| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Semester | X / Genap |
| Alokasi Waktu | 3 JP (135 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Peserta didik kelas X pada fase E diasumsikan memiliki kemampuan dasar literasi dan numerasi. Pengetahuan awal mengenai kerajaan-kerajaan di Indonesia dapat bervariasi. Minat belajar dapat dipetakan melalui observasi awal dan pertanyaan pemantik. Kebutuhan belajar akan beragam, sehingga pembelajaran dirancang dengan variasi aktivitas dan tingkat kedalaman. Pemetaan dilakukan melalui asesmen diagnostik singkat di awal pembelajaran dan observasi selama proses. |
| Materi Pelajaran | Materi mengenai Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meliputi konsep dasar, pengaruh, kerajaan-kerajaan utama, serta aspek kehidupan masyarakat. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata karena membentuk pemahaman tentang akar budaya dan sejarah bangsa. Tingkat kesulitan moderat, membutuhkan analisis data dan pemahaman kronologis. Miskonsepsi potensial terkait penafsiran peninggalan sejarah atau kronologi kerajaan. Integrasi nilai karakter seperti nasionalisme, penghargaan terhadap sejarah, dan kerja sama. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Penalaran Kritis, Keimanan dan Ketakwaan |
| Capaian Pembelajaran | Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami konsep dasar kerajaan Hindu-Buddha; menganalisis serta mengevaluasi manusia dalam kerajaan Hindu-Buddha; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha secara diakronis (kronologi) dan/atau sinkronis. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pembelajaran ini mengintegrasikan konsep sejarah dengan literasi data dan pemanfaatan teknologi informasi. Peserta didik akan menganalisis informasi dari berbagai sumber, termasuk data terkait peninggalan sejarah dan peta persebaran kerajaan. Keterampilan berpikir komputasional melalui KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat diaplikasikan dalam analisis pola penyebaran pengaruh kerajaan, sementara konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan melalui pemahaman sistem agraris pada masa kerajaan Hindu-Buddha dan pengaruhnya terhadap struktur sosial. |
| Tujuan Pembelajaran | Melalui diskusi kelompok dan analisis sumber, peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman tentang pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia dengan mengidentifikasi minimal tiga kerajaan utama beserta ciri khasnya dan menjelaskan minimal dua bentuk akulturasi budaya yang terjadi, serta merefleksikan relevansinya dengan kehidupan masa kini dalam batas waktu 135 menit. |
| Topik Pembelajaran | Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Pengaruh, Kerajaan Utama, dan Akulturasi Budaya. |
| Praktik Pedagogis | Model pembelajaran yang dipilih adalah Direct Instruction. Strategi pembelajaran berfokus pada penyampaian materi secara eksplisit, dilanjutkan dengan bimbingan latihan dan pemeriksaan pemahaman. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan penugasan tabel. Pemilihan model Direct Instruction didasarkan pada kebutuhan peserta didik untuk mendapatkan pemahaman konsep dasar yang terstruktur mengenai kerajaan Hindu-Buddha, yang kemudian akan diaplikasikan melalui aktivitas kontekstual. Sintaks model Direct Instruction akan diterapkan sebagai berikut: 1. Menyampaikan tujuan dan menyiapkan murid (apersepsi, motivasi); 2. Mendemonstrasikan pengetahuan (penyampaian materi inti); 3. Membimbing latihan (diskusi kelompok, analisis sumber); 4. Memeriksa pemahaman (pertanyaan formatif, umpan balik); 5. Memberikan latihan lanjutan (pembuatan tabel ringkasan). |
| Kemitraan Pembelajaran | Kolaborasi dengan guru Sejarah lain atau guru TIK dapat mendukung pemanfaatan sumber belajar digital dan teknik analisis data sederhana. Dukungan dari perpustakaan sekolah untuk akses buku referensi dan sumber primer/sekunder juga penting. Komunikasi dengan orang tua dapat dilakukan melalui laporan perkembangan belajar anak secara berkala terkait partisipasi dan pemahaman mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan memanfaatkan media visual (slide presentasi, gambar artefak, peta). Penggunaan sumber belajar digital melalui gawai peserta didik atau proyektor sekolah akan dioptimalkan. Budaya belajar yang aman, inklusif, dan mendorong partisipasi aktif akan dibangun melalui interaksi yang positif dan penghargaan terhadap setiap kontribusi peserta didik. |
| Pemanfaatan Digital | Teknologi digital akan dimanfaatkan untuk menampilkan materi presentasi (slide, video pendek), memfasilitasi pencarian informasi (internet), dan sebagai alat bantu analisis data sederhana (misalnya, visualisasi peta persebaran kerajaan). Peserta didik juga didorong untuk menggunakan gawai secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
1. Memberikan salam, mengecek kehadiran, dan menciptakan suasana kelas yang positif.
2. Melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi sebelumnya (jika ada) atau mengajukan pertanyaan pemantik tentang kerajaan-kerajaan di Indonesia. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria keberhasilan secara jelas dan ringkas. 4. Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan relevansi materi dengan sejarah dan budaya bangsa. |
1. Merespon salam dan berpartisipasi dalam sapaan awal.
2. Menjawab pertanyaan pemantik dan berbagi pengetahuan awal. 3. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria keberhasilan. 4. Menunjukkan antusiasme untuk mempelajari topik. |
15 menit | Keikutsertaan aktif dalam diskusi awal, jawaban atas pertanyaan pemantik. |
| INTI - MEMAHAMI | Memahami, Menganalisis |
1. Menyajikan materi inti mengenai kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha utama di Indonesia (misal: Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Majapahit) menggunakan slide presentasi yang menarik, termasuk peta persebaran dan gambar peninggalan.
2. Menjelaskan konsep pengaruh Hindu-Buddha, bentuk-bentuk akulturasi budaya (seni, arsitektur, sistem kepercayaan), dan menjelaskan contoh-contoh konkret. 3. Memfasilitasi diskusi kelompok dengan memberikan panduan pertanyaan untuk menganalisis sumber (misal: kutipan prasasti, gambar candi). |
1. Menyimak dan mencatat poin-poin penting dari presentasi guru.
2. Mengajukan pertanyaan klarifikasi terkait materi yang belum dipahami. 3. Berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis sumber sejarah yang diberikan, mengidentifikasi ciri-ciri kerajaan dan bentuk akulturasi. 4. Memanfaatkan gawai untuk mencari informasi tambahan terkait kerajaan yang dibahas (jika diperlukan). |
45 menit | Catatan hasil diskusi, jawaban atas pertanyaan guru, partisipasi dalam analisis sumber. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Mengaplikasi, Menalar |
1. Memberikan lembar kerja berisi tabel yang harus diisi oleh setiap kelompok mengenai kerajaan Hindu-Buddha utama (nama kerajaan, masa berkuasa, lokasi, ciri khas, peninggalan, bentuk akulturasi).
2. Membimbing kelompok dalam mengisi tabel, memberikan umpan balik konstruktif, dan memastikan pemahaman konsep. 3. Memfasilitasi presentasi singkat perwakilan kelompok untuk memaparkan hasil tabel mereka. |
1. Bekerja sama dalam kelompok untuk mengisi tabel ringkasan kerajaan Hindu-Buddha berdasarkan materi yang telah dipelajari dan sumber yang dianalisis.
2. Membandingkan informasi antar anggota kelompok untuk memastikan akurasi. 3. Mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas, menjelaskan temuan mereka. 4. Mencatat poin-poin penting dari presentasi kelompok lain. |
40 menit | Tabel ringkasan kerajaan Hindu-Buddha yang terisi, kualitas presentasi kelompok. |
| INTI - MEREFLEKSI | Merefleksi, Berpikir Kritis |
1. Memberikan pertanyaan reflektif kepada seluruh peserta didik untuk menilai pemahaman dan proses belajar mereka.
2. Memberikan umpan balik umum terhadap presentasi kelompok dan hasil kerja peserta didik. 3. Membahas keterkaitan konsep kerajaan Hindu-Buddha dengan konteks saat ini, termasuk potensi penerapan KKA untuk analisis data sejarah (misalnya, memprediksi pola penyebaran pengaruh berdasarkan data geografis) dan bagaimana sistem agraris pada masa lalu berkontribusi pada ketahanan pangan lokal yang kini menjadi fokus Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. |
1. Menjawab pertanyaan reflektif secara individu atau kelompok mengenai apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan strategi belajar yang efektif.
2. Menerima dan mencatat umpan balik dari guru dan teman sebaya. 3. Merespon pertanyaan guru mengenai relevansi materi dengan masa kini dan keterkaitannya dengan KKA dan Program SIKAP. |
20 menit | Jawaban reflektif individu/kelompok, tanggapan terhadap umpan balik dan diskusi. |
| PENUTUP | Menggembirakan, Merencanakan |
1. Menyimpulkan poin-poin kunci pembelajaran hari ini bersama peserta didik.
2. Memberikan apresiasi atas partisipasi dan usaha peserta didik. 3. Memberikan informasi singkat mengenai materi pembelajaran berikutnya. 4. Memberikan tugas penguatan singkat (jika ada) atau mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya. |
1. Berpartisipasi dalam merumuskan simpulan pembelajaran.
2. Menerima apresiasi dan ucapan penutup. 3. Mencatat informasi mengenai materi selanjutnya. |
15 menit | Kehadiran dan keterlibatan dalam kegiatan penutup. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Tujuan: Menggali pengetahuan awal peserta didik tentang kerajaan Hindu-Buddha dan memotivasi belajar.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan Lisan Pemantik. Teknik: Tanya Jawab. Bukti yang Dinilai: Respon peserta didik terhadap pertanyaan. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan jawaban yang relevan meskipun sederhana. Tindak Lanjut: Guru mencatat respon peserta didik sebagai dasar apersepsi dan penyesuaian pembelajaran. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
Tujuan: Memantau pemahaman konsep, keterampilan analisis, dan kolaborasi peserta didik selama pembelajaran.
Bentuk/Instrumen: Observasi saat diskusi kelompok, pertanyaan formatif selama kegiatan inti, hasil kerja tabel kelompok. Teknik: Observasi, Tanya Jawab Lisan, Penilaian Kinerja (produk tabel). Bukti yang Dinilai: Kualitas partisipasi dalam diskusi, ketepatan jawaban pertanyaan formatif, kelengkapan dan akurasi data dalam tabel. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan dengan tepat, dan tabel terisi dengan informasi yang akurat sesuai materi. Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung kepada kelompok atau individu, membantu mengatasi kesulitan, serta mengarahkan kembali jika diperlukan. |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran dan memberikan umpan balik reflektif.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan Reflektif Lisan, Umpan Balik Guru. Teknik: Tanya Jawab Lisan, Umpan Balik Konstruktif. Bukti yang Dinilai: Jawaban reflektif peserta didik, tanggapan terhadap umpan balik guru. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengidentifikasi hal yang dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan relevansi materi. Tindak Lanjut: Guru merangkum pembelajaran, memberikan penguatan, dan menginformasikan materi selanjutnya. Umpan balik digunakan untuk perbaikan pembelajaran di pertemuan berikutnya. |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman tentang pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia dengan mengidentifikasi minimal tiga kerajaan utama beserta ciri khasnya dan menjelaskan minimal dua bentuk akulturasi budaya yang terjadi, serta merefleksikan relevansinya dengan kehidupan masa kini.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Identifikasi Kerajaan Hindu-Buddha Utama | Kesulitan menyebutkan nama kerajaan Hindu-Buddha utama. | Mampu menyebutkan 1-2 kerajaan Hindu-Buddha utama dengan bantuan. | Mampu mengidentifikasi minimal tiga kerajaan Hindu-Buddha utama dengan ciri khasnya. | Mampu mengidentifikasi lebih dari tiga kerajaan Hindu-Buddha utama secara komprehensif beserta ciri khasnya yang mendalam. |
| Penjelasan Ciri Khas Kerajaan | Hanya menyebutkan nama kerajaan tanpa ciri khas yang jelas. | Menyebutkan satu ciri khas dari satu kerajaan dengan bantuan. | Menjelaskan minimal dua ciri khas dari masing-masing kerajaan yang diidentifikasi secara tepat. | Menjelaskan ciri khas kerajaan secara mendalam, mencakup aspek politik, sosial, dan ekonomi, serta menganalisis pengaruhnya. |
| Identifikasi Akulturasi Budaya | Tidak dapat memberikan contoh akulturasi budaya. | Mampu memberikan satu contoh akulturasi budaya dengan bantuan. | Menjelaskan minimal dua bentuk akulturasi budaya Hindu-Buddha dalam berbagai aspek (seni, arsitektur, kepercayaan). | Menjelaskan berbagai bentuk akulturasi budaya secara rinci, menganalisis prosesnya, dan mengaitkannya dengan unsur lokal. |
| Refleksi Relevansi Masa Kini | Tidak dapat mengaitkan materi dengan kehidupan masa kini. | Mampu mengaitkan satu aspek materi dengan masa kini secara sederhana. | Mampu merefleksikan relevansi minimal dua aspek dari kerajaan Hindu-Buddha dengan kehidupan masa kini. | Mampu merefleksikan relevansi materi secara kritis dan mendalam, memberikan contoh konkret serta implikasinya bagi identitas bangsa. |
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |