← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 2 - Sejarah XII - Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Rombel XII
Tingkat/Fase XII / Fase F
Semester Ganjil
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 2 dari 4
Tanggal/Rentang 2026-10-12 s.d. 2026-10-18
Topik Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Asesmen Pertemuan Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
Alokasi Waktu RPP 2 JP (90 menit)
Model Cooperative Learning
Metode Presentasi Kelompok, Diskusi Kelas, Pembuatan Poster
Dimensi Profil Lulusan Kolaborasi, Penalaran Kritis, Kreativitas

TUJUAN TINDAK LANJUT

Dokumen ini berisi rencana tindak lanjut berdasarkan hasil asesmen formatif dan observasi pada pertemuan kedua dengan topik "Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin". Tindak lanjut ini bertujuan untuk memastikan seluruh peserta didik mencapai tujuan pembelajaran, yaitu mampu mengaplikasikan konsep demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin dalam konteks analisis perbandingan kebijakan politik melalui diskusi kelompok dengan tingkat keaktifan minimal 80%. Rencana ini mencakup strategi remedial, pengayaan, diferensiasi, dan refleksi guru untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya, dengan integrasi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

PEMETAAN HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK

Berdasarkan observasi keaktifan diskusi kelompok dan respons terhadap pertanyaan formatif mengenai konsep demokrasi liberal dan terpimpin:

Kategori Hasil Ciri Hasil Peserta Didik Kebutuhan Belajar Tindakan Guru
Baru Memulai Kesulitan mengidentifikasi perbedaan mendasar antara demokrasi liberal dan terpimpin; partisipasi sangat terbatas dalam diskusi. Penguatan konsep dasar, contoh konkret, dan bimbingan intensif dalam mengartikulasikan gagasan. Pendampingan individual, penyediaan materi bacaan yang lebih sederhana, latihan bertanya.
Berkembang Mulai memahami perbedaan, namun masih ragu dalam memberikan analisis mendalam; keaktifan cukup namun kadang kurang fokus. Latihan menganalisis kasus perbandingan, diskusi terarah, dan penguatan penalaran kritis. Pembentukan kelompok kecil untuk diskusi terfokus, pemberian pertanyaan pemicu analisis, fasilitasi diskusi antar kelompok.
Cakap Mampu mengidentifikasi perbedaan dan mulai menganalisis kebijakan; keaktifan baik dalam diskusi kelompok. Pengembangan kemampuan analisis kebijakan yang lebih kompleks dan menghubungkannya dengan konteks KKA (Koding Kecerdasan Artifisial) atau Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Tantangan analisis kasus lanjutan, diskusi tentang penerapan algoritma dasar dalam analisis data historis (KKA), atau studi kasus ketahanan pangan di era tersebut (SIKAP).
Mahir Mampu menganalisis kebijakan secara mendalam, kritis, dan menghubungkan antar konsep; keaktifan tinggi dan memimpin diskusi. Eksplorasi lanjutan, menghubungkan dengan isu kontemporer, atau pengembangan kreasi terkait topik. Tugas proyek riset mandiri, presentasi mendalam, atau simulasi kebijakan.

REMEDIAL

Peserta didik yang masuk kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan perlakuan remedial.

  • Fokus Indikator Belum Tercapai: Mengidentifikasi perbedaan konsep demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin, serta mengaplikasikannya dalam analisis perbandingan kebijakan politik sederhana.
  • Kegiatan Remedial:
    1. Sesi Penjelasan Ulang Konsep (15 menit): Guru menjelaskan kembali inti perbedaan demokrasi liberal (misal: pemilu multipartai, kebebasan pers) dan demokrasi terpimpin (misal: dominasi satu partai, peran presiden sentralistik) dengan menggunakan analogi sederhana dan visualisasi (misal: perbandingan sistem voting di game online yang berbeda).
    2. Analisis Kasus Sederhana (20 menit): Peserta didik diberikan dua kutipan berita singkat dari era demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin, kemudian diminta mengidentifikasi minimal dua ciri khas masing-masing era dan mendiskusikannya dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru.
    3. Latihan Formatif Singkat (10 menit): Peserta didik menjawab 3-5 pertanyaan pilihan ganda atau isian singkat yang fokus pada identifikasi ciri-ciri utama kedua sistem demokrasi.
  • Dukungan Bahan: Disediakan rangkuman materi yang lebih ringkas dan infografis perbandingan demokrasi liberal dan terpimpin.
  • Asesmen Ulang: Observasi partisipasi dalam diskusi kelompok kecil dan hasil latihan formatif singkat.

PENGAYAAN

Peserta didik yang masuk kategori "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan pengayaan.

  • Tantangan Pengayaan: Menganalisis keterkaitan antara sistem demokrasi liberal dan terpimpin dengan isu ketahanan pangan di Indonesia pada periode tersebut, serta mengeksplorasi potensi penerapan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam analisis data historis.
  • Kegiatan Pengayaan:
    1. Studi Kasus Terapan (30 menit): Peserta didik yang "Cakap" diberikan studi kasus tentang kebijakan pangan di era demokrasi liberal dan terpimpin, lalu diminta mengidentifikasi bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi stabilitas pasokan pangan lokal di Tuban (mengaitkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban).
    2. Proyek Mini Riset (45 menit): Peserta didik yang "Mahir" diminta merancang pseudocode sederhana untuk menganalisis tren kebijakan luar negeri (yang seringkali terkait dengan dukungan pangan) pada era demokrasi liberal dan terpimpin, menggunakan data hipotetis atau literatur yang tersedia. Mereka juga dapat mengeksplorasi bagaimana algoritma klasifikasi data dapat membantu mengidentifikasi pola-pola kebijakan pertanian pada kedua era tersebut.
    3. Diskusi Antar Kelompok Pengayaan (15 menit): Peserta didik saling berbagi temuan dan ide-ide inovatif mereka terkait KKA dan SIKAP.
  • Produk Pengayaan: Laporan singkat analisis studi kasus atau rancangan pseudocode/algoritma KKA.

DUKUNGAN DIFERENSIASI

Diferensiasi diterapkan pada proses dan produk pembelajaran.

  • Konten:
    • Siswa dengan kesiapan belajar rendah: Materi bacaan yang disederhanakan, contoh visual yang lebih banyak.
    • Siswa dengan minat belajar tinggi: Materi tambahan tentang tokoh-tokoh kunci atau peristiwa spesifik yang memicu perubahan demokrasi.
  • Proses:
    • Siswa yang membutuhkan dukungan: Pendampingan intensif saat diskusi, pertanyaan terstruktur.
    • Siswa yang mandiri: Kesempatan untuk memimpin diskusi kelompok kecil, mengeksplorasi sumber belajar tambahan.
  • Produk:
    • Siswa yang membutuhkan bimbingan: Poster yang lebih terstruktur dengan panduan poin-poin penting.
    • Siswa yang mahir: Poster yang lebih analitis, dapat berupa infografis digital atau presentasi singkat yang lebih mendalam tentang KKA atau SIKAP.
  • Lingkungan Belajar: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel untuk mendukung diskusi kelompok, penyediaan sudut baca dengan materi pendukung.
  • Dukungan Khusus: Bagi siswa yang memiliki kebutuhan belajar spesifik, guru akan memberikan instruksi yang lebih jelas dan waktu tambahan sesuai kebutuhan.

UMPAN BALIK

Umpan balik akan diberikan secara konstruktif dan spesifik.

  • Untuk kategori "Baru Memulai": "Saya melihat kamu masih kesulitan membedakan inti dari kedua sistem demokrasi. Coba perhatikan kembali perbedaan peran presiden dan parlemen pada setiap era. Mari kita diskusikan satu contoh bersama."
  • Untuk kategori "Berkembang": "Analisis awalmu sudah bagus dalam mengidentifikasi perbedaan. Untuk memperdalam, coba jelaskan lebih lanjut bagaimana kebijakan tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari, misalnya dalam hal akses pangan atau informasi."
  • Untuk kategori "Cakap": "Kemampuanmu dalam menganalisis kebijakan sudah baik. Tantangan berikutnya adalah menghubungkan kebijakan tersebut dengan bagaimana data historisnya bisa dianalisis menggunakan prinsip KKA (Koding Kecerdasan Artifisial), atau bagaimana dampaknya terhadap ketahanan pangan lokal kita seperti yang dipelajari dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban."
  • Untuk kategori "Mahir": "Analisismu sangat mendalam dan kritis. Untuk pengayaan, kamu bisa mengeksplorasi lebih jauh bagaimana algoritma machine learning saat ini dapat digunakan untuk memprediksi dampak kebijakan serupa di masa depan, atau bagaimana sistem lumbung desa tradisional yang dipelajari di SIKAP bisa diadaptasi dengan teknologi modern."

KOMUNIKASI

Komunikasi akan dilakukan secara berkala untuk mendukung kemajuan belajar peserta didik.

  • Guru akan berdiskusi dengan wali kelas untuk memantau perkembangan peserta didik yang memerlukan perhatian khusus, baik yang mengalami kesulitan maupun yang menunjukkan potensi luar biasa, dengan tetap menjaga kerahasiaan data peserta didik.
  • Jika diperlukan, guru akan menghubungi orang tua/wali peserta didik yang berada pada kategori "Baru Memulai" untuk mendiskusikan strategi dukungan belajar di rumah.

MONITORING

Nama Peserta Didik Indikator Belum Tercapai Tindakan Guru Waktu Pelaksanaan Hasil Tindak Lanjut Berikutnya
[Nama Siswa 1] Mengaplikasikan konsep dalam analisis perbandingan kebijakan politik Pendampingan intensif saat diskusi kelompok, pemberian pertanyaan pemicu Selama jam pelajaran [Hasil observasi: mulai memahami] Latihan analisis kasus yang lebih kompleks
[Nama Siswa 2] Keaktifan dalam diskusi kelompok Pembentukan kelompok heterogen, tugas spesifik dalam kelompok Selama jam pelajaran [Hasil observasi: partisipasi meningkat] Pemberian kesempatan memimpin bagian diskusi
[Nama Siswa 3] Menghubungkan konsep dengan KKA/SIKAP Pemberian studi kasus terapan terkait SIKAP Sesi pengayaan [Hasil observasi: antusiasme tinggi] Tugas proyek riset mini
[Nama Siswa 4] Analisis kebijakan yang mendalam Tantangan analisis kasus lanjutan Sesi pengayaan [Hasil observasi: mampu memberikan analisis kritis] Presentasi hasil analisis

REFLEKSI GURU

  1. Bagaimana keefektifan sintaks "Cooperative Learning" dalam mendorong kolaborasi dan pencapaian tujuan pembelajaran pada topik ini?
  2. Apakah integrasi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban relevan dan menarik bagi peserta didik? Bagaimana cara meningkatkannya?
  3. Strategi remedial dan pengayaan mana yang paling efektif untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran?
  4. Bagaimana umpan balik yang diberikan memengaruhi motivasi dan pemahaman peserta didik?
  5. Bagaimana saya dapat menyesuaikan metode pembelajaran di pertemuan selanjutnya berdasarkan observasi dan refleksi hari ini untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.