| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Nama Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Semester | XII / Genap |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan peserta didik dipetakan melalui asesmen awal pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal mengenai sejarah Indonesia secara umum diasumsikan sudah dimiliki. Minat terhadap topik Orde Baru akan digali melalui apersepsi. Kebutuhan belajar yang beragam diakomodasi melalui variasi aktivitas dan diferensiasi. Pemetaan kebutuhan dilakukan melalui observasi selama pembelajaran dan tanya jawab formatif. |
|---|---|
| Materi Pelajaran | Materi mengenai masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) merupakan materi sejarah faktual dan konseptual yang relevan dengan pembentukan Indonesia modern. Tingkat kesulitan moderat, membutuhkan kemampuan analisis sebab-akibat. Potensi miskonsepsi terkait dualisme kekuasaan dan proses pembentukan Orde Baru perlu diantisipasi. Integrasi nilai-nilai seperti kedewasaan berdemokrasi, tanggung jawab, dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan sangat penting untuk ditanamkan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi |
| Capaian Pembelajaran |
Elemen Pemahaman Konsep Sejarah Indonesia: Menjelaskan sejarah pada Masa Pemerintahan Suharto, menerapkan proses berpikir sejarah, melakukan literasi sejarah, penelitian sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah melalui proses inkuiri; dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah untuk dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang. Elemen Keterampilan Proses Sejarah: Menerapkan secara spesifik keterampilan proses belajar sejarah mencakup keterampilan berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan keputusan, dan kebermaknaan peristiwa sejarah. |
DESAIN PEMBELAJARAN
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
1. Menyapa murid dengan hangat dan mengecek kehadiran. 2. Melakukan apersepsi singkat mengaitkan materi sebelumnya (akhir masa Orde Lama) dengan materi baru. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria keberhasilan secara jelas. 4. Memberikan motivasi dengan menayangkan gambar atau kutipan menarik terkait masa transisi Orde Baru. |
1. Menjawab salam dan merespon sapaan guru. 2. Menyimak apersepsi dan mencoba mengaitkan dengan pengetahuan sebelumnya. 3. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria keberhasilan. 4. Menunjukkan ketertarikan pada materi yang akan dipelajari. |
10 menit | Kehadiran, Respon apersepsi, Keterlibatan awal. |
| INTI - MEMAHAMI | Memahami, Bermakna |
1. Menyajikan materi mengenai latar belakang dan kronologi masa transisi 1966-1967 (misalnya, Supersemar, pembubaran PKI, dualisme pemerintahan) melalui presentasi yang didukung visual. 2. Menjelaskan inti dari dokumen-dokumen kunci (misal: kutipan Supersemar, MPRS No. XII/MPRS/1966) yang relevan dengan masa transisi. 3. Memandu murid dalam mengidentifikasi minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci yang paling signifikan dalam proses transisi menuju Orde Baru. |
1. Menyimak penjelasan guru, mencatat poin-poin penting. 2. Membaca dan menganalisis kutipan dokumen yang diberikan guru. 3. Mengidentifikasi dan mendiskusikan dua kebijakan/peristiwa kunci yang paling berpengaruh pada masa transisi. |
35 menit | Catatan hasil analisis dokumen, Keaktifan dalam diskusi identifikasi kebijakan/peristiwa. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Mengaplikasi, Bermakna |
1. Membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk menganalisis dampak dari kebijakan atau peristiwa kunci yang telah diidentifikasi. 2. Memberikan panduan pertanyaan untuk analisis, misalnya: "Bagaimana kebijakan ini memperkuat atau melemahkan posisi kekuasaan?", "Apa implikasi jangka pendek dan panjangnya bagi masyarakat?". 3. Meninjau pekerjaan kelompok, memberikan klarifikasi, dan memfasilitasi diskusi antar kelompok untuk membandingkan hasil analisis mereka. Guru dapat mengarahkan murid untuk memikirkan bagaimana data produksi pangan era tersebut (jika tersedia) dapat dijadikan indikator awal stabilitas ekonomi pasca-transisi, sebagai bagian dari pemahaman awal tentang Program SIKAP. |
1. Berkolaborasi dalam kelompok untuk menganalisis dampak kebijakan/peristiwa kunci. 2. Mendiskusikan pertanyaan panduan dan merumuskan jawaban berdasarkan analisis dokumen dan materi. 3. Mempersiapkan poin-poin utama hasil diskusi untuk berbagi dengan kelompok lain. Memikirkan kaitan antara stabilitas politik dan potensi ketahanan pangan. 4. Mulai berpikir tentang bagaimana data atau informasi historis dapat diolah menggunakan dasar-dasar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk mengidentifikasi pola atau tren. |
25 menit | Laporan hasil analisis kelompok (tertulis/lisan singkat), Keterlibatan dalam diskusi dan kolaborasi. |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran, Bermakna |
1. Memfasilitasi presentasi singkat perwakilan kelompok mengenai hasil analisis dampak kebijakan/peristiwa kunci. 2. Memberikan pertanyaan pemantik untuk refleksi, seperti: "Mengapa peristiwa ini penting dalam sejarah Indonesia?", "Apa pelajaran yang bisa diambil dari masa transisi ini?", "Bagaimana kita bisa menghindari kesalahan serupa di masa depan?". 3. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap analisis dan refleksi murid, serta mengaitkannya dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. |
1. Mempresentasikan hasil analisis kelompok. 2. Menyimak presentasi kelompok lain dan memberikan tanggapan konstruktif. 3. Melakukan refleksi individu atau kelompok terhadap pembelajaran, mengaitkan peristiwa sejarah dengan konteks masa kini. 4. Menjawab pertanyaan reflektif guru. |
15 menit | Hasil presentasi kelompok, Kualitas tanggapan dan pertanyaan reflektif, Catatan refleksi individu. |
| PENUTUP | Menggembirakan, Bermakna |
1. Menyimpulkan poin-poin kunci pembelajaran mengenai masa transisi menuju Orde Baru. 2. Memberikan apresiasi atas partisipasi dan usaha murid. 3. Memberikan umpan balik umum mengenai kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan berdasarkan observasi. 4. Menyampaikan informasi singkat mengenai materi pertemuan berikutnya dan tugas (jika ada). |
1. Menyimak kesimpulan guru. 2. Menyampaikan rasa terima kasih. 3. Menyimak umpan balik guru. 4. Mencatat informasi untuk pertemuan selanjutnya. |
5 menit | Kehadiran, Keaktifan, Catatan tindak lanjut. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Tujuan: Menggali pengetahuan awal murid tentang masa transisi menuju Orde Baru. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat (apersepsi). Teknik: Tanya Jawab. Bukti yang Dinilai: Keterlibatan dalam menjawab, akurasi informasi awal. Kriteria Keberhasilan: Murid mampu memberikan respon yang menunjukkan pemahaman dasar tentang periode tersebut. Tindak Lanjut: Guru memetakan tingkat pemahaman awal untuk menyesuaikan kedalaman materi. |
|---|---|
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
Tujuan: Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan kolaborasi selama pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Observasi keaktifan diskusi kelompok, Pertanyaan formatif selama presentasi dan diskusi, Hasil analisis dokumen kelompok. Teknik: Observasi, Tanya Jawab Lisan, Penilaian Produk Kelompok (analisis). Bukti yang Dinilai: Keterlibatan dalam diskusi, kualitas pertanyaan dan jawaban, ketepatan identifikasi kebijakan/peristiwa kunci, kedalaman analisis dampak, kolaborasi dalam kelompok. Kriteria Keberhasilan: Murid mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan/peristiwa kunci dan menganalisis dampaknya dengan dukungan bukti. Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik lisan/tertulis untuk perbaikan, mengklarifikasi miskonsepsi, dan memfasilitasi diskusi lebih lanjut. (Assessment for Learning) |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran mengenai pemahaman masa transisi Orde Baru. Bentuk/Instrumen: Refleksi singkat tertulis atau lisan, Jawaban atas pertanyaan pemantik refleksi. Teknik: Penilaian Kinerja (refleksi), Tanya Jawab Lisan. Bukti yang Dinilai: Kemampuan murid mengaitkan materi dengan konteks yang lebih luas, pemahaman pelajaran yang diambil, dan kesadaran diri terhadap proses belajar. Kriteria Keberhasilan: Murid mampu mengemukakan minimal satu pelajaran penting dari masa transisi atau relevansinya dengan masa kini. Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik untuk penguatan dan merencanakan tindak lanjut (pengayaan/remedial) jika diperlukan. (Assessment of Learning) |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu menjelaskan minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci yang menandai masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) dengan akurat.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan mengidentifikasi kebijakan/peristiwa kunci masa transisi. | Belum mampu mengidentifikasi kebijakan/peristiwa kunci, atau hanya menyebutkan secara umum tanpa spesifikasi. | Mampu mengidentifikasi satu kebijakan/peristiwa kunci, namun kurang akurat atau lengkap. | Mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan/peristiwa kunci yang relevan dengan masa transisi Orde Baru. | Mampu mengidentifikasi lebih dari dua kebijakan/peristiwa kunci dengan pemahaman mendalam tentang konteksnya. |
| Akurasi penjelasan mengenai kebijakan/peristiwa kunci. | Penjelasan sangat tidak akurat atau tidak relevan dengan masa transisi. | Penjelasan memiliki beberapa ketidakakuratan atau kurang detail mengenai kebijakan/peristiwa. | Penjelasan cukup akurat dan relevan mengenai kebijakan/peristiwa kunci yang diidentifikasi. | Penjelasan sangat akurat, rinci, dan mampu mengaitkan dengan konteks sejarah yang lebih luas. |
| Kemampuan menganalisis dampak kebijakan/peristiwa. | Tidak mampu menjelaskan dampak atau dampak yang disebutkan tidak relevan. | Mampu menyebutkan satu dampak, namun kurang jelas atau kurang didukung argumen. | Mampu menjelaskan dampak dari minimal satu kebijakan/peristiwa kunci dengan argumen yang logis. | Mampu menganalisis dampak dari dua kebijakan/peristiwa kunci secara komprehensif, dengan melihat aspek politik, sosial, atau ekonomi. |
| Keterlibatan dalam diskusi dan kolaborasi kelompok. | Pasif dalam diskusi, tidak berkontribusi pada tugas kelompok. | Mulai berpartisipasi dalam diskusi, namun kontribusinya terbatas. | Aktif berpartisipasi dalam diskusi, memberikan ide dan masukan yang konstruktif dalam kelompok. | Secara aktif memimpin diskusi, memfasilitasi kolaborasi, dan memastikan semua anggota kelompok berkontribusi. |
Keterangan:
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |