← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 1 dari 3 - Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti X - Larangan pergaulan bebas dan zina dalam Al-Qur'an dan Hadis.

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru A. Badrul Munir, S.Ag
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester X / Ganjil
Alokasi Waktu 3 JP (135 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik

Kesiapan belajar peserta didik akan dipetakan melalui asesmen diagnostik awal berupa kuis singkat dan tanya jawab mengenai pemahaman awal tentang pergaulan bebas dan zina. Pengetahuan awal peserta didik mengenai ayat Al-Qur'an dan Hadis terkait akan digali melalui observasi partisipatif saat diskusi. Minat belajar akan ditumbuhkan melalui penyampaian topik yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini dan motivasi. Kebutuhan belajar yang beragam akan diidentifikasi melalui observasi dan interaksi selama pembelajaran.

Materi Pelajaran

Materi pelajaran ini meliputi konsep larangan pergaulan bebas dan zina dalam Al-Qur'an (Q.S. Al-Isra/17:32) dan hadis terkait. Jenis pengetahuannya adalah deklaratif (memahami ayat dan hadis) dan prosedural (menghafal dan menuliskan). Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi karena isu pergaulan bebas dan zina merupakan permasalahan krusial di kalangan remaja. Tingkat kesulitan materi tergolong sedang, membutuhkan pemahaman mendalam tentang makna ayat dan hadis serta kemampuan hafalan. Struktur materi dimulai dari pemahaman konsep dasar, dalil, hingga dampak negatifnya. Miskonsepsi potensial meliputi penafsiran ayat yang keliru atau menganggap remeh bahaya zina. Integrasi nilai dan karakter yang ditanamkan adalah tanggung jawab, menjaga kesucian diri, dan kesadaran akan dosa.

Dimensi Profil Lulusan (DPL) Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Bernalar Kritis
Capaian Pembelajaran
  • Al-Qur'an Hadis: Membaca, menghafal, menulis, dan menganalisis ayat Al-Qur’an tentang perintah berlomba-lomba dalam kebaikan, larangan pergaulan bebas, dan zina beserta hadis terkait.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu

Pembelajaran ini mengintegrasikan literasi dasar dalam membaca dan menulis ayat Al-Qur'an serta hadis. Keterampilan bernalar kritis dikembangkan melalui analisis dampak pergaulan bebas dan zina. Dalam konteks ini, pemahaman konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat membantu dalam analisis data statistik terkait isu sosial, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan melalui diskusi tentang bagaimana pola hidup sehat dan terhindar dari maksiat berkontribusi pada ketahanan individu dan keluarga, yang merupakan fondasi ketahanan pangan sosial.

Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menghafal dan menuliskan ayat Al-Qur’an tentang larangan pergaulan bebas dan zina (Q.S. Al-Isra/17:32) beserta hadis terkait dengan benar, serta mengidentifikasi maknanya secara singkat pada akhir pembelajaran pertemuan pertama.
Topik Pembelajaran Larangan pergaulan bebas dan zina dalam Al-Qur'an dan Hadis (Fokus: Asesmen awal, apersepsi, dan pemahaman konsep esensial).
Praktik Pedagogis

Model: Direct Instruction (Pembelajaran Eksplisit)

Metode: Ceramah Interaktif, Menghafal, Menulis.

Alasan Pemilihan: Model Direct Instruction dipilih karena materi ini memerlukan penyampaian konsep yang jelas, sistematis, dan terstruktur. Peserta didik perlu memahami terlebih dahulu makna ayat dan hadis sebelum menganalisis dampaknya. Metode menghafal dan menulis sangat relevan untuk menguasai ayat Al-Qur'an dan hadis.

Penerapan Sintaks Model:

  • Menyampaikan tujuan dan menyiapkan murid: Guru menyapa, melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, dan menjelaskan kriteria penilaian.
  • Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan: Guru membacakan Q.S. Al-Isra/17:32 dan hadis terkait dengan tartil, menjelaskan makhraj dan tajwidnya, serta menerjemahkannya. Guru juga mendemonstrasikan cara menuliskan ayat dan hadis tersebut.
  • Membimbing latihan: Peserta didik berlatih menghafal dan menulis ayat serta hadis di bawah bimbingan guru.
  • Memeriksa pemahaman dan memberikan umpan balik: Guru melakukan tanya jawab singkat, mengamati hafalan dan tulisan peserta didik, serta memberikan umpan balik konstruktif.
  • Memberikan latihan lanjutan atau mandiri: Peserta didik diberi tugas untuk melanjutkan latihan menghafal dan menulis di rumah.
Kemitraan Pembelajaran

Dukungan dari wali kelas dapat dimanfaatkan untuk mengingatkan peserta didik mengenai pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas dan zina, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai moral yang diajarkan di rumah. Kerjasama dengan perpustakaan sekolah dapat dilakukan untuk menyediakan sumber bacaan tambahan mengenai tafsir ayat dan hadis terkait.

Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dengan penataan bangku yang memungkinkan interaksi dan observasi guru. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif diciptakan melalui sikap guru yang terbuka, menghargai pendapat peserta didik, dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua untuk berpartisipasi. Pemanfaatan proyektor atau papan tulis untuk menampilkan teks ayat dan hadis serta informasi penting lainnya mendukung visualisasi pembelajaran.
Pemanfaatan Digital Pemanfaatan proyektor untuk menampilkan teks Al-Qur'an, terjemahannya, dan hadis terkait. Guru dapat menggunakan aplikasi Al-Qur'an digital untuk menunjukkan bacaan tartil dan makhraj yang benar. Peserta didik dapat diminta mencari referensi tafsir singkat melalui internet dengan bimbingan guru.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
  • Menyapa dan menanyakan kabar peserta didik.
  • Melakukan apersepsi dengan bertanya tentang pemahaman awal mengenai pergaulan bebas dan konsekuensinya.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: memahami larangan pergaulan bebas dan zina dalam Al-Qur'an dan Hadis, serta mampu menghafal dan menuliskan ayatnya.
  • Menjelaskan kriteria penilaian (hafalan dan tulisan yang benar).
  • Melakukan asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab singkat mengenai pemahaman peserta didik terkait topik.
  • Menjawab salam dan menyampaikan kabar.
  • Menjawab pertanyaan apersepsi dengan antusias.
  • Menyimak tujuan pembelajaran.
  • Menyimak kriteria penilaian.
  • Menjawab pertanyaan diagnostik.
15 menit Keikutsertaan aktif dalam diskusi awal, jawaban pertanyaan diagnostik.
INTI - MEMAHAMI Bermakna, Menggembirakan
  • Mendemonstrasikan pembacaan Q.S. Al-Isra/17:32 dengan tartil, menjelaskan makhraj dan tajwidnya, serta menerjemahkannya.
  • Menyajikan teks hadis terkait larangan zina dan menjelaskan maknanya.
  • Membimbing peserta didik dalam mengidentifikasi makna penting dari ayat dan hadis tersebut, misalnya tentang larangan mendekati zina dan bahayanya.
  • Menyimak dan memperhatikan bacaan tartil guru.
  • Menyimak penjelasan makna ayat dan hadis.
  • Mengajukan pertanyaan jika ada yang kurang dipahami.
  • Mencatat poin-poin penting makna ayat dan hadis.
45 menit Catatan makna ayat dan hadis, pertanyaan yang diajukan.
INTI - MENGAPLIKASI Bermakna, Menggembirakan
  • Mendemonstrasikan cara menuliskan Q.S. Al-Isra/17:32 dan hadis terkait dengan benar.
  • Membimbing peserta didik dalam menghafal dan menuliskan ayat serta hadis secara individu.
  • Memberikan contoh penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) sederhana dengan membuat pseudocode atau flowchart dasar untuk algoritma menghafal ayat, contoh: "jika belum hafal, ulang bacaan; jika sudah hafal, lanjutkan ke hadis".
  • Mengaitkan pentingnya menjaga diri dari zina dengan konsep ketahanan diri dalam Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, di mana individu yang sehat mental dan spiritual berkontribusi pada ketahanan keluarga dan masyarakat.
  • Memperhatikan demonstrasi penulisan ayat dan hadis.
  • Berlatih menghafal dan menuliskan ayat serta hadis secara mandiri di buku catatan.
  • Mencoba membuat pseudocode sederhana untuk proses menghafal sesuai panduan guru.
  • Mendiskusikan secara singkat bagaimana menjaga diri dari zina dapat diibaratkan sebagai menjaga "sumber daya" diri agar tetap sehat dan kuat.
45 menit Hasil tulisan ayat dan hadis, pseudocode/flowchart sederhana.
INTI - MEREFLEKSI Berkesadaran, Bermakna
  • Memfasilitasi tanya jawab singkat untuk mengecek pemahaman hafalan dan tulisan.
  • Memberikan umpan balik konstruktif secara individual kepada peserta didik yang masih kesulitan.
  • Mengajukan pertanyaan reflektif: "Apa manfaat utama mempelajari larangan zina ini bagi kalian?", "Bagaimana kalian akan menerapkan pemahaman ini dalam kehidupan sehari-hari?".
  • Menunjukkan hasil hafalan dan tulisan kepada guru.
  • Menerima umpan balik dan mencoba memperbaiki kesalahan.
  • Menjawab pertanyaan reflektif, misalnya: "Agar terhindar dari dosa dan menjaga kehormatan diri.", "Dengan tidak bergaul bebas dan menjauhi hal-hal yang mendekati zina."
15 menit Jawaban reflektif lisan, perbaikan tulisan/hafalan.
PENUTUP Menggembirakan, Bermakna
  • Memberikan penguatan materi secara singkat.
  • Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.
  • Memberikan tugas lanjutan untuk menghafal dan menulis kembali ayat serta hadis di rumah sebagai persiapan pertemuan berikutnya.
  • Menyampaikan topik pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
  • Mengakhiri pelajaran dengan doa.
  • Menyimak penguatan materi.
  • Menerima apresiasi.
  • Mencatat tugas lanjutan.
  • Menyimak informasi pertemuan berikutnya.
  • Berdoa bersama.
15 menit Penyelesaian tugas lanjutan.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran
  • Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang pergaulan bebas, zina, dan ayat Al-Qur'an/hadis terkait.
  • Bentuk/Instrumen: Tanya jawab lisan (apersepsi dan diagnostik).
  • Teknik: Observasi partisipatif, tanya jawab langsung.
  • Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman awal peserta didik, kemampuan menjawab pertanyaan terkait topik.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengemukakan minimal satu poin pemahaman awal terkait topik atau menunjukkan ketertarikan untuk belajar.
  • Tindak Lanjut: Guru memetakan pemahaman awal untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan materi.
Asesmen pada Proses Pembelajaran
  • Tujuan: Memantau kemajuan peserta didik dalam menghafal dan menuliskan ayat Al-Qur'an dan hadis, serta memahami maknanya.
  • Bentuk/Instrumen: Observasi saat latihan menghafal dan menulis, tanya jawab singkat, hasil tulisan peserta didik, pseudocode/flowchart sederhana.
  • Teknik: Observasi, penilaian kinerja (menulis), asesmen formatif.
  • Bukti yang Dinilai: Kemampuan menghafal dan menulis ayat serta hadis, pemahaman makna, kemampuan membuat algoritma sederhana (KKA), keterkaitan konsep ketahanan diri (SIKAP).
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan progres dalam hafalan dan tulisan, dapat menjawab pertanyaan pemahaman makna, mampu membuat pseudocode/flowchart dasar, dan mengaitkan konsep SIKAP secara sederhana.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik konstruktif, bimbingan individual, dan remedial bagi yang kesulitan.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
  • Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu kemampuan menghafal dan menuliskan ayat Al-Qur'an (Q.S. Al-Isra/17:32) dan hadis terkait, serta pemahaman maknanya.
  • Bentuk/Instrumen: Unjuk kerja (hafalan dan tulisan), tanya jawab lisan (refleksi).
  • Teknik: Penilaian kinerja, asesmen sumatif formatif.
  • Bukti yang Dinilai: Akurasi hafalan dan tulisan, pemahaman makna, jawaban reflektif.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menuliskan Q.S. Al-Isra/17:32 dan hadis terkait dengan benar, serta dapat menjelaskan makna singkatnya dan menjawab pertanyaan reflektif dengan tepat.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan penguatan materi dan tugas lanjutan, serta merencanakan pengayaan atau remedial untuk pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik dapat menghafal dan menuliskan ayat Al-Qur’an tentang larangan pergaulan bebas dan zina (Q.S. Al-Isra/17:32) beserta hadis terkait dengan benar, serta mengidentifikasi maknanya secara singkat.

Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan Menulis Ayat Al-Qur'an (Q.S. Al-Isra/17:32) Tulisan ayat banyak kesalahan (harakat, huruf, susunan). Tulisan ayat memiliki beberapa kesalahan, namun makna umum masih dapat dipahami. Tulisan ayat Al-Qur'an benar sesuai dengan kaidah penulisan, tidak ada kesalahan berarti. Tulisan ayat Al-Qur'an benar, rapi, dan sesuai kaidah penulisan dengan sangat baik.
Kemampuan Menulis Hadis Terkait Tulisan hadis banyak kesalahan atau tidak lengkap. Tulisan hadis memiliki beberapa kesalahan, namun inti pesan masih dapat ditangkap. Tulisan hadis benar sesuai dengan teks yang diajarkan, tidak ada kesalahan berarti. Tulisan hadis benar, rapi, dan sesuai teks dengan sangat baik.
Kemampuan Menghafal Ayat Al-Qur'an (Q.S. Al-Isra/17:32) Belum mampu menghafal sama sekali atau sangat terbata-bata. Mampu menghafal sebagian ayat dengan bantuan atau beberapa kali pengulangan. Mampu menghafal Q.S. Al-Isra/17:32 dengan lancar tanpa bantuan. Mampu menghafal Q.S. Al-Isra/17:32 dengan tartil, lancar, dan benar.
Pemahaman Makna Singkat Tidak dapat menjelaskan makna ayat atau salah memberikan makna. Dapat menjelaskan sebagian makna ayat dengan contoh yang kurang tepat atau perlu bimbingan. Dapat menjelaskan makna singkat Q.S. Al-Isra/17:32 dan hadis terkait dengan jelas dan benar. Dapat menjelaskan makna singkat Q.S. Al-Isra/17:32 dan hadis terkait secara mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.

Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.

Cakap: Baik dan sesuai harapan.

Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

A. Badrul Munir, S.Ag

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.