalnya dengan menyediakan sudut baca khusus materi ekonomi syariah atau menyediakan akses digital ke sumber belajar tambahan.
- Dukungan Khusus: Memberikan bantuan tambahan bagi peserta didik yang membutuhkan, seperti penggunaan bahasa yang lebih sederhana atau bantuan visualisasi yang lebih intensif.
UMPAN BALIK
Umpan balik akan diberikan secara konstruktif dan spesifik untuk membantu peserta didik memahami kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
- Untuk Kategori Baru Memulai: "Bagus sekali usahamu untuk mencoba memahami perbedaan bagi hasil dan riba. Mari kita fokus lagi pada contoh-contoh sederhananya agar lebih jelas ya."
- Untuk Kategori Berkembang: "Kamu sudah bisa menjelaskan sebagian konsepnya. Perhatikan lagi detail perbedaannya, terutama pada pembagian keuntungan dan risiko. Coba identifikasi contoh ini lagi dengan lebih teliti."
- Untuk Kategori Cakap: "Penjelasanmu tentang konsep dasar sudah baik dan contoh yang kamu berikan relevan. Untuk meningkatkannya, coba pikirkan bagaimana prinsip ini bisa diterapkan dalam skala yang lebih besar atau dalam situasi yang lebih kompleks."
- Untuk Kategori Mahir: "Pemahamanmu tentang ekonomi syariah sangat mendalam. Sekarang, tantang dirimu untuk mengaitkannya dengan tren teknologi terkini melalui KKA, atau bagaimana prinsip ini bisa memperkuat ketahanan pangan lokal kita sesuai Program SIKAP."
KOMUNIKASI
Jika diperlukan, komunikasi dengan wali kelas atau orang tua akan dilakukan secara profesional untuk membahas perkembangan peserta didik yang memerlukan perhatian khusus, dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi pribadi peserta didik.
- Contoh Tindakan: Jika seorang peserta didik secara konsisten menunjukkan kesulitan dalam memahami konsep dasar meskipun sudah diberikan remedial, guru dapat menghubungi wali kelas atau orang tua untuk mendiskusikan kemungkinan adanya faktor lain yang memengaruhi pembelajaran dan mencari solusi bersama.
MONITORING
| Nama Peserta Didik | Indikator Belum Tercapai | Tindakan Guru | Waktu Pelaksanaan | Hasil | Tindak Lanjut Berikutnya |
|---|---|---|---|---|---|
| (Diisi setelah asesmen ulang remedial) | (Diisi sesuai indikator yang belum tercapai) | (Tindakan spesifik guru untuk membantu) | (Tanggal) | (Penilaian guru atas kemajuan) | (Rencana tindak lanjut selanjutnya) |
| (Diisi setelah asesmen ulang remedial) | (Diisi sesuai indikator yang belum tercapai) | (Tindakan spesifik guru untuk membantu) | (Tanggal) | (Penilaian guru atas kemajuan) | (Rencana tindak lanjut selanjutnya) |
REFLEKSI GURU
- Sejauh mana kegiatan asesmen diagnostik dan formatif awal berhasil mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik terkait ekonomi syariah, KKA, dan Program SIKAP?
- Apakah strategi remedial yang diterapkan efektif dalam membantu peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran?
- Bagaimana peserta didik merespons kegiatan pengayaan dan apakah mereka menunjukkan peningkatan dalam pemahaman atau keterampilan?
- Dukungan diferensiasi seperti apa yang paling efektif dirasakan oleh peserta didik berdasarkan pengamatan saya?
- Apa yang dapat saya perbaiki dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan berikutnya berdasarkan pengalaman tindak lanjut ini?