← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Sejarah XII - Indonesia masa orde baru

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Rombel XII
Tingkat/Fase XII / Fase F
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 3 dari 4
Tanggal/Rentang 2027-01-18 s.d. 2027-01-24
Topik Indonesia masa orde baru
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi kelompok dan analisis dokumen, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan kunci dan dua kelemahan signifikan pada masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) dengan tingkat akurasi minimal 80%, serta mampu menjelaskan keterkaitan antara kebijakan tersebut dengan program swasembada pangan sebagai bagian dari Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) nasional.
Asesmen Pertemuan Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
Alokasi Waktu RPP Pertemuan 3 dari 4 · 2 JP (90 menit)
Model Direct Instruction
Metode Analisis Dokumen, Presentasi, Diskusi
Dimensi Profil Lulusan Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi

ASESMEN AWAL (Formatif)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut untuk mengukur kesiapan dan mengidentifikasi miskonsepsi awal Anda mengenai masa transisi menuju Orde Baru.

  1. Siapakah tokoh utama yang sering dikaitkan dengan dimulainya Orde Baru di Indonesia?
  2. Apa yang Anda ketahui tentang istilah "Demokrasi Terpimpin" sebelum masa Orde Baru?
  3. Mengapa masa 1966-1967 dianggap sebagai masa transisi yang penting dalam sejarah Indonesia?
  4. Sebutkan satu masalah ekonomi besar yang dihadapi Indonesia pada akhir masa Orde Lama.
  5. Bagaimana menurut Anda hubungan antara stabilitas politik dan ketahanan pangan suatu negara?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban 1: Soeharto. Interpretasi: Mengukur pengetahuan dasar mengenai tokoh sentral.
  • Jawaban 2: Sistem pemerintahan yang berpusat pada presiden, pembatasan peran partai politik, dan pengaruh kuat militer. Interpretasi: Mengukur pemahaman konsep politik sebelumnya yang menjadi latar belakang Orde Baru.
  • Jawaban 3: Masa peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto, disertai perubahan fundamental dalam sistem politik dan ekonomi. Interpretasi: Mengukur pemahaman tentang signifikansi periode ini.
  • Jawaban 4: Hiperinflasi, kelangkaan barang, utang luar negeri yang tinggi, kemiskinan. Interpretasi: Mengukur pemahaman tentang kondisi ekonomi yang perlu diperbaiki.
  • Jawaban 5: Stabilitas politik yang baik cenderung mendukung pengelolaan sumber daya pangan yang lebih efektif dan terencana, serta mengurangi gangguan pada produksi dan distribusi. Interpretasi: Mengukur koneksi awal siswa antara politik dan ketahanan pangan, mengaitkan dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP).

Asesmen ini bersifat formatif dan tidak menjadi nilai akhir. Hasilnya digunakan untuk memetakan kesiapan belajar siswa.


ASESMEN PROSES (Formatif)

Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan

Petunjuk: Berikan tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan observasi Anda terhadap peserta didik selama kegiatan pembelajaran.

No Aspek yang Diobservasi Tingkat Pencapaian Catatan Umpan Balik
Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten
1 Penalaran Kritis: Menganalisis dokumen sejarah dengan cermat dan logis.
2 Komunikasi: Menyampaikan pendapat dan argumen secara jelas dan terstruktur saat diskusi.
3 Kolaborasi: Berkontribusi aktif dalam kelompok, menghargai pendapat teman, dan bekerja sama mencapai tujuan.
4 Pemahaman Konsep: Mampu mengidentifikasi kebijakan kunci dan kelemahan masa transisi Orde Baru.

Pertanyaan Exit Ticket (Formatif)

Petunjuk: Jawablah dua pertanyaan singkat berikut sebelum mengakhiri pelajaran.

  1. Sebutkan satu hal baru yang Anda pelajari hari ini tentang masa transisi menuju Orde Baru.
  2. Bagaimana kebijakan pada masa transisi tersebut dapat mempengaruhi program ketahanan pangan (SIKAP) di masa mendatang?

ASESMEN AKHIR (Sumatif)

Petunjuk: Jawablah seluruh pertanyaan dengan tepat dan cermat.

Soal Pilihan Ganda (5 Butir)

  1. Kebijakan utama yang menjadi dasar pembentukan Orde Baru adalah tuntutan untuk:
    a. Memperkuat peran militer dalam pemerintahan
    b. Mengembalikan stabilitas politik dan ekonomi
    c. Melanjutkan program revolusi Soekarno
    d. Membangun hubungan baik dengan negara-negara komunis
  2. Salah satu kelemahan signifikan pada masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) adalah:
    a. Tingginya tingkat partisipasi politik masyarakat
    b. Stabilitas ekonomi yang sudah tercapai
    c. Munculnya ketidakpastian politik dan sosial
    d. Penguatan lembaga-lembaga demokrasi
  3. Program swasembada pangan yang menjadi salah satu fokus Orde Baru erat kaitannya dengan upaya penguatan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) nasional. Kebijakan yang mendukung hal ini antara lain:
    a. Peningkatan impor beras secara besar-besaran
    b. Pembangunan pabrik tekstil modern
    c. Intensifikasi pertanian melalui program BIMAS
    d. Pembatasan lahan pertanian untuk rakyat
  4. Analisis dokumen sejarah terkait masa transisi Orde Baru dapat dibantu dengan pemahaman dasar mengenai algoritma, misalnya menggunakan pseudocode untuk mengurutkan kejadian penting. Jika kita ingin mengurutkan kebijakan berdasarkan dampaknya terhadap ketahanan pangan, urutan yang paling logis adalah:
    a. Pembangunan industri berat, lalu intensifikasi pertanian
    b. Stabilisasi ekonomi, lalu program pangan
    c. Peningkatan ekspor non-migas, lalu reformasi agraria
    d. Devaluasi rupiah, lalu pembangunan infrastruktur
  5. Dalam konteks penguatan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP), kebijakan masa transisi Orde Baru yang berfokus pada stabilisasi ekonomi bertujuan untuk:
    a. Menurunkan harga komoditas ekspor
    b. Meningkatkan daya beli masyarakat terhadap pangan
    c. Mengurangi subsidi untuk petani
    d. Membatasi produksi pangan lokal

Soal Jawaban Singkat (3 Butir)

  1. Sebutkan dua tuntutan utama dari mahasiswa pada masa demonstrasi menjelang akhir Orde Lama yang kemudian menjadi landasan bagi Orde Baru!
  2. Jelaskan secara singkat mengapa stabilisasi ekonomi menjadi prasyarat penting sebelum program-program pembangunan (termasuk pangan) dapat berjalan efektif di masa Orde Baru!
  3. Bagaimana penerapan prinsip Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam klasifikasi data dapat membantu analisis tren kebijakan Orde Baru terkait ketahanan pangan? Berikan satu contoh konkret.

Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Butir)

  1. Analisis dan jelaskan keterkaitan antara kebijakan "Dwifungsi ABRI" pada masa awal Orde Baru dengan upaya penguatan stabilitas nasional yang pada gilirannya berpotensi mempengaruhi Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) di daerah pedesaan Tuban.
  2. Bayangkan Anda adalah seorang perencana di Kementerian Pertanian era transisi Orde Baru. Berdasarkan dokumen sejarah yang Anda pelajari, rancanglah sebuah "decision tree" sederhana yang mengilustrasikan langkah-langkah prioritas dalam mengatasi krisis pangan dan mulai membangun ketahanan pangan nasional. Sertakan minimal tiga cabang keputusan utama.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi tuntutan utama pembentukan Orde Baru. Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Mengidentifikasi salah satu kelemahan signifikan masa transisi Orde Baru. Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) C2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Menjelaskan keterkaitan kebijakan Orde Baru dengan program swasembada pangan (SIKAP). Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) & Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) C3 (Mengaplikasi) Pilihan Ganda 3
4 Menjelaskan penerapan konsep algoritma (pseudocode) dalam analisis sejarah terkait kebijakan pangan. Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) & Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) C3 (Mengaplikasi) Pilihan Ganda 4
5 Menjelaskan tujuan stabilisasi ekonomi untuk ketahanan pangan (SIKAP). Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) & Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) C3 (Mengaplikasi) Pilihan Ganda 5
6 Mengidentifikasi dua tuntutan mahasiswa yang mendasari Orde Baru. Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) C2 (Memahami) Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan pentingnya stabilisasi ekonomi untuk program pembangunan pangan (SIKAP). Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) & Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) C3 (Mengaplikasi) Jawaban Singkat 7
8 Menjelaskan penerapan KKA (klasifikasi data) dalam analisis tren kebijakan Orde Baru terkait ketahanan pangan. Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) & Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) C4 (Menganalisis) Jawaban Singkat 8
9 Menganalisis keterkaitan "Dwifungsi ABRI" dengan stabilitas nasional dan dampaknya pada Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP). Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) & Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) C4 (Menganalisis) Uraian 9
10 Merancang "decision tree" sederhana untuk prioritas penanganan krisis pangan dan pembangunan ketahanan pangan (SIKAP) menggunakan konteks sejarah. Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967) & Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) C5 (Mengevaluasi/Mencipta) Tugas Kontekstual 10

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

Pilihan Ganda

  • Soal 1: b (Skor: 5)
  • Soal 2: c (Skor: 5)
  • Soal 3: c (Skor: 5)
  • Soal 4: b (Skor: 5)
  • Soal 5: b (Skor: 5)

Jawaban Singkat

  • Soal 6: Jawaban minimal mencakup: 1. Tuntutan perbaikan ekonomi (turunkan harga), 2. Tuntutan pembubaran PKI. (Skor: 10)
  • Soal 7: Jawaban minimal mencakup: Stabilisasi ekonomi penting agar inflasi terkendali, daya beli masyarakat meningkat, dan anggaran negara memadai untuk dialokasikan pada program pembangunan, termasuk sektor pangan (SIKAP). (Skor: 15)
  • Soal 8: Jawaban minimal mencakup: KKA dalam klasifikasi data dapat mengelompokkan kebijakan berdasarkan dampaknya (positif/negatif) terhadap ketahanan pangan. Contoh: Algoritma klasifikasi dapat melatih model untuk membedakan kebijakan yang mendorong produksi pangan (misal: intensifikasi pertanian) dari kebijakan yang tidak relevan (misal: pembangunan industri non-pangan). (Skor: 15)

Uraian/Tugas Kontekstual

  • Soal 9: (Skor: 20)
    • Analisis Dwifungsi ABRI (Skor 5): Menjelaskan peran ganda militer sebagai alat pertahanan negara dan alat stabilitas sosial-politik.
    • Keterkaitan dengan Stabilitas Nasional (Skor 5): Menjelaskan bagaimana Dwifungsi ABRI digunakan untuk menekan potensi konflik, mengendalikan demonstrasi, dan menciptakan iklim politik yang kondusif.
    • Dampak pada Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) di pedesaan Tuban (Skor 10): Menjelaskan bahwa dengan stabilitas politik yang tercipta, pemerintah dapat lebih fokus pada program pembangunan ekonomi dan pertanian, termasuk program pangan (SIKAP) di daerah pedesaan. Stabilitas juga mengurangi gangguan pada aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen.
  • Soal 10: (Skor: 25)
    • Struktur Decision Tree (Skor 10): Terdapat minimal tiga cabang keputusan utama yang logis.
    • Prioritas Penanganan Krisis Pangan (Skor 5): Keputusan pertama fokus pada urgensi (misal: distribusi bantuan pangan darurat).
    • Pembangunan Ketahanan Pangan (SIKAP) (Skor 10): Keputusan selanjutnya mengarah pada solusi jangka panjang yang relevan dengan masa Orde Baru dan SIKAP (misal: intensifikasi pertanian, irigasi, penyuluhan, ketersediaan pupuk).

Total Skor Maksimal: 100

Rumus Nilai Akhir:

Nilai = (Total Skor Perolehan / Total Skor Maksimal) x 100


RUBRIK PENILAIAN KINERJA (Tugas Uraian/Kontekstual)

Indikator Penilaian Baru Memulai (1-3) Berkembang (4-6) Cakap (7-8) Mahir (9-10)
Kedalaman Analisis Keterkaitan Kebijakan (Soal 9) Kurang mampu menghubungkan Dwifungsi ABRI dengan stabilitas dan SIKAP. Mampu menghubungkan salah satu aspek saja secara parsial. Mampu menjelaskan keterkaitan antara Dwifungsi ABRI, stabilitas, dan dampaknya pada SIKAP, namun kurang mendalam. Menjelaskan keterkaitan Dwifungsi ABRI, stabilitas nasional, dan dampaknya pada Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) di pedesaan Tuban secara komprehensif dan logis.
Kelogisan Struktur dan Isi Decision Tree (Soal 10) Struktur tidak jelas, pilihan keputusan tidak relevan. Struktur dasar ada, tetapi pilihan keputusan kurang logis atau tidak lengkap. Struktur decision tree jelas, pilihan keputusan cukup logis dan relevan dengan materi. Merancang decision tree yang sangat logis, terstruktur, dengan pilihan keputusan yang relevan, inovatif, dan mencakup prioritas krisis serta pembangunan SIKAP.
Penggunaan Konsep Sejarah dan Integrasi SIKAP/KKA Hanya menyebutkan istilah tanpa penjelasan relevansi. Menyebutkan beberapa istilah SIKAP/KKA tetapi koneksinya lemah. Menjelaskan relevansi SIKAP/KKA dengan konteks sejarah dengan baik. Mengintegrasikan konsep SIKAP dan KKA secara cerdas dan mendalam dalam analisis atau rancangan.
Kebenaran Konsep dan Ketepatan Bahasa Banyak kesalahan konsep dan bahasa. Beberapa kesalahan konsep dan bahasa yang mengganggu pemahaman. Konsep umumnya benar, bahasa cukup jelas dan tepat. Konsep akurat, bahasa jelas, tepat, dan efektif.

REKAP NILAI ASESMEN

No Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Awal (Formatif) Nilai Asesmen Proses (Observasi) Nilai Asesmen Akhir (Sumatif) Nilai Akhir Pertemuan Keterangan
1
2
3
4
5

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.