ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN PERTEMUAN
- Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
- Guru: Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
- Mata pelajaran: Sejarah
- Kelas/Rombel: XII
- Tingkat/Fase: XII / Fase F
- Semester: Ganjil
- Tahun pelajaran: 2026/2027
- Pertemuan: 1 dari 4
- Tanggal/rentang: 2026-07-20 s.d. 2026-07-26
- Topik: Perjuangan mempertahankan kemerdekaan
- Fokus kegiatan: Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial.
- Asesmen pertemuan: Asesmen diagnostik dan formatif awal.
- Alokasi waktu RPP: Pertemuan 1 dari 4 · 2 JP (90 menit)
- Model: Discovery Learning
- Metode: Diskusi kelompok, Presentasi, Analisis Dokumen
- Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi
TUJUAN ASESMEN
Asesmen ini bertujuan untuk:
- Menggali pengetahuan awal peserta didik mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
- Mengidentifikasi miskonsepsi yang mungkin dimiliki peserta didik terkait topik tersebut.
- Menilai tingkat kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi lebih lanjut.
- Mengukur pemahaman awal peserta didik terhadap bentuk-bentuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan (militer, diplomasi, perlawanan rakyat) dan relevansinya dengan identitas bangsa saat ini.
- Memantau perkembangan keterampilan kolaborasi dan komunikasi peserta didik selama kegiatan pembelajaran.
ASESMEN AWAL (DIAGNOSTIK)
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut sejujur-jujurnya berdasarkan pengetahuan yang Anda miliki.
- Peristiwa apa yang paling Anda ingat terkait upaya Indonesia mempertahankan kemerdekaannya setelah proklamasi 17 Agustus 1945?
- Menurut Anda, apakah perjuangan mempertahankan kemerdekaan hanya dilakukan melalui pertempuran senjata? Jelaskan alasannya.
- Bagaimana peran diplomasi dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia? Berikan satu contoh jika Anda mengetahuinya.
- Apakah Anda pernah mendengar tentang perlawanan rakyat di daerah-daerah tertentu setelah proklamasi? Sebutkan satu contoh jika ada.
- Mengapa penting bagi generasi muda saat ini untuk memahami perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan?
Kunci Jawaban dan Interpretasi
| No. Soal | Kunci Jawaban (Contoh) | Interpretasi Jawaban Siswa |
|---|---|---|
| 1 | Pertempuran Surabaya, Agresi Militer Belanda I dan II, Perundingan Linggarjati, Renville, Roem-Royen, KMB. | Menunjukkan pengetahuan awal tentang peristiwa-peristiwa kunci. Jawaban yang spesifik menunjukkan pemahaman lebih baik. |
| 2 | Tidak, karena ada juga perjuangan melalui diplomasi, siasat politik, dan dukungan rakyat. | Menunjukkan pemahaman bahwa perjuangan tidak hanya bersifat fisik/militer. |
| 3 | Peran diplomasi adalah untuk mendapatkan pengakuan internasional dan menghentikan agresi militer secara damai. Contoh: Perundingan Linggarjati. | Menunjukkan pemahaman tentang fungsi diplomasi dan contohnya. |
| 4 | Ya, misalnya perlawanan Pangeran Diponegoro (meskipun sebelum proklamasi, ini contoh perlawanan rakyat), atau perlawanan di berbagai daerah pasca proklamasi. | Menunjukkan kesadaran tentang adanya perlawanan rakyat di daerah. |
| 5 | Untuk meneladani semangat juang, menjaga persatuan, menghargai jasa pahlawan, dan memperkuat rasa cinta tanah air. | Menunjukkan pemahaman tentang nilai-nilai historis dan relevansinya bagi masa kini. |
Catatan: Asesmen ini tidak digunakan untuk nilai akhir, melainkan sebagai dasar pemetaan kesiapan belajar dan identifikasi kebutuhan pembelajaran peserta didik.
ASESMEN PROSES (FORMATIF AWAL)
Lembar Observasi Diskusi Kelompok
Topik Diskusi: Bentuk-bentuk Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.
| No. Peserta Didik | Nama Peserta Didik | Kolaborasi (Memberikan ide, mendengarkan pendapat teman) | Komunikasi (Menyampaikan pendapat dengan jelas, bertanya) | Penalaran Kritis (Menganalisis informasi, menghubungkan dengan konteks) | Kontribusi dalam Kelompok (Aktif dalam tugas, membantu teman) | Catatan Umpan Balik Guru | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | ||
| 1 | ... | ||||||||||||
| 2 | ... |
KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial): Selama observasi, guru dapat mencatat tingkat partisipasi siswa dalam diskusi yang mungkin mengarah pada pemikiran algoritmik sederhana dalam memecahkan masalah sejarah, seperti membuat flowchart sederhana alur diplomasi.
Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Guru mengamati apakah ada siswa yang menghubungkan strategi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan ketahanan pangan, misalnya bagaimana distribusi pangan menjadi isu strategis saat itu.
Exit Ticket
Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut sebelum mengakhiri pembelajaran.
- Sebutkan satu hal baru yang Anda pelajari hari ini tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan!
- Apa yang masih membuat Anda penasaran mengenai topik ini?
- Bagaimana Anda bisa menerapkan semangat perjuangan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari Anda?
ASESMEN AKHIR (FORMATIF PERTEMUAN 1)
Topik: Bentuk-bentuk Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.
Soal Pilihan Ganda
- Perundingan yang menghasilkan pembagian wilayah Indonesia menjadi negara-negara bagian di bawah kendali Belanda adalah... A. Perundingan Linggarjati B. Perundingan Renville C. Perundingan Roem-Royen D. Konferensi Meja Bundar
- Agresi Militer Belanda I dilancarkan dengan tujuan utama... A. Mendapatkan pengakuan kedaulatan dari Indonesia B. Menguasai wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam C. Membentuk negara federal di bawah kekuasaan Belanda D. Menghancurkan kekuatan militer Indonesia
- Perlawanan rakyat di Surabaya pada bulan November 1945 merupakan simbol perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan... A. Wilayah kekuasaan B. Ideologi Pancasila C. Kemerdekaan dan kedaulatan D. Pengakuan internasional
- Salah satu bentuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang dilakukan melalui meja perundingan adalah melalui... A. Pertempuran Ambarawa B. Diplomasi di kancah internasional C. Pembentukan badan kelaskaran D. Operasi militer gerilya
- Peran tokoh seperti Sutan Sjahrir dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan lebih banyak difokuskan pada jalur... A. Militer B. Diplomasi C. Gerilya D. Propaganda
Soal Jawaban Singkat
- Sebutkan dua alasan mengapa Belanda kembali berusaha menguasai Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan!
- Mengapa pertempuran di Ambarawa pada akhir 1945 memiliki makna penting bagi semangat juang bangsa Indonesia?
- Selain pertempuran bersenjata dan diplomasi, sebutkan satu bentuk perjuangan lain yang dilakukan rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan!
Soal Uraian/Tugas Kontekstual
- Jelaskan bagaimana relevansi semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia bagi pembentukan identitas bangsa saat ini. Berikan minimal dua contoh konkret.
- Bayangkan Anda adalah seorang pemimpin di masa kini. Dalam konteks ketahanan negara, bagaimana Anda akan mengelola potensi sumber daya pangan lokal (seperti yang mungkin dibahas dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban) agar dapat mendukung kemandirian bangsa, serupa dengan semangat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan?
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No. Soal | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi perjanjian internasional yang berpengaruh pada pembentukan negara federal Indonesia. | Perundingan Renville | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda |
| 2 | Menjelaskan tujuan utama Agresi Militer Belanda I. | Agresi Militer Belanda I | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda |
| 3 | Menentukan makna penting pertempuran Surabaya dalam konteks mempertahankan kemerdekaan. | Pertempuran Surabaya | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda |
| 4 | Mengidentifikasi bentuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui jalur non-militer. | Diplomasi | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda |
| 5 | Menentukan jalur perjuangan yang dominan dilakukan oleh Sutan Sjahrir. | Tokoh Sejarah (Sutan Sjahrir) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda |
| 6 | Menjelaskan alasan kembalinya Belanda menguasai Indonesia pasca proklamasi. | Latar Belakang Agresi Militer Belanda | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat |
| 7 | Menjelaskan makna penting pertempuran Ambarawa. | Pertempuran Ambarawa | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat |
| 8 | Menyebutkan bentuk perjuangan selain militer dan diplomasi. | Bentuk Perjuangan Rakyat | C1 (Mengingat) | Jawaban Singkat |
| 9 | Menjelaskan relevansi semangat perjuangan terhadap identitas bangsa saat ini dengan contoh konkret. | Relevansi Sejarah bagi Identitas Bangsa | C3 (Menerapkan) | Uraian |
| 10 | Menganalisis pengelolaan sumber daya pangan untuk kemandirian bangsa, mengaitkan dengan semangat perjuangan. | Ketahanan Pangan, Semangat Perjuangan | C4 (Menganalisis) | Tugas Kontekstual |
KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN
Pilihan Ganda
| No. | Jawaban | Skor |
|---|---|---|
| 1 | B | 5 |
| 2 | B | 5 |
| 3 | C | 5 |
| 4 | B | 5 |
| 5 | B | 5 |
Jawaban Singkat
| No. | Jawaban (Contoh) | Skor Maksimal |
|---|---|---|
| 6 | 1. Belanda ingin kembali menguasai sumber daya alam Indonesia. 2. Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan ingin mendirikan negara boneka. |
10 (5 per alasan) |
| 7 | Pertempuran Ambarawa menunjukkan keberanian dan kegigihan TNI serta rakyat dalam mengusir tentara Sekutu/NICA, membangkitkan semangat juang. | 10 |
| 8 | Perlawanan rakyat di daerah, aksi mogok, propaganda, pembentukan organisasi pergerakan, atau perjuangan melalui kebudayaan. | 10 |
Uraian/Tugas Kontekstual
| No. | Aspek Penilaian | Skor Maksimal |
|---|---|---|
| 9 | Penjelasan relevansi semangat perjuangan dengan identitas bangsa (konsep yang tepat). Pemberian minimal dua contoh konkret yang relevan. |
15 |
| 10 | Analisis pengelolaan sumber daya pangan untuk kemandirian. Keterkaitan dengan semangat perjuangan mempertahankan kedaulatan. Kontekstualisasi dengan program SIKAP. |
15 |
Total Skor Maksimal: 100
Rumus Nilai Akhir: (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (SOAL NO. 10)
| Indikator | Baru Memulai (0-5 Poin) | Berkembang (6-10 Poin) | Cakap (11-15 Poin) | Mahir (16-20 Poin) |
|---|---|---|---|---|
| Analisis Pengelolaan Sumber Daya Pangan untuk Kemandirian | Hanya menyebutkan beberapa jenis pangan lokal tanpa analisis pengelolaan. | Menyebutkan beberapa cara pengelolaan pangan lokal, tetapi belum mendalam. | Menganalisis beberapa strategi pengelolaan pangan lokal yang mendukung kemandirian bangsa. | Menganalisis secara komprehensif strategi pengelolaan pangan lokal, termasuk inovasi dan keberlanjutannya, untuk kemandirian bangsa. |
| Keterkaitan dengan Semangat Perjuangan | Hubungan antara pangan dan perjuangan sangat samar atau tidak ada. | Menyebutkan adanya hubungan antara pangan dan perjuangan, tetapi kurang jelas. | Menjelaskan keterkaitan antara pengelolaan pangan dan semangat mempertahankan kedaulatan negara. | Menjelaskan secara mendalam bagaimana pengelolaan pangan yang mandiri mencerminkan semangat juang dan kedaulatan bangsa. |
| Kontekstualisasi dengan Program SIKAP | Program SIKAP hanya disebutkan tanpa keterkaitan. | Ada upaya menghubungkan dengan Program SIKAP, namun belum kuat. | Menghubungkan strategi pengelolaan pangan dengan tujuan atau aspek dari Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban. | Mengintegrasikan strategi pengelolaan pangan secara rinci dengan prinsip dan praktik konkret dalam Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban. |
| Penggunaan Bahasa dan Struktur Jawaban | Bahasa sulit dipahami, struktur tidak jelas. | Bahasa cukup jelas, namun struktur kurang terorganisir. | Bahasa jelas dan mudah dipahami, struktur jawaban terorganisir dengan baik. | Bahasa lugas, efektif, dan meyakinkan, dengan struktur jawaban yang sangat logis dan koheren. |
REKAP NILAI SISWA
| No. | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Awal (Diagnosis) | Skor Asesmen Proses (Observasi/Exit Ticket) | Nilai Asesmen Akhir (Formatif) | Catatan Guru |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ... | (Diagnosis Kesulitan/Kesiapan) | (Skor Kualitatif/Kuantitatif) | (Skor 0-100) | |
| 2 | ... |