PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 2 DARI 4
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Semester | XII / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Peserta didik kelas XII memiliki latar belakang pengetahuan yang bervariasi mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Minat terhadap sejarah perlu ditingkatkan melalui aktivitas yang relevan dan menarik. Kesiapan belajar dipetakan melalui asesmen awal pada pertemuan sebelumnya, yang menunjukkan kebutuhan akan pendalaman konsep dan aplikasi praktis. |
| Materi Pelajaran | Materi "Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan" relevan dengan kehidupan nyata karena berkaitan dengan pembentukan identitas bangsa dan nilai-nilai perjuangan. Tingkat kesulitan materi moderat, memerlukan pemahaman kronologis dan analisis sebab-akibat. Potensi miskonsepsi terkait peran tokoh dan kompleksitas diplomasi perlu diantisipasi. Integrasi nilai patriotisme, nasionalisme, dan pantang menyerah merupakan karakter kunci yang ditanamkan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi |
| Capaian Pembelajaran | Pemahaman Konsep: Menjelaskan sejarah pada Masa Penjajahan Bangsa Barat, Perlawanan Rakyat Daerah Terhadap Penjajah, Pergerakan Kebangsaan Indonesia, Pendudukan Jepang, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, Masa Pemerintahan Sukarno, Masa Pemerintahan Suharto, dan Reformasi; menerapkan proses berpikir sejarah, melakukan literasi sejarah, penelitian sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah melalui proses inkuiri; dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah untuk dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang. Keterampilan Proses: Menerapkan secara spesifik keterampilan proses belajar sejarah mencakup keterampilan berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan keputusan, dan kebermaknaan peristiwa sejarah. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendalaman materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dapat dikaitkan dengan pemahaman literasi data untuk menganalisis informasi dari berbagai sumber sejarah. Keterampilan berpikir komputasional (KKA) dapat diterapkan dalam membuat alur logika sederhana untuk memahami kronologi peristiwa atau menganalisis dampak keputusan strategis. Integrasi dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dilakukan dengan mengkaji bagaimana perjuangan kemerdekaan turut menentukan ketersediaan pangan dan sumber daya di masa lalu, serta bagaimana prinsip kemandirian dan pengelolaan sumber daya yang dipelajari dari sejarah relevan dengan ketahanan pangan saat ini. |
| Tujuan Pembelajaran | Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep-konsep kunci perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (seperti diplomasi, perjuangan fisik, peran tokoh) dalam analisis kasus sejarah yang disajikan, dengan menunjukkan minimal dua contoh penerapan konsep tersebut dan mengaitkannya dengan konteks kekinian, serta mampu merefleksikan makna perjuangan tersebut bagi diri dan bangsanya. |
| Topik Pembelajaran | Pendalaman Konsep dan Pengaplikasian dalam Konteks Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia |
| Praktik Pedagogis | Model: Discovery Learning Strategi: Pembelajaran penemuan terbimbing melalui analisis kasus dan diskusi kelompok. Metode: Diskusi kelompok, Presentasi, Analisis Dokumen. Alasan Pemilihan: Model Discovery Learning mendorong peserta didik untuk aktif membangun pemahaman mereka sendiri melalui eksplorasi dan penemuan, yang sesuai dengan fokus pendalaman dan pengaplikasian konsep. Metode diskusi dan analisis dokumen memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi sejarah secara mendalam dan mengaitkannya dengan konteks. Penerapan Sintaks: 1. Pemberian Rangsangan: Guru menyajikan sebuah kasus sejarah singkat atau kutipan pidato tokoh perjuangan. 2. Identifikasi Masalah: Peserta didik mengidentifikasi konsep-konsep kunci yang relevan dari kasus tersebut. 3. Pengumpulan Data: Peserta didik mencari informasi tambahan dari bahan bacaan atau sumber digital terkait konsep yang teridentifikasi. 4. Pengolahan Data: Peserta didik mendiskusikan temuan mereka dalam kelompok, mengaitkan konsep dengan kasus. 5. Pembuktian/Verifikasi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka untuk diverifikasi oleh guru dan kelompok lain. 6. Menarik Generalisasi: Peserta didik merumuskan kesimpulan tentang makna dan relevansi konsep perjuangan kemerdekaan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Kolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia dapat dilakukan untuk memperkaya analisis teks sejarah yang disajikan, serta meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik dalam presentasi. Dukungan dari perpustakaan sekolah sangat krusial untuk penyediaan sumber belajar yang beragam terkait topik perjuangan kemerdekaan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, memanfaatkan proyektor untuk menampilkan materi visual dan kasus sejarah. Lingkungan belajar yang aman dan inklusif mendorong partisipasi aktif seluruh peserta didik dalam diskusi dan tanya jawab. Penggunaan platform digital sederhana (misalnya Google Classroom atau grup WA) dapat digunakan untuk berbagi sumber belajar dan memfasilitasi diskusi asynchronous jika diperlukan. |
| Pemanfaatan Digital | Pemanfaatan proyektor untuk menampilkan studi kasus dan video singkat terkait perjuangan. Penggunaan sumber belajar digital (artikel daring, arsip digital) untuk pengumpulan informasi. Potensi pemanfaatan platform kolaboratif sederhana untuk berbagi hasil diskusi atau materi. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | Menyapa peserta didik dengan hangat, melakukan apersepsi terkait materi sebelumnya ("Apa yang kalian ingat dari pertemuan lalu tentang perjuangan kemerdekaan?"). Menyajikan sebuah ilustrasi atau kutipan menarik tentang semangat juang untuk membangkitkan minat. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan kriteria penilaian secara jelas. Melakukan observasi singkat terhadap pemahaman awal melalui pertanyaan pemantik. | Menjawab salam, merespon pertanyaan apersepsi, mengamati ilustrasi/kutipan, mendengarkan penjelasan tujuan dan kriteria, mengajukan pertanyaan awal jika ada. | 15 menit | Keaktifan dalam menjawab pertanyaan apersepsi, antusiasme dalam menyimak tujuan pembelajaran. |
| INTI - MEMAHAMI | Memahami, Mengaplikasi | Menyajikan studi kasus singkat mengenai salah satu momen penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan (misalnya, perundingan Linggarjati atau pertempuran Surabaya). Memandu peserta didik dalam mengidentifikasi konsep-konsep kunci yang relevan (misalnya, diplomasi, strategi perang gerilya, kepemimpinan). Memberikan panduan awal untuk mencari informasi tambahan mengenai konsep-konsep tersebut dari buku teks atau sumber digital yang relevan. Memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengolah informasi dan mengaitkannya dengan studi kasus. | Membaca dan menganalisis studi kasus yang diberikan. Mengidentifikasi konsep-konsep kunci perjuangan yang terdapat dalam kasus. Berdiskusi dalam kelompok untuk mencari informasi tambahan mengenai konsep-konsep tersebut. Mengaitkan informasi yang diperoleh dengan studi kasus yang sedang dibahas. | 30 menit | Hasil diskusi kelompok yang menunjukkan identifikasi konsep dan kaitan dengan kasus. Catatan atau poin-poin penting yang dibuat oleh kelompok. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Mengaplikasi, Bermakna | Membimbing setiap kelompok untuk merumuskan bagaimana konsep-konsep yang telah dipelajari dapat diaplikasikan dalam konteks kekinian, misalnya dalam semangat menjaga persatuan atau diplomasi dalam hubungan internasional. Memfasilitasi presentasi singkat perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil analisis dan aplikasinya. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi, menekankan pada kejelasan argumen dan relevansi penerapan konsep. | Merumuskan penerapan konsep perjuangan kemerdekaan dalam konteks masa kini (misalnya, menggunakan pola pikir kritis dalam menghadapi isu-isu nasional atau global). Mempersiapkan dan menyampaikan presentasi singkat mengenai hasil analisis dan aplikasinya. Memberikan tanggapan atau pertanyaan kepada kelompok lain. | 30 menit | Presentasi kelompok yang memuat analisis konsep dan relevansinya dengan masa kini. Kemampuan menjawab pertanyaan dari guru atau teman. |
| INTI - MEREFLEKSI | Merefleksi, Bermakna | Memandu sesi refleksi kelas dengan pertanyaan: "Apa pelajaran paling berharga yang kalian dapatkan hari ini tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan?" dan "Bagaimana semangat perjuangan tersebut dapat kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah atau masyarakat Tuban?". Meminta beberapa peserta didik untuk berbagi refleksi mereka secara singkat. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. | Merumuskan dan menyampaikan refleksi pribadi mengenai makna perjuangan kemerdekaan dan relevansinya bagi kehidupan mereka. Mendengarkan refleksi teman dan memberikan tanggapan positif. | 10 menit | Ungkapan refleksi peserta didik yang menunjukkan pemahaman mendalam dan keterkaitan emosional dengan materi. |
| PENUTUP | Menggembirakan, Berkesadaran | Merangkum poin-poin penting dari pembelajaran hari ini. Memberikan apresiasi akhir atas usaha seluruh peserta didik. Menyampaikan materi atau tugas singkat untuk pertemuan berikutnya (jika ada) atau memberikan motivasi untuk terus belajar sejarah. Mengucapkan salam penutup. | Menyimak rangkuman guru, memberikan apresiasi. Menyiapkan diri untuk pembelajaran selanjutnya. Menjawab salam penutup. | 5 menit | Keteraturan dalam mengakhiri pembelajaran, respon positif terhadap motivasi guru. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang konsep-konsep kunci perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kesiapan belajar. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan/diskusi singkat. Teknik: Observasi partisipasi lisan. Bukti yang Dinilai: Tingkat keaktifan dalam menjawab, ketepatan jawaban awal, dan antusiasme. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengemukakan minimal satu konsep terkait perjuangan kemerdekaan. Tindak Lanjut: Memberikan penguatan konsep dasar bagi yang belum mencapai kriteria, memberikan tantangan tambahan bagi yang sudah menguasai. Jenis: Assessment for learning. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pendalaman dan pengaplikasian konsep, serta menilai kemampuan kolaborasi. Bentuk/Instrumen: Lembar observasi diskusi kelompok, pertanyaan formatif selama diskusi dan presentasi. Teknik: Observasi, tanya jawab. Bukti yang Dinilai: Keaktifan peserta didik dalam diskusi, kontribusi ide, kemampuan mengaitkan konsep dengan kasus, kejelasan penyampaian saat presentasi. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua konsep kunci dan mengaitkannya dengan studi kasus, serta mampu menyampaikan ide dalam kelompok. Tindak Lanjut: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang kesulitan, memberikan umpan balik spesifik untuk perbaikan argumen. Jenis: Assessment for learning, assessment as learning. |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan: Menilai sejauh mana peserta didik dapat mengaplikasikan konsep perjuangan kemerdekaan dalam konteks kekinian dan merefleksikan maknanya. Bentuk/Instrumen: Penilaian presentasi kelompok, refleksi lisan individu. Teknik: Penilaian unjuk kerja (presentasi), observasi (refleksi lisan). Bukti yang Dinilai: Kualitas analisis penerapan konsep, kejelasan argumen, kedalaman refleksi, dan kemampuan mengaitkan dengan kehidupan. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjelaskan minimal dua contoh penerapan konsep perjuangan kemerdekaan dalam konteks kekinian dan menyampaikan refleksi yang bermakna. Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik personal terkait kekuatan dan area pengembangan, serta memberikan apresiasi atas capaian. Jenis: Assessment of learning. |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep-konsep kunci perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (seperti diplomasi, perjuangan fisik, peran tokoh) dalam analisis kasus sejarah yang disajikan, dengan menunjukkan minimal dua contoh penerapan konsep tersebut dan mengaitkannya dengan konteks kekinian, serta mampu merefleksikan makna perjuangan tersebut bagi diri dan bangsanya.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
| Identifikasi Konsep Kunci dalam Kasus Sejarah | Kesulitan mengidentifikasi konsep kunci atau hanya menyebutkan satu konsep secara umum. | Mampu mengidentifikasi satu konsep kunci dengan bantuan, atau dua konsep secara umum. | Mampu mengidentifikasi minimal dua konsep kunci yang relevan dalam kasus sejarah. | Mampu mengidentifikasi minimal tiga konsep kunci yang relevan dan menjelaskan keterkaitannya dalam kasus sejarah. |
| Analisis Penerapan Konsep dalam Konteks Kekinian | Hanya menyebutkan relevansi tanpa contoh konkret. | Memberikan satu contoh penerapan konsep dalam konteks kekinian, namun kurang jelas atau spesifik. | Mampu memberikan minimal dua contoh penerapan konsep perjuangan kemerdekaan dalam konteks kekinian yang relevan. | Mampu memberikan minimal dua contoh penerapan konsep yang kuat, spesifik, dan menganalisis dampaknya dalam konteks kekinian. |
| Kemampuan Presentasi dan Komunikasi | Penyampaian kurang jelas, sulit dipahami, kurang percaya diri. | Penyampaian cukup jelas, namun ada bagian yang kurang terstruktur atau kurang meyakinkan. | Mampu menyampaikan hasil analisis dan penerapan konsep dengan cukup jelas dan terstruktur. | Mampu menyampaikan hasil analisis dan penerapan konsep dengan sangat jelas, logis, persuasif, dan percaya diri. |
| Refleksi Makna Perjuangan | Tidak dapat menyampaikan refleksi atau hanya mengulang materi. | Menyampaikan refleksi yang umum atau kurang mendalam. | Mampu menyampaikan refleksi pribadi mengenai makna perjuangan kemerdekaan yang cukup bermakna. | Mampu menyampaikan refleksi yang mendalam, pribadi, dan menunjukkan pemahaman serta keterkaitan emosional dengan materi. |
Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
Cakap: Baik dan sesuai harapan.
Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |