← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 3 dari 4 - Sejarah XII - Indonesia masa orde baru

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 3 DARI 4

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik: Kesiapan peserta didik dipetakan melalui asesmen awal pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal mengenai sejarah Indonesia umum diasumsikan memadai. Minat terhadap topik Orde Baru dapat bervariasi, sehingga diperlukan aktivitas yang menarik. Kebutuhan belajar beragam, sebagian mungkin memerlukan dukungan visual dan auditori, sementara yang lain lebih responsif terhadap diskusi atau analisis teks. Pemetaan kebutuhan dilakukan melalui observasi partisipatif dan pertanyaan reflektif di akhir sesi.
Materi Pelajaran: Materi "Indonesia masa orde baru" mencakup pengetahuan prosedural (kronologi, sebab-akibat) dan faktual (kebijakan, peristiwa, tokoh). Relevansi kehidupan nyata terlihat pada dampak kebijakan Orde Baru yang masih terasa hingga kini, baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun sosial. Tingkat kesulitan sedang, memerlukan analisis kritis terhadap sumber sejarah. Potensi miskonsepsi terkait generalisasi positif atau negatif terhadap Orde Baru perlu diantisipasi. Integrasi nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kritis sangat relevan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL): Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi
Capaian Pembelajaran: Pemahaman Konsep Sejarah Indonesia: Peserta didik mampu memahami masa transisi menuju orde baru tahun 1966-1967.
Keterampilan Proses Sejarah: Peserta didik mampu mengidentifikasi penguatan negara dan kelemahan kebijakan orde baru.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu: Pembelajaran mengenai Indonesia masa Orde Baru dapat dikaitkan dengan ilmu ekonomi melalui analisis kebijakan pembangunan dan dampaknya, serta sosiologi dalam memahami perubahan struktur sosial. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat dilakukan melalui pemanfaatan algoritma klasifikasi sederhana untuk mengkategorikan kebijakan Orde Baru berdasarkan dampaknya, sementara Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan dengan program swasembada pangan yang menjadi salah satu fokus Orde Baru, dengan menganalisis data produksi pangan masa itu.
Tujuan Pembelajaran: Melalui diskusi kelompok dan analisis dokumen, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan kunci dan dua kelemahan signifikan pada masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) dengan tingkat akurasi minimal 80%, serta mampu menjelaskan keterkaitan antara kebijakan tersebut dengan program swasembada pangan sebagai bagian dari Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) nasional.
Topik Pembelajaran: Masa Transisi Menuju Orde Baru (1966-1967)
Praktik Pedagogis: Model: Direct Instruction
Strategi: Pembelajaran eksplisit dan sistematis untuk penguasaan pengetahuan dan keterampilan analisis sejarah.
Metode: Analisis Dokumen, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab.
Alasan Pemilihan: Model Direct Instruction efektif untuk menyampaikan informasi kunci dan membimbing siswa dalam menganalisis dokumen sejarah terkait masa transisi Orde Baru yang kompleks. Metode analisis dokumen dan diskusi kelompok mendorong pemahaman mendalam dan kolaborasi.
Penerapan Sintaks Model:
  1. Menyampaikan tujuan dan menyiapkan murid: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan mengingatkan kembali konteks sejarah sebelumnya.
  2. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan: Guru memberikan contoh analisis singkat sebuah dokumen terkait transisi Orde Baru.
  3. Membimbing latihan: Peserta didik secara berkelompok menganalisis dokumen sejarah di bawah bimbingan guru.
  4. Memeriksa pemahaman dan memberikan umpan balik: Guru melakukan tanya jawab formatif dan memberikan umpan balik terhadap hasil analisis kelompok.
  5. Memberikan latihan lanjutan atau mandiri: Peserta didik merangkum hasil analisis mereka.
Kemitraan Pembelajaran: Dukungan dari guru TIK dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi akses ke sumber digital terkait dokumen Orde Baru. Kerjasama dengan perpustakaan sekolah juga penting untuk menyediakan referensi buku sejarah yang relevan dengan topik ini.
Lingkungan Pembelajaran: Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, memanfaatkan media visual (proyektor) dan sumber belajar digital. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong partisipasi aktif dan rasa ingin tahu peserta didik.
Pemanfaatan Digital: Penggunaan proyektor untuk menampilkan dokumen sejarah, video singkat (jika ada), dan platform diskusi online (jika diperlukan) untuk kolaborasi. Peserta didik dapat menggunakan gawai untuk mencari informasi tambahan terkait dokumen yang dianalisis.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(15 menit)
Berkesadaran: Membangun koneksi emosional dengan materi sejarah.
Bermakna: Mengaitkan peristiwa sejarah dengan kondisi saat ini.
Menggembirakan: Menciptakan suasana belajar yang positif.
  • Menyapa peserta didik dengan hangat.
  • Mengaitkan materi Orde Baru dengan isu-isu terkini melalui pertanyaan singkat (misal: "Bagaimana kebijakan pembangunan masa lalu mempengaruhi ekonomi kita sekarang?").
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan dan kriteria ketercapaiannya.
  • Melakukan apersepsi singkat tentang materi sebelumnya (akhiran Orde Lama).
  • Menjawab salam dan merespon pertanyaan apersepsi.
  • Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria keberhasilan.
  • Mengamati gambar/video singkat terkait masa transisi Orde Baru (jika ada).
15 menit Kehadiran dan partisipasi aktif dalam apersepsi dan penyampaian tujuan.
INTI - MEMAHAMI
(35 menit)
Berkesadaran: Fokus pada analisis kritis sumber sejarah.
Bermakna: Memahami konteks historis dan sosial kebijakan.
Menggembirakan: Kolaborasi yang membangun dalam kelompok.
  • Menjelaskan sintaks model Direct Instruction: Mendemonstrasikan cara menganalisis satu dokumen kunci (misal: Supersemar atau Dekrit 1966) dengan fokus pada konteks, pembuat, isi, dan implikasi.
  • Membimbing peserta didik dalam kelompok untuk menganalisis dokumen-dokumen yang berbeda terkait masa transisi menuju Orde Baru (misal: tuntutan rakyat, pembentukan kabinet, kebijakan ekonomi awal).
  • Memberikan panduan dalam mengidentifikasi kebijakan kunci dan kelemahan potensial dari dokumen tersebut.
  • Menyimak demonstrasi analisis dokumen oleh guru.
  • Secara berkelompok, menganalisis dokumen sejarah yang diberikan terkait masa transisi Orde Baru.
  • Mengidentifikasi kebijakan-kebijakan penting dan potensi kelemahan dari dokumen yang dianalisis.
  • Mencatat poin-poin penting dari analisis dokumen mereka.
35 menit Hasil analisis dokumen kelompok (catatan poin-poin penting).
INTI - MENGAPLIKASI
(25 menit)
Berkesadaran: Menerapkan pemahaman dalam diskusi.
Bermakna: Menghubungkan kebijakan Orde Baru dengan isu ketahanan pangan.
Menggembirakan: Berbagi pandangan dan belajar dari teman.
  • Memfasilitasi diskusi kelompok untuk menyajikan hasil analisis dokumen mereka.
  • Mengarahkan diskusi untuk mengaitkan kebijakan ekonomi awal Orde Baru dengan program swasembada pangan (sebagai bagian dari Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP)) yang menjadi salah satu fokus utama. Guru bisa memberikan contoh bagaimana impor pangan diatasi dan produksi dalam negeri ditingkatkan.
  • Mendorong peserta didik untuk memikirkan bagaimana algoritma sederhana KKA dapat digunakan untuk mengklasifikasikan dampak kebijakan tersebut (misal: kebijakan yang mendukung swasembada pangan vs. kebijakan yang tidak).
  • Mempresentasikan hasil analisis dokumen kelompok secara singkat.
  • Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas, mengemukakan pendapat mengenai kebijakan dan kelemahan Orde Baru.
  • Mendiskusikan keterkaitan kebijakan ekonomi Orde Baru dengan upaya swasembada pangan nasional.
  • Memikirkan secara sederhana bagaimana KKA dapat membantu mengkategorikan dampak kebijakan.
25 menit Partisipasi dalam diskusi kelas, gagasan yang disampaikan terkait kebijakan dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP), serta ide awal pemanfaatan KKA.
INTI - MEREFLEKSI
(10 menit)
Berkesadaran: Mengevaluasi proses belajar dan pemahaman diri.
Bermakna: Mengambil pelajaran dari pengalaman belajar.
Menggembirakan: Merasa puas dengan pencapaian belajar.
  • Memberikan pertanyaan reflektif: "Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang masa transisi Orde Baru?" atau "Apa tantangan terbesar dalam menganalisis dokumen sejarah?".
  • Memberikan umpan balik konstruktif terhadap partisipasi dan hasil kerja peserta didik selama sesi inti.
  • Menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk bertanya atau mengklarifikasi pemahaman mereka.
  • Menjawab pertanyaan reflektif guru.
  • Memberikan umpan balik singkat tentang proses pembelajaran hari ini.
  • Mengajukan pertanyaan jika ada hal yang belum dipahami.
10 menit Jawaban reflektif peserta didik, pertanyaan klarifikasi.
PENUTUP
(5 menit)
Berkesadaran: Menyadari pembelajaran yang telah dicapai.
Bermakna: Menghubungkan pembelajaran hari ini dengan materi selanjutnya.
Menggembirakan: Mengakhiri pembelajaran dengan positif.
  • Merangkum poin-poin kunci pembelajaran hari ini.
  • Memberikan penguatan positif atas usaha peserta didik.
  • Menyampaikan gambaran singkat tentang materi pertemuan selanjutnya (misal: kebijakan ekonomi Orde Baru yang lebih mendalam).
  • Mengucapkan salam penutup.
  • Menyimak rangkuman guru.
  • Menjawab salam penutup.
5 menit Kehadiran dan partisipasi dalam penutupan pembelajaran.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan Tindak Lanjut
Asesmen pada Awal Pembelajaran Menggali pengetahuan awal peserta didik tentang masa Orde Baru dan kesiapan belajar. Pertanyaan lisan singkat Tanya jawab Respon peserta didik terhadap pertanyaan apersepsi. Kemampuan mengaitkan materi Orde Baru dengan konteks sejarah sebelumnya. Memberikan penguatan materi jika diperlukan.
Asesmen pada Proses Pembelajaran
  • Assessment for learning: Memantau pemahaman konsep masa transisi Orde Baru.
  • Assessment as learning: Mendorong peserta didik merefleksikan proses analisis mereka.
  • Lembar kerja analisis dokumen (terlampir).
  • Observasi partisipasi diskusi kelompok dan kelas.
  • Pertanyaan formatif selama pembelajaran.
  • Observasi.
  • Tanya jawab.
  • Analisis hasil kerja kelompok.
  • Ketepatan identifikasi kebijakan kunci dan kelemahan dalam analisis dokumen.
  • Kualitas partisipasi dalam diskusi.
  • Jawaban atas pertanyaan formatif.
  • Pemikiran awal tentang keterkaitan dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) dan ide pemanfaatan KKA.
  • Mampu mengidentifikasi minimal 2 kebijakan kunci dan 2 kelemahan dengan tingkat akurasi 70%.
  • Partisipasi aktif dan konstruktif dalam diskusi.
  • Menunjukkan pemahaman awal tentang keterkaitan materi dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) dan KKA.
  • Umpan balik lisan dan tertulis untuk kelompok.
  • Penguatan konsep melalui tanya jawab tambahan.
  • Bagi yang belum mencapai kriteria, diberikan bimbingan tambahan pada pertemuan berikutnya.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Assessment of learning: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran spesifik pertemuan ini. Rangkuman singkat hasil analisis kelompok dan partisipasi diskusi. Penilaian kinerja (diskusi dan analisis). Catatan guru mengenai kualitas analisis dokumen, kontribusi dalam diskusi, dan pemahaman konsep. Kemampuan menjelaskan minimal 2 kebijakan kunci dan 2 kelemahan pada masa transisi Orde Baru, serta mengaitkannya secara sederhana dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) dan ide pemanfaatan KKA.
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
  • Peserta didik yang belum mencapai kriteria akan mendapatkan program remedial atau pengayaan pada pertemuan selanjutnya.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan kunci dan dua kelemahan signifikan pada masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) dengan tingkat akurasi minimal 80%, serta mampu menjelaskan keterkaitan antara kebijakan tersebut dengan program swasembada pangan sebagai bagian dari Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) nasional.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Identifikasi Kebijakan Kunci Masa Transisi Orde Baru Belum mampu mengidentifikasi kebijakan kunci atau hanya menyebutkan satu kebijakan secara umum. Mampu mengidentifikasi satu kebijakan kunci dengan sedikit deskripsi, atau mengidentifikasi dua kebijakan namun kurang relevan. Mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan kunci masa transisi Orde Baru dengan deskripsi yang cukup jelas. Mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan kunci masa transisi Orde Baru secara akurat dan mendetail, serta menjelaskan konteksnya.
Identifikasi Kelemahan Kebijakan Masa Transisi Orde Baru Kesulitan mengidentifikasi kelemahan kebijakan, hanya menyebutkan "situasi sulit". Mampu mengidentifikasi satu kelemahan kebijakan secara umum, namun kurang spesifik atau kurang relevan. Mampu mengidentifikasi minimal dua kelemahan kebijakan masa transisi Orde Baru dengan penjelasan yang memadai. Mampu mengidentifikasi minimal dua kelemahan kebijakan masa transisi Orde Baru secara akurat, menganalisis akar masalahnya, dan memberikan contoh.
Keterkaitan dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) Tidak dapat mengaitkan kebijakan Orde Baru dengan isu pangan. Menyebutkan program pangan secara umum tanpa koneksi langsung dengan kebijakan yang dibahas. Mampu menjelaskan keterkaitan minimal satu kebijakan dengan upaya swasembada pangan nasional pada masa transisi Orde Baru. Mampu menjelaskan keterkaitan berbagai kebijakan masa transisi Orde Baru dengan program swasembada pangan dan dampaknya secara komprehensif.
Pemikiran Awal tentang Pemanfaatan KKA Belum memiliki ide sama sekali tentang pemanfaatan teknologi atau AI. Menyebutkan penggunaan teknologi secara umum tanpa konteks spesifik. Memberikan satu ide sederhana tentang bagaimana KKA dapat membantu mengkategorikan kebijakan atau data terkait Orde Baru. Memberikan ide konkret tentang pemanfaatan KKA (misal: klasifikasi kebijakan berdasarkan dampak) yang relevan dengan materi sejarah.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Irianto Pontjowardoyo, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.