PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 3 DARI 3
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Semester | XII / Genap |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan belajar peserta didik untuk pertemuan ini dinilai dari partisipasi dan hasil asesmen pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal tentang masa reformasi telah dibangun. Minat dapat ditingkatkan melalui pemilihan isu yang relevan dengan kehidupan mereka. Kebutuhan belajar akan dipetakan melalui observasi saat diskusi dan refleksi akhir. |
| Materi Pelajaran | Materi tentang peristiwa jelang reformasi dan perluasan akses pendidikan pada masa reformasi bersifat kompleks karena melibatkan dinamika politik, sosial, dan ekonomi. Relevansinya dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena membentuk fondasi Indonesia saat ini. Tingkat kesulitan moderat, membutuhkan analisis kritis. Potensi miskonsepsi terkait penyebab reformasi dan dampak kebijakan pendidikan perlu diatasi. Integrasi nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan kemajuan harus ditanamkan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Penalaran Kritis, Komunikasi, Keimanan dan Ketakwaan |
| Capaian Pembelajaran | Elemen Pemahaman Konsep Sejarah Indonesia: Menjelaskan sejarah pada Masa Reformasi; menerapkan proses berpikir sejarah, melakukan literasi sejarah, penelitian sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah melalui proses inkuiri; dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah untuk dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang. Elemen Keterampilan Proses Sejarah: Menerapkan secara spesifik keterampilan proses belajar sejarah mencakup keterampilan berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan keputusan, dan kebermaknaan peristiwa sejarah. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Materi tentang reformasi dan akses pendidikan dapat dikaitkan dengan ilmu sosial lainnya seperti Sosiologi (perubahan sosial), Ekonomi (kebijakan ekonomi dan dampaknya terhadap pendidikan), dan Politik (dinamika kekuasaan). Pemahaman data terkait akses pendidikan juga melibatkan numerasi. Dalam konteks ini, analisis data sederhana menggunakan prinsip-prinsip KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat membantu memvisualisasikan tren, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan melalui refleksi bagaimana kebijakan pendidikan di era reformasi juga mempertimbangkan ketahanan masyarakat, termasuk ketahanan pangan yang berkelanjutan. |
| Tujuan Pembelajaran | Peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman mengenai peristiwa jelang reformasi dan perluasan akses pendidikan dengan menyajikan analisis singkat mengenai keterkaitan antara reformasi politik dan kebijakan pendidikan, serta merefleksikan nilai-nilai penting dari proses tersebut, ditunjukkan melalui presentasi hasil diskusi kelompok dan jawaban pada lembar refleksi dengan kriteria ketuntasan minimal cakap. |
| Topik Pembelajaran | Peristiwa Jelang Reformasi dan Perluasan Akses Pendidikan |
| Praktik Pedagogis | Model: Contextual Teaching and Learning (CTL). Strategi: Pembelajaran berbasis masalah dan diskusi kelompok. Metode: Analisis Berita Lama, Presentasi Hasil Riset, Diskusi. Alasan Pemilihan: CTL relevan karena menghubungkan materi sejarah dengan konteks masa kini, mendorong pemahaman yang bermakna. Metode yang dipilih memungkinkan peserta didik untuk aktif menggali informasi, berdiskusi, dan mempresentasikan temuan mereka. Penerapan Sintaks Model: 1. Mengaktifkan Pengetahuan Awal: Melalui apersepsi singkat mengenai kondisi Indonesia sebelum reformasi. 2. Menghadirkan Konteks/Masalah Nyata: Menyajikan potongan berita atau data singkat mengenai tantangan pendidikan sebelum dan sesudah reformasi. 3. Melakukan Inkuiri dan Bertanya: Peserta didik merumuskan pertanyaan terkait hubungan reformasi politik dan kebijakan pendidikan. 4. Belajar Melalui Komunitas/Kolaborasi: Diskusi kelompok untuk menganalisis keterkaitan antara reformasi dan akses pendidikan. 5. Memberikan Pemodelan: Guru memberikan contoh analisis singkat atau cara menyajikan hasil diskusi. 6. Melakukan Refleksi: Peserta didik merefleksikan proses pembelajaran dan makna sejarah yang dipelajari. 7. Melaksanakan Asesmen Autentik: Melalui presentasi kinerja dan lembar refleksi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Kolaborasi dengan guru TIK untuk memfasilitasi pencarian sumber informasi digital yang relevan dan valid, serta dengan guru Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kualitas penyajian hasil analisis secara lisan maupun tulisan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, memanfaatkan sumber belajar digital (internet, perpustakaan digital), serta menumbuhkan budaya belajar yang saling menghargai dan aktif berpendapat. |
| Pemanfaatan Digital | Pemanfaatan internet untuk mencari berita atau artikel terkait masa reformasi dan kebijakan pendidikan, serta penggunaan platform presentasi digital sederhana jika memungkinkan. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | 1. Membuka pelajaran dengan salam dan doa. 2. Melakukan apersepsi singkat dengan menanyakan kondisi Indonesia sebelum reformasi. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian tentang reformasi dan akses pendidikan. 4. Menjelaskan kriteria penilaian (presentasi dan refleksi). | 1. Menjawab salam dan berdoa. 2. Menjawab pertanyaan apersepsi. 3. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. | 10 menit | Kehadiran dan partisipasi aktif dalam apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI | Berkesadaran, Bermakna | 1. Menyajikan potongan berita atau data singkat mengenai tantangan pendidikan sebelum dan sesudah reformasi. 2. Membimbing peserta didik merumuskan pertanyaan kunci terkait topik. 3. Membentuk kelompok diskusi dan memberikan arahan terkait analisis. | 1. Mencermati berita/data yang disajikan. 2. Merumuskan pertanyaan seperti: "Bagaimana reformasi politik berdampak pada akses pendidikan?", "Apa saja tantangan utama dalam perluasan akses pendidikan pasca-reformasi?". 3. Bergabung dengan kelompok diskusi. | 20 menit | Pertanyaan yang diajukan peserta didik. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Bermakna, Menggembirakan | 1. Memfasilitasi diskusi kelompok dengan memberikan panduan dan menjawab pertanyaan. 2. Mengingatkan peserta didik untuk mencatat poin-poin penting analisis. 3. Mempersiapkan peserta didik untuk presentasi. | 1. Dalam kelompok, menganalisis hubungan antara peristiwa jelang reformasi dan kebijakan yang berkaitan dengan perluasan akses pendidikan. 2. Mengidentifikasi minimal 2 kebijakan atau perubahan signifikan terkait akses pendidikan pasca-reformasi. 3. Mempersiapkan poin-poin utama untuk presentasi singkat. 4. Mengaplikasikan pemahaman dengan mencoba membuat visualisasi sederhana data akses pendidikan menggunakan prinsip dasar algoritma klasifikasi sederhana (misal: membandingkan data sebelum dan sesudah reformasi berdasarkan kategori). | 30 menit | Catatan hasil diskusi kelompok. Poin-poin presentasi. |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran, Bermakna | 1. Memimpin sesi presentasi hasil diskusi kelompok. 2. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi. 3. Mengarahkan peserta didik untuk mengisi lembar refleksi. | 1. Mempresentasikan hasil analisis kelompok secara singkat. 2. Menyimak presentasi kelompok lain dan memberikan tanggapan (jika ada). 3. Mengisi lembar refleksi mengenai pembelajaran hari ini, makna peristiwa reformasi bagi kehidupan berbangsa, serta tantangan dan harapan terkait akses pendidikan di masa kini. 4. Merefleksikan bagaimana isu ketahanan masyarakat, termasuk ketahanan pangan, dapat dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan yang lebih merata dan inklusif di era reformasi, serta potensi pemanfaatan data untuk analisis lebih lanjut. | 20 menit | Kualitas presentasi. Jawaban pada lembar refleksi. |
| PENUTUP | Berkesadaran, Menggembirakan | 1. Memberikan penguatan materi dan simpulan pembelajaran. 2. Memberikan umpan balik umum mengenai partisipasi dan hasil belajar. 3. Menyampaikan rencana tindak lanjut (pembelajaran selanjutnya atau tugas). 4. Menutup pelajaran dengan doa dan salam. | 1. Menyimak simpulan guru. 2. Menanggapi umpan balik guru. 3. Mencatat rencana tindak lanjut. 4. Menjawab salam. | 10 menit | Kehadiran dan kesiapan mengikuti pelajaran berikutnya. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan: Mengukur pengetahuan awal dan kesiapan peserta didik terkait masa reformasi dan isu pendidikan. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat saat apersepsi. Teknik: Observasi, Tanya Jawab. Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman awal peserta didik. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik dapat memberikan respons yang relevan terhadap pertanyaan apersepsi. Tindak Lanjut: Guru mencatat respon peserta didik untuk penyesuaian strategi pembelajaran. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan: Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan kolaborasi selama diskusi dan presentasi. Bentuk/Instrumen: Lembar observasi diskusi kelompok, penilaian presentasi lisan. Teknik: Observasi, Penilaian Kinerja. Bukti yang Dinilai: Partisipasi aktif dalam diskusi, kualitas analisis, kemampuan menyajikan hasil, dan kerja sama tim. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan kemampuan mengaplikasikan konsep dan menyajikan hasil diskusi kelompok sesuai rubrik. Tindak Lanjut: Umpan balik langsung selama diskusi dan setelah presentasi untuk perbaikan. |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan: Menilai pemahaman mendalam, kemampuan refleksi, dan pemaknaan materi pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Lembar Refleksi. Teknik: Penilaian Produk (tulisan reflektif), Self Assessment. Bukti yang Dinilai: Kedalaman refleksi, kemampuan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, dan pemaknaan nilai-nilai sejarah. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu merefleksikan materi dengan baik sesuai kriteria pada rubrik refleksi. Tindak Lanjut: Guru menggunakan hasil refleksi untuk memberikan umpan balik personal dan merencanakan tindak lanjut. |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman mengenai peristiwa jelang reformasi dan perluasan akses pendidikan dengan menyajikan analisis singkat mengenai keterkaitan antara reformasi politik dan kebijakan pendidikan, serta merefleksikan nilai-nilai penting dari proses tersebut, ditunjukkan melalui presentasi hasil diskusi kelompok dan jawaban pada lembar refleksi dengan kriteria ketuntasan minimal cakap.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan Menganalisis Keterkaitan Reformasi Politik dan Akses Pendidikan | Hanya menyebutkan adanya reformasi tanpa menjelaskan dampaknya pada pendidikan. | Menjelaskan dampak reformasi pada pendidikan secara umum, namun kurang spesifik pada kebijakan. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 kebijakan atau perubahan signifikan terkait akses pendidikan pasca-reformasi dan menjelaskan keterkaitannya dengan reformasi politik. | Mampu menganalisis secara mendalam dampak reformasi politik terhadap berbagai aspek kebijakan pendidikan (kurikulum, pemerataan akses, kualitas) dengan contoh konkret. |
| Kualitas Penyajian Hasil Diskusi (Presentasi) | Penyampaian materi tidak jelas, kurang terstruktur, dan sulit dipahami. | Penyampaian materi cukup jelas namun kurang terstruktur, penggunaan bahasa kurang efektif. | Mampu menyajikan hasil analisis secara lisan dengan jelas, terstruktur, menggunakan bahasa yang baik, dan menjawab pertanyaan dasar. | Penyajian materi sangat baik, menarik, terstruktur, menggunakan bahasa yang tepat, mampu menjawab pertanyaan kompleks dengan argumen kuat. |
| Kedalaman Refleksi atas Makna Sejarah dan Nilai-Nilai Demokrasi | Refleksi sangat dangkal, hanya menyalin materi atau tidak relevan. | Refleksi mulai menunjukkan pemahaman, namun masih umum dan belum mendalam. | Mampu merefleksikan makna peristiwa reformasi dan nilai-nilai demokrasi secara pribadi dengan contoh yang relevan. | Mampu merefleksikan secara mendalam makna sejarah reformasi, menghubungkannya dengan isu-isu kontemporer, serta menunjukkan pemahaman kritis terhadap nilai-nilai demokrasi dan keadilan. |
| Keterlibatan dalam Diskusi Kelompok | Pasif, tidak memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok. | Memberikan kontribusi minimal, namun masih membutuhkan dorongan. | Aktif berpartisipasi dalam diskusi, memberikan ide, dan bekerja sama dengan anggota kelompok. | Menjadi motor penggerak diskusi, memberikan ide-ide inovatif, dan mampu memfasilitasi kerja sama tim. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan (mencapai batas minimum ketuntasan).
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |