RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah | : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru | : Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | : Sejarah |
| Kelas/Rombel | : X |
| Tingkat/Fase | : X / Fase E |
| Semester/Tahun Pelajaran | : Ganjil / 2026/2027 |
| Pertemuan | : 2 dari 5 |
| Tanggal/Rentang | : 2026-11-16 s.d. 2026-11-22 |
| Topik | : Asal Usul Nenek Moyang dan Jalur Rempah |
| Fokus Kegiatan | : Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Asesmen Pertemuan | : Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. |
| Alokasi Waktu RPP | : 3 JP (135 menit) |
| Model | : Contextual Teaching and Learning |
| Metode | : Presentasi, Pembuatan Peta, Diskusi |
| Dimensi Profil Lulusan | : Komunikasi, Penalaran Kritis |
| Tujuan Pembelajaran | : Peserta didik mampu menganalisis peran strategis jalur rempah dalam peradaban Nusantara dan dunia, serta mengaitkannya dengan konteks ketahanan pangan masa kini melalui presentasi kelompok dan diskusi interaktif. |
ANALISIS HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK
Berdasarkan observasi dan pertanyaan formatif pada pertemuan sebelumnya, diperoleh gambaran sebagai berikut:
| Kategori Hasil | Ciri Hasil Peserta Didik | Kebutuhan Peserta Didik | Tindakan Guru |
|---|---|---|---|
| Baru Memulai | Kesulitan dalam mengidentifikasi rute utama jalur rempah dan dampaknya terhadap peradaban. Masih bingung menghubungkan konsep historis dengan ketahanan pangan masa kini. | Bantuan visualisasi rute rempah, penjelasan sederhana mengenai dampak, dan contoh konkret keterkaitan dengan pangan. | Pendampingan intensif, penyediaan peta interaktif, dan studi kasus sederhana. |
| Berkembang | Mampu menyebutkan beberapa jalur rempah dan dampaknya, namun analisisnya belum mendalam. Koneksi dengan ketahanan pangan masih bersifat umum. | Memperdalam analisis dampak, memperkuat koneksi dengan isu ketahanan pangan kontemporer, dan latihan penalaran kritis. | Memberikan pertanyaan pancingan yang lebih menantang, diskusi kelompok terarah, dan studi kasus yang lebih kompleks. |
| Cakap | Mampu menganalisis jalur rempah dan dampaknya secara cukup baik. Dapat mengaitkan dengan konsep ketahanan pangan, namun kedalaman argumentasi perlu ditingkatkan. | Mendorong pengembangan argumentasi yang lebih kuat, eksplorasi aspek ekonomi dan sosial secara mendalam, serta perbandingan antar jalur rempah. | Memberikan kesempatan untuk presentasi yang lebih mendalam, memfasilitasi debat terstruktur, dan menugaskan analisis perbandingan. |
| Mahir | Mampu menganalisis jalur rempah secara komprehensif, mengaitkannya dengan ketahanan pangan masa kini dengan argumen yang kuat, serta mampu memberikan solusi inovatif. | Mengembangkan pemikiran kritis untuk merancang solusi inovatif terkait ketahanan pangan berbasis sejarah jalur rempah, serta menjadi fasilitator bagi teman sebaya. | Memberikan tantangan proyek mandiri, menugaskan untuk membuat proposal solusi, dan menunjuk sebagai mentor sebaya. |
PROGRAM REMEDIAL
Peserta didik yang dikategorikan "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan program remedial dengan fokus pada indikator yang belum tercapai, yaitu pemahaman mendalam tentang peran strategis jalur rempah dan keterkaitannya dengan ketahanan pangan masa kini.
- Indikator yang Belum Tercapai: Menganalisis peran strategis jalur rempah dalam peradaban Nusantara dan dunia, serta mengaitkannya dengan konteks ketahanan pangan masa kini.
- Kegiatan Remedial:
- Peserta didik akan diberikan peta jalur rempah digital yang dilengkapi informasi interaktif mengenai komoditas rempah, pusat perdagangan, dan jalur pelayarannya.
- Penjelasan singkat melalui video animasi yang menyoroti dampak ekonomi dan sosial jalur rempah.
- Studi kasus sederhana mengenai bagaimana komoditas rempah dari Nusantara (misalnya cengkeh, pala) berkontribusi pada ekonomi global dan bagaimana prinsip pengelolaannya dapat diadaptasi untuk ketahanan pangan lokal masa kini (misalnya diversifikasi tanaman bernilai ekonomi tinggi).
- Diskusi terbimbing dengan guru untuk mengaitkan materi sejarah dengan konsep dasar ketahanan pangan, termasuk pentingnya diversifikasi sumber pangan dan pengelolaan sumber daya alam.
- Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial): Peserta didik akan diarahkan untuk menggunakan fitur visualisasi data sederhana pada peta digital untuk mengidentifikasi pola persebaran rempah dan membandingkannya dengan pola produksi pangan di era modern menggunakan algoritma klasifikasi dasar yang disajikan dalam antarmuka yang mudah digunakan.
- Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Peserta didik akan diajak membandingkan komoditas rempah masa lalu dengan potensi tanaman pangan lokal Tuban yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, menghubungkan konsep jalur rempah dengan optimalisasi lahan pertanian di sekitar sekolah.
- Asesmen Ulang: Peserta didik akan diminta untuk membuat mind map sederhana yang menghubungkan jalur rempah dengan minimal dua aspek ketahanan pangan masa kini, serta menjawab pertanyaan lisan singkat mengenai keterkaitan tersebut.
PROGRAM PENGAYAAN
Peserta didik yang dikategorikan "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan program pengayaan untuk memperluas pemahaman dan kemampuan mereka.
- Kegiatan Pengayaan:
- Peserta didik yang "Cakap" akan ditugaskan untuk menganalisis perbandingan dampak jalur rempah pada dua wilayah berbeda di Nusantara, serta merumuskan argumen yang lebih kuat mengenai relevansinya dengan ketahanan pangan di era globalisasi.
- Peserta didik yang "Mahir" akan ditugaskan untuk merancang sebuah proposal sederhana mengenai pemanfaatan kembali konsep jalur rempah untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Tuban, misalnya melalui pengembangan agrowisata berbasis rempah atau model ekspor produk olahan rempah yang berkelanjutan.
- Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial): Peserta didik "Mahir" akan ditantang untuk mengeksplorasi potensi penggunaan machine learning (misalnya decision tree sederhana) untuk memprediksi pola permintaan pasar terhadap produk olahan rempah di masa depan, berdasarkan data historis perdagangan rempah.
- Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Peserta didik akan diminta untuk meneliti potensi budidaya tanaman rempah yang bernilai ekonomi tinggi dan cocok dikembangkan di lingkungan Tuban, serta merumuskan strategi pengelolaannya sebagai bagian dari diversifikasi pangan dan sumber pendapatan masyarakat.
DUKUNGAN DIFERENSIASI
| Aspek | Dukungan yang Diberikan |
|---|---|
| Konten | Materi disajikan dalam berbagai format: teks, visual (peta, gambar), dan video. Peserta didik "Baru Memulai" dan "Berkembang" mendapatkan materi yang lebih terstruktur dan fokus. Peserta didik "Cakap" dan "Mahir" mendapatkan materi tambahan yang lebih kompleks dan menantang. |
| Proses |
|
| Produk |
|
| Lingkungan | Ruang kelas diatur agar kondusif untuk kerja kelompok dan diskusi. Akses mudah ke sumber belajar digital. |
| Dukungan Khusus | Bagi peserta didik yang membutuhkan, diberikan waktu tambahan untuk menyelesaikan tugas atau diberikan contoh jawaban yang lebih detail sebagai panduan. |
UMPAN BALIK KONSTRUKTIF
- Untuk Peserta Didik "Baru Memulai": "Bagus sekali kamu sudah bisa mengidentifikasi beberapa komoditas rempah. Coba kita lihat lagi peta ini, mana saja jalur utama yang dilewati rempah dari Indonesia? Nanti kita diskusikan bagaimana rempah ini bisa membuat Indonesia kaya di masa lalu."
- Untuk Peserta Didik "Berkembang": "Analisis kamu tentang dampak ekonomi jalur rempah sudah cukup baik. Sekarang, coba pikirkan lebih dalam lagi, bagaimana rempah-rempah ini sekarang bisa kita kaitkan dengan isu ketahanan pangan di desa kita? Apakah ada tanaman lokal yang bisa dikembangkan seperti rempah dulu?"
- Untuk Peserta Didik "Cakap": "Presentasimu sudah menunjukkan pemahaman yang kuat tentang peran strategis jalur rempah. Untuk memperkaya argumenmu, coba berikan contoh konkret bagaimana pengelolaan sumber daya alam yang dulu dilakukan untuk rempah bisa kita adaptasi untuk menjaga ketahanan pangan di masa kini, misalnya terkait irigasi atau diversifikasi tanaman."
- Untuk Peserta Didik "Mahir": "Analisis komprehensifmu mengenai jalur rempah dan kaitannya dengan ketahanan pangan patut diapresiasi. Ide-ide solutifmu sangat berharga. Bagaimana jika kamu mencoba merancang sebuah konsep awal pemanfaatan teknologi sederhana, seperti aplikasi pendeteksi hama berbasis Computer Vision, untuk mendukung Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban di lahan percontohan sekolah?"
KOMUNIKASI DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN
Jika ada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar yang signifikan atau menunjukkan perkembangan luar biasa, guru akan berkomunikasi dengan wali kelas dan orang tua/wali murid untuk membahas strategi dukungan yang paling efektif. Komunikasi akan dilakukan melalui pertemuan tatap muka atau komunikasi daring, dengan tetap menjaga kerahasiaan data dan privasi peserta didik.
MONITORING DAN TINDAK LANJUT GURU
| Nama Peserta Didik | Indikator yang Belum Tercapai | Tindakan Guru | Waktu Pelaksanaan | Hasil yang Diharapkan | Tindak Lanjut Berikutnya |
|---|---|---|---|---|---|
| (Nama Siswa - Kategori Baru Memulai) | Pemahaman keterkaitan jalur rempah dengan ketahanan pangan. | Pendampingan intensif saat pembuatan mind map, pemberian contoh konkret. | Minggu depan (setelah pertemuan 2) | Mampu membuat mind map yang menunjukkan minimal 2 koneksi jalur rempah-ketahanan pangan. | Evaluasi hasil mind map, pemberian umpan balik, dan penguatan konsep jika masih perlu. |
| (Nama Siswa - Kategori Berkembang) | Kedalaman analisis dampak jalur rempah terhadap peradaban dan ketahanan pangan. | Memberikan pertanyaan pancingan yang lebih kompleks saat diskusi kelompok. | Selama pertemuan 2 dan 3 | Mampu memberikan argumen yang lebih kuat dalam diskusi kelas. | Observasi partisipasi dalam diskusi, pemberian apresiasi untuk argumen yang baik. |
| (Nama Siswa - Kategori Mahir) | Perancangan solusi inovatif berbasis sejarah jalur rempah. | Memberikan tantangan proyek mandiri untuk merancang proposal solusi. | Setelah pertemuan 2 | Menyusun proposal awal solusi ketahanan pangan berbasis sejarah jalur rempah. | Memberikan umpan balik konstruktif pada proposal, mengarahkan pada langkah selanjutnya (misal: simulasi KKA). |
REFLEKSI GURU
- Apakah kegiatan pembelajaran yang telah dirancang dan dilaksanakan pada pertemuan ini sudah efektif dalam membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran, khususnya dalam menganalisis jalur rempah dan mengaitkannya dengan ketahanan pangan?
- Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran (presentasi, pembuatan peta, diskusi)? Apakah ada perbedaan signifikan antar kelompok atau individu?
- Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik yang beragam, terutama dalam hal konten, proses, dan produk?
- Bagaimana pemanfaatan teknologi (termasuk integrasi KKA) dan metode pembelajaran (CTL) dalam memfasilitasi pemahaman konsep jalur rempah dan relevansinya dengan Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban?
- Apa saja penyesuaian yang perlu saya lakukan pada pertemuan selanjutnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menggembirakan, dan efektif bagi seluruh peserta didik?