← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 4 dari 4 - Sejarah X - Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 4 DARI 4

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru : Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X / Genap
Alokasi Waktu : 3 JP (135 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik : Kesiapan belajar peserta didik telah dipetakan melalui asesmen diagnostik pada pertemuan awal. Minat terhadap sejarah kerajaan Nusantara ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam diskusi sebelumnya. Kebutuhan belajar difokuskan pada penguatan pemahaman konsep dan keterampilan presentasi. Pemetaan dilakukan melalui observasi partisipasi dan pertanyaan pemantik.
Materi Pelajaran : Materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia mencakup aspek politik, sosial, budaya, dan ekonomi. Relevansi dengan kehidupan nyata terlihat pada pengaruhnya terhadap sistem pemerintahan, seni, dan arsitektur Indonesia saat ini. Tingkat kesulitan moderat, membutuhkan analisis hubungan sebab-akibat. Struktur materi runtut dari pengaruh umum hingga kerajaan spesifik. Miskonsepsi potensial meliputi anggapan bahwa Hindu-Buddha sepenuhnya asing tanpa akulturasi. Integrasi nilai dan karakter melalui apresiasi terhadap warisan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Penalaran Kritis, Keimanan dan Ketakwaan
Capaian Pembelajaran :
  • Pemahaman Konsep: Peserta didik memahami konsep dasar kerajaan Hindu-Buddha; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha secara diakronis (kronologi) dan/atau sinkronis.
  • Keterampilan Proses: Peserta didik mampu mengolah informasi sejarah secara non digital maupun digital dalam berbagai bentuk aplikasi sejarah, rekaman suara, film dokumenter, foto, maket, vlog, timeline, story board, infografis, videografis, komik, poster, dan lain-lain.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu : Pembelajaran ini mengintegrasikan aspek sejarah dengan literasi data dan pemanfaatan teknologi informasi. Pemahaman tentang kerajaan Hindu-Buddha dapat dikaitkan dengan analisis pola sebaran situs bersejarah yang dapat divisualisasikan menggunakan peta digital, serta pemanfaatan data historis untuk memahami perkembangan sosial-ekonomi masa lalu. Integrasi ini juga mencakup pemikiran komputasional melalui KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam menganalisis data sejarah sederhana dan konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban melalui pemahaman tentang pola pertanian dan sumber pangan masyarakat pada masa kerajaan.
Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu menyajikan hasil analisis pengaruh kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dalam bentuk infografis yang informatif dan merefleksikan pembelajaran yang telah dicapai dengan tingkat pemahaman yang baik (terlihat dari rubrik penilaian).
Topik Pembelajaran : Mengaplikasikan Konsep, Menyajikan Hasil, dan Merefleksikan Capaian Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Praktik Pedagogis :
  • Model: Direct Instruction.
  • Strategi: Pembelajaran eksplisit yang berfokus pada penguasaan konsep dan keterampilan presentasi.
  • Metode: Diskusi Kelompok, Penugasan Infografis, Presentasi, Refleksi.
  • Alasan Pemilihan: Model Direct Instruction cocok untuk memandu peserta didik dalam mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari dan menyajikan hasilnya secara terstruktur. Metode diskusi dan penugasan infografis mendorong kolaborasi dan kreativitas, sementara presentasi melatih keterampilan komunikasi. Refleksi membantu peserta didik mengevaluasi pemahaman mereka.
  • Penerapan Sintaks:
    1. Menyampaikan Tujuan dan Menyiapkan Murid: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu menyajikan hasil analisis pengaruh Hindu-Buddha dan melakukan refleksi, serta mengingatkan kembali kriteria keberhasilan.
    2. Mendemonstrasikan Pengetahuan/Keterampilan: Guru memberikan contoh infografis yang baik dan memandu alur presentasi yang efektif.
    3. Membimbing Latihan: Guru membimbing peserta didik dalam menyusun infografis dan mempersiapkan presentasi, memberikan umpan balik konstruktif selama proses kerja kelompok.
    4. Memeriksa Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik: Guru memberikan umpan balik saat presentasi dan melalui asesmen formatif.
    5. Memberikan Latihan Lanjutan/Mandiri: Peserta didik menyelesaikan infografis, mempresentasikan hasil, dan melakukan refleksi secara mandiri.
Kemitraan Pembelajaran : Dukungan dari guru TIK dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi penggunaan aplikasi desain infografis. Kolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia dapat membantu dalam penyusunan narasi yang efektif pada infografis dan saat presentasi. Orang tua dapat memberikan dukungan moral dan fasilitas belajar di rumah.
Lingkungan Pembelajaran : Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dilengkapi dengan proyektor dan akses internet. Lingkungan belajar yang aman dan inklusif mendorong peserta didik untuk berani berekspresi dan berbagi ide. Budaya belajar yang aktif dan kolaboratif akan dibangun melalui interaksi antarpeserta didik dan guru.
Pemanfaatan Digital : Peserta didik akan menggunakan perangkat digital (laptop/tablet) untuk mencari referensi tambahan, mendesain infografis menggunakan aplikasi seperti Canva atau Piktochart, serta untuk presentasi. Guru dapat memanfaatkan platform digital untuk berbagi sumber belajar dan mengumpulkan hasil karya peserta didik.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(15 menit)
Bermakna: Mengaitkan materi dengan warisan budaya yang masih ada.
Menggembirakan: Memulai dengan apresiasi terhadap hasil karya sebelumnya.
1. Menyapa dan mengecek kehadiran.
2. Mengingatkan kembali topik pembelajaran sebelumnya (pengaruh Hindu-Buddha).
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menyajikan hasil analisis dalam infografis dan refleksi.
4. Menjelaskan kriteria penilaian infografis dan presentasi.
5. Memberikan motivasi dengan menunjukkan contoh infografis yang menarik.
1. Menjawab salam dan merespon pertanyaan guru.
2. Mengingat kembali materi sebelumnya.
3. Memperhatikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian.
4. Menyaksikan contoh infografis.
15 menit Kehadiran, partisipasi aktif dalam apersepsi.
INTI - MEMAHAMI
(45 menit)
Bermakna: Memahami kembali konsep inti pengaruh Hindu-Buddha.
Berkesadaran: Fokus pada detail penyusunan infografis.
1. Memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengulas kembali poin-poin kunci pengaruh Hindu-Buddha yang akan dimasukkan dalam infografis.
2. Memberikan bimbingan dalam memilih data dan visualisasi yang tepat untuk infografis.
3. Menjelaskan kembali cara efektif menampilkan data sejarah menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) melalui visualisasi data sederhana (misalnya, tren penyebaran candi atau prasasti).
1. Berdiskusi dalam kelompok untuk merangkum konsep-konsep penting.
2. Mencari dan memilih informasi relevan untuk infografis.
3. Memahami arahan guru mengenai visualisasi data sejarah yang efektif.
45 menit Catatan diskusi kelompok, draf awal infografis.
INTI - MENGAPLIKASI
(45 menit)
Bermakna: Menerapkan konsep dalam bentuk visual.
Menggembirakan: Proses kreatif mendesain infografis.
1. Memantau dan membimbing proses pembuatan infografis oleh setiap kelompok.
2. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap desain, konten, dan kejelasan informasi.
3. Memastikan peserta didik terhubung dengan sumber daya digital yang relevan.
4. Mengingatkan tentang relevansi Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya bagaimana pola pertanian masyarakat pada masa Hindu-Buddha masih memiliki jejak pada sistem pangan lokal saat ini, dan bagaimana infografis dapat menyoroti aspek ini.
1. Mendesain infografis menggunakan aplikasi digital.
2. Berkolaborasi dalam kelompok untuk menyelesaikan infografis.
3. Mempresentasikan draf infografis kepada guru untuk mendapatkan masukan.
4. Memperbaiki infografis berdasarkan umpan balik.
45 menit Produk infografis yang selesai.
INTI - MEREFLEKSI
(20 menit)
Berkesadaran: Mengevaluasi proses dan hasil belajar.
Bermakna: Mengidentifikasi pembelajaran yang paling berkesan.
1. Memfasilitasi sesi presentasi hasil infografis oleh setiap kelompok.
2. Memberikan umpan balik menyeluruh setelah setiap presentasi.
3. Memandu diskusi refleksi mengenai tantangan yang dihadapi, solusi yang ditemukan, dan pembelajaran yang paling berkesan.
4. Memberikan pertanyaan reflektif terkait KKA dan SIKAP, misalnya: "Bagaimana visualisasi data membantu memahami sejarah?" atau "Apa kesamaan pola pangan masa lalu dengan sekarang di Tuban?".
1. Mempresentasikan hasil infografis di depan kelas.
2. Menjawab pertanyaan dari guru dan teman.
3. Berpartisipasi aktif dalam diskusi refleksi.
4. Menjawab pertanyaan reflektif guru.
20 menit Hasil presentasi, partisipasi dalam diskusi refleksi, jawaban reflektif.
PENUTUP
(10 menit)
Menggembirakan: Memberikan apresiasi dan harapan positif. 1. Memberikan apresiasi atas kerja keras dan hasil karya peserta didik.
2. Memberikan umpan balik umum terhadap keseluruhan proses pembelajaran.
3. Menyampaikan rangkuman singkat materi.
4. Memberikan informasi singkat tentang materi pembelajaran berikutnya.
1. Mendengarkan apresiasi dan rangkuman.
2. Mencatat informasi materi selanjutnya.
10 menit -

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran
  • Tujuan: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang pengaruh Hindu-Buddha dan kesiapan mereka untuk menyajikan hasil analisis.
  • Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat, observasi awal.
  • Teknik: Tanya jawab, observasi.
  • Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman konsep, kesiapan mengikuti kegiatan.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjawab pertanyaan dasar tentang pengaruh Hindu-Buddha.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan penguatan konsep bagi yang masih kurang paham.
Asesmen pada Proses Pembelajaran
  • Tujuan: Memantau kemajuan peserta didik dalam menyusun infografis, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan bantuan.
  • Bentuk/Instrumen: Lembar observasi, umpan balik lisan guru.
  • Teknik: Observasi, umpan balik formatif.
  • Bukti yang Dinilai: Kolaborasi tim, pemanfaatan sumber, kreativitas desain, ketepatan isi infografis.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan kemajuan yang baik dalam proses pembuatan infografis sesuai arahan.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan bimbingan spesifik dan umpan balik konstruktif.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
  • Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran terkait penyajian hasil analisis (infografis) dan refleksi.
  • Bentuk/Instrumen: Produk infografis, rubrik presentasi, lembar refleksi diri.
  • Teknik: Penilaian produk, penilaian kinerja (presentasi), penilaian diri (self-assessment).
  • Bukti yang Dinilai: Kualitas infografis, kemampuan presentasi, kedalaman refleksi.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mencapai kriteria "Cakap" atau "Mahir" pada rubrik penilaian infografis dan presentasi, serta menunjukkan refleksi yang bermakna.
  • Tindak Lanjut: Remedial bagi yang belum mencapai kriteria, pengayaan bagi yang sudah mahir.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu menyajikan hasil analisis pengaruh kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dalam bentuk infografis yang informatif dan merefleksikan pembelajaran yang telah dicapai.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Konten Infografis
(Ketepatan, kelengkapan, dan kedalaman informasi pengaruh Hindu-Buddha)
Informasi sangat terbatas, tidak akurat, atau tidak relevan dengan pengaruh Hindu-Buddha. Informasi cukup lengkap tetapi kurang mendalam atau ada beberapa ketidakakuratan. Informasi akurat, relevan, dan cukup lengkap mengenai pengaruh Hindu-Buddha, mencakup minimal 3 aspek (misal: seni, agama, politik). Informasi sangat akurat, mendalam, komprehensif, dan mencakup berbagai aspek pengaruh Hindu-Buddha dengan analisis yang jelas.
Desain Infografis
(Tata letak, visualisasi, keterbacaan)
Desain sangat berantakan, sulit dibaca, visualisasi tidak mendukung informasi. Desain cukup baik namun kurang menarik, visualisasi kurang optimal, keterbacaan agak sulit. Desain menarik, tata letak rapi, visualisasi mendukung informasi, mudah dibaca. Desain sangat profesional, inovatif, visualisasi sangat efektif dan kreatif, keterbacaan sangat baik.
Kemampuan Presentasi
(Kejelasan penyampaian, penguasaan materi, interaksi)
Penyampaian tidak jelas, gagap, kurang menguasai materi, tidak ada interaksi. Penyampaian cukup jelas namun kurang lancar, penguasaan materi terbatas, interaksi minim. Penyampaian jelas dan cukup lancar, menguasai materi pokok, mampu menjawab pertanyaan dasar. Penyampaian sangat jelas, lancar, menguasai materi secara mendalam, interaktif dan persuasif.
Refleksi Pembelajaran
(Kedalaman analisis, kejujuran, keterkaitan dengan tujuan)
Refleksi sangat dangkal, hanya menyatakan suka/tidak suka, tidak ada analisis proses belajar. Refleksi mulai menunjukkan analisis proses tetapi belum mendalam, kurang jujur atau kurang relevan dengan tujuan. Refleksi cukup mendalam, jujur, mampu mengidentifikasi pembelajaran yang didapat, tantangan, dan solusi. Refleksi sangat mendalam, jujur, kritis, mampu mengidentifikasi pembelajaran, tantangan, solusi, dan implikasinya bagi masa depan.
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Irianto Pontjowardoyo, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.