← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 4 dari 4 - Sejarah X - Kerajaan Islam di Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 4 DARI 4

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Semester X / Genap
Alokasi Waktu 3 JP (135 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Peserta didik kelas X telah menyelesaikan tiga pertemuan sebelumnya mengenai Kerajaan Islam di Indonesia. Kesiapan belajar diasumsikan baik, dengan pengetahuan awal yang memadai mengenai materi yang telah dibahas. Minat terhadap sejarah diharapkan dapat ditingkatkan melalui aktivitas yang berpusat pada aplikasi konsep dan refleksi. Kebutuhan belajar dipetakan melalui observasi partisipasi aktif dan hasil kerja kelompok pada pertemuan sebelumnya.
Materi Pelajaran Materi ini mencakup proses Islamisasi di Nusantara dan terbentuknya perdagangan antarpulau pada masa Islam. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata karena menjelaskan akar budaya dan ekonomi Indonesia saat ini. Tingkat kesulitannya moderat, membutuhkan pemahaman konsep dan kemampuan analisis. Potensi miskonsepsi dapat muncul terkait keseragaman proses Islamisasi atau pengaruh langsung kerajaan Islam terhadap sistem perdagangan modern. Integrasi nilai karakter yang ditanamkan meliputi kerja sama, tanggung jawab, dan apresiasi terhadap warisan budaya.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Komunikasi, Penalaran Kritis
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami konsep dasar kerajaan Islam; menganalisis serta mengevaluasi manusia dalam kerajaan Islam; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Islam dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Islam dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Islam dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Islam secara diakronis (kronologi) dan/ atau sinkronis.

Peserta didik mampu mengolah informasi sejarah secara non digital maupun digital dalam berbagai bentuk aplikasi sejarah, rekaman suara, film dokumenter, foto, maket, vlog, timeline, story board, infografis, videografis, komik, poster, dan lain-lain.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran ini mengintegrasikan pemahaman sejarah dengan konsep ekonomi maritim dan sosial budaya. Pemahaman mengenai jaringan perdagangan antarpulau pada masa Kerajaan Islam dapat dikaitkan dengan studi ekonomi mengenai rantai pasok dan pasar global. Analisis data sederhana mengenai komoditas ekspor pada masa tersebut dapat melatih literasi data dalam konteks sejarah. Selain itu, integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat diaplikasikan melalui analisis pola penyebaran Islam menggunakan visualisasi data sederhana, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan melalui pemahaman tentang komoditas pangan yang diperdagangkan dan bagaimana jaringan ini memengaruhi ketersediaan pangan di berbagai wilayah Nusantara.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menyajikan peta sebaran kerajaan Islam di Nusantara secara visual dan menjelaskan minimal tiga faktor kunci yang memengaruhi terbentuknya jaringan perdagangan antarpulau pada masa tersebut, serta merefleksikan relevansi pembelajaran terhadap pemahaman sejarah maritim Indonesia kontemporer, dengan tingkat pemahaman yang ditunjukkan melalui presentasi yang koheren dan jawaban reflektif.
Topik Pembelajaran Mengaplikasikan Konsep, Menyajikan Hasil, dan Merefleksikan Capaian Pembelajaran Kerajaan Islam di Indonesia
Praktik Pedagogis Model: Contextual Teaching and Learning (CTL)
Strategi: Pembelajaran berbasis masalah dan proyek sederhana.
Metode: Presentasi Kelompok, Diskusi, Pembuatan Peta Sebaran.
Alasan Pemilihan: CTL dipilih karena relevan dengan fokus pertemuan untuk mengaplikasikan konsep ke dalam konteks nyata dan mendorong refleksi. Metode yang digunakan mendukung kolaborasi, komunikasi, dan visualisasi informasi.
Penerapan Sintaks Model:
1. Mengaktifkan Pengetahuan Awal: Melalui tanya jawab singkat mengenai kerajaan Islam yang telah dipelajari.
2. Menghadirkan Konteks Nyata: Diskusi tentang peta perdagangan modern dan bagaimana sejarah memengaruhinya.
3. Melakukan Inkuiri dan Bertanya: Peserta didik merumuskan pertanyaan terkait peta sebaran dan faktor perdagangan.
4. Belajar Melalui Komunitas/Kolaborasi: Kerja kelompok dalam membuat peta sebaran dan diskusi.
5. Memberikan Pemodelan: Guru memberikan contoh singkat peta sebaran dan analisis faktor perdagangan.
6. Melakukan Refleksi: Sesi refleksi individu dan kelompok.
7. Melaksanakan Asesmen Autentik: Asesmen kinerja produk (peta sebaran) dan asesmen refleksi.
Kemitraan Pembelajaran Dukungan dari perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan untuk referensi tambahan dalam pembuatan peta sebaran. Kolaborasi dengan guru TIK dapat membantu dalam penggunaan aplikasi pemetaan digital sederhana. Keterlibatan orang tua dapat didorong melalui apresiasi hasil karya siswa yang dapat dipamerkan di rumah atau melalui media sosial sekolah.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dengan penataan meja yang mendukung kerja kelompok. Pemanfaatan proyektor dan layar untuk presentasi hasil kerja kelompok. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong partisipasi aktif setiap peserta didik tanpa rasa takut salah.
Pemanfaatan Digital Penggunaan aplikasi pemetaan digital sederhana (misalnya Google Maps dengan fitur penandaan atau aplikasi presentasi visual) untuk membuat peta sebaran kerajaan Islam. Pencarian informasi tambahan melalui internet untuk memperkaya konten peta dan analisis faktor perdagangan.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Bermakna: Mengaitkan materi dengan konteks maritim Indonesia.
Menggembirakan: Suasana yang positif dan antusias.
Menyapa peserta didik, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran. Mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang kerajaan Islam di Indonesia. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan. Menjelaskan kriteria penilaian (peta sebaran dan refleksi). Menjawab salam, merespon pertanyaan apersepsi, menyimak penjelasan tujuan dan kriteria pembelajaran. 15 menit Kehadiran, partisipasi dalam apersepsi.
INTI - MEMAHAMI Berkesadaran: Fokus pada proses analisis.
Bermakna: Menghubungkan peta sebaran dengan faktor perdagangan.
Memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kerajaan-kerajaan Islam utama di Nusantara dan memetakan lokasinya.
Memberikan panduan dalam menganalisis faktor-faktor kunci yang mendukung terbentuknya jaringan perdagangan antarpulau (misalnya: letak geografis, hasil bumi, pelabuhan strategis, peran ulama dan saudagar).
Membagikan contoh visual peta sebaran dan faktor perdagangan yang sederhana sebagai model.
Berkelompok untuk mengidentifikasi kerajaan Islam di peta Nusantara.
Mendiskusikan dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perdagangan antarpulau.
Membuat catatan poin-poin penting untuk presentasi.
45 menit Catatan diskusi kelompok, poin-poin analisis faktor perdagangan.
INTI - MENGAPLIKASI Bermakna: Menghasilkan produk visual yang informatif.
Menggembirakan: Proses kreatif dan kolaboratif.
Membimbing peserta didik dalam membuat peta sebaran kerajaan Islam di Nusantara menggunakan media yang telah disiapkan (kertas besar/aplikasi digital).
Mendorong peserta didik untuk melengkapi peta dengan informasi kunci (nama kerajaan, masa berkuasa, lokasi strategis).
Mengawasi dan memberikan bantuan teknis jika diperlukan dalam penggunaan aplikasi pemetaan digital sederhana untuk visualisasi data sebaran kerajaan Islam, yang sekaligus menjadi praktik literasi data dasar terkait KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).
Secara kolaboratif membuat peta sebaran kerajaan Islam di Nusantara, menandai lokasi, dan menambahkan informasi penting.
Mempersiapkan poin-poin utama untuk presentasi hasil peta.
Mendiskusikan bagaimana jaringan perdagangan pada masa itu dapat dikelola secara efisien, mengaitkannya dengan konsep Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban terkait distribusi hasil bumi dan pangan antarwilayah.
40 menit Peta sebaran kerajaan Islam (produk kelompok).
INTI - MEREFLEKSI Bermakna: Menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Berkesadaran: Mengevaluasi proses dan hasil belajar.
Memfasilitasi presentasi singkat setiap kelompok.
Memberikan pertanyaan pemantik untuk refleksi, seperti: "Apa tantangan terbesar dalam membuat peta ini?", "Bagaimana peta ini membantu pemahamanmu tentang sejarah maritim Indonesia?", "Apa pelajaran dari sistem perdagangan masa lalu yang masih relevan hari ini?".
Mendorong peserta didik untuk menuliskan refleksi pribadi tentang pembelajaran hari ini.
Mempresentasikan peta sebaran kerajaan Islam dan menjelaskan faktor-faktor perdagangan.
Menjawab pertanyaan guru dan teman.
Melakukan refleksi tertulis tentang proses belajar, kendala yang dihadapi, dan apa yang dipelajari.
25 menit Catatan hasil presentasi, jawaban reflektif lisan, tulisan refleksi individu.
PENUTUP Menggembirakan: Memberikan apresiasi dan motivasi.
Bermakna: Merangkum pembelajaran dan merencanakan tindak lanjut.
Memberikan apresiasi atas usaha dan hasil kerja seluruh peserta didik.
Merangkum poin-poin penting dari pembelajaran hari ini.
Memberikan umpan balik konstruktif secara umum.
Menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya (jika ada).
Menyimak rangkuman guru, memberikan tanggapan terhadap umpan balik. 10 menit Partisipasi dalam penutup pembelajaran.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Mengaktifkan pengetahuan awal, memotivasi.
Bentuk/Instrumen: Tanya jawab lisan.
Teknik: Observasi partisipasi.
Bukti yang Dinilai: Kemampuan merespon pertanyaan apersepsi.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan jawaban yang relevan terkait materi sebelumnya.
Tindak Lanjut: Memberikan penguatan singkat jika diperlukan.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Menilai pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, dan analisis.
Bentuk/Instrumen: Lembar observasi kerja kelompok, catatan diskusi, peta sebaran (produk).
Teknik: Observasi, penilaian produk.
Bukti yang Dinilai: Kualitas peta sebaran, kedalaman analisis faktor perdagangan, partisipasi aktif dalam diskusi.
Kriteria Keberhasilan: Peta sebaran memuat informasi kunci, analisis faktor perdagangan relevan, partisipasi kolaboratif.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik formatif selama proses, mengidentifikasi kebutuhan bantuan individual.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai kemampuan presentasi, refleksi, dan pemahaman konsep secara menyeluruh.
Bentuk/Instrumen: Presentasi kelompok, tulisan refleksi individu.
Teknik: Penilaian kinerja (presentasi), penilaian produk (tulisan refleksi).
Bukti yang Dinilai: Kejelasan presentasi, kedalaman refleksi, keterkaitan pembelajaran dengan konteks.
Kriteria Keberhasilan: Presentasi koheren dan informatif, refleksi menunjukkan pemahaman dan pemaknaan.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik sumatif, merencanakan pembelajaran remedial atau pengayaan berdasarkan hasil refleksi dan keseluruhan asesmen.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik mampu menyajikan peta sebaran kerajaan Islam di Nusantara secara visual dan menjelaskan minimal tiga faktor kunci yang memengaruhi terbentuknya jaringan perdagangan antarpulau pada masa tersebut, serta merefleksikan relevansi pembelajaran terhadap pemahaman sejarah maritim Indonesia kontemporer.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kelengkapan dan Akurasi Peta Sebaran Kerajaan Islam Peta sangat minim informasi, banyak lokasi kerajaan yang tidak ditandai atau salah. Beberapa lokasi kerajaan ditandai dengan benar, namun informasinya belum lengkap. Peta memuat sebagian besar lokasi kerajaan Islam utama dengan informasi dasar yang akurat. Peta sangat lengkap, akurat, dan informatif, mencakup lokasi, masa berkuasa, serta penandaan strategis.
Penjelasan Faktor-faktor Perdagangan Antarpulau Hanya mampu menyebutkan satu faktor perdagangan dengan penjelasan yang sangat terbatas. Mampu menyebutkan dua faktor perdagangan dengan penjelasan yang sederhana dan perlu dibantu. Mampu menjelaskan minimal tiga faktor kunci perdagangan dengan cukup jelas dan relevan. Mampu menjelaskan minimal tiga faktor kunci perdagangan secara mendalam, memberikan contoh konkret, dan menghubungkannya dengan konteks.
Kualitas Presentasi Penyampaian sangat tidak jelas, kurang terstruktur, dan minim kontak mata. Penyampaian cukup jelas, namun masih terbata-bata dan kurang percaya diri. Penyampaian jelas, terstruktur, dan cukup percaya diri, mampu menjawab pertanyaan dasar. Penyampaian sangat jelas, lancar, terstruktur, menarik, dan mampu menjawab pertanyaan kompleks dengan baik.
Kedalaman Refleksi Refleksi sangat singkat, tidak menunjukkan pemahaman atau keterkaitan dengan pembelajaran. Refleksi menyebutkan beberapa hal yang dipelajari, namun belum mendalam atau kurang spesifik. Refleksi menunjukkan pemahaman tentang materi yang dipelajari dan keterkaitannya dengan pembelajaran, serta kendala yang dihadapi. Refleksi sangat mendalam, menunjukkan pemaknaan materi, menghubungkannya dengan konteks masa kini, serta memberikan usulan perbaikan yang konstruktif.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Irianto Pontjowardoyo, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.