← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Sejarah X - Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN • Guru: Irianto Pontjowardoyo, S.Pd • Mata pelajaran: Sejarah • Kelas/Rombel: X • Tingkat/Fase: X / Fase E • Semester: Genap • Tahun pelajaran: 2026/2027 • Pertemuan: 3 dari 4 • Tanggal/rentang: 2027-01-18 s.d. 2027-01-24 • Topik: Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia • Fokus kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. • Asesmen pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 3 dari 4 · 3 JP (135 menit) • Model: Direct Instruction • Metode: Ceramah Interaktif, Diskusi, Penugasan Tabel • Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Keimanan dan Ketakwaan

Tujuan Asesmen

1. Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang konsep kerajaan Hindu-Buddha. 2. Menilai keaktifan dan partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok. 3. Mengevaluasi kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pemahaman tentang pengaruh Hindu-Buddha pada aspek sosial dan budaya masyarakat Nusantara. 4. Memberikan umpan balik konstruktif untuk pembelajaran selanjutnya.

ASESMEN AWAL

Asesmen ini bertujuan untuk mengukur kesiapan dan mengidentifikasi miskonsepsi awal peserta didik terkait materi Kerajaan Hindu-Buddha. 1. Apa yang Anda ketahui tentang kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia? • Kunci Jawaban: Peserta didik menyebutkan beberapa nama kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Majapahit, atau menjelaskan ciri umum kerajaan yang dipengaruhi agama Hindu dan Buddha. • Interpretasi: Jawaban yang tepat menunjukkan pemahaman dasar. Jawaban yang kurang lengkap atau keliru mengindikasikan adanya miskonsepsi yang perlu diluruskan. 2. Menurut Anda, mengapa agama Hindu dan Buddha bisa masuk dan berkembang di Indonesia? • Kunci Jawaban: Peserta didik menyebutkan jalur perdagangan (jalur sutra laut), kedatangan pedagang/pendeta dari India, atau adanya ketertarikan masyarakat lokal. • Interpretasi: Jawaban yang mengaitkan dengan perdagangan menunjukkan pemahaman yang baik tentang faktor eksternal. Jawaban yang hanya menyebutkan "ajaran dibawa orang" perlu diperjelas konteksnya. 3. Sebutkan satu contoh peninggalan dari kerajaan Hindu-Buddha yang masih bisa kita lihat saat ini! • Kunci Jawaban: Candi (Borobudur, Prambanan), prasasti, arca, atau kitab kuno. • Interpretasi: Jawaban yang spesifik menunjukkan pengetahuan konkret. Jawaban umum seperti "bangunan tua" perlu dikonfirmasi lebih lanjut. 4. Apakah ada pengaruh kerajaan Hindu-Buddha yang masih terasa dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini? Jelaskan singkat! • Kunci Jawaban: Pengaruh dalam seni arsitektur (candi), sistem penanggalan (kalender Saka), bahasa (kata serapan), sistem kepercayaan (sinkretisme), atau sistem pemerintahan. • Interpretasi: Jawaban yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini menunjukkan pemahaman tentang relevansi sejarah. 5. Jika kita ingin membuat simulasi sederhana tentang bagaimana pengaruh suatu budaya asing masuk ke suatu wilayah, konsep pemrograman apa yang bisa kita gunakan? (Contoh: Algoritma sederhana untuk memodelkan penyebaran ide). • Kunci Jawaban: Algoritma dasar, flowchart sederhana, atau pseudocode untuk memodelkan interaksi dan adopsi budaya. • Interpretasi: Jawaban yang mengarah pada logika algoritma atau pemodelan menunjukkan pemahaman awal tentang penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam konteks sejarah.

ASESMEN PROSES

Asesmen ini dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung untuk memantau keaktifan, partisipasi, dan pemahaman peserta didik.

Lembar Observasi Keaktifan dan Partisipasi Diskusi Kelompok

| Indikator | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Catatan Umpan Balik | | 1. Memberikan kontribusi ide/pendapat dalam diskusi | | | | | | 2. Menanggapi pendapat anggota lain dengan santun | | | | | | 3. Bertanya untuk klarifikasi atau pendalaman | | | | | | 4. Berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas kelompok | | | | |

Pertanyaan Exit Ticket (Formulir Singkat di Akhir Pertemuan)

1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang pengaruh Hindu-Buddha adalah... 2. Satu hal yang masih membingungkan saya adalah... 3. Bagaimana konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat membantu kita memahami penyebaran informasi budaya di masa lalu? (Contoh: Analisis jaringan sosial atau pemodelan penyebaran pengaruh).

ASESMEN AKHIR

Asesmen ini mengukur pencapaian tujuan pembelajaran terkait pengaplikasian pemahaman tentang pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha.

Soal Pilihan Ganda

1. Salah satu pengaruh signifikan Kerajaan Sriwijaya dalam bidang maritim adalah: a. Pembangunan candi-candi megah. b. Pengembangan pelabuhan sebagai pusat perdagangan internasional. c. Penemuan sistem irigasi yang canggih. d. Pembentukan pasukan darat yang kuat. 2. Pengaruh Kerajaan Mataram Kuno dalam aspek sosial terlihat pada: a. Perkembangan sistem aksara Pallawa. b. Penyebaran agama Buddha Mahayana ke luar wilayah. c. Adanya pembagian kerja dan stratifikasi sosial yang jelas. d. Kemajuan dalam bidang astronomi. 3. Sistem penanggalan Saka yang digunakan di banyak kerajaan Hindu-Buddha menunjukkan pengaruh dari: a. India Selatan. b. Cina. c. Timur Tengah. d. Mesir Kuno. 4. Dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, peninggalan berupa sistem irigasi pada kerajaan Hindu-Buddha seperti Sima di Majapahit dapat menjadi inspirasi untuk: a. Mengembangkan teknologi pertanian vertikal. b. Merancang sistem pengelolaan air yang efisien untuk lahan pertanian. c. Menciptakan varietas padi tahan hama. d. Membangun lumbung pangan modern. 5. Pengaruh Hindu-Buddha dalam seni arsitektur Indonesia paling jelas terlihat pada: a. Rumah adat tradisional. b. Masjid-masjid kuno. c. Candi-candi keagamaan. d. Istana kepresidenan.

Soal Jawaban Singkat

6. Sebutkan dua aspek budaya yang dipengaruhi oleh masuknya agama Buddha di Indonesia. 7. Jelaskan secara singkat bagaimana konsep "decision tree" dalam KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat digunakan untuk memodelkan proses adopsi teknologi pertanian dari luar pada masa kerajaan Hindu-Buddha. 8. Mengapa analisis data historis mengenai sistem pengelolaan sumber daya alam pada masa kerajaan Hindu-Buddha penting untuk program ketahanan pangan saat ini?

Soal Uraian/Tugas Kontekstual

9. Pilihlah salah satu kerajaan Hindu-Buddha (misalnya: Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Majapahit). Analisis dan jelaskan minimal dua aspek pengaruh konkret kerajaan tersebut terhadap perkembangan sosial dan budaya masyarakat Nusantara pada masanya. 10. Bayangkan Anda adalah seorang perancang sistem informasi untuk Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Bagaimana Anda dapat mengintegrasikan pembelajaran tentang sistem pertanian atau pengelolaan sumber daya air dari masa kerajaan Hindu-Buddha ke dalam sebuah aplikasi edukatif sederhana yang memanfaatkan prinsip-prinsip KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) seperti klasifikasi data atau visualisasi? Jelaskan ide Anda.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

| No | Tujuan/Indikator Pembelajaran | Materi Pokok | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal | | :--: | :---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- | :---------------------------------------------- | :------------: | :-------------: | :--------: | | 1 | Mengaplikasikan pemahaman pengaruh Hindu-Buddha pada aspek sosial dan budaya. | Pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha (Sriwijaya) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 | | 2 | Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap struktur sosial masyarakat. | Pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha (Mataram Kuno) | C3 (Menganalisis) | Pilihan Ganda | 2 | | 3 | Mengidentifikasi pengaruh aspek kalender dari peradaban India. | Pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha (Sistem Penanggalan) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 3 | | 4 | Menghubungkan konsep pengelolaan sumber daya air masa lalu dengan program ketahanan pangan masa kini, dengan mengaitkan pada konteks SIKAP. | Pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha (Sistem Irigasi) | C3 (Menganalisis) | Pilihan Ganda | 4 | | 5 | Mengidentifikasi bukti pengaruh Hindu-Buddha dalam arsitektur. | Pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha (Arsitektur) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 5 | | 6 | Menyebutkan dua aspek budaya yang dipengaruhi agama Buddha. | Pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha (Agama Buddha) | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 6 | | 7 | Menjelaskan relevansi konsep KKA (decision tree) dalam memodelkan adopsi teknologi masa lalu. | KKA dalam Pembelajaran Sejarah | C3 (Menganalisis) | Jawaban Singkat | 7 | | 8 | Menjelaskan pentingnya data historis pengelolaan sumber daya alam untuk ketahanan pangan. | Program SIKAP dan Sejarah | C3 (Menganalisis) | Jawaban Singkat | 8 | | 9 | Menganalisis dan menjelaskan minimal dua aspek pengaruh konkret kerajaan Hindu-Buddha terhadap sosial dan budaya masyarakat Nusantara. | Analisis Kerajaan Hindu-Buddha Terpilih | C4 (Menganalisis) | Uraian | 9 | | 10 | Mengintegrasikan pembelajaran sejarah (pengelolaan sumber daya) dengan KKA dan Program SIKAP dalam konteks aplikasi edukatif. | Integrasi Sejarah, KKA, dan SIKAP | C5 (Mengevaluasi) | Tugas Kontekstual | 10 |

KUNCI DAN PENSKORAN

Pilihan Ganda (Bobot 5 x 10 = 50 poin)

1. b. Penggembangan pelabuhan sebagai pusat perdagangan internasional. 2. c. Adanya pembagian kerja dan stratifikasi sosial yang jelas. 3. a. India Selatan. 4. b. Merancang sistem pengelolaan air yang efisien untuk lahan pertanian. 5. c. Candi-candi keagamaan.

Jawaban Singkat (Bobot 3 x 10 = 30 poin)

6. Contoh jawaban: Seni ukir (relief candi), seni pertunjukan (tari-tarian), sistem penulisan (aksara), bahasa (kata serapan), sistem kepercayaan (sinkretisme). (Sebutkan 2 aspek, masing-masing 5 poin). 7. Konsep "decision tree" dapat memodelkan bagaimana suatu inovasi (misalnya sistem pertanian baru) dipertimbangkan berdasarkan kriteria tertentu (misalnya kesuburan tanah, ketersediaan air, biaya produksi) sebelum diadopsi atau ditolak oleh masyarakat. (Jawaban yang menjelaskan logika percabangan berdasarkan kriteria). 8. Data historis pengelolaan sumber daya alam (seperti irigasi, pola tanam, konservasi lahan) memberikan wawasan berharga mengenai praktik berkelanjutan yang berhasil di masa lalu, yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan efisiensi sumber daya di masa kini, serta menghindari kesalahan yang sama.

Uraian/Tugas Kontekstual (Bobot 2 x 10 = 20 poin)

9. Kriteria Penilaian: • Pemilihan kerajaan yang tepat (1 poin). • Analisis minimal dua aspek pengaruh (sosial/budaya) yang konkret dan relevan (masing-masing 4 poin, total 8 poin). • Penjelasan yang koheren dan mendalam (1 poin). • Total: 10 poin. • *Contoh Aspek Pengaruh:* • Sriwijaya: Pengaruh sosial (pembentukan birokrasi kerajaan, sistem kasta yang mulai terpengaruh), pengaruh budaya (perkembangan seni Buddha, penyebaran agama dan bahasa Melayu Kuno). • Majapahit: Pengaruh sosial (stratifikasi sosial yang kompleks, sistem hukum, perluasan wilayah yang menciptakan keragaman sosial), pengaruh budaya (perkembangan sastra, seni arsitektur candi, toleransi beragama). 10. Kriteria Penilaian: • Ide integrasi pembelajaran sejarah (pengelolaan sumber daya) dengan KKA dan Program SIKAP (2 poin). • Penjelasan konsep KKA yang relevan (klasifikasi data/visualisasi) dalam aplikasi (3 poin). • Konteks penerapan pada Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban (3 poin). • Kejelasan dan kelogisan ide (2 poin). • Total: 10 poin. • *Contoh Ide:* Membuat aplikasi yang memvisualisasikan sistem irigasi kuno (misal: terasering atau saluran air Majapahit) dan menggunakan algoritma klasifikasi untuk merekomendasikan teknik pengelolaan air yang sesuai dengan kondisi lahan pertanian modern sekolah, berdasarkan data input dari pengguna. Total Skor Maksimal: 50 (PG) + 30 (JS) + 20 (Uraian) = 100 poin. Rumus Nilai Akhir: Nilai Peserta Didik = Skor yang Diperoleh.

RUBRIK PENILAIAN PRODUK/KINERJA (Tugas Uraian/Kontekstual)

| Indikator | Baru Memulai (0-4) | Berkembang (5-6) | Cakap (7-8) | Mahir (9-10) | | Pemahaman Konsep dan Analisis Pengaruh (Soal No. 9) | Kurang memahami konsep kerajaan atau pengaruhnya; penyebutan aspek tidak konkret/relevan. | Memahami sebagian konsep; menyebutkan satu aspek pengaruh yang cukup relevan, namun penjelasan kurang mendalam. | Memahami konsep dengan baik; menganalisis dua aspek pengaruh yang konkret dan relevan, dengan penjelasan yang cukup jelas. | Memahami konsep secara mendalam; menganalisis dua aspek pengaruh yang konkret dan relevan dengan sangat baik, serta penjelasannya koheren dan kaya. | | Integrasi Konsep (Sejarah, KKA, SIKAP) dan Kontekstualisasi (Soal No. 10) | Ide integrasi lemah; konsep KKA/SIKAP tidak jelas atau tidak relevan; aplikasi tidak kontekstual. | Ide integrasi cukup; konsep KKA/SIKAP disebutkan namun kurang terintegrasi; aplikasi sedikit kontekstual. | Ide integrasi baik; konsep KKA yang relevan (klasifikasi/visualisasi) terintegrasi dengan baik dengan SIKAP; aplikasi cukup kontekstual. | Ide integrasi sangat baik dan inovatif; konsep KKA (klasifikasi/visualisasi) terintegrasi sempurna dengan sejarah dan SIKAP; aplikasi sangat kontekstual. | | Keaktifan dan Kontribusi dalam Diskusi (Observasi) | Jarang berkontribusi atau hanya pasif dalam diskusi kelompok. | Mulai aktif memberikan ide atau menanggapi, namun belum konsisten atau kurang mendalam. | Cukup aktif berkontribusi ide, menanggapi, dan bertanya secara relevan dalam diskusi kelompok. | Sangat aktif dan konsisten memberikan kontribusi ide, pertanyaan, dan tanggapan yang mendalam serta membangun dalam diskusi kelompok. | | Kemampuan Mengaplikasikan Konsep (Refleksi/Exit Ticket) | Sulit mengaplikasikan konsep atau menjelaskan pemahaman baru; kesulitan mengaitkan materi dengan KKA/SIKAP. | Mampu mengaplikasikan sebagian konsep; kesulitan menjelaskan keterkaitan mendalam dengan KKA/SIKAP. | Mampu mengaplikasikan konsep dengan baik; dapat menjelaskan keterkaitan materi dengan KKA/SIKAP secara memadai. | Mampu mengaplikasikan konsep secara kreatif dan mendalam; dapat menjelaskan keterkaitan materi dengan KKA/SIKAP secara sangat baik dan kritis. |

REKAP NILAI PESERTA DIDIK

| No. Absen | Nama Peserta Didik | Asesmen Awal (Diagnosis) | Asesmen Proses (Observasi/Exit Ticket) | Asesmen Akhir (Pilihan Ganda) | Asesmen Akhir (Jawaban Singkat) | Asesmen Akhir (Uraian/Tugas Kontekstual) | Nilai Akhir (0-100) | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.