PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 3 DARI 4
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Semester | X / Genap |
| Alokasi Waktu | 3 JP (135 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan belajar peserta didik dipetakan melalui observasi awal dan tanya jawab singkat di awal pembelajaran. Pengetahuan awal mengenai kerajaan Islam di Indonesia telah dibangun pada pertemuan sebelumnya. Minat peserta didik akan difokuskan pada aspek kontekstual dan aplikatif materi. Kebutuhan belajar akan dipenuhi melalui variasi aktivitas dan diferensiasi tugas. |
| Materi Pelajaran | Materi mengenai proses Islamisasi di Nusantara dan terbentuknya perdagangan antarpulau pada masa Islam di Indonesia termasuk dalam ranah pengetahuan faktual dan konseptual. Relevansi dengan kehidupan nyata sangat tinggi, terkait dengan perkembangan budaya, ekonomi, dan interaksi sosial di Indonesia. Tingkat kesulitan materi moderat, memerlukan analisis sebab-akibat dan pemahaman kronologis. Potensi miskonsepsi dapat terjadi pada pemahaman tentang proses akulturasi budaya atau klaim kebenaran tunggal mengenai jalur masuk Islam. Integrasi nilai dan karakter tercermin dalam pemahaman toleransi, penghargaan terhadap keragaman budaya, dan semangat kewirausahaan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Komunikasi, Penalaran Kritis |
| Capaian Pembelajaran | Peserta didik mampu memahami konsep dasar kerajaan Islam; menganalisis serta mengevaluasi manusia dalam kerajaan Islam; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Islam dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Islam dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Islam dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Islam secara diakronis (kronologi) dan/ atau sinkronis. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pembelajaran ini mengaitkan sejarah kerajaan Islam dengan geografi dalam pemetaan jalur perdagangan, ekonomi dalam analisis komoditas dan sistem niaga, serta sosiologi dalam memahami interaksi sosial dan budaya masyarakat. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat dimanfaatkan untuk analisis data historis perdagangan, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban relevan dalam memahami pola distribusi pangan dan dampaknya terhadap perkembangan masyarakat pesisir pada masa itu. |
| Tujuan Pembelajaran | Peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman mengenai proses Islamisasi dan perdagangan antarpulau pada masa Kerajaan Islam di Indonesia melalui analisis studi kasus keruntutan kerajaan Islam di Nusantara dan peta sebaran perdagangan, dengan menunjukkan minimal tiga contoh bukti konkret dalam peta sebaran dan analisis studi kasus. |
| Topik Pembelajaran | Proses Islamisasi dan Perdagangan Antarpulau pada Masa Kerajaan Islam di Indonesia. |
| Praktik Pedagogis | Model: Contextual Teaching and Learning (CTL) Strategi: Pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis masalah. Metode: Presentasi Kelompok, Diskusi, Pembuatan Peta Sebaran. Alasan Pemilihan: CTL relevan karena menghubungkan materi sejarah dengan konteks kehidupan nyata peserta didik, seperti pola perdagangan dan penyebaran budaya. Sintaks CTL diimplementasikan melalui: 1. Mengaktifkan pengetahuan awal: Tanya jawab tentang kerajaan Islam. 2. Menghadirkan konteks nyata: Studi kasus kerajaan Islam dan peta sebaran perdagangan. 3. Melakukan inkuiri dan bertanya: Peserta didik merumuskan pertanyaan kritis. 4. Belajar melalui komunitas: Diskusi kelompok. 5. Memberikan pemodelan: Guru memberikan contoh analisis peta dan studi kasus. 6. Melakukan refleksi: Peserta didik merangkum pembelajaran. 7. Melaksanakan asesmen autentik: Observasi dan umpan balik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Kolaborasi dengan guru geografi untuk pemetaan jalur perdagangan yang lebih akurat dan dengan perpustakaan sekolah untuk penyediaan sumber daya tambahan mengenai kerajaan Islam dan jalur rempah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan memanfaatkan media visual (peta, gambar) dan digital (presentasi). Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong partisipasi aktif serta saling menghargai antar peserta didik. |
| Pemanfaatan Digital | Penggunaan proyektor untuk menampilkan peta sebaran, gambar artefak, dan materi presentasi. Pemanfaatan aplikasi peta digital sederhana atau alat bantu visualisasi data untuk memetakan jalur perdagangan. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL (15 menit) |
Bermakna: Menghubungkan materi dengan konteks masa lalu dan kini. Menggembirakan: Menciptakan suasana antusiasme. |
1. Memberikan salam pembuka dan menanyakan kabar. 2. Melakukan apersepsi dengan bertanya, "Apa yang kalian ingat tentang kerajaan Islam yang pernah kita pelajari?" 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: "Hari ini kita akan mendalami bagaimana Islam menyebar dan bagaimana perdagangan berkembang di masa itu." 4. Menjelaskan kriteria penilaian (observasi partisipasi, kejelasan argumen diskusi). |
1. Menjawab salam dan merespon pertanyaan apersepsi. 2. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. |
15 menit | Kehadiran dan partisipasi awal. |
| INTI - MEMAHAMI (50 menit) |
Berkesadaran: Fokus pada pemahaman konsep. Bermakna: Menghubungkan proses sejarah dengan bukti. Menggembirakan: Diskusi aktif dan kolaboratif. |
1. Memfasilitasi presentasi singkat kelompok mengenai strategi penyebaran Islam di Nusantara (misalnya melalui perdagangan, pendidikan, seni). 2. Memandu diskusi kelompok untuk menganalisis peta sebaran kerajaan Islam dan jalur perdagangan antarpulau. 3. Memberikan contoh singkat bagaimana KKA (misalnya analisis pola data sederhana dari catatan pelayaran) dapat membantu memahami dinamika perdagangan pada masa itu. |
1. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok mengenai strategi Islamisasi. 2. Berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis peta sebaran kerajaan Islam dan mengidentifikasi pusat-pusat perdagangan. 3. Mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan kritis terhadap analisis peta. |
50 menit | Catatan hasil diskusi kelompok, keaktifan bertanya dan menjawab. |
| INTI - MENGAPLIKASI (50 menit) |
Bermakna: Menerapkan konsep pada studi kasus. Menggembirakan: Menemukan solusi dan membuat produk. Berkesadaran: Fokus pada analisis dan presentasi. |
1. Memberikan studi kasus singkat mengenai salah satu kerajaan Islam (misal: Kesultanan Aceh atau Kesultanan Demak) yang menekankan pada peran perdagangannya. 2. Memfasilitasi peserta didik dalam kelompok untuk membuat peta sebaran visual yang menunjukkan kerajaan Islam dan jalur perdagangan utama. 3. Memberikan umpan balik formatif selama proses pembuatan peta dan analisis studi kasus. Menyinggung bagaimana data produksi pangan lokal (terkait Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban) dapat dianalisis untuk memahami kekuatan ekonomi suatu wilayah di masa lalu. |
1. Menganalisis studi kasus kerajaan Islam dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung perdagangannya. 2. Bekerja sama dalam kelompok untuk membuat peta sebaran visual yang mencakup lokasi kerajaan Islam dan jalur perdagangan utama. 3. Mempresentasikan hasil analisis studi kasus dan peta sebaran di depan kelas. |
50 menit | Peta sebaran visual, analisis studi kasus tertulis, presentasi kelompok. |
| INTI - MEREFLEKSI (10 menit) |
Berkesadaran: Menilai proses dan hasil belajar. Bermakna: Mengambil pembelajaran dari pengalaman. Menggembirakan: Merayakan pencapaian. |
1. Memfasilitasi sesi refleksi singkat dengan pertanyaan panduan: "Apa hal paling menarik yang kalian pelajari hari ini?", "Apa tantangan terbesar dalam menganalisis peta atau studi kasus?", "Bagaimana pengetahuan ini relevan dengan masa kini?" 2. Memberikan apresiasi atas usaha dan partisipasi peserta didik. |
1. Menjawab pertanyaan refleksi secara lisan atau tertulis singkat. 2. Menyampaikan umpan balik konstruktif mengenai proses pembelajaran. |
10 menit | Jawaban refleksi, umpan balik lisan/tertulis. |
| PENUTUP (10 menit) |
Bermakna: Merangkum dan merencanakan tindak lanjut. Menggembirakan: Memberikan motivasi. |
1. Merangkum poin-poin kunci pembelajaran hari ini. 2. Memberikan umpan balik konstruktif secara umum. 3. Menyampaikan informasi mengenai materi pembelajaran pertemuan selanjutnya. 4. Menutup pelajaran dengan salam. |
1. Menyimak rangkuman. 2. Menyimak informasi pertemuan berikutnya. 3. Menjawab salam penutup. |
10 menit | Kehadiran dan respon penutup. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang kerajaan Islam. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan. Teknik: Tanya jawab singkat. Bukti yang dinilai: Kemampuan menjawab pertanyaan apersepsi. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menyebutkan minimal satu kerajaan Islam yang pernah dipelajari. Tindak Lanjut: Memberikan penguatan singkat atau mencatat peserta didik yang memerlukan perhatian lebih. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan: Menilai pemahaman konsep, keterampilan analisis, dan kolaborasi. Bentuk/Instrumen: Lembar observasi partisipasi diskusi, rubrik penilaian peta sebaran dan analisis studi kasus, pertanyaan formatif lisan. Teknik: Observasi, penilaian kinerja (peta dan analisis), tanya jawab. Bukti yang dinilai: Keaktifan dalam diskusi, kualitas peta sebaran, ketepatan analisis studi kasus, jawaban atas pertanyaan formatif. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman konsep, mampu menganalisis peta dan studi kasus, serta berkolaborasi dengan baik dalam kelompok (sesuai rubrik). Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik langsung saat proses pembelajaran, memberikan penguatan pada konsep yang belum dipahami, serta memberikan saran perbaikan untuk peta dan analisis. |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan: Menilai pencapaian tujuan pembelajaran pertemuan. Bentuk/Instrumen: Hasil peta sebaran visual dan analisis studi kasus, presentasi kelompok. Teknik: Penilaian kinerja (produk dan presentasi). Bukti yang dinilai: Kualitas peta sebaran (akurasi, kelengkapan), ketepatan analisis studi kasus (identifikasi faktor perdagangan), kejelasan dan sistematika presentasi. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menyajikan peta sebaran yang akurat dan analisis studi kasus yang mendalam, serta mempresentasikan dengan jelas (sesuai rubrik). Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik keseluruhan terhadap kinerja kelompok, merencanakan remedial atau pengayaan berdasarkan hasil asesmen. |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman mengenai proses Islamisasi dan perdagangan antarpulau pada masa Kerajaan Islam di Indonesia melalui analisis studi kasus keruntutan kerajaan Islam di Nusantara dan peta sebaran perdagangan, dengan menunjukkan minimal tiga contoh bukti konkret dalam peta sebaran dan analisis studi kasus.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Akurasi dan Kelengkapan Peta Sebaran (Menunjukkan lokasi kerajaan Islam dan jalur perdagangan utama) |
Peta sangat minim, lokasi kerajaan dan jalur perdagangan tidak jelas atau tidak akurat. | Peta menampilkan beberapa lokasi kerajaan dan jalur perdagangan, namun belum lengkap atau kurang akurat. | Peta menampilkan sebagian besar lokasi kerajaan Islam dan jalur perdagangan utama dengan cukup akurat. | Peta menampilkan seluruh lokasi kerajaan Islam dan jalur perdagangan utama dengan sangat akurat dan detail. |
| Ketepatan Analisis Studi Kasus (Mengidentifikasi faktor pendukung perdagangan kerajaan) |
Hanya menyebutkan satu faktor perdagangan tanpa penjelasan mendalam. | Menyebutkan beberapa faktor perdagangan, namun analisisnya dangkal atau kurang relevan. | Mengidentifikasi minimal dua faktor pendukung perdagangan dengan penjelasan yang cukup baik dan relevan. | Mengidentifikasi berbagai faktor pendukung perdagangan secara komprehensif, menganalisis dampaknya, dan memberikan bukti pendukung yang kuat. |
| Penggunaan Bukti Konkret (Menunjukkan minimal tiga contoh bukti dalam peta dan analisis) |
Tidak menyertakan bukti konkret atau bukti yang disajikan tidak relevan. | Menyertakan satu atau dua bukti konkret, namun kurang kuat atau kurang terintegrasi dalam penjelasan. | Menyertakan minimal tiga bukti konkret yang relevan dalam peta dan analisis, namun perlu sedikit penguatan dalam penyajian. | Menyertakan lebih dari tiga bukti konkret yang relevan, terintegrasi dengan baik dalam peta dan analisis, serta memperkuat argumen secara signifikan. |
| Kejelasan dan Sistematika Presentasi (Menyampaikan hasil analisis dan peta) |
Presentasi tidak jelas, tidak terstruktur, dan sulit dipahami. | Presentasi cukup jelas namun kurang terstruktur, alur penyampaian kadang terputus. | Presentasi jelas, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh audiens. | Presentasi sangat jelas, menarik, terstruktur dengan sangat baik, dan mampu meyakinkan audiens. |
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |