LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Identitas Paket Pertemuan | Isi |
|---|---|
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Rombel | X |
| Tingkat/Fase | X / Fase E |
| Semester | Genap |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 2 dari 4 |
| Tanggal/Rentang | 2027-01-11 s.d. 2027-01-17 |
| Topik | Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Asesmen Pertemuan | Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. |
| Alokasi Waktu RPP | Pertemuan 2 dari 4 · 3 JP (135 menit) |
| Model | Direct Instruction |
| Metode | Ceramah Interaktif, Diskusi, Penugasan Tabel |
| Dimensi Profil Lulusan | Penalaran Kritis, Keimanan dan Ketakwaan |
Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Melalui diskusi kelompok dan analisis sumber, peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman tentang pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia dengan mengidentifikasi minimal tiga kerajaan utama beserta ciri khasnya dan menjelaskan minimal dua bentuk akulturasi budaya yang terjadi, serta merefleksikan relevansinya dengan kehidupan masa kini.
Petunjuk Kerja
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik.
- Bacalah stimulus yang diberikan dengan saksama.
- Diskusikan pertanyaan-pertanyaan pada bagian "Memahami" untuk membangun pemahaman awal.
- Lakukan analisis dan pengisian tabel pada bagian "Mengaplikasikan" berdasarkan sumber belajar yang tersedia.
- Siapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok Anda.
- Jawablah pertanyaan pada bagian "Merefleksi" secara individu.
- Isilah lembar penilaian diri di akhir LKPD.
Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
- Buku Teks Sejarah Kelas X
- Artikel atau sumber daring mengenai Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
- Peta Konsep Kerajaan Hindu-Buddha (jika tersedia)
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini
Stimulus
Perhatikan gambar berikut (atau deskripsi singkat jika gambar tidak tersedia): Sebuah relief candi yang menggambarkan kehidupan masyarakat Majapahit, atau peta persebaran kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara.
Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan kita untuk mempelajari sejarah melalui berbagai cara. Misalnya, dengan menggunakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), kita dapat menganalisis pola pada relief candi untuk mengidentifikasi periode waktu atau bahkan memprediksi fungsi bangunan berdasarkan arsitekturnya. Di sisi lain, pemahaman tentang pengelolaan sumber daya pada masa kerajaan, seperti irigasi dan pertanian, menjadi dasar penting bagi pengembangan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban di masa kini. Bagaimana warisan pengelolaan pangan dari kerajaan-kerajaan terdahulu dapat menginspirasi solusi ketahanan pangan kita hari ini?
Kegiatan 1: Memahami
Diskusikan pertanyaan berikut dalam kelompok:
- Apa saja faktor-faktor utama yang mendorong masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Indonesia?
- Mengapa masa Hindu-Buddha dianggap sebagai periode penting dalam pembentukan peradaban Indonesia?
- Bagaimana Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat membantu kita dalam mempelajari dan menginterpretasikan peninggalan sejarah Kerajaan Hindu-Buddha?
Kegiatan 2: Mengaplikasikan
Isilah tabel di bawah ini berdasarkan diskusi kelompok dan sumber belajar yang Anda miliki. Fokus pada minimal tiga kerajaan utama dan bentuk akulturasi budayanya.
| No. | Nama Kerajaan | Perkiraan Masa Berkuasa | Ciri Khas Utama (Pemerintahan, Kehidupan Sosial, Peninggalan) | Bentuk Akulturasi Budaya (dengan unsur lokal) | Keterkaitan dengan Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban (misal: pengelolaan sumber daya alam, pertanian) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. | [Nama Kerajaan 1] | [Masa] | [Ciri Khas] | [Akulturasi] | [Keterkaitan SIKAP] |
| 2. | [Nama Kerajaan 2] | [Masa] | [Ciri Khas] | [Akulturasi] | [Keterkaitan SIKAP] |
| 3. | [Nama Kerajaan 3] | [Masa] | [Ciri Khas] | [Akulturasi] | [Keterkaitan SIKAP] |
| 4. (Opsional) | [Nama Kerajaan 4] | [Masa] | [Ciri Khas] | [Akulturasi] | [Keterkaitan SIKAP] |
Contoh pengisian untuk kolom Keterkaitan dengan Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban: Kerajaan Sriwijaya dikenal dengan penguasaan maritim dan perdagangan. Hal ini relevan dengan program SIKAP dalam hal optimalisasi jalur distribusi hasil pertanian lokal Tuban untuk pasar yang lebih luas.
Kegiatan 3: Merefleksi
Jawablah pertanyaan berikut secara individu:
- Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang Kerajaan Hindu-Buddha dan pengaruhnya?
- Bagaimana proses diskusi kelompokmu berjalan? Apa tantangan yang dihadapi dan bagaimana kamu mengatasinya?
- Menurutmu, bagaimana pelajaran tentang akulturasi budaya di masa lalu dapat membantumu dalam menghargai keberagaman di Indonesia saat ini?
- Apakah ada konsep dari pembelajaran ini yang menurutmu masih perlu diperdalam lagi? Jika ya, konsep apa dan mengapa?
Penilaian Diri
Berilah tanda centang (✓) pada kolom yang paling sesuai dengan tingkat pemahaman dan partisipasimu dalam kegiatan ini.
| Aspek yang Dinilai | Belum | Mulai | Sudah | Sangat Baik |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman tentang kerajaan-kerajaan utama Hindu-Buddha | ||||
| Kemampuan mengidentifikasi ciri khas kerajaan | ||||
| Pemahaman tentang bentuk akulturasi budaya | ||||
| Partisipasi aktif dalam diskusi kelompok | ||||
| Ketelitian dalam mengisi tabel | ||||
| Kemampuan merefleksikan pembelajaran |
Rubrik Penilaian Tabel Kelompok
| Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Kurang) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Kelengkapan Data (minimal 3 kerajaan) | Data kurang dari 3 kerajaan terisi. | Data 3 kerajaan terisi, namun ada beberapa kolom kosong. | Data 3 kerajaan terisi lengkap, ada tambahan kerajaan. | Data lebih dari 3 kerajaan terisi lengkap dan akurat. |
| Akurasi Informasi (Ciri Khas & Akulturasi) | Informasi banyak yang tidak tepat atau keliru. | Sebagian informasi tepat, namun ada beberapa yang kurang akurat. | Informasi sebagian besar tepat dan relevan. | Semua informasi tepat, akurat, dan mendalam. |
| Relevansi Keterkaitan dengan SIKAP | Keterkaitan tidak relevan atau tidak diisi. | Keterkaitan ada tetapi kurang spesifik atau umum. | Keterkaitan cukup relevan dan mulai spesifik. | Keterkaitan sangat relevan, spesifik, dan kontekstual. |
| Kreativitas dan Inisiatif dalam Diskusi | Peserta pasif, minim kontribusi ide. | Ada partisipasi, namun perlu didorong. | Aktif berkontribusi ide dan membantu kelompok. | Sangat aktif, memotivasi anggota lain, memberikan ide inovatif. |