← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 1 - Sejarah XII - Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN PERTEMUAN 1

IDENTITAS ASESMEN • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN • Guru: Irianto Pontjowardoyo, S.Pd • Mata pelajaran: Sejarah • Kelas/Rombel: XII • Tingkat/Fase: XII / Fase F • Semester: Ganjil • Tahun pelajaran: 2026/2027 • Pertemuan: 1 dari 4 • Tanggal: 2026-10-05 • Topik: Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin • Fokus kegiatan: Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial. • Asesmen pertemuan: Asesmen diagnostik dan formatif awal. • Alokasi waktu: 2 JP (90 menit) • Model: Cooperative Learning • Metode: Diskusi Kelas, Tanya Jawab, Presentasi Singkat • Dimensi Profil Lulusan: Kolaborasi, Penalaran Kritis, Kreativitas

Tujuan Asesmen

1. Mengukur tingkat kesiapan awal peserta didik dalam memahami konsep demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin. 2. Mengidentifikasi miskonsepsi yang mungkin dimiliki peserta didik terkait kedua periode pemerintahan tersebut. 3. Memberikan umpan balik awal kepada peserta didik mengenai pemahaman mereka. 4. Menilai partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi sebagai bagian dari asesmen formatif awal. 5. Mengintegrasikan pemahaman tentang prinsip dasar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis data sejarah sederhana dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam konteks ketahanan pangan nasional pada masa lalu.

ASESMEN AWAL (Diagnostik)

*(Tidak menjadi nilai akhir, fokus pada kesiapan dan miskonsepsi)* Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jujur. 1. Sebutkan satu perbedaan mendasar antara sistem pemerintahan yang Anda ketahui sebelum reformasi dengan sistem pemerintahan saat ini! 2. Apa yang Anda pahami tentang istilah "demokrasi"? Berikan contoh negara yang menganut demokrasi. 3. Pernahkah Anda mendengar tentang periode "Demokrasi Liberal" di Indonesia? Jika ya, apa yang Anda ingat tentang periode tersebut? 4. Bagaimana menurut Anda kebijakan pemerintah di masa lalu dapat mempengaruhi ketahanan pangan suatu negara? Kaitkan dengan konsep dasar Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. 5. Jika kita ingin mengklasifikasikan data sejarah berdasarkan ciri-ciri tertentu (misalnya, jenis kebijakan, durasi pemerintahan), teknik dasar apa yang mungkin digunakan dalam KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial)? (Contoh: decision tree, klasifikasi). Kunci Jawaban dan Interpretasi: 1. Jawaban: Peserta didik mungkin menyebutkan perbedaan dalam kebebasan berpendapat, pemilihan umum, peran militer, atau sistem multipartai. • Interpretasi: Mengukur pengetahuan awal tentang perubahan sistem politik pasca-reformasi. 2. Jawaban: Peserta didik diharapkan memberikan definisi demokrasi dan contoh negara (misal: Indonesia, Amerika Serikat, dll.). • Interpretasi: Menilai pemahaman dasar tentang konsep demokrasi. 3. Jawaban: Peserta didik mungkin mengingat tentang kabinet yang sering jatuh, parlemen yang kuat, atau kebebasan pers yang relatif. • Interpretasi: Mengukur ingatan awal tentang ciri khas Demokrasi Liberal. 4. Jawaban: Peserta didik diharapkan mengaitkan kebijakan (pertanian, impor/ekspor pangan, subsidi) dengan ketersediaan pangan, stabilitas harga, dan akses pangan masyarakat. • Interpretasi: Menilai kemampuan menghubungkan kebijakan sejarah dengan konsep ketahanan pangan. 5. Jawaban: Peserta didik diharapkan menyebutkan teknik seperti klasifikasi, decision tree, atau algoritma pengelompokan data. • Interpretasi: Mengukur pemahaman dasar tentang aplikasi KKA dalam analisis data historis.

ASESMEN PROSES (Formatif Awal)

*(Lembar Observasi dan Exit Ticket)* Lembar Observasi Partisipasi Diskusi Kelas *Indikator:* Keaktifan bertanya, Keaktifan menjawab, Kemampuan menyampaikan pendapat, Kemampuan mendengarkan dan menanggapi. | Nama Peserta Didik | Keaktifan Bertanya | Keaktifan Menjawab | Kemampuan Menyampaikan Pendapat | Kemampuan Mendengarkan & Menanggapi | Catatan Umpan Balik Guru | | | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | | | | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | | | | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | | | ... | ... | ... | ... | ... | ... | Exit Ticket *(Diisi di akhir pembelajaran, untuk refleksi cepat)* 1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang Demokrasi Liberal atau Demokrasi Terpimpin adalah... 2. Satu pertanyaan yang masih saya miliki adalah... 3. Bagaimana penerapan prinsip KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) atau Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat membantu kita memahami sejarah?

ASESMEN AKHIR (Formatif)

*(Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pertemuan 1)* Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat, jawablah pertanyaan singkat, dan berikan uraian sesuai instruksi. A. Pilihan Ganda (5 Soal) 1. Periode Demokrasi Liberal di Indonesia ditandai dengan tingginya peran parlemen dan sering bergantinya kabinet. Ciri utama ini menunjukkan bahwa... a. Kekuasaan eksekutif sangat dominan. b. Sistem presidensial berjalan efektif. c. Sistem parlementer memiliki kelemahan dalam stabilitas pemerintahan. d. Partai politik tidak memiliki peran signifikan. 2. Salah satu ciri utama dari periode Demokrasi Terpimpin adalah... a. Pelaksanaan pemilihan umum yang bebas dan adil. b. Penguatan peran presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. c. Kebebasan pers yang sangat luas tanpa pembatasan. d. Keterlibatan masyarakat sipil yang dominan dalam pengambilan keputusan. 3. Dalam konteks sejarah Indonesia, kebijakan yang terkait dengan peningkatan produksi pangan nasional, seperti program intensifikasi pertanian, merupakan salah satu upaya untuk menjaga... a. Stabilitas politik internasional. b. Ketahanan ekonomi nasional. c. Ketahanan pangan nasional. d. Kemajuan teknologi industri. 4. Jika seorang sejarawan ingin menganalisis pola perubahan kebijakan luar negeri Indonesia dari masa Demokrasi Liberal ke Demokrasi Terpimpin menggunakan data historis, teknik dasar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang paling relevan untuk mengidentifikasi tren adalah... a. Computer Vision untuk analisis citra satelit. b. Regresi prediksi untuk memprediksi cuaca. c. Analisis data (misalnya, analisis sentimen dari dokumen) untuk mengidentifikasi perubahan pola. d. Otomasi sensor untuk pengukuran suhu. 5. Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin memiliki perbedaan fundamental dalam struktur kekuasaan. Perbedaan ini dapat dianalisis menggunakan model pengambilan keputusan. Mana yang lebih sesuai untuk Demokrasi Terpimpin? a. Flowchart yang menunjukkan proses persetujuan multipartai. b. Pseudocode yang menggambarkan sentralisasi instruksi dari pemimpin puncak. c. Algoritma klasifikasi yang membandingkan banyak input dari masyarakat. d. Diagram Venn untuk menggambarkan tumpang tindih kepentingan partai. B. Jawaban Singkat (3 Soal) 6. Sebutkan dua ciri utama dari periode Demokrasi Liberal di Indonesia! 7. Apa yang dimaksud dengan "Dekrit Presiden 5 Juli 1959" dan mengapa peristiwa ini menjadi penanda peralihan dari Demokrasi Liberal ke Demokrasi Terpimpin? 8. Jelaskan secara singkat bagaimana stabilitas politik pada suatu masa pemerintahan dapat mempengaruhi kemampuan negara dalam mencapai ketahanan pangan, hubungkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. C. Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal) 9. Bandingkan dan kontraskan dua perbedaan utama antara sistem pemerintahan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin di Indonesia, fokus pada aspek distribusi kekuasaan dan peran lembaga negara. 10. Bayangkan Anda adalah seorang pengembang sistem informasi sejarah. Jelaskan secara singkat bagaimana Anda akan menggunakan konsep dasar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) (misalnya, klasifikasi data atau analisis tren) untuk membantu siswa memahami perbedaan kebijakan ekonomi antara masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin. Anda bisa menggunakan analogi sederhana seperti "mengelompokkan data" atau "mencari pola".

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

| No | Tujuan/Indikator Pembelajaran | Materi Pokok | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal | | :-- | :----------------------------- | :----------- | :------------- | :---------- | :--------- | | 1 | Mengidentifikasi ciri utama Demokrasi Liberal. | Demokrasi Liberal | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 | | 2 | Mengidentifikasi ciri utama Demokrasi Terpimpin. | Demokrasi Terpimpin | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 2 | | 3 | Menjelaskan relevansi kebijakan sejarah dengan ketahanan pangan. | Sejarah & Ketahanan Pangan | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 3 | | 4 | Mengidentifikasi aplikasi dasar KKA dalam analisis data sejarah. | Sejarah & KKA | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 4 | | 5 | Menganalisis model pengambilan keputusan sesuai sistem pemerintahan. | Demokrasi Liberal & Terpimpin | C3 (Menerapkan) | Pilihan Ganda | 5 | | 6 | Menyebutkan minimal dua ciri utama Demokrasi Liberal. | Demokrasi Liberal | C1 (Mengingat) | Jawaban Singkat | 6 | | 7 | Menjelaskan signifikansi Dekrit Presiden 5 Juli 1959. | Demokrasi Terpimpin | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 7 | | 8 | Menjelaskan hubungan stabilitas politik dan ketahanan pangan, serta mengaitkannya dengan SIKAP. | Sejarah, Ketahanan Pangan, SIKAP | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 8 | | 9 | Membandingkan dan mengkontraskan perbedaan utama Demokrasi Liberal dan Terpimpin. | Demokrasi Liberal & Terpimpin | C4 (Menganalisis) | Uraian | 9 | | 10 | Menjelaskan aplikasi KKA dalam analisis kebijakan ekonomi sejarah. | Sejarah, KKA, Kebijakan Ekonomi | C3 (Menerapkan) | Uraian/Tugas Kontekstual | 10 |

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

A. Pilihan Ganda 1. c. Sistem parlementer memiliki kelemahan dalam stabilitas pemerintahan. (Skor: 10) 2. b. Penguatan peran presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. (Skor: 10) 3. c. Ketahanan pangan nasional. (Skor: 10) 4. c. Analisis data (misalnya, analisis sentimen dari dokumen) untuk mengidentifikasi perubahan pola. (Skor: 10) 5. b. Pseudocode yang menggambarkan sentralisasi instruksi dari pemimpin puncak. (Skor: 10) B. Jawaban Singkat 6. Dua ciri utama Demokrasi Liberal: • Dominasi parlemen. • Sering bergantinya kabinet. • Kebebasan berpendapat dan pers yang relatif tinggi. • Pelaksanaan pemilu yang berulang. (Skor: 10 per ciri, total 20) 7. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 membubarkan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945. Peristiwa ini menandai berakhirnya era parlementer dan dimulainya era kekuasaan yang lebih terpusat pada presiden (Demokrasi Terpimpin). (Skor: 20) 8. Stabilitas politik yang baik memungkinkan pemerintah fokus pada perencanaan dan pelaksanaan program-program jangka panjang, termasuk dalam sektor pertanian dan pangan. Sebaliknya, ketidakstabilan politik seringkali mengganggu distribusi sumber daya dan implementasi kebijakan, berdampak pada ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan prinsip Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban yang menekankan pentingnya manajemen terencana untuk ketersediaan pangan. (Skor: 20) C. Uraian/Tugas Kontekstual 9. Perbedaan Utama (Contoh Jawaban): • Distribusi Kekuasaan: Demokrasi Liberal: Kekuasaan terbagi antara eksekutif (presiden/PM), legislatif (parlemen), dan yudikatif, dengan parlemen memiliki peran sentral dan dapat menjatuhkan kabinet. Demokrasi Terpimpin: Kekuasaan sangat terpusat pada presiden, lembaga legislatif dan yudikatif memiliki peran yang lebih terbatas dan seringkali berada di bawah kendali eksekutif. • Peran Lembaga Negara: Demokrasi Liberal: Parlemen sebagai badan legislatif dan pengawas utama, kabinet bertanggung jawab kepada parlemen. Demokrasi Terpimpin: Presiden memiliki kekuasaan tertinggi, MPRS/DPRGR bertugas melaksanakan perintah presiden, dan MA memiliki kedudukan yang lebih rendah. (Skor: 20) 10. Aplikasi KKA dalam Analisis Kebijakan Ekonomi: Saya akan mengumpulkan data historis mengenai kebijakan ekonomi (misalnya, undang-undang, keputusan menteri, statistik impor/ekspor, data investasi) dari kedua periode. Menggunakan prinsip KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), saya dapat menerapkan teknik klasifikasi untuk mengelompokkan kebijakan-kebijakan tersebut ke dalam kategori (misalnya, kebijakan pro-swasta, kebijakan nasionalisasi, kebijakan perdagangan bebas, kebijakan kontrol harga). Selain itu, teknik analisis tren dapat digunakan untuk melihat pola perubahan kebijakan dari waktu ke waktu, misalnya, apakah ada peningkatan kebijakan yang mengarah pada sentralisasi ekonomi di masa Demokrasi Terpimpin dibandingkan Demokrasi Liberal. Hasil analisis ini bisa divisualisasikan dalam bentuk diagram atau grafik untuk memudahkan pemahaman siswa. (Skor: 20) Total Skor Maksimal: 100 Rumus Nilai: Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 100) * 100

RUBRIK PENILAIAN URAIAN/TUGAS KONTEKSTUAL (Soal No. 9 & 10)

| Indikator Penilaian | Baru Memulai (0-50) | Berkembang (51-75) | Cakap (76-90) | Mahir (91-100) | | Kedalaman Analisis & Perbandingan (Soal 9) | Hanya menyebutkan perbedaan dangkal, kurang spesifik. | Mampu menyebutkan perbedaan utama, namun analisis kurang mendalam atau kurang terstruktur. | Mampu membandingkan dan mengkontraskan dua perbedaan utama secara jelas dengan argumen yang logis. | Analisis sangat mendalam, mampu mengaitkan perbedaan dengan dampak yang lebih luas dan menggunakan terminologi yang tepat. | | Kesesuaian Konsep KKA & Analogi (Soal 10) | Konsep KKA tidak relevan atau analogi tidak jelas. | Konsep KKA disebutkan, tetapi aplikasinya kurang tepat atau analogi kurang kuat. | Mampu menjelaskan aplikasi KKA yang relevan dengan data sejarah dan menggunakan analogi yang cukup baik untuk menjelaskan konsep. | Penjelasan aplikasi KKA sangat tepat sasaran, analogi kuat dan mudah dipahami, menunjukkan pemahaman mendalam tentang bagaimana KKA dapat membantu analisis sejarah. | | Keterkaitan dengan Materi & CP | Jawaban tidak sesuai materi atau CP. | Jawaban sebagian sesuai materi, namun kurang mengaitkan dengan CP. | Jawaban sangat sesuai dengan materi dan CP, menunjukkan pemahaman yang baik tentang tujuan pembelajaran. | Jawaban sangat relevan, mendalam, dan secara eksplisit menunjukkan pemahaman terhadap CP dan materi. | | Struktur dan Kejelasan Bahasa | Bahasa tidak jelas, struktur berantakan. | Bahasa cukup jelas, namun struktur perlu perbaikan. | Bahasa jelas, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami. | Bahasa sangat lugas, efektif, dan terstruktur dengan sangat baik. |

REKAP NILAI ASESMEN

| No. Absen | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Awal (Diagnostik) | Nilai Asesmen Proses (Formatif) | Nilai Asesmen Akhir (Formatif) | Catatan / Umpan Balik | | 1 | | | | | | | 2 | | | | | | | 3 | | | | | | | ... | | | | | |

TINDAK LANJUT BERDASARKAN HASIL ASESMEN

Analisis Hasil Asesmen: • Asesmen Awal: Identifikasi miskonsepsi umum terkait Demokrasi Liberal (misal: anggapan bahwa semua sistem sebelum reformasi buruk) dan Demokrasi Terpimpin (misal: hanya melihat aspek represif tanpa konteks sejarah). Periksa pemahaman dasar tentang demokrasi dan ketahanan pangan. Evaluasi pemahaman awal terkait KKA dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. • Asesmen Proses: Perhatikan tingkat partisipasi siswa dalam diskusi. Adakah siswa yang dominan, pasif, atau sulit menyampaikan pendapat? Catat pertanyaan-pertanyaan dari exit ticket untuk dijawab pada pertemuan berikutnya atau sebagai bahan pengayaan. • Asesmen Akhir: Identifikasi indikator/soal yang paling banyak dijawab salah. Apakah ini menunjukkan kesulitan pada materi spesifik (misal: perbedaan peran lembaga negara) atau pada keterampilan analisis (misal: soal uraian)? Periksa pemahaman siswa terhadap integrasi KKA dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Remedial: • Bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan pada asesmen akhir (misalnya, nilai di bawah 75), berikan penjelasan ulang materi yang sulit dengan metode yang berbeda (misal: visualisasi peta konsep, studi kasus singkat). • Fokus pada soal-soal yang menunjukkan miskonsepsi atau ketidakpahaman konsep esensial. • Siswa yang belum memahami integrasi KKA dapat diberikan contoh sederhana bagaimana algoritma klasifikasi bekerja pada data historis. • Siswa yang belum memahami integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat diberikan contoh konkret kebijakan pangan di masa lalu dan dampaknya. Pengayaan: • Bagi siswa yang sudah mencapai ketuntasan atau menunjukkan pemahaman yang baik, berikan tugas tambahan yang lebih menantang. • Contoh: Minta mereka mencari artikel jurnal atau sumber sekunder tentang perbandingan sistem pemerintahan di negara lain pada periode yang sama dan mengaitkannya dengan konteks Indonesia. • Tantang siswa untuk merancang skema sederhana (misal: pseudocode atau flowchart) bagaimana KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) bisa digunakan untuk menganalisis dampak kebijakan pertanian terhadap ketahanan pangan di masa lalu. • Minta siswa meriset potensi pangan lokal Tuban dan bagaimana kebijakan di masa lalu atau masa kini dapat mendukung atau menghambat pengembangannya, sebagai bagian dari pemahaman Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Tindak Lanjut Guru: • Gunakan hasil asesmen diagnostik dan formatif untuk merencanakan strategi pembelajaran pada pertemuan berikutnya, menyesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan belajar siswa. • Siapkan materi tambahan atau klarifikasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada exit ticket. • Evaluasi efektivitas metode pembelajaran dan asesmen yang digunakan, serta integrasi KKA dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban untuk perbaikan di masa mendatang. • Berikan umpan balik individual kepada siswa berdasarkan hasil asesmen mereka.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.