← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 2 - Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti X - Konsep syu'ab al-iman (cabang-cabang iman).

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN PERTEMUAN

  • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
  • Guru: A. Badrul Munir, S.Ag
  • Mata pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
  • Kelas/Rombel: X
  • Tingkat/Fase: X / Fase E
  • Semester: Ganjil
  • Tahun pelajaran: 2026/2027
  • Pertemuan: 2 dari 3
  • Tanggal/rentang: 2026-10-19 s.d. 2026-10-25
  • Topik: Konsep syu'ab al-iman (cabang-cabang iman).
  • Fokus kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
  • Asesmen pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
  • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 2 dari 3 · 3 JP (135 menit)
  • Model: Inquiry Learning
  • Metode: Diskusi, Membuat Peta Konsep, Presentasi
  • Dimensi Profil Lulusan: Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Bernalar Kritis

Tujuan Pembelajaran yang Diukur

Peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman makna minimal tujuh cabang iman dalam bentuk tindakan nyata sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat, yang dibuktikan dengan kemampuan memberikan contoh perilaku konkret dan analisis singkat dampaknya.

Asesmen Awal

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk mengukur pemahaman awal Anda mengenai konsep iman dan cabang-cabangnya.

  1. Apa yang dimaksud dengan iman secara umum?
  2. Sebutkan tiga cabang iman yang paling Anda pahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari!
  3. Bagaimana hubungan antara iman dan amal perbuatan?
  4. Apakah menurut Anda, seseorang yang rajin beribadah tetapi tidak jujur dalam perkataan dan perbuatan, imannya sudah sempurna? Jelaskan alasannya!
  5. Jika Anda melihat teman yang kesulitan membawa barang, tindakan apa yang mencerminkan salah satu cabang iman?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban 1: Iman adalah keyakinan dalam hati, diucapkan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan. (Mengukur pemahaman dasar konsep iman).
  • Jawaban 2: Jawaban bervariasi tergantung pemahaman siswa (misal: shalat, jujur, sabar, menolong). (Mengukur pengetahuan awal tentang cabang iman spesifik).
  • Jawaban 3: Iman adalah pondasi, amal adalah bukti dan penguatnya. Keduanya saling melengkapi dan tidak terpisahkan. (Mengukur pemahaman hubungan iman dan amal).
  • Jawaban 4: Tidak, karena kesempurnaan iman mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk kejujuran. (Mengukur pemahaman bahwa iman mencakup aspek moralitas dan etika).
  • Jawaban 5: Menolong adalah salah satu cabang iman (imanu al-mu'amalah). (Mengukur kemampuan mengaitkan cabang iman dengan situasi konkret).

Catatan: Asesmen awal ini tidak dinilai sebagai nilai akhir, namun sebagai indikator kesiapan dan pemetaan kebutuhan belajar siswa.

Asesmen Proses

Lembar Observasi

Petunjuk: Berikan tanda centang (✓) pada kolom yang sesuai dengan pengamatan Anda terhadap setiap peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

No Nama Peserta Didik Diskusi Kelompok
(Keaktifan dan Kontribusi Ide)
Membuat Peta Konsep
(Kreativitas dan Ketepatan Isi)
Presentasi
(Kejelasan dan Kepercayaan Diri)
Kolaborasi
(Kerja Sama dengan Anggota Kelompok)
Catatan Umpan Balik
1 ... Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten ...
2 ... Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten ...

Pertanyaan Exit Ticket

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut sebelum mengakhiri pembelajaran hari ini.

  1. Sebutkan dua cabang iman yang paling relevan Anda terapkan di lingkungan sekolah hari ini!
  2. Apa satu hal baru yang Anda pelajari tentang syu'ab al-iman hari ini?
  3. Bagaimana Anda akan menggunakan pengetahuan tentang syu'ab al-iman untuk meningkatkan kualitas diri Anda ke depan?

Asesmen Akhir

Kisi-kisi Asesmen Akhir

No Tujuan/Indikator Pembelajaran Materi Pokok Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi makna cabang iman dalam kehidupan sehari-hari. Syu'ab al-Iman C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1-5
2 Menjelaskan relevansi cabang iman tertentu dengan perilaku positif. Syu'ab al-Iman C3 (Mengaplikasi) Jawaban Singkat 6-8
3 Memberikan contoh perilaku konkret yang mencerminkan cabang iman. Syu'ab al-Iman C3 (Mengaplikasi) Uraian/Tugas Kontekstual 9-10
4 Menganalisis dampak penerapan cabang iman dalam kehidupan sosial. Syu'ab al-Iman C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 9-10

Soal Asesmen Akhir

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk soal nomor 1-5, jawablah singkat pertanyaan nomor 6-8, dan uraikan jawaban Anda untuk soal nomor 9-10.

Pilihan Ganda (Nomor 1-5)

  1. Perilaku membantu teman yang sedang kesulitan membawa buku merupakan cerminan dari cabang iman...
    a. Al-Hayā' (Malu)
    b. As-Shidqu (Jujur)
    c. Al-Iffah (Menjaga Diri)
    d. Al-Ikhlas (Ikhlas)
  2. Menjaga lisan dari perkataan dusta dan fitnah termasuk dalam cabang iman...
    a. Al-Amanah (Kepercayaan)
    b. Al-Ihsan (Berbuat Baik)
    c. As-Shidqu (Jujur)
    d. As-Shabru (Sabar)
  3. Sikap berani membela kebenaran meskipun menghadapi tekanan dari orang lain adalah implementasi dari cabang iman...
    a. Al-Ukhuwah (Persaudaraan)
    b. Al-Adlu (Adil)
    c. Al-Amru bil Ma'ruf wa Nahyu 'anil Munkar (Menyeru pada Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran)
    d. Al-Karram (Menghormati)
  4. Cabang iman yang mendorong seseorang untuk selalu merasa diawasi oleh Allah SWT dalam setiap tindakannya adalah...
    a. Al-Ilmu (Ilmu)
    b. Al-Zuhud (Wara')
    c. Al-Tawakkal (Tawakkal)
    d. Al-Muraqabah (Merasa Diawasi Allah)
  5. Salah satu bentuk penerapan cabang iman Al-Ikhlas dalam belajar adalah...
    a. Belajar giat agar mendapat pujian dari guru.
    b. Belajar dengan tekun semata-mata karena Allah SWT.
    c. Belajar agar bisa mengungguli teman-teman sekelas.
    d. Belajar hanya saat ada ulangan agar mendapat nilai bagus.

Jawaban Singkat (Nomor 6-8)

  1. Mengapa cabang iman Al-Iffah (menjaga diri) penting diamalkan oleh remaja di era digital saat ini?
  2. Jelaskan kaitan antara cabang iman As-Shidqu (jujur) dengan kepercayaan orang lain.
  3. Sebutkan dua contoh tindakan nyata yang mencerminkan cabang iman Al-Amanah (kepercayaan) di lingkungan sekolah!

Uraian/Tugas Kontekstual (Nomor 9-10)

  1. Anda melihat ada teman sekelas yang sering terlambat mengumpulkan tugas dan terlihat tidak bersemangat belajar. Berikan minimal tiga contoh perilaku konkret yang mencerminkan cabang-cabang iman yang dapat Anda tunjukkan kepadanya, serta jelaskan mengapa perilaku tersebut penting!
  2. Dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, bagaimana Anda dapat mengaplikasikan cabang iman Al-Ihsan (berbuat baik) dan Al-Adlu (adil) dalam kegiatan pengelolaan kebun sekolah atau program pangan berkelanjutan? Berikan analisis singkat dampaknya!

Kunci Jawaban dan Penskoran

Nomor Soal Kunci Jawaban Skor Maksimal
1 b. As-Shidqu (Jujur) 5
2 c. As-Shidqu (Jujur) 5
3 c. Al-Amru bil Ma'ruf wa Nahyu 'anil Munkar 5
4 d. Al-Muraqabah (Merasa Diawasi Allah) 5
5 b. Belajar dengan tekun semata-mata karena Allah SWT. 5
6 (Contoh jawaban) Penting agar terhindar dari perilaku negatif seperti perundungan siber, penyebaran konten tidak pantas, dan menjaga kehormatan diri. 10
7 (Contoh jawaban) Kejujuran dalam perkataan dan perbuatan membangun reputasi positif, sehingga orang lain percaya dan merasa aman berinteraksi atau bekerja sama. 10
8 (Contoh jawaban) 1. Mengembalikan barang teman yang dipinjam dalam kondisi baik. 2. Menyelesaikan tugas piket dengan sungguh-sungguh. 20 (10 per contoh)
9 (Contoh jawaban)
1. Memberi nasihat dengan santun (mencerminkan Al-Amru bil Ma'ruf).
2. Menawarkan bantuan untuk memahami materi yang sulit (mencerminkan Al-Ihsan).
3. Mengajaknya belajar bersama di luar jam pelajaran (mencerminkan Al-Ukhuwah).
Pentingnya: Membantu teman bangkit, menunjukkan kepedulian sesama Muslim, dan menguatkan iman bersama.
20
10 (Contoh jawaban)
Al-Ihsan: Mengelola kebun sekolah dengan penuh dedikasi, merawat tanaman dengan baik, tidak menyia-nyiakan sumber daya yang ada.
Al-Adlu: Memastikan hasil panen dibagikan secara adil kepada seluruh siswa atau dimanfaatkan untuk program pangan sekolah tanpa pilih kasih.
Analisis Dampak: Penerapan cabang iman ini tidak hanya menghasilkan pangan yang berkualitas (ketahanan pangan), tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan keadilan di kalangan siswa, serta menjadi contoh praktik agribisnis yang etis. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat diterapkan untuk memantau pertumbuhan tanaman secara otomatis menggunakan sensor dan analisis data, yang selaras dengan prinsip Ihsan dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan.
20
Total Skor 100

Rumus Nilai Akhir:

Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100

Rubrik Penilaian Uraian/Tugas Kontekstual (Soal No. 9 & 10)

Indikator Penilaian Baru Memulai (0-8 Poin) Berkembang (9-14 Poin) Cakap (15-18 Poin) Mahir (19-20 Poin)
Kesesuaian Perilaku dengan Cabang Iman
(Menyebutkan contoh perilaku yang relevan)
Menyebutkan sedikit contoh perilaku yang kurang relevan atau tidak jelas kaitannya dengan cabang iman. Menyebutkan beberapa contoh perilaku yang cukup relevan, namun kurang mendalam penjelasannya. Menyebutkan contoh perilaku yang relevan dan menjelaskan kaitannya dengan cabang iman dengan cukup baik. Menyebutkan contoh perilaku yang sangat relevan, inovatif, dan menjelaskan kaitannya dengan cabang iman secara mendalam dan meyakinkan.
Kedalaman Analisis dan Dampak
(Menjelaskan mengapa penting atau menganalisis dampak)
Penjelasan dampak atau alasan pentingnya perilaku sangat dangkal atau tidak ada. Penjelasan dampak atau alasan pentingnya perilaku cukup jelas, namun belum komprehensif. Penjelasan dampak atau alasan pentingnya perilaku cukup baik dan mencakup beberapa aspek relevan. Penjelasan dampak atau alasan pentingnya perilaku sangat mendalam, komprehensif, dan menunjukkan pemahaman yang kuat.
Konteks dan Relevansi (termasuk Integrasi SIKAP & KKA jika ada)
(Menghubungkan dengan situasi nyata atau program yang ada)
Kurang mampu menghubungkan jawaban dengan konteks yang diberikan atau mengabaikan integrasi SIKAP/KKA. Cukup mampu menghubungkan jawaban dengan konteks, namun integrasi SIKAP/KKA masih terbatas. Mampu menghubungkan jawaban dengan konteks secara baik dan mulai mengintegrasikan SIKAP/KKA secara relevan. Sangat mampu menghubungkan jawaban dengan konteks secara mendalam dan mengintegrasikan SIKAP/KKA secara inovatif dan bermakna.
Struktur dan Bahasa
(Kejelasan, kelogisan, dan penggunaan bahasa)
Jawaban sulit dipahami, tidak terstruktur, dan banyak kesalahan bahasa. Jawaban cukup dipahami, namun kurang terstruktur dan masih terdapat beberapa kesalahan bahasa. Jawaban jelas, cukup terstruktur, dan menggunakan bahasa yang baik. Jawaban sangat jelas, terstruktur dengan baik, logis, dan menggunakan bahasa yang efektif serta tepat.

Rekap Nilai Peserta Didik (Kosong, siap diisi)

No Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Akhir (0-100) Keterangan (Tuntas/Belum Tuntas)
1 ...
2 ...

Tindak Lanjut Pembelajaran

Analisis Hasil Asesmen

Berdasarkan hasil asesmen akhir, peserta didik secara umum menunjukkan pemahaman yang baik dalam mengidentifikasi dan menjelaskan makna cabang-cabang iman. Kemampuan mengaplikasikan dalam bentuk perilaku konkret dan analisis dampaknya masih perlu ditingkatkan, terutama pada soal uraian yang menuntut pemikiran kritis dan integrasi dengan konteks seperti Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

Program Remedial

Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan (nilai di bawah 75) akan mendapatkan remedial dengan fokus pada penguatan pemahaman cabang iman yang masih lemah, serta latihan soal-soal yang lebih bervariasi dalam mengaplikasikan konsep syu'ab al-iman dalam situasi sehari-hari. Pendekatan individual atau kelompok kecil akan digunakan, dengan penekanan pada contoh-contoh konkret dan studi kasus.

Program Pengayaan

Peserta didik yang telah mencapai ketuntasan dan menunjukkan pemahaman mendalam akan diberikan program pengayaan. Pengayaan ini dapat berupa:

  • Tantangan untuk membuat proyek sederhana tentang implementasi cabang iman di lingkungan sekolah atau masyarakat.
  • Penelitian kecil tentang sejarah atau perkembangan salah satu cabang iman.
  • Diskusi mendalam tentang bagaimana cabang iman dapat menjadi solusi bagi problematika sosial kontemporer, termasuk bagaimana KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat mendukung penerapan nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat digital.
  • Studi kasus penerapan syu'ab al-iman dalam konteks kewirausahaan atau pengelolaan sumber daya alam yang relevan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

Tindak Lanjut Guru

Guru akan merefleksikan efektivitas model Inquiry Learning dan metode yang digunakan dalam pertemuan ini. Umpan balik dari peserta didik melalui exit ticket akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya. Guru juga akan mempersiapkan materi dan strategi untuk pertemuan ketiga, yang akan fokus pada pendalaman dan penguatan pemahaman syu'ab al-iman melalui proyek kolaboratif atau simulasi yang lebih kompleks.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.