← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 2 dari 3 - Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti X - Konsep syu'ab al-iman (cabang-cabang iman).

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru A. Badrul Munir, S.Ag
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester X / Ganjil
Alokasi Waktu 3 JP (135 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Kesiapan belajar peserta didik dipetakan melalui asesmen awal pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal mengenai konsep dasar iman diharapkan sudah dimiliki. Minat belajar dapat ditumbuhkan melalui penyajian fenomena kontekstual. Kebutuhan belajar yang beragam akan diakomodasi melalui diferensiasi aktivitas dalam kelompok. Pemetaan dilakukan melalui observasi awal dan tanya jawab singkat.
Materi Pelajaran Materi mengenai syu'ab al-iman (cabang-cabang iman) merupakan materi akidah yang fundamental. Relevansinya dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena berkaitan langsung dengan keyakinan dan perilaku umat Muslim. Tingkat kesulitan materi moderat, membutuhkan pemahaman konsep dan kemampuan menghubungkan dengan praktik sehari-hari. Potensi miskonsepsi dapat muncul pada pemahaman makna dan cakupan setiap cabang iman. Integrasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus ditanamkan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Bernalar Kritis
Capaian Pembelajaran Akidah: Meyakini dan merefleksikan beberapa cabang iman (syu‘ab al-īmān).

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pendalaman konsep syu'ab al-iman dapat dikaitkan dengan literasi data untuk memahami distribusi praktik keagamaan di masyarakat, serta pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk menganalisis pola perilaku keagamaan. Dalam konteks yang lebih luas, pemahaman cabang iman berkontribusi pada pembentukan karakter yang saleh dan bertanggung jawab, yang juga merupakan fondasi penting bagi pembangunan ketahanan pangan melalui Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, di mana kejujuran dan kerja keras dalam pengelolaan sumber daya menjadi kunci.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman makna minimal tujuh cabang iman dalam bentuk tindakan nyata sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat, yang dibuktikan dengan kemampuan memberikan contoh perilaku konkret dan analisis singkat dampaknya.
Topik Pembelajaran Konsep Syu'ab al-Iman (Cabang-cabang Iman)
Praktik Pedagogis Model: Inquiry Learning.
Strategi: Pembelajaran berbasis masalah kontekstual yang mendorong peserta didik untuk aktif mencari, menguji, dan menyimpulkan pengetahuan tentang penerapan cabang-cabang iman.
Metode: Diskusi kelompok, Membuat Peta Konsep, Presentasi.
Alasan Pemilihan: Model Inquiry Learning sangat sesuai untuk materi akidah yang membutuhkan pemahaman mendalam dan refleksi personal, serta mendorong peserta didik untuk menemukan sendiri bagaimana cabang iman termanifestasi dalam kehidupan. Metode diskusi dan peta konsep memfasilitasi kolaborasi dan visualisasi pemahaman, sedangkan presentasi melatih kemampuan komunikasi.
Penerapan Sintaks Model:
1. Orientasi dan pemberian fenomena: Guru menyajikan studi kasus atau fenomena sosial yang relevan dengan cabang iman.
2. Merumuskan masalah atau pertanyaan: Peserta didik merumuskan pertanyaan terkait fenomena dan keterkaitannya dengan cabang iman.
3. Merumuskan dugaan atau hipotesis: Peserta didik mengajukan dugaan sementara mengenai cara penerapan cabang iman.
4. Mengumpulkan data atau bukti: Peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet, diskusi) untuk mendukung dugaan.
5. Menguji dugaan berdasarkan data: Peserta didik menganalisis informasi yang diperoleh dan membandingkannya dengan dugaan awal.
6. Menarik kesimpulan dan merefleksi: Peserta didik menyusun kesimpulan tentang penerapan cabang iman dan merefleksikan proses pembelajaran.
Kemitraan Pembelajaran Dukungan dari wali kelas dapat dimanfaatkan untuk mengintegrasikan pemahaman cabang iman dalam kegiatan pembiasaan di kelas. Kolaborasi dengan guru BK dapat membantu dalam memberikan bimbingan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan nilai-nilai keimanan dalam perilaku sehari-hari.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dengan memanfaatkan sumber belajar digital melalui gawai peserta didik dan proyektor. Budaya belajar yang aman dan inklusif diciptakan melalui diskusi terbuka dan saling menghargai pendapat antar peserta didik.
Pemanfaatan Digital Peserta didik akan menggunakan gawai untuk mencari informasi terkait cabang iman dan contoh penerapannya. Guru dapat menggunakan platform digital untuk memberikan kuis formatif singkat atau mengumpulkan hasil kerja peserta didik.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Bermakna, Menggembirakan Menyapa dan mengecek kehadiran. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya (konsep dasar syu'ab al-iman). Menyajikan sebuah fenomena sosial aktual (misalnya, kasus korupsi kecil atau tindakan tidak jujur di lingkungan sekolah) sebagai pemantik diskusi. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria penilaian (observasi sikap, partisipasi diskusi). Menjawab salam dan berpartisipasi dalam apersepsi. Mengamati dan mendengarkan fenomena yang disajikan. Mengajukan pertanyaan awal terkait fenomena dan hubungannya dengan cabang iman. 15 menit Keaktifan dalam apersepsi dan pertanyaan awal.
INTI - MEMAHAMI Berkesadaran, Bermakna Memfasilitasi pembentukan kelompok heterogen. Memandu peserta didik untuk merumuskan pertanyaan spesifik terkait fenomena dan cabang iman yang relevan (misalnya: "Bagaimana cabang iman 'amanah' mencegah tindakan tersebut?"). Memberikan arahan untuk mencari informasi dari buku paket atau sumber daring terpercaya mengenai makna dan cakupan cabang iman yang terkait. Memastikan peserta didik fokus pada pemahaman makna. Membentuk kelompok belajar. Merumuskan pertanyaan kunci terkait fenomena dan cabang iman. Mencari dan membaca informasi mengenai makna cabang iman (misal: amanah, siddiq, tabligh, fathanah, sabar, syukur, adil). Mencatat poin-poin penting tentang makna setiap cabang iman. 30 menit Rumusan pertanyaan kelompok. Catatan makna cabang iman.
INTI - MENGAPLIKASI Bermakna, Menggembirakan Membimbing peserta didik dalam membuat peta konsep sederhana yang menghubungkan cabang iman dengan contoh perilaku nyata. Memberikan contoh konkret bagaimana analisis data sederhana (misalnya, frekuensi kejadian perundungan di sekolah) dapat dikaitkan dengan kurangnya penerapan cabang iman seperti kasih sayang atau keadilan. Memfasilitasi diskusi kelompok untuk menganalisis bagaimana penerapan cabang iman dapat mencegah atau menyelesaikan masalah serupa. Membuat peta konsep yang menghubungkan cabang iman (minimal 7) dengan contoh tindakan nyata di sekolah atau masyarakat. Mendiskusikan penerapan cabang iman dalam mengatasi fenomena yang diberikan guru atau fenomena lain yang relevan. Menganalisis dampak positif dari penerapan cabang iman tersebut. 45 menit Peta konsep penerapan cabang iman. Hasil analisis kelompok.
INTI - MEREFLEKSI Berkesadaran, Bermakna Meminta setiap kelompok mempresentasikan peta konsep dan hasil analisisnya. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap pemahaman dan aplikasi konsep. Mendorong peserta didik untuk merefleksikan pribadi mereka: "Cabang iman mana yang paling perlu saya tingkatkan penerapannya dalam keseharian saya? Mengapa?". Memfasilitasi diskusi singkat tentang tantangan dalam mengaplikasikan cabang iman dan cara mengatasinya. Mempresentasikan peta konsep dan hasil analisis kelompok. Menanggapi umpan balik dari guru dan kelompok lain. Melakukan refleksi diri secara tertulis singkat mengenai cabang iman yang perlu ditingkatkan dan alasannya. Berdiskusi tentang tantangan dan solusi penerapan cabang iman. 30 menit Hasil presentasi kelompok. Refleksi pribadi singkat.
PENUTUP Menggembirakan, Bermakna Memberikan penguatan terhadap kesimpulan utama pembelajaran. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan hasil kerja peserta didik. Memberikan umpan balik umum tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya (penguatan dan pengaplikasian lebih lanjut). Mengucapkan salam penutup. Menyimak penguatan dari guru. Memberikan tanggapan singkat terhadap umpan balik. Menyiapkan diri untuk pembelajaran berikutnya. 15 menit Partisipasi dalam penutup pembelajaran.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Menggali pemahaman awal peserta didik tentang konsep syu'ab al-iman dan mengidentifikasi miskonsepsi potensial.
Bentuk/Instrumen: Tanya jawab singkat dan observasi awal.
Teknik: Lisan dan observasi.
Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman awal konsep, partisipasi dalam diskusi awal.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik dapat menyebutkan minimal 2-3 cabang iman atau indikasi pemahaman awal tentang konsep iman.
Tindak Lanjut: Guru mencatat pemahaman awal untuk penyesuaian strategi pembelajaran diferensiasi.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, menilai keterlibatan dalam diskusi, dan kualitas peta konsep.
Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi diskusi, pertanyaan formatif lisan selama diskusi kelompok, penilaian peta konsep.
Teknik: Observasi, tanya jawab lisan, penilaian produk (peta konsep).
Bukti yang Dinilai: Kualitas kontribusi dalam diskusi, ketepatan jawaban pertanyaan formatif, kelengkapan dan keterkaitan peta konsep.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan dengan tepat, peta konsep memuat minimal 7 cabang iman beserta contoh penerapannya.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung kepada kelompok/individu, memfasilitasi klarifikasi jika ada miskonsepsi. Asesmen ini mencakup prinsip assessment for learning dan assessment as learning.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu kemampuan mengaplikasikan pemahaman cabang iman dalam tindakan nyata.
Bentuk/Instrumen: Refleksi tertulis singkat, observasi presentasi.
Teknik: Tes tertulis (refleksi), observasi.
Bukti yang Dinilai: Kemampuan mengidentifikasi cabang iman yang perlu ditingkatkan, memberikan alasan yang logis, serta kualitas presentasi dan analisis kelompok.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal satu cabang iman untuk ditingkatkan dan memberikan alasan yang relevan; presentasi kelompok jelas dan analisisnya logis.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik akhir, mengidentifikasi peserta didik yang perlu penguatan lebih lanjut untuk pertemuan berikutnya. Asesmen ini mencakup prinsip assessment of learning.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman makna minimal tujuh cabang iman dalam bentuk tindakan nyata sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat, yang dibuktikan dengan kemampuan memberikan contoh perilaku konkret dan analisis singkat dampaknya.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan mengidentifikasi minimal 7 cabang iman Hanya mampu menyebutkan kurang dari 3 cabang iman. Mampu menyebutkan 3-5 cabang iman dengan bantuan. Mampu menyebutkan 6-7 cabang iman secara mandiri. Mampu menyebutkan lebih dari 7 cabang iman beserta makna singkatnya.
Keterkaitan cabang iman dengan contoh perilaku nyata Contoh perilaku yang diberikan tidak relevan atau tidak jelas kaitannya dengan cabang iman. Mampu memberikan 1-2 contoh perilaku yang cukup relevan untuk beberapa cabang iman. Mampu memberikan contoh perilaku yang relevan untuk sebagian besar cabang iman yang disebutkan. Mampu memberikan contoh perilaku yang sangat relevan dan spesifik untuk seluruh cabang iman yang disebutkan.
Analisis dampak penerapan cabang iman Tidak mampu menganalisis dampak atau analisisnya sangat dangkal. Mampu menyebutkan dampak positif sederhana untuk 1-2 cabang iman. Mampu menganalisis dampak positif dari penerapan beberapa cabang iman di lingkungan sekolah/masyarakat. Mampu menganalisis dampak positif dan negatif (jika ada) secara mendalam dan kritis dari penerapan cabang iman.
Partisipasi aktif dalam diskusi dan presentasi Cenderung diam atau hanya mengikuti arahan tanpa kontribusi berarti. Kadang-kadang memberikan ide atau bertanya, namun belum konsisten. Aktif bertanya, memberikan pendapat, dan berkontribusi dalam diskusi kelompok serta presentasi. Secara konsisten memberikan kontribusi yang bernilai, memimpin diskusi, dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik.
Keterangan:
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

A. Badrul Munir, S.Ag

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.