← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 4 - Sejarah X - Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PERTEMUAN 4 DARI 4

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Fase Pertemuan Topik Alokasi Waktu
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Sejarah X / Fase E 4 dari 4 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia 3 JP (135 menit)

TUJUAN ASESMEN

Asesmen ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyajikan hasil analisis pengaruh kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dalam bentuk infografis yang informatif dan kemampuan merefleksikan pembelajaran yang telah dicapai. Penilaian akan mencakup kualitas infografis dan kedalaman refleksi peserta didik.

ASESMEN AWAL (Diagnostik)

Instruksi: Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat untuk mengukur kesiapan dan mendeteksi miskonsepsi awal Anda mengenai Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

  1. Sebutkan minimal dua kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di Indonesia!
  2. Apa perbedaan mendasar antara agama Hindu dan Buddha?
  3. Bagaimana pengaruh masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan di Indonesia?
  4. Perhatikan gambar Candi Borobudur. Apa fungsi utama candi tersebut menurut Anda?
  5. Menurut Anda, apakah peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha masih relevan di era digital saat ini? Jelaskan alasannya!

Kunci Jawaban dan Interpretasi

  1. Contoh: Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Majapahit. Interpretasi: Mengukur pengetahuan dasar nama kerajaan.
  2. Contoh: Hindu menyembah banyak dewa (politeisme), Buddha fokus pada pencerahan diri dan ajaran Buddha Gautama (monoteisme filosofis). Interpretasi: Mengukur pemahaman konsep dasar kedua agama.
  3. Contoh: Munculnya konsep raja sebagai dewa, sistem birokrasi kerajaan. Interpretasi: Mengukur pemahaman awal tentang dampak politik.
  4. Contoh: Tempat ibadah, pusat penyebaran ajaran Buddha, monumen sejarah. Interpretasi: Mengukur pemahaman fungsional peninggalan.
  5. Jawaban bervariasi. Contoh relevan: inspirasi seni arsitektur modern, nilai sejarah untuk identitas bangsa, potensi pariwisata. Contoh kurang relevan: tidak ada pengaruh sama sekali. Interpretasi: Mengukur kemampuan menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Catatan: Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, namun digunakan untuk memetakan kesiapan dan kebutuhan belajar peserta didik.

ASESMEN PROSES

Lembar Observasi Partisipasi Diskusi dan Kerja Kelompok

Instruksi: Amati partisipasi setiap anggota kelompok selama kegiatan diskusi dan penugasan infografis. Beri tanda centang (✓) pada kolom yang sesuai.

Nama Peserta Didik Indikator Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
[Nama Peserta Didik 1] Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok.
Memberikan ide atau gagasan terkait materi.
Bekerja sama dalam menyelesaikan tugas infografis.
Menghargai pendapat anggota kelompok lain.
[Nama Peserta Didik 2] Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok.
Memberikan ide atau gagasan terkait materi.
Bekerja sama dalam menyelesaikan tugas infografis.
Menghargai pendapat anggota kelompok lain.

Exit Ticket

Instruksi: Jawablah dua pertanyaan berikut di akhir pembelajaran.

  1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini adalah...
  2. Satu hal yang masih membuat saya bingung adalah...

ASESMEN AKHIR

Soal Pilihan Ganda (5 Butir)

  1. Kerajaan Hindu-Buddha pertama di Indonesia yang diketahui berdasarkan bukti arkeologis adalah...
    1. Sriwijaya
    2. Majapahit
    3. Kutai
    4. Tarumanegara
  2. Pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha dalam bidang arsitektur terlihat jelas pada bangunan...
    1. Masjid Agung Demak
    2. Gereja Katedral Jakarta
    3. Candi Borobudur dan Prambanan
    4. Rumah Adat Tongkonan
  3. Sistem pemerintahan kerajaan bercorak Hindu-Buddha sering kali mengadopsi konsep dewaraja, yang berarti...
    1. Raja adalah wakil dewa di bumi
    2. Raja memiliki kekuatan sihir
    3. Raja dipilih oleh rakyat
    4. Raja adalah pemimpin agama
  4. Dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, bagaimana pemahaman tentang sistem agraris pada masa Kerajaan Hindu-Buddha dapat memberikan inspirasi?
    1. Mempelajari teknik irigasi kuno untuk efisiensi air.
    2. Mengabaikan sistem pertanian tradisional karena dianggap kuno.
    3. Fokus hanya pada sistem perdagangan laut.
    4. Mengembangkan teknologi pangan modern tanpa melihat sejarah.
  5. Salah satu konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang dapat diterapkan untuk menganalisis persebaran dan pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha adalah...
    1. Algoritma klasifikasi gambar untuk mengidentifikasi artefak.
    2. Model regresi untuk memprediksi curah hujan.
    3. Decision tree untuk menentukan rute perdagangan.
    4. Natural Language Processing untuk menerjemahkan prasasti.

Soal Jawaban Singkat (3 Butir)

  1. Sebutkan satu contoh peninggalan tertulis (prasasti) dari Kerajaan Kutai dan jelaskan isinya secara singkat!
  2. Jelaskan secara singkat bagaimana ajaran Buddha menyebar di Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya!
  3. Mengapa Kerajaan Majapahit dianggap sebagai puncak kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia?

Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Butir)

  1. Buatlah rancangan sederhana (dalam bentuk flowchart atau pseudocode) bagaimana data persebaran situs-situs Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dapat dikumpulkan dan divisualisasikan menggunakan prinsip KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk membantu analisis sejarah.
  2. Dalam rangka mendukung Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, jelaskan bagaimana prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan pada masa Kerajaan Hindu-Buddha (misalnya irigasi, tata guna lahan) dapat diadaptasi untuk ketahanan pangan di daerah Tuban saat ini. Berikan contoh konkret.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No. Soal Tujuan Pembelajaran/Indikator Materi Pokok Level Kognitif Bentuk Soal
1 Mengidentifikasi kerajaan Hindu-Buddha pertama di Indonesia. Kerajaan Kutai Pengetahuan (C2) Pilihan Ganda
2 Menganalisis pengaruh kerajaan Hindu-Buddha dalam bidang arsitektur. Seni Bangunan Candi Analisis (C4) Pilihan Ganda
3 Menjelaskan konsep dewaraja dalam sistem pemerintahan Hindu-Buddha. Sistem Politik Kerajaan Pemahaman (C2) Pilihan Ganda
4 Menghubungkan konsep pertanian kerajaan Hindu-Buddha dengan Program SIKAP. Sosial-Ekonomi Kerajaan, Program SIKAP Aplikasi (C3) Pilihan Ganda
5 Mengidentifikasi penerapan KKA dalam analisis sejarah kerajaan. Konsep KKA, Analisis Sejarah Pengetahuan (C2) Pilihan Ganda
6 Menyebutkan dan menjelaskan isi prasasti Yupa. Kerajaan Kutai, Prasasti Yupa Pemahaman (C2) Jawaban Singkat
7 Menjelaskan peran Sriwijaya dalam penyebaran agama Buddha. Kerajaan Sriwijaya, Penyebaran Agama Buddha Pemahaman (C2) Jawaban Singkat
8 Menjelaskan faktor-faktor yang menjadikan Majapahit sebagai puncak kejayaan. Kerajaan Majapahit Analisis (C4) Jawaban Singkat
9 Merancang visualisasi data persebaran situs kerajaan menggunakan KKA. Penerapan KKA dalam Sejarah Kreasi (C5) Uraian/Tugas Kontekstual
10 Mengadaptasi prinsip pengelolaan sumber daya kerajaan Hindu-Buddha untuk ketahanan pangan Tuban (Program SIKAP). Sosial-Ekonomi Kerajaan, Program SIKAP Kreasi (C5) Uraian/Tugas Kontekstual

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

No. Soal Kunci Jawaban Skor Maksimal
1 c. Kutai 10
2 c. Candi Borobudur dan Prambanan 10
3 a. Raja adalah wakil dewa di bumi 10
4 a. Mempelajari teknik irigasi kuno untuk efisiensi air. 10
5 a. Algoritma klasifikasi gambar untuk mengidentifikasi artefak. 10
6 Prasasti Yupa. Isinya antara lain tentang raja Mulawarman yang murah hati, memberikan sedekah kepada para brahmana, dan mendirikan taman untuk kesucian dewa-dewa. 15
7 Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama Buddha Mahayana dan Vajrayana, menarik biksu dari berbagai negara, dan mengirimkan biksu untuk menyebarkan ajaran Buddha ke wilayah lain. 15
8 Luas wilayah kekuasaan yang meliputi sebagian besar Nusantara, kemajuan maritim dan perdagangan, stabilitas politik, serta perkembangan seni dan sastra yang pesat. 15
9 Rancangan flowchart/pseudocode yang logis dan jelas, mencakup langkah-langkah pengumpulan data (misal: koordinat situs, jenis artefak), pemrosesan data (misal: pengelompokan berdasarkan periode), dan visualisasi (misal: peta interaktif, grafik persebaran). Konsep KKA yang relevan (misal: geografis information system, data mining) disebutkan. 20
10 Penjelasan yang komprehensif mengenai prinsip pengelolaan sumber daya alam kerajaan Hindu-Buddha (misal: sistem irigasi sawah tadah hujan, penanaman tanaman pangan sesuai musim, pelestarian hutan) yang dihubungkan dengan konteks ketahanan pangan Tuban (misal: optimalisasi lahan pertanian yang ada, konservasi air, pengembangan tanaman pangan lokal yang tahan kondisi Tuban). Terdapat contoh konkret. 20
Total Skor 150

Rumus Nilai Akhir: (Total Skor Perolehan / 150) x 100

RUBRIK PENILAIAN INFOGRAFIS DAN REFLEKSI

Infografis yang dihasilkan akan dinilai berdasarkan rubrik berikut:

Indikator Penilaian Belum Memulai (0-49) Berkembang (50-69) Cakap (70-84) Mahir (85-100)
Kesesuaian Konten dengan Materi
(Analisis pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha)
Informasi yang disajikan tidak akurat atau sangat minim relevansi dengan materi. Sebagian informasi akurat, namun kurang mendalam atau ada beberapa bagian yang kurang relevan. Informasi akurat dan cukup relevan, mencakup poin-poin penting pengaruh kerajaan. Informasi sangat akurat, mendalam, dan relevan, menyajikan analisis pengaruh yang komprehensif.
Kejelasan dan Keterbacaan Infografis
(Tata letak, visual, teks)
Tata letak berantakan, visual tidak menarik, teks sulit dibaca. Tata letak cukup baik, visual sedikit menarik, teks cukup terbaca namun ada beberapa bagian kurang jelas. Tata letak rapi, visual menarik dan mendukung informasi, teks jelas dan mudah dibaca. Tata letak sangat baik, visual sangat menarik dan inovatif, teks sangat jelas, ringkas, dan efektif.
Kedalaman Refleksi
(Pemahaman pribadi, pembelajaran yang didapat)
Refleksi dangkal, hanya menyatakan "senang" atau "sulit" tanpa penjelasan. Refleksi mulai menunjukkan pemahaman, namun masih umum dan kurang spesifik. Refleksi cukup mendalam, menunjukkan pemahaman tentang konsep yang dipelajari dan kaitannya dengan diri sendiri. Refleksi sangat mendalam, kritis, dan personal, menunjukkan pemahaman utuh dan kemampuan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi serta tujuan masa depan.
Integrasi Konsep KKA dan Program SIKAP Tidak ada upaya integrasi atau integrasi sangat keliru. Upaya integrasi ada, namun kurang tepat atau hanya sekadar menyebutkan. Integrasi konsep KKA dan Program SIKAP cukup relevan dan dijelaskan dengan baik dalam konteks infografis/refleksi. Integrasi konsep KKA dan Program SIKAP sangat relevan, inovatif, dan dijelaskan secara mendalam, menunjukkan pemahaman yang kuat.

REKAP NILAI (Kosong, siap diisi)

No. Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Akhir (Skor) Nilai Akhir (0-100) Kategori Catatan Guru
1. [Nama Peserta Didik 1]
2. [Nama Peserta Didik 2]

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.