RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Rombel | X |
| Tingkat/Fase | X / Fase E |
| Semester | Ganjil |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 4 dari 5 |
| Tanggal/Rentang | 30 November 2026 s.d. 06 Desember 2026 |
| Topik | Asal Usul Nenek Moyang dan Jalur Rempah |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Asesmen Pertemuan | Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. |
| Alokasi Waktu RPP | 3 JP (135 menit) |
| Model | Contextual Teaching and Learning |
| Metode | Presentasi, Pembuatan Peta, Diskusi |
| Dimensi Profil Lulusan | Komunikasi, Penalaran Kritis |
TUJUAN TINDAK LANJUT
Tindak lanjut pembelajaran ini bertujuan untuk menganalisis hasil asesmen pertemuan 4, memberikan dukungan pembelajaran yang dipersonalisasi melalui remedial dan pengayaan, serta melakukan refleksi untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya. Kegiatan ini juga mengintegrasikan penerapan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam analisis data historis dan pemanfaatan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban untuk pemetaan potensi pangan warisan jalur rempah.
ANALISIS HASIL ASESMEN DAN PEMETAAN PESERTA DIDIK
Berdasarkan observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kualitas pertanyaan formatif yang diajukan, dan kejelasan argumen dalam presentasi kelompok, peserta didik dikategorikan sebagai berikut:
| Kategori Hasil Belajar | Ciri Hasil | Kebutuhan Peserta Didik | Tindakan Guru |
|---|---|---|---|
| Baru Memulai | Kesulitan mengidentifikasi dampak positif dan negatif jalur rempah secara rinci; argumen kurang terstruktur dalam diskusi. | Membutuhkan penguatan konsep dasar dampak jalur rempah dan kerangka berpikir analitis. | Pendampingan intensif, penyediaan contoh kasus yang lebih sederhana, latihan terstruktur. |
| Berkembang | Mampu mengidentifikasi beberapa dampak, namun perlu pendalaman konektivitas dengan fenomena masa kini; terkadang masih ragu dalam menyampaikan argumen. | Membutuhkan latihan menghubungkan sejarah dengan konteks kontemporer dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berpendapat. | Diskusi terbimbing, pemberian pertanyaan pemicu yang lebih mendalam, simulasi debat singkat. |
| Cakap | Mampu menganalisis dampak jalur rempah dan mulai mengaitkannya dengan isu global; partisipasi aktif dalam diskusi. | Membutuhkan tantangan untuk eksplorasi lebih lanjut dan kreativitas dalam presentasi. | Tugas pengayaan, eksplorasi sumber sekunder, proyek kolaboratif. |
| Mahir | Mampu menganalisis dampak jalur rempah secara kritis, menghubungkannya dengan fenomena global masa kini dengan argumen yang kuat dan terstruktur. | Membutuhkan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan memimpin diskusi/presentasi. | Menjadi tutor sebaya, memimpin sesi tanya jawab, tugas riset lanjutan. |
REMEDIAL
Peserta didik yang dikategorikan "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mengikuti kegiatan remedial:
- Fokus Indikator Belum Tercapai: Kemampuan menganalisis minimal tiga dampak positif dan tiga dampak negatif jalur rempah, serta mengaitkannya dengan fenomena perdagangan global masa kini.
- Kegiatan Remedial:
- Sesi diskusi kelompok kecil yang difasilitasi guru untuk mengurai kembali materi dampak positif dan negatif jalur rempah menggunakan peta konsep visual.
- Latihan terbimbing menganalisis studi kasus singkat mengenai bagaimana rempah dari Nusantara memengaruhi rute perdagangan global di masa lalu dan kaitannya dengan rantai pasok global saat ini.
- Peserta didik akan dibimbing menggunakan algoritma sederhana (misalnya, pseudocode) untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menghubungkan jalur rempah historis dengan perdagangan modern, sebagai bagian dari pengenalan awal pada KKA (Koding Kecerdasan Artifisial).
- Dukungan: Disediakan ringkasan materi yang disederhanakan, contoh-contoh konkret, dan pendampingan personal selama kegiatan.
- Asesmen Ulang: Pertanyaan lisan singkat atau lembar kerja terstruktur untuk menilai pemahaman konsep setelah kegiatan remedial.
PENGAYAAN
Peserta didik yang dikategorikan "Cakap" dan "Mahir" akan mengikuti kegiatan pengayaan:
- Fokus: Memperluas analisis dampak jalur rempah dan konektivitas global, serta mendorong kreasi.
- Kegiatan Pengayaan:
- Tugas riset mandiri untuk mengeksplorasi salah satu dampak spesifik jalur rempah (misalnya, pertukaran budaya, penyebaran penyakit, atau revolusi pertanian) dan mempresentasikannya dalam bentuk infografis atau video pendek.
- Peserta didik "Mahir" akan ditantang untuk merancang model sederhana menggunakan prinsip decision tree dalam KKA (Koding Kecerdasan Artifisial) untuk memprediksi potensi komoditas rempah unggulan yang bisa dikembangkan kembali di daerah mereka, dengan mempertimbangkan faktor historis dan pasar global.
- Mengintegrasikan konsep Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dengan menganalisis bagaimana komoditas pangan yang diperdagangkan melalui jalur rempah (misalnya, pala, cengkeh) dapat dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah atau komunitas, termasuk potensi budidaya hidroponik atau agribisnis bernilai tinggi.
- Produk: Infografis, video pendek, proposal riset, atau model prediksi sederhana.
DUKUNGAN DIFERENSIASI
- Konten:
- Baru Memulai/Berkembang: Materi disajikan dalam bentuk visual (peta konsep, gambar), narasi singkat, dan contoh konkret.
- Cakap/Mahir: Materi disajikan dalam bentuk teks analitis, studi kasus kompleks, dan sumber primer/sekunder.
- Proses:
- Baru Memulai/Berkembang: Pembelajaran melalui tanya jawab terstruktur, diskusi terbimbing, dan latihan berulang.
- Cakap/Mahir: Pembelajaran melalui riset mandiri, diskusi kelompok dengan peran yang lebih menantang, dan proyek kreasi.
- Produk:
- Baru Memulai/Berkembang: Hasil belajar ditunjukkan melalui jawaban lisan, peta konsep sederhana, atau ringkasan tertulis.
- Cakap/Mahir: Hasil belajar ditunjukkan melalui presentasi yang terstruktur, infografis, video, atau laporan riset.
- Lingkungan: Pengelompokan peserta didik yang heterogen untuk tutor sebaya, serta penyediaan sudut belajar yang tenang untuk fokus.
- Dukungan Khusus: Pendampingan individual bagi peserta didik dengan kebutuhan belajar spesifik, penggunaan alat bantu visual atau auditori jika diperlukan.
UMPAN BALIK KONSTRUKTIF
- Baru Memulai: "Saya melihat kamu sudah bisa menyebutkan beberapa rempah yang diperdagangkan. Coba kita gali lebih dalam lagi, bagaimana perdagangan rempah ini bisa mengubah peta politik di Nusantara dan Eropa? Mari kita coba analisis bersama."
- Berkembang: "Analisis kamu mengenai dampak ekonomi jalur rempah sudah cukup baik. Untuk menguatkan pemahaman, coba kamu jelaskan bagaimana praktik perdagangan rempah di masa lalu itu bisa menjadi cikal bakal sistem perdagangan global yang kita kenal sekarang. Apa saja kesamaannya?"
- Cakap: "Presentasi kelompokmu sangat informatif dalam menjelaskan dampak sosial dan budaya jalur rempah. Untuk pengayaan, bisakah kamu mencari contoh konkret bagaimana warisan budaya dari era jalur rempah ini masih bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia saat ini? Mungkin dalam kuliner atau tradisi?"
- Mahir: "Analisis kritis Anda mengenai konektivitas global yang dicetuskan oleh jalur rempah sangat mendalam dan didukung oleh argumen yang kuat. Untuk tantangan selanjutnya, bagaimana jika Anda mencoba merancang sebuah 'timeline interaktif' yang menunjukkan evolusi jalur rempah dari masa lalu hingga dampaknya pada isu-isu ekonomi global kontemporer, mungkin dengan sedikit sentuhan visualisasi data yang bisa diolah menggunakan prinsip KKA (Koding Kecerdasan Artifisial)?"
KOMUNIKASI DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN
Jika diperlukan, akan dilakukan komunikasi dengan wali kelas untuk mendiskusikan kemajuan belajar peserta didik yang memerlukan perhatian khusus, serta dengan orang tua/wali peserta didik yang menunjukkan kesulitan belajar signifikan atau perkembangan luar biasa, dengan tetap menjaga kerahasiaan dan privasi peserta didik.
MONITORING DAN EVALUASI GURU
| Nama Peserta Didik | Indikator Belum Tercapai (dari RPP) | Tindakan Guru | Waktu Pelaksanaan | Hasil | Tindak Lanjut Berikutnya |
|---|---|---|---|---|---|
| [Nama Siswa A] | Mengaitkan dampak jalur rempah dengan fenomena perdagangan global masa kini. | Pendampingan individual saat diskusi kelompok, pemberian pertanyaan pemicu. | Pertemuan 4 | Mulai dapat mengaitkan, namun perlu pendalaman. | Tugas pengayaan: Analisis studi kasus perdagangan global modern yang terinspirasi jalur rempah. |
| [Nama Siswa B] | Menganalisis secara kritis minimal tiga dampak positif dan tiga dampak negatif. | Sesi remedial: Diskusi kelompok kecil dengan peta konsep visual. | Setelah Pertemuan 4 | Pemahaman konsep dasar meningkat. | Latihan soal pilihan ganda terkait dampak jalur rempah. |
| [Nama Siswa C] | Partisipasi aktif dalam diskusi kelompok. | Memberikan kesempatan berbicara lebih awal, memberikan apresiasi positif. | Pertemuan 4 | Lebih aktif dalam menyampaikan pendapat. | Meminta menjadi presenter utama pada pertemuan berikutnya. |
| [Nama Siswa D] | Menghubungkan konsep sejarah dengan fenomena masa kini. | Tugas pengayaan: Merancang model sederhana prediksi komoditas rempah menggunakan KKA. | Minggu setelah pertemuan 4 | Mampu merancang algoritma dasar. | Presentasi hasil rancangan model KKA pada pertemuan berikutnya. |
REFLEKSI GURU
- Bagaimana tingkat partisipasi dan keterlibatan peserta didik dalam setiap aktivitas pembelajaran hari ini? Apakah sudah merata?
- Apakah materi tentang konektivitas jalur rempah dengan fenomena perdagangan global masa kini sudah cukup dipahami oleh sebagian besar peserta didik? Apa indikatornya?
- Aktivitas mana yang paling efektif dalam memfasilitasi pemahaman mendalam peserta didik mengenai dampak jalur rempah? Mengapa?
- Bagaimana efektivitas saya dalam memberikan umpan balik yang konstruktif dan personal kepada setiap kelompok peserta didik?
- Strategi pembelajaran atau diferensiasi apa yang perlu saya modifikasi atau tambahkan untuk pertemuan selanjutnya agar lebih berkesesuaian dengan kebutuhan belajar seluruh peserta didik, termasuk integrasi KKA (Koding Kecerdasan Artifisial) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?