IDENTITAS RPP
| Sekolah | : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | : Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | : Sejarah |
| Kelas/Semester | : XII / Genap |
| Alokasi Waktu | : 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan belajar peserta didik untuk pertemuan ini akan dipetakan melalui observasi partisipasi aktif dalam diskusi dan tanya jawab pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal mengenai sejarah reformasi akan digali melalui apersepsi. Minat belajar dapat ditingkatkan dengan menyajikan topik yang relevan dengan isu kekinian. Kebutuhan belajar yang beragam akan dipenuhi melalui variasi aktivitas dan pemberian kesempatan yang sama dalam berpendapat. Pemetaan dilakukan secara informal melalui pengamatan selama pembelajaran. |
| Materi Pelajaran | Materi tentang peristiwa jelang reformasi dan perluasan akses pendidikan memiliki relevansi tinggi dengan kehidupan nyata peserta didik, terutama terkait hak atas pendidikan dan proses demokrasi. Tingkat kesulitan materi moderat, membutuhkan kemampuan analisis kronologis dan sebab-akibat. Struktur materi mencakup latar belakang, peristiwa kunci, dan dampak. Miskonsepsi potensial meliputi penyederhanaan penyebab reformasi atau anggapan bahwa akses pendidikan hanya untuk kalangan tertentu. Integrasi nilai Pancasila dan karakter disiplin, tanggung jawab, serta kritis akan ditanamkan melalui pembahasan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Penalaran Kritis, Komunikasi, Keimanan dan Ketakwaan |
| Capaian Pembelajaran | Peserta didik mampu menjelaskan sejarah pada Masa Penjajahan Bangsa Barat, Perlawanan Rakyat Daerah Terhadap Penjajah, Pergerakan Kebangsaan Indonesia, Pendudukan Jepang, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, Masa Pemerintahan Sukarno, Masa Pemerintahan Suharto, dan Reformasi; menerapkan proses berpikir sejarah, melakukan literasi sejarah, penelitian sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah melalui proses inkuiri; dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah untuk dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pembelajaran mengenai Indonesia masa reformasi dan akses pendidikan sangat erat kaitannya dengan ilmu Sosiologi dalam memahami perubahan sosial, dan Ekonomi dalam menganalisis dampak kebijakan terhadap pembangunan. Selain itu, pemahaman tentang bagaimana data pendidikan dan isu-isu sosial dapat diolah menggunakan prinsip dasar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dan bagaimana perbaikan akses pendidikan berkontribusi pada ketahanan pangan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah relevansi penting dari Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. |
| Tujuan Pembelajaran | Melalui kegiatan diskusi dan analisis berita lama, peserta didik kelas XII mampu mengidentifikasi minimal tiga peristiwa penting menjelang era reformasi serta menjelaskan minimal dua bentuk perluasan dan perkembangan akses pendidikan yang terjadi pasca reformasi, dengan tingkat ketepatan minimal 80%. |
| Topik Pembelajaran | Peristiwa Jelang Reformasi dan Perkembangan Akses Pendidikan |
| Praktik Pedagogis |
Model: Contextual Teaching and Learning (CTL)
Metode: Analisis Berita Lama, Presentasi Hasil Riset, Diskusi Alasan Pemilihan: Model CTL relevan karena menghubungkan materi sejarah reformasi dengan konteks kehidupan nyata peserta didik, khususnya terkait akses pendidikan. Metode analisis berita lama dan diskusi memfasilitasi pendalaman konsep dan pengaplikasiannya secara kontekstual. Penerapan Sintaks Model:
|
| Kemitraan Pembelajaran | Kolaborasi dengan perpustakaan sekolah untuk penyediaan sumber bacaan berita lama atau arsip digital yang relevan. Komunikasi dengan guru TIK untuk pemanfaatan platform digital dalam berbagi temuan riset berita. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan memanfaatkan media digital (laptop, proyektor) untuk menampilkan berita lama dan data. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong setiap peserta didik untuk berpartisipasi aktif dan menghargai pendapat teman. |
| Pemanfaatan Digital | Penggunaan proyektor untuk menampilkan berita lama, artikel daring terkait reformasi, serta platform kolaborasi digital untuk berbagi hasil diskusi. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna |
|
|
15 menit | Kehadiran, Respon apersepsi, Antusiasme |
| INTI - MEMAHAMI | Berkesadaran, Bermakna |
|
|
30 menit | Identifikasi peristiwa kunci, Pertanyaan klarifikasi, Kontribusi dalam diskusi |
| INTI - MENGAPLIKASI | Bermakna, Menggembirakan |
|
|
25 menit | Rangkuman tertulis, Kualitas presentasi, Keterlibatan dalam tanya jawab, Desain pertanyaan sederhana KKA |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran, Menggembirakan |
|
|
15 menit | Catatan refleksi, Jawaban pertanyaan refleksi, Penerimaan umpan balik |
| PENUTUP | Bermakna |
|
|
5 menit | Ketercapaian simpulan, Kesiapan untuk pertemuan berikutnya |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
|
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
|
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
|
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Melalui kegiatan diskusi dan analisis berita lama, peserta didik kelas XII mampu mengidentifikasi minimal tiga peristiwa penting menjelang era reformasi serta menjelaskan minimal dua bentuk perluasan dan perkembangan akses pendidikan yang terjadi pasca reformasi, dengan tingkat ketepatan minimal 80%.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan mengidentifikasi peristiwa jelang reformasi | Mampu menyebutkan kurang dari 2 peristiwa penting. | Mampu menyebutkan 2 peristiwa penting dengan deskripsi yang kurang lengkap. | Mampu mengidentifikasi minimal 3 peristiwa penting dengan deskripsi yang cukup jelas. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 peristiwa penting dengan analisis mendalam mengenai penyebab dan dampaknya. |
| Kemampuan menjelaskan perkembangan akses pendidikan | Hanya menyebutkan secara umum tanpa contoh spesifik. | Mampu menjelaskan 1 bentuk perkembangan akses pendidikan dengan contoh yang kurang relevan. | Mampu menjelaskan minimal 2 bentuk perluasan dan perkembangan akses pendidikan dengan contoh yang relevan. | Mampu menjelaskan lebih dari 2 bentuk perkembangan akses pendidikan dengan analisis mendalam mengenai faktor pendukung dan hambatannya. |
| Keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok | Pasif dalam diskusi, jarang memberikan kontribusi ide. | Kadang memberikan ide, namun perlu dorongan untuk berpartisipasi. | Aktif memberikan ide dan merespon pendapat teman dalam diskusi. | Selalu aktif memberikan ide konstruktif, memfasilitasi diskusi, dan menghargai pendapat teman. |
| Kemampuan menyusun rangkuman analisis | Rangkuman tidak runtut, banyak kesalahan konsep. | Rangkuman cukup runtut, namun masih ada kekurangan dalam detail dan ketepatan konsep. | Rangkuman runtut, memuat poin-poin penting dengan ketepatan konsep yang baik. | Rangkuman sangat runtut, mendalam, memuat analisis kritis, dan bebas dari kesalahan konsep. |
| Kualitas presentasi | Penyampaian kurang jelas, tidak percaya diri, dan tidak sesuai alokasi waktu. | Penyampaian cukup jelas, namun kurang variatif dan kurang menguasai materi. | Penyampaian jelas, terstruktur, dan cukup menguasai materi sesuai alokasi waktu. | Penyampaian sangat jelas, menarik, percaya diri, menguasai materi secara mendalam, dan efektif dalam alokasi waktu. |
Keterangan:
Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
Cakap: Baik dan sesuai harapan (memenuhi kriteria minimum).
Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |