← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 4 dari 4 - Sejarah XII - Indonesia masa orde baru

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 4 DARI 4

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu Pertemuan 4 dari 4 · 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik: Kesiapan peserta didik dipetakan melalui asesmen diagnostik pada pertemuan awal. Pengetahuan awal mengenai Orde Baru sebagian telah dimiliki. Minat terhadap topik sejarah Orde Baru dapat ditingkatkan melalui penyajian materi yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan kini. Kebutuhan belajar peserta didik yang beragam akan diakomodasi melalui variasi aktivitas dan bentuk asesmen.
Materi Pelajaran: Materi mengenai masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) merupakan materi esensial yang menghubungkan periode sebelumnya dengan Orde Baru yang lebih dikenal. Relevansi kehidupan nyata terletak pada pemahaman akar kebijakan dan struktur kekuasaan yang masih berpengaruh hingga kini. Tingkat kesulitan materi moderat, memerlukan pemahaman kronologis dan analisis sebab-akibat. Miskonsepsi potensial meliputi penyederhanaan peralihan kekuasaan menjadi sekadar pergantian rezim tanpa memahami proses politik dan sosial yang kompleks. Integrasi nilai Pancasila, keadilan, dan demokrasi dapat ditanamkan melalui pemahaman dampak kebijakan Orde Baru.
Dimensi Profil Lulusan (DPL): Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi
Capaian Pembelajaran: Elemen Pemahaman Konsep Sejarah Indonesia: Menjelaskan sejarah pada Masa Pemerintahan Suharto; menerapkan proses berpikir sejarah, melakukan literasi sejarah, penelitian sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah melalui proses inkuiri; dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah untuk dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang.
Elemen Keterampilan Proses Sejarah: Menerapkan secara spesifik keterampilan proses belajar sejarah mencakup keterampilan berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan keputusan, dan kebermaknaan peristiwa sejarah.

DESAIN PEMBELAJARAN

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
  • Berkesadaran: Guru mengondisikan suasana kelas yang tenang dan fokus.
  • Bermakna: Mengaitkan materi dengan relevansi kekinian.
  • Menggembirakan: Memberikan apresiasi atas partisipasi sebelumnya.
  • Menyapa, mengecek kehadiran, dan mempersiapkan fisik-psikis peserta didik.
  • Melakukan apersepsi singkat dengan bertanya, "Apa yang paling Anda ingat dari pertemuan sebelumnya tentang masa transisi menuju Orde Baru?"
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengaplikasikan, menyajikan, dan merefleksikan materi masa transisi Orde Baru.
  • Menjelaskan kriteria penilaian untuk presentasi dan refleksi.
  • Menjawab salam, merespon pertanyaan apersepsi.
  • Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian.
10 menit Kehadiran, respon apersepsi.
INTI - MEMAHAMI
  • Berkesadaran: Fokus pada analisis dokumen.
  • Bermakna: Mengaitkan dokumen dengan konteks sejarah.
  • Menggembirakan: Kerja kelompok yang kooperatif.
  • Membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil (4-5 orang).
  • Mendemonstrasikan cara menganalisis dokumen sejarah yang relevan dengan masa transisi Orde Baru (misalnya, kutipan pidato, artikel koran lama, atau keputusan politik) dengan fokus pada minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci. Guru memberikan contoh singkat bagaimana mengidentifikasi poin-poin penting dan dampaknya.
  • Menjelaskan tugas kelompok: menganalisis dokumen yang diberikan dan mempersiapkan presentasi singkat (5 menit) mengenai temuan utama.
  • Membagikan lembar kerja berisi dokumen terpilih dan panduan analisis singkat.
  • Membentuk kelompok sesuai arahan guru.
  • Menyimak demonstrasi guru dan memahami panduan analisis.
  • Menerima lembar kerja dan bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis dokumen.
  • Mengidentifikasi minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci pada masa transisi menuju Orde Baru berdasarkan dokumen.
30 menit Hasil analisis dokumen awal dalam lembar kerja kelompok.
INTI - MENGAPLIKASI
  • Berkesadaran: Fokus pada penyajian yang jelas.
  • Bermakna: Menyampaikan hasil analisis secara efektif.
  • Menggembirakan: Apresiasi atas presentasi setiap kelompok.
  • Memfasilitasi jalannya presentasi setiap kelompok.
  • Memberikan bimbingan singkat jika ada kelompok yang kesulitan dalam penyajian.
  • Mengelola waktu presentasi agar sesuai alokasi.
  • Memandu sesi tanya jawab singkat setelah setiap presentasi.
  • Mempersiapkan presentasi singkat (5 menit) berdasarkan hasil analisis dokumen.
  • Mempresentasikan temuan utama mengenai kebijakan atau peristiwa kunci masa transisi Orde Baru di depan kelas.
  • Menjawab pertanyaan dari guru dan teman sekelas dengan percaya diri.
20 menit Video rekaman presentasi singkat, catatan guru saat presentasi.
INTI - MEREFLEKSI
  • Berkesadaran: Mengevaluasi proses belajar.
  • Bermakna: Mengaitkan pembelajaran dengan diri sendiri.
  • Menggembirakan: Merasa bangga atas pencapaian belajar.
  • Memandu sesi refleksi dengan memberikan pertanyaan panduan: "Apa hal paling menarik yang Anda pelajari hari ini?", "Bagaimana Anda mengaplikasikan pemahaman Anda tentang masa transisi ini?", "Apa yang bisa Anda perbaiki dalam proses belajar Anda selanjutnya terkait sejarah?"
  • Memberikan kesempatan peserta didik untuk menuliskan refleksi secara individu.
  • Mengintegrasikan pertanyaan terkait KKA dan SIKAP, contoh: "Bagaimana pemahaman Anda tentang kebijakan Orde Baru dapat memengaruhi cara kita memandang ketahanan pangan saat ini?" atau "Jika Anda diminta membuat simulasi sederhana (menggunakan pseudocode atau flowchart) tentang bagaimana informasi sejarah tentang masa transisi ini disebarkan, langkah apa saja yang akan Anda ambil?"
  • Menyimak pertanyaan panduan refleksi.
  • Menuliskan refleksi individu berdasarkan pertanyaan guru, termasuk keterkaitan dengan KKA dan SIKAP.
  • Mengevaluasi pemahaman diri, proses belajar, dan mengidentifikasi pembelajaran bermakna.
15 menit Hasil refleksi tertulis individu.
PENUTUP
  • Berkesadaran: Mengakhiri pembelajaran dengan baik.
  • Bermakna: Merangkum poin penting.
  • Menggembirakan: Memberikan apresiasi dan motivasi.
  • Memberikan penguatan singkat mengenai poin-poin kunci masa transisi Orde Baru yang telah dipresentasikan dan direfleksikan.
  • Memberikan umpan balik konstruktif secara umum terhadap pembelajaran hari ini.
  • Menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (jika ada) atau tugas tindak lanjut.
  • Mengucapkan terima kasih dan salam penutup.
  • Menyimak rangkuman guru.
  • Menanggapi umpan balik.
  • Mencatat tugas tindak lanjut jika ada.
  • Menjawab salam penutup.
5 menit Partisipasi dalam rangkuman dan tanggapan.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan Tindak Lanjut
Pada Awal Pembelajaran Mengukur pengetahuan awal dan kesiapan peserta didik terhadap materi masa transisi Orde Baru. Pertanyaan lisan singkat. Observasi, Tanya Jawab. Kemampuan menjawab pertanyaan apersepsi dan mengaitkan dengan materi sebelumnya. Peserta didik mampu memberikan respon yang relevan dan menunjukkan ingatan terhadap materi sebelumnya. Memberikan penguatan konsep dasar jika diperlukan.
Pada Proses Pembelajaran Menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis dokumen, mengaplikasikan konsep, dan bekerja sama dalam kelompok. (Assessment for learning) Lembar kerja analisis dokumen, Observasi saat diskusi kelompok dan presentasi. Analisis Dokumen, Kinerja (Presentasi), Observasi. Ketepatan identifikasi kebijakan/peristiwa kunci, kualitas analisis, kerjasama tim, kejelasan penyampaian presentasi. Kelompok mampu mengidentifikasi minimal 2 kebijakan/peristiwa kunci dan menyajikannya dengan cukup jelas. Kerjasama tim terlihat baik. Memberikan umpan balik individual/kelompok selama proses. Memberikan arahan tambahan jika ada kesulitan.
Pada Akhir Pembelajaran Menilai pemahaman mendalam, kemampuan refleksi, dan pencapaian tujuan pembelajaran. (Assessment of learning) Lembar refleksi tertulis, Hasil presentasi. Tes Tertulis (Refleksi), Kinerja (Presentasi). Kedalaman refleksi, kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan diri sendiri dan konteks yang lebih luas (termasuk KKA dan SIKAP), ketuntasan penyampaian materi presentasi. Peserta didik mampu menjelaskan minimal 2 kebijakan/peristiwa kunci masa transisi dan memberikan refleksi yang bermakna (minimal 75% mencapai kriteria cakap). Remedial bagi yang belum mencapai kriteria (misal: studi kasus tambahan). Pengayaan bagi yang sudah mahir (misal: membuat esai singkat tentang dampak kebijakan Orde Baru terhadap ketahanan pangan).

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman mengenai masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) dengan menganalisis minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci, menyajikan hasil analisisnya dalam bentuk presentasi singkat, serta merefleksikan pembelajaran yang diperoleh.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan Menganalisis Dokumen
(Mengidentifikasi kebijakan/peristiwa kunci)
Belum mampu mengidentifikasi kebijakan/peristiwa kunci dari dokumen, hanya menyebutkan topik umum. Mampu mengidentifikasi 1 kebijakan/peristiwa kunci, namun analisisnya kurang mendalam atau kurang relevan dengan konteks masa transisi. Mampu mengidentifikasi minimal 2 kebijakan/peristiwa kunci dari dokumen dengan analisis yang cukup relevan dan terstruktur. Mampu mengidentifikasi lebih dari 2 kebijakan/peristiwa kunci, dengan analisis yang mendalam, kritis, dan mampu mengaitkan dengan dampak lebih luas.
Kemampuan Menyajikan Hasil (Presentasi)
(Kejelasan dan kelengkapan penyampaian)
Penyampaian sangat tidak jelas, tidak terstruktur, dan tidak mencakup poin penting dari analisis. Penyampaian cukup jelas, namun kurang terstruktur atau belum mencakup semua poin penting dari analisis. Terlihat keraguan. Penyampaian jelas, terstruktur, dan mencakup poin-poin penting dari analisis. Peserta didik cukup percaya diri. Penyampaian sangat jelas, menarik, terstruktur, dan komprehensif, menunjukkan penguasaan materi. Peserta didik sangat percaya diri.
Kemampuan Refleksi
(Kedalaman dan keterkaitan pembelajaran)
Refleksi sangat singkat, hanya menyatakan "menyenangkan" atau "sulit" tanpa elaborasi makna. Refleksi menyebutkan apa yang dipelajari tetapi belum mampu mengaitkannya secara mendalam dengan diri sendiri atau konteks yang lebih luas. Refleksi mampu mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi atau relevansi kekinian (misalnya, terkait KKA atau SIKAP), menunjukkan pemahaman yang cukup baik. Refleksi sangat mendalam, mampu mengaitkan pembelajaran dengan pemahaman historis yang lebih luas, implikasi masa depan, dan menunjukkan wawasan kritis (termasuk terhadap KKA dan SIKAP).
Kolaborasi Kelompok
(Kerja sama dan kontribusi anggota)
Peserta didik tidak berkontribusi dalam kelompok atau cenderung pasif. Peserta didik berkontribusi namun kurang konsisten atau masih memerlukan banyak arahan. Peserta didik berkontribusi aktif, berbagi tugas, dan bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Peserta didik secara proaktif mendorong kolaborasi, memfasilitasi anggota lain, dan berkontribusi secara signifikan dalam mencapai tujuan kelompok.
* Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar. * Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan. * Cakap: Baik dan sesuai harapan. * Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Irianto Pontjowardoyo, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.