← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 1 - Sejarah X - Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Fase X / Fase E
Semester/Tahun Pelajaran Genap / 2026/2027
Pertemuan 1 dari 4
Topik Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Fokus Kegiatan Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial.
Asesmen Pertemuan Asesmen diagnostik dan formatif awal.
Alokasi Waktu RPP Pertemuan 1 dari 4 · 3 JP (135 menit)
Model Direct Instruction
Metode Ceramah Interaktif, Diskusi, Penugasan Tabel
Dimensi Profil Lulusan Penalaran Kritis, Keimanan dan Ketakwaan

ASESMEN AWAL (DIAGNOSTIK)

Tujuan: Mengukur kesiapan belajar peserta didik, mengidentifikasi pengetahuan awal, dan mendeteksi miskonsepsi terkait Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

  1. Sebelum era Kerajaan Majapahit, wilayah Nusantara sudah dipengaruhi oleh kebudayaan dari luar. Kebudayaan apa saja yang paling dominan memberikan pengaruh tersebut?
  2. Sebutkan minimal satu nama kerajaan yang bercorak Hindu atau Buddha yang pernah berdiri di wilayah Indonesia pada masa lampau!
  3. Menurut pendapatmu, mengapa mempelajari sejarah kerajaan-kerajaan masa lalu seperti Kerajaan Hindu-Buddha itu penting bagi bangsa Indonesia saat ini?
  4. Apakah kamu pernah mendengar tentang Candi Borobudur atau Candi Prambanan? Jika ya, kerajaan mana yang diperkirakan membangunnya?
  5. Bagaimana pengaruh agama dan kebudayaan asing dapat berintegrasi dengan kebudayaan lokal tanpa menghilangkan jati diri bangsa?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban diharapkan menyebutkan pengaruh India (Hindu dan Buddha). Interpretasi: mengukur pemahaman awal tentang sumber pengaruh.
  • Jawaban diharapkan menyebutkan salah satu dari kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Kediri, Singasari, Majapahit. Interpretasi: mengukur pengetahuan faktual dasar.
  • Jawaban bervariasi, namun diharapkan mengarah pada pemahaman akar budaya, identitas bangsa, pelajaran dari masa lalu, atau warisan sejarah. Interpretasi: mengukur kesadaran akan relevansi sejarah.
  • Jawaban diharapkan mengaitkan Candi Borobudur dengan Buddha dan Candi Prambanan dengan Hindu. Interpretasi: mengukur pengetahuan tentang peninggalan ikonik.
  • Jawaban diharapkan mencerminkan pemahaman tentang akulturasi budaya, toleransi, atau adaptasi. Interpretasi: mendeteksi miskonsepsi tentang "penjajahan" budaya atau homogenitas.

Catatan: Hasil asesmen awal ini tidak akan menjadi nilai akhir, tetapi digunakan sebagai dasar untuk menyesuaikan pembelajaran agar lebih bermakna dan menggembirakan.


ASESMEN PROSES (FORMATIF AWAL)

Tujuan: Memantau keterlibatan dan pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran awal.

Lembar Observasi Keterlibatan dan Pemahaman

No Indikator Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
1 Peserta didik menunjukkan perhatian saat guru menyampaikan materi.
2 Peserta didik aktif bertanya atau menjawab pertanyaan terkait kerajaan Hindu-Buddha.
3 Peserta didik berupaya memahami konsep-konsep esensial kerajaan Hindu-Buddha.
4 Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal satu kerajaan Hindu-Buddha dan ciri umumnya.

Exit Ticket

Tuliskan jawaban singkat untuk pertanyaan berikut:

  1. Satu hal baru yang saya pelajari tentang Kerajaan Hindu-Buddha hari ini adalah...
  2. Satu pertanyaan yang masih saya miliki tentang materi ini adalah...
  3. Bagaimana materi ini bisa dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi dalam pertanian modern, misalnya dalam mengelola sistem irigasi atau deteksi hama yang mungkin pernah dihadapi kerajaan agraris masa lalu? (Ini adalah bagian integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban).

ASESMEN AKHIR (FORMATIF PERTEMUAN 1)

Tujuan: Mengukur pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran pertemuan pertama.

Soal Pilihan Ganda (5 Soal)

  1. Kerajaan Hindu-Buddha pertama yang diketahui berdiri di Indonesia, dengan bukti prasasti Yupa, adalah...
    a. Kerajaan Sriwijaya
    b. Kerajaan Kutai
    c. Kerajaan Tarumanegara
    d. Kerajaan Majapahit
  2. Pengaruh kebudayaan India yang masuk ke Nusantara pada masa awal kerajaan Hindu-Buddha membawa sistem...
    a. Demokrasi
    b. Feodalisme
    c. Kepercayaan pada roh nenek moyang
    d. Pemerintahan kerajaan dan sistem kasta
  3. Salah satu ciri umum kerajaan bercorak Buddha di Indonesia adalah...
    a. Pemujaan Dewa Siwa secara dominan
    b. Peninggalan berupa candi-candi yang megah seperti Borobudur
    c. Penggunaan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta untuk prasasti
    d. Adanya raja-raja yang bergelar Mahaputra
  4. Prasasti yang menjadi bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara menggunakan aksara...
    a. Kawi
    b. Pallawa
    c. Javan Kuno
    d. Sanskerta
  5. Mempelajari Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia penting untuk memahami akar sejarah dan perkembangan budaya bangsa. Integrasi pengetahuan ini dapat mendukung pemahaman tentang bagaimana masyarakat agraris masa lalu mengelola sumber daya alam, yang relevan dengan konsep ketahanan pangan. Analisis data historis tentang pola tanam atau sistem irigasi kuno dapat menjadi dasar pengembangan algoritma sederhana untuk prediksi hasil panen masa depan. Ini adalah contoh bagaimana pemahaman sejarah dapat dihubungkan dengan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam konteks pertanian.

Soal Jawaban Singkat (3 Soal)

  1. Sebutkan dua kerajaan Hindu-Buddha yang berpusat di Pulau Jawa!
  2. Apa yang dimaksud dengan akulturasi budaya dalam konteks masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Indonesia?
  3. Mengapa prasasti seringkali menjadi sumber utama dalam mempelajari kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha awal?

Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)

  1. Pilihlah salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang telah dibahas (misalnya Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Kediri, Singasari, atau Majapahit). Jelaskan minimal dua ciri umum kerajaan tersebut, baik dari aspek politik, sosial, maupun kebudayaan!
  2. Bagaimana pemahaman tentang sistem pemerintahan dan struktur sosial pada Kerajaan Hindu-Buddha dapat memberikan inspirasi atau pelajaran bagi pengelolaan organisasi atau komunitas di masa kini? Kaitkan dengan konsep pengelolaan sumber daya yang efisien, yang merupakan bagian dari Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi kerajaan Hindu-Buddha pertama di Indonesia. Kerajaan Kutai L2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menjelaskan pengaruh kebudayaan India terkait sistem pemerintahan. Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha L2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Mengidentifikasi ciri umum kerajaan bercorak Buddha. Kerajaan Buddha di Indonesia (contoh Borobudur) L2 (Memahami) Pilihan Ganda 3
4 Menjelaskan jenis aksara yang digunakan pada prasasti Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara L2 (Memahami) Pilihan Ganda 4
5 Menghubungkan sejarah kerajaan Hindu-Buddha dengan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam konteks pertanian. Relevansi Sejarah Kerajaan Hindu-Buddha dengan Teknologi L3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 5
6 Menyebutkan minimal dua kerajaan Hindu-Buddha yang berpusat di Jawa. Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa L1 (Mengingat) Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan konsep akulturasi budaya. Akulturasi Budaya Hindu-Buddha L2 (Memahami) Jawaban Singkat 7
8 Menjelaskan pentingnya prasasti sebagai sumber sejarah. Sumber Sejarah Kerajaan Hindu-Buddha L2 (Memahami) Jawaban Singkat 8
9 Menjelaskan minimal dua ciri umum suatu kerajaan Hindu-Buddha. Kerajaan Hindu-Buddha (pilihan siswa) L2 (Memahami) Uraian 9
10 Menganalisis pelajaran dari sistem pemerintahan dan sosial kerajaan Hindu-Buddha untuk pengelolaan masa kini, dikaitkan dengan SIKAP. Sistem Pemerintahan dan Sosial Kerajaan Hindu-Buddha, SIKAP L3 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 10

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

Pilihan Ganda

  • 1. b. Kerajaan Kutai
  • 2. d. Pemerintahan kerajaan dan sistem kasta
  • 3. b. Peninggalan berupa candi-candi yang megah seperti Borobudur
  • 4. b. Pallawa
  • 5. Jawaban bersifat konseptual, mengukur pemahaman integrasi KKA.

Jawaban Singkat

  • 6. Contoh: Tarumanegara, Mataram Kuno, Kediri, Singasari, Majapahit. (Sebutkan dua saja).
  • 7. Akulturasi budaya adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan memengaruhi, namun tidak sampai menghilangkan unsur asli masing-masing budaya.
  • 8. Karena prasasti berisi catatan tertulis (dalam batu atau logam) yang dibuat pada masa kerajaan tersebut, seringkali mencantumkan nama raja, peristiwa penting, atau peraturan, sehingga menjadi bukti primer.

Uraian/Tugas Kontekstual

  • 9. Penilaian berdasarkan ketepatan identifikasi kerajaan dan penjelasan minimal dua ciri umum dari aspek politik, sosial, atau kebudayaan.
  • 10. Penilaian berdasarkan analisis pelajaran yang relevan untuk pengelolaan masa kini dan keterkaitannya dengan konsep SIKAP (ketahanan pangan/pengelolaan sumber daya).

Penskoran

Nomor Soal Bobot Skor Maksimal
1-4 5 poin/soal (Total 20 poin)
5 5 poin (Konseptual)
6-8 5 poin/soal (Total 15 poin)
9 30 poin (Penjelasan 2 ciri @15 poin)
10 30 poin (Analisis & Keterkaitan SIKAP)
Total Skor Maksimal 100 poin

Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100


RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN (TUGAS KONTEKSTUAL)

Indikator Penilaian Baru Memulai (Skor 1-2) Berkembang (Skor 3-4) Cakap (Skor 5-6) Mahir (Skor 7-8)
Kedalaman Analisis Pelajaran (Soal 10) Menyebutkan satu pelajaran umum tanpa analisis mendalam. Menyebutkan beberapa pelajaran umum, analisis terbatas. Menganalisis pelajaran dengan cukup baik, mengaitkan dengan konteks masa kini. Menganalisis pelajaran secara mendalam, memberikan wawasan baru.
Keterkaitan dengan Program SIKAP (Soal 10) Keterkaitan sangat lemah atau tidak ada. Menyebutkan keterkaitan secara umum tanpa penjelasan spesifik. Menjelaskan keterkaitan dengan Program SIKAP secara logis dan relevan. Menjelaskan keterkaitan yang kuat, inovatif, dan aplikatif dengan Program SIKAP.
Ketepatan Penjelasan Ciri Kerajaan (Soal 9) Menjelaskan satu ciri dengan kurang tepat atau tidak lengkap. Menjelaskan dua ciri dengan cukup tepat, namun ada kekurangan detail. Menjelaskan dua ciri kerajaan dengan tepat dan cukup rinci (politik/sosial/budaya). Menjelaskan dua ciri kerajaan dengan sangat tepat, rinci, dan komprehensif.
Penggunaan Bahasa dan Struktur (Soal 9 & 10) Bahasa sulit dipahami, struktur kalimat berantakan. Bahasa kurang efektif, struktur kalimat perlu perbaikan. Bahasa jelas, struktur kalimat baik, mudah dipahami. Bahasa sangat efektif, pilihan kata tepat, struktur kalimat sangat baik.

REKAP NILAI SISWA (KOSONG)

No Nama Siswa Skor Asesmen Awal Skor Asesmen Proses (Exit Ticket) Skor Asesmen Akhir Nilai Akhir (0-100) Keterangan (Remidial/Pengayaan)
1
2
3
...

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.