ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Rombel | XII |
| Tingkat/Fase | XII / Fase F |
| Semester | Ganjil |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 3 dari 4 |
| Tanggal/Rentang | 2026-10-19 s.d. 2026-10-25 |
| Topik | Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Model | Cooperative Learning |
| Metode | Presentasi Kelompok, Diskusi Kelas, Pembuatan Poster |
| Dimensi Profil Lulusan | Kolaborasi, Penalaran Kritis, Kreativitas |
| Alokasi Waktu RPP | Pertemuan 3 dari 4 · 2 JP (90 menit) |
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
Tujuan: Memetakan pengetahuan awal, minat, dan kesiapan peserta didik terkait topik.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat (apersepsi dan pemantik).
Teknik: Observasi dan Tanya Jawab.
Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman awal, antusiasme, dan keterlibatan.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan respon yang relevan terhadap pertanyaan.
Tindak Lanjut: Guru menyesuaikan kedalaman penjelasan dan jenis aktivitas berdasarkan respon peserta didik (assessment for learning).
Pertanyaan Awal:
- Menurut Anda, mengapa Indonesia sering berganti sistem pemerintahan setelah kemerdekaan?
- Apa perbedaan paling mencolok yang Anda ingat antara masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin?
- Bagaimana peran partai politik dalam kedua sistem tersebut?
- Apakah ada potensi kesalahan dalam penerapan sistem demokrasi yang dapat dihindari?
- Sistem politik manakah yang menurut Anda paling sesuai untuk Indonesia saat ini, dan mengapa?
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban 1-3: Menilai pemahaman dasar tentang perubahan sistem politik pasca-kemerdekaan dan ciri khas masing-masing sistem. Jawaban yang mengarah pada ketidakstabilan, perpecahan ideologi, atau pengaruh asing menunjukkan kesadaran awal.
- Jawaban 4: Mengukur kemampuan berpikir kritis terhadap konsekuensi penerapan sistem politik. Jawaban yang merujuk pada pentingnya konsensus, stabilitas, atau adaptasi terhadap konteks lokal menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam.
- Jawaban 5: Mengukur minat dan kemampuan mengaitkan materi sejarah dengan isu kontemporer. Jawaban yang didukung alasan yang logis menunjukkan keterlibatan aktif.
Catatan: Jawaban pada asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, namun digunakan sebagai dasar penyesuaian pembelajaran.
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
Tujuan: Memantau pemahaman dan keterampilan peserta didik selama kegiatan pembelajaran.
Bentuk/Instrumen: Lembar Observasi Partisipasi Kelompok dan Pertanyaan Cek Pemahaman (Exit Ticket).
Lembar Observasi Partisipasi Kelompok:
| No | Nama Peserta Didik | Kolaborasi dalam Kelompok (Berbagi Ide, Mendengarkan) | Penalaran Kritis (Analisis Kasus, Pertanyaan Mendalam) | Kreativitas (Sumbangan Ide Poster, Solusi) | Catatan Umpan Balik | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | ||
| 1 | ||||||||||
| 2 |
Pertanyaan Cek Pemahaman (Exit Ticket):
- Sebutkan satu persamaan mendasar antara Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin yang Anda temukan.
- Apa tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia dalam menjalankan Demokrasi Terpimpin menurut kelompok Anda?
- Bagaimana penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat membantu analisis data historis mengenai dinamika politik pada masa tersebut?
- Jika dikaitkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, pelajaran apa yang bisa diambil dari ketidakstabilan politik pada masa Demokrasi Liberal terkait pengelolaan sumber daya?
- Apa satu hal baru yang Anda pelajari hari ini yang paling menarik?
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
Tujuan: Mengukur pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan konsep dinamika politik Indonesia dari Demokrasi Liberal ke Demokrasi Terpimpin.
Bentuk/Instrumen: Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, dan Uraian Kontekstual.
Soal Pilihan Ganda (5 Soal):
- Sistem pemerintahan yang berlaku pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia ditandai dengan:
a. Kekuasaan eksekutif yang dominan
b. Peran besar parlemen dalam pemerintahan
c. Stabilitas politik yang tinggi
d. Pemilu yang dilaksanakan secara rutin setiap lima tahun - Salah satu ciri utama Demokrasi Terpimpin yang membedakannya dari Demokrasi Liberal adalah:
a. Pembatasan peran Presiden
b. Penguatan fungsi Dewan Konstituante
c. Pengaruh ideologi yang semakin kuat dalam kebijakan negara
d. Kebebasan pers yang sangat luas - Pemberontakan yang terjadi pada masa Demokrasi Liberal umumnya didorong oleh faktor-faktor berikut, kecuali:
a. Ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah pusat
b. Perbedaan ideologi antar daerah
c. Pengaruh asing yang kuat
d. Kesenjangan ekonomi yang merata - Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menjadi penanda peralihan dari Demokrasi Liberal ke Demokrasi Terpimpin. Dampak langsung dari dekrit ini adalah:
a. Pembubaran partai-partai politik
b. Pemberlakuan kembali Undang-Undang Dasar 1945
c. Penguatan peran Angkatan Bersenjata
d. Pemilihan umum anggota Konstituante - Dalam konteks Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), analisis sentimen terhadap pidato-pidato Soekarno pada masa Demokrasi Terpimpin dapat memberikan wawasan tentang:
a. Stabilitas ekonomi negara
b. Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan
c. Perubahan retorika politik dan pengaruhnya
d. Efektivitas program pertanian nasional
Soal Jawaban Singkat (3 Soal):
- Sebutkan dua partai politik besar yang aktif pada masa Demokrasi Liberal dan memiliki basis massa yang kuat!
- Apa yang dimaksud dengan "Demokrasi Terpimpin" dalam konteks sejarah Indonesia?
- Bagaimana penerapan sistem informasi geografis (SIG) yang merupakan bagian dari Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat membantu pemetaan potensi pangan lokal di suatu daerah, mirip dengan bagaimana data historis politik dapat dianalisis?
Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal):
- Bayangkan Anda adalah seorang sejarawan yang sedang meneliti ketidakstabilan politik pada masa Demokrasi Liberal. Jelaskan bagaimana analisis data berulang (misalnya, frekuensi pemberitaan tentang pergantian kabinet) dapat dibantu oleh algoritma klasifikasi dalam Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Bandingkan dengan analisis data pertanian untuk Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dalam mengidentifikasi pola gagal panen.
- Buatlah sebuah poster sederhana yang membandingkan minimal tiga aspek kunci (misalnya: peran parlemen, kebebasan pers, stabilitas pemerintahan) antara Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin. Jelaskan secara singkat mengapa perbedaan-perbedaan tersebut penting dalam sejarah Indonesia.
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri utama sistem pemerintahan Demokrasi Liberal. | Demokrasi Liberal (sistem pemerintahan) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Membedakan ciri-ciri Demokrasi Terpimpin dengan Demokrasi Liberal. | Demokrasi Terpimpin (ciri khas) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Menjelaskan faktor penyebab ketidakstabilan pada masa Demokrasi Liberal. | Demokrasi Liberal (faktor ketidakstabilan) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Menjelaskan dampak langsung Dekrit Presiden 5 Juli 1959. | Peralihan Demokrasi Liberal ke Terpimpin (Dekrit Presiden) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Mengaitkan penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dengan analisis data politik historis. | Analisis Data Historis, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) | C3 (Mengaplikasi) | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menyebutkan partai politik penting pada masa Demokrasi Liberal. | Demokrasi Liberal (partai politik) | C1 (Mengingat) | Jawaban Singkat | 6 |
| 7 | Menjelaskan konsep Demokrasi Terpimpin. | Demokrasi Terpimpin (definisi) | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 7 |
| 8 | Mengaitkan penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dengan analisis data spasial untuk ketahanan pangan. | Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) | C3 (Mengaplikasi) | Jawaban Singkat | 8 |
| 9 | Menganalisis peran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam analisis data historis dan mengaitkannya dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan). | Analisis Data Historis, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) | C4 (Menganalisis) | Uraian Kontekstual | 9 |
| 10 | Membuat produk visual (poster) yang membandingkan dua sistem demokrasi dan menjelaskan signifikansinya. | Perbandingan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin | C3 (Mengaplikasi) / C4 (Menganalisis) | Uraian Kontekstual (Poster) | 10 |
KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN
Pilihan Ganda (Skor @5 poin):
- b
- c
- d
- b
- c
Jawaban Singkat (Skor @10 poin):
- Contoh: PNI, Masyumi, PKI, NU, PSI. (Sebutkan dua partai yang relevan).
- Demokrasi Terpimpin adalah sistem demokrasi di mana keputusan politik tertinggi berada di tangan pemimpin negara, namun tetap dalam kerangka konstitusional dan tujuan negara.
- Penerapan SIG dalam Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) memungkinkan analisis data spasial seperti jenis tanah, curah hujan, dan topografi untuk mengidentifikasi area potensial pertanian, memprediksi hasil panen, dan mengoptimalkan alokasi sumber daya, mirip dengan bagaimana data historis politik dapat dianalisis untuk memahami pola kekuasaan dan pengaruh.
Uraian Kontekstual (Skor @20 poin):
- Penilaian didasarkan pada kemampuan menjelaskan bagaimana algoritma klasifikasi (misalnya, analisis teks untuk mengidentifikasi tema berulang dalam pemberitaan, atau analisis pola waktu) dapat membantu sejarawan mengidentifikasi tren ketidakstabilan pada masa Demokrasi Liberal. Perbandingan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban harus logis, misalnya bagaimana analisis data cuaca historis atau data penggunaan pupuk dapat membantu memprediksi risiko gagal panen.
- Penilaian didasarkan pada:
- Kejelasan perbandingan minimal tiga aspek kunci.
- Akurasi informasi yang disajikan.
- Kreativitas dan estetika poster.
- Keterkaitan penjelasan dengan signifikansi historis.
Total Skor Maksimal:
Pilihan Ganda: 5 soal x 5 poin = 25 poin
Jawaban Singkat: 3 soal x 10 poin = 30 poin
Uraian Kontekstual: 2 soal x 20 poin = 40 poin
Total = 95 poin. (Penyesuaian dapat dilakukan agar total menjadi 100, misalnya satu soal uraian diberi bobot 25, atau ada penambahan soal kecil).
Rumus Nilai Akhir:
Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / Total Skor Maksimal) x 100
RUBRIK PENILAIAN POSTER (Soal Uraian No. 10)
| Indikator | Baru Memulai (0-5) | Berkembang (6-10) | Cakap (11-15) | Mahir (16-20) |
|---|---|---|---|---|
| Kejelasan Perbandingan (Minimal 3 Aspek) | Hanya 1-2 aspek yang dibandingkan, atau perbandingannya sangat umum. | Membandingkan 3 aspek, namun beberapa perbandingan kurang jelas atau kurang akurat. | Membandingkan 3 aspek dengan jelas dan sebagian besar akurat. | Membandingkan lebih dari 3 aspek atau 3 aspek dengan sangat jelas, akurat, dan mendalam. |
| Akurasi Informasi Historis | Informasi yang disajikan banyak yang tidak akurat atau keliru. | Sebagian informasi akurat, namun masih terdapat beberapa kesalahan konsep. | Sebagian besar informasi akurat dan sesuai dengan fakta sejarah. | Seluruh informasi yang disajikan sangat akurat dan didukung oleh pemahaman konsep yang kuat. |
| Kreativitas dan Estetika Visual | Desain poster sangat sederhana, tidak menarik, dan sulit dibaca. | Desain poster cukup menarik, namun penataan elemen kurang rapi atau warna kurang harmonis. | Desain poster menarik, penataan elemen rapi, dan mudah dibaca. | Desain poster sangat kreatif, inovatif, menarik secara visual, dan sangat mudah dipahami. |
| Penjelasan Signifikansi Historis | Penjelasan singkat dan tidak relevan dengan pentingnya perbedaan tersebut. | Penjelasan cukup relevan, namun kurang mendalam atau kurang meyakinkan. | Penjelasan relevan dan cukup baik dalam mengaitkan perbedaan dengan dampak sejarah. | Penjelasan sangat baik, mendalam, dan meyakinkan dalam mengaitkan perbedaan dengan signifikansi historis Indonesia. |
REKAP NILAI ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
| No | Nama Peserta Didik | Skor Soal 1-5 | Skor Soal 6-8 | Skor Soal 9 (Uraian) | Skor Soal 10 (Poster) | Total Skor | Nilai Akhir (x100) | Catatan Guru |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||||
| 2 |