← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 1 dari 4 - Sejarah XII - Indonesia masa orde baru

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 1 DARI 4


IDENTITAS

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu Pertemuan 1 dari 4 · 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Kesiapan, pengetahuan awal, minat, dan kebutuhan belajar peserta didik kelas XII akan dipetakan melalui asesmen diagnostik di awal pembelajaran. Hal ini penting untuk menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih bermakna dan menggembirakan bagi seluruh peserta didik, termasuk yang memiliki latar belakang pengetahuan berbeda mengenai sejarah Orde Baru.
Materi Pelajaran Materi tentang "Indonesia masa orde baru" mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Relevansinya dengan kehidupan nyata terletak pada pemahaman akar permasalahan bangsa yang masih terasa dampaknya hingga kini. Tingkat kesulitan materi ini moderat, namun memerlukan pemahaman kronologis dan analitis. Potensi miskonsepsi dapat terjadi terkait persepsi tunggal tentang Orde Baru. Integrasi nilai dan karakter, seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, akan ditanamkan melalui diskusi dan analisis kritis.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi
Capaian Pembelajaran Elemen Pemahaman Konsep Sejarah Indonesia: Menjelaskan sejarah pada Masa Pemerintahan Suharto, dan Reformasi; menerapkan proses berpikir sejarah, melakukan literasi sejarah, penelitian sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah melalui proses inkuiri; dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah untuk dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang.

Elemen Keterampilan Proses Sejarah: Menerapkan secara spesifik keterampilan proses belajar sejarah mencakup keterampilan berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan keputusan, dan kebermaknaan peristiwa sejarah.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pemahaman mengenai masa Orde Baru dapat diperkaya melalui perspektif ekonomi terkait kebijakan pembangunan dan ketahanan pangan nasional, serta literasi data untuk menganalisis tren produksi pangan. Keterampilan berpikir komputasional melalui KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat digunakan untuk memvisualisasikan data historis atau membuat simulasi sederhana dampak kebijakan. Konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, seperti pemanfaatan lahan sekolah untuk kebun percontohan, dapat dikaitkan dengan upaya swasembada pangan masa Orde Baru.
Tujuan Pembelajaran Melalui presentasi singkat dan diskusi terbimbing, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci pada masa transisi menuju Orde Baru dengan tingkat akurasi yang memadai, sebagai dasar pemahaman konsep esensial Orde Baru.
Topik Pembelajaran Indonesia masa orde baru: Masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967)
Praktik Pedagogis Model: Direct Instruction
Strategi: Pembelajaran eksplisit dan sistematis untuk penguasaan konsep esensial.
Metode: Analisis Dokumen, Presentasi, Diskusi.
Alasan Pemilihan: Model Direct Instruction cocok untuk pengenalan konsep awal yang sistematis. Metode analisis dokumen dan presentasi akan membantu peserta didik memahami materi secara visual dan auditori, sementara diskusi memfasilitasi pemahaman mendalam dan kolaborasi. Sintaks model akan diterapkan secara bertahap: 1. Menyampaikan tujuan dan menyiapkan murid melalui apersepsi dan asesmen awal. 2. Mendemonstrasikan pengetahuan konsep kunci melalui presentasi singkat. 3. Membimbing latihan melalui diskusi dokumen. 4. Memeriksa pemahaman melalui tanya jawab. 5. Memberikan latihan lanjutan berupa penugasan reflektif.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru Sejarah lain atau guru bidang studi terkait (misalnya Ekonomi atau Sosiologi) dapat memperkaya pemahaman peserta didik mengenai konteks multidimensional masa Orde Baru. Dukungan dari perpustakaan sekolah untuk penyediaan sumber bacaan tambahan mengenai periode ini juga akan sangat membantu.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran akan dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, memanfaatkan media visual (proyektor, papan tulis) dan sumber belajar digital. Budaya belajar yang aman, inklusif, dan berpusat pada murid akan diciptakan melalui interaksi yang saling menghargai dan kesempatan yang sama bagi setiap peserta didik untuk berpartisipasi.
Pemanfaatan Digital Penggunaan proyektor untuk menampilkan materi presentasi, gambar-gambar historis, dan dokumen singkat. Peserta didik dapat memanfaatkan gawai (jika tersedia dan diizinkan) untuk mencari informasi tambahan terkait topik atau mengakses sumber digital yang direkomendasikan guru.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(Orientasi & Motivasi)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan 1. Membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami masa transisi menuju Orde Baru.
3. Melakukan apersepsi dengan pertanyaan pemantik: "Apa yang kalian ketahui tentang Orde Baru?"
4. Melaksanakan asesmen diagnostik awal terkait pengetahuan peserta didik tentang Orde Baru melalui kuis singkat (misalnya menggunakan Google Forms atau kuis lisan).
1. Menjawab salam dan berdoa.
2. Mendengarkan tujuan pembelajaran.
3. Menjawab pertanyaan pemantik berdasarkan pengetahuan awal.
4. Mengikuti asesmen diagnostik awal.
15 menit Hasil asesmen diagnostik awal (kuis/jawaban lisan).
INTI - MEMAHAMI
(Konsep Esensial)
Berkesadaran, Bermakna 1. Menyajikan materi inti tentang masa transisi menuju Orde Baru (1966-1967) melalui presentasi singkat yang berfokus pada peristiwa kunci (misalnya Supersemar, pembubaran PKI, pembentukan kabinet Ampera).
2. Menayangkan beberapa dokumen singkat atau foto relevan dari masa transisi.
3. Memfasilitasi diskusi kelompok kecil untuk menganalisis dokumen/foto dan mengidentifikasi kebijakan/peristiwa kunci. Guru berkeliling untuk membimbing dan menjawab pertanyaan.
1. Menyimak presentasi guru dan memperhatikan media visual.
2. Mengamati dan mendiskusikan dokumen/foto yang ditayangkan.
3. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci masa transisi.
40 menit Catatan hasil diskusi kelompok, identifikasi kebijakan/peristiwa kunci.
INTI - MENGAPLIKASI
(Analisis Kritis)
Bermakna, Menggembirakan 1. Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan secara singkat hasil diskusinya mengenai kebijakan/peristiwa kunci yang mereka identifikasi.
2. Memberikan umpan balik konstruktif dan mengklarifikasi jika ada kekeliruan.
3. Menjelaskan secara singkat bagaimana KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat digunakan untuk memvisualisasikan kronologi peristiwa atau menganalisis pola data historis sederhana terkait masa transisi, sebagai contoh bagaimana teknologi dapat membantu memahami sejarah.
1. Menyajikan hasil diskusi kelompok secara singkat.
2. Menerima umpan balik dan melakukan klarifikasi.
3. Menyimak penjelasan guru tentang potensi pemanfaatan KKA dalam studi sejarah.
20 menit Keaktifan presentasi, kualitas penyajian hasil diskusi.
INTI - MEREFLEKSI
(Refleksi & Koneksi)
Berkesadaran, Bermakna 1. Memandu peserta didik untuk merefleksikan makna penting masa transisi Orde Baru bagi perkembangan Indonesia.
2. Memberikan pertanyaan reflektif: "Mengapa memahami masa transisi ini penting untuk memahami Orde Baru secara keseluruhan?"
3. Mengaitkan materi dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dengan bertanya: "Bagaimana kebijakan pangan di masa transisi ini mungkin berbeda dengan program ketahanan pangan yang kita kenal sekarang, dan apa pelajaran yang bisa diambil?"
1. Merefleksikan makna penting masa transisi Orde Baru.
2. Menjawab pertanyaan reflektif secara individu atau kelompok.
3. Menghubungkan materi dengan konsep ketahanan pangan masa kini dan masa lalu.
10 menit Jawaban reflektif, keterkaitan konsep.
PENUTUP
(Kesimpulan & Tindak Lanjut)
Menggembirakan, Bermakna 1. Merangkum poin-poin kunci pembelajaran hari ini.
2. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.
3. Memberikan tugas singkat untuk pertemuan berikutnya (misalnya membaca materi tentang kebijakan ekonomi Orde Baru).
4. Menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
1. Menyimak rangkuman.
2. Menerima apresiasi.
3. Mencatat tugas untuk pertemuan berikutnya.
4. Menjawab salam.
5 menit Keterlibatan dalam kegiatan penutup.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang Orde Baru dan masa transisinya.
Bentuk/Instrumen: Kuis singkat (lisan atau tertulis via Google Form).
Teknik: Tes tertulis/lisan.
Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman konsep awal, identifikasi miskonsepsi potensial.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjawab minimal 50% pertanyaan dengan benar.
Tindak Lanjut: Guru mengidentifikasi topik yang perlu ditekankan kembali atau diklarifikasi selama pembelajaran (assessment for learning).
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik terhadap konsep esensial masa transisi Orde Baru.
Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi diskusi kelompok, hasil identifikasi kebijakan/peristiwa kunci.
Teknik: Observasi, penilaian kinerja kelompok.
Bukti yang Dinilai: Kemampuan analisis dokumen, kolaborasi dalam kelompok, identifikasi poin-poin penting.
Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci dengan justifikasi yang memadai.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung kepada kelompok dan secara umum kepada kelas untuk perbaikan (assessment as learning).
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran spesifik pertemuan ini.
Bentuk/Instrumen: Jawaban reflektif singkat tentang makna masa transisi dan keterkaitannya dengan program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan).
Teknik: Tes tertulis singkat.
Bukti yang Dinilai: Kemampuan merefleksikan makna sejarah, menghubungkan konsep sejarah dengan isu kontemporer.
Kriteria Keberhasilan: Jawaban reflektif menunjukkan pemahaman konsep dan relevansi materi.
Tindak Lanjut: Guru mencatat kemajuan belajar peserta didik sebagai dasar untuk pembelajaran selanjutnya (assessment of learning).

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci pada masa transisi menuju Orde Baru dengan tingkat akurasi yang memadai.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Identifikasi Kebijakan/Peristiwa Kunci Belum mampu mengidentifikasi kebijakan/peristiwa kunci, atau hanya menyebutkan satu tanpa konteks. Mampu mengidentifikasi satu kebijakan/peristiwa kunci dengan sedikit penjelasan, namun kurang akurat atau lengkap. Mampu mengidentifikasi minimal dua kebijakan atau peristiwa kunci masa transisi dengan penjelasan yang cukup akurat. Mampu mengidentifikasi lebih dari dua kebijakan/peristiwa kunci, menjelaskan secara rinci, dan menghubungkannya dengan konteks yang lebih luas.
Akurasi Informasi Informasi yang disampaikan mengandung banyak ketidakakuratan atau kesalahpahaman. Informasi yang disampaikan sebagian akurat, namun masih memerlukan klarifikasi atau koreksi. Informasi yang disampaikan sebagian besar akurat dan relevan dengan masa transisi Orde Baru. Informasi yang disampaikan sangat akurat, mendalam, dan didukung bukti yang kuat.
Kemampuan Analisis Dokumen/Visual Kesulitan dalam menarik kesimpulan dari dokumen/visual yang diberikan. Mampu menarik beberapa kesimpulan sederhana dari dokumen/visual, namun belum mendalam. Mampu menganalisis dokumen/visual untuk mengidentifikasi poin-poin penting terkait masa transisi. Mampu menganalisis dokumen/visual secara kritis, mengaitkannya dengan informasi lain, dan menarik kesimpulan yang bernas.
Partisipasi dalam Diskusi Kelompok Cenderung diam atau tidak berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok. Berpartisipasi dalam diskusi tetapi masih pasif atau kurang memberikan ide yang konstruktif. Berpartisipasi aktif dalam diskusi, memberikan ide, dan mendengarkan pendapat teman kelompok. Memimpin diskusi, memberikan ide-ide inovatif, memfasilitasi partisipasi anggota lain, dan berkontribusi signifikan pada hasil kelompok.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Irianto Pontjowardoyo, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.