← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 6 dari 6 - Sejarah X - Asal Usul Nenek Moyang dan Jalur Rempah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru : Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X / Ganjil
Alokasi Waktu : 3 JP (135 menit)

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 6 DARI 6

IDENTIFIKASI

Peserta Didik : Peserta didik kelas X semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027. Kesiapan, pengetahuan awal mengenai teori asal usul nenek moyang dan jalur rempah, minat belajar sejarah, serta kebutuhan belajar dipetakan melalui asesmen awal di pertemuan pertama dan observasi berkelanjutan.
Materi Pelajaran : Teori asal usul nenek moyang (Yunan, Nusantara, Out of Afrika, Out of Taiwan) dan Jalur Rempah. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata karena menjelaskan akar sejarah bangsa dan pentingnya rempah dalam peradaban global. Tingkat kesulitan moderat, membutuhkan analisis perbandingan teori. Miskonsepsi potensial meliputi pencampuran teori atau kurangnya pemahaman bukti pendukung. Integrasi nilai: nasionalisme, menghargai keragaman asal usul.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Penalaran Kritis, Kreativitas
Capaian Pembelajaran :
  • Pemahaman Konsep: Peserta didik mampu memahami konsep dasar asal usul nenek moyang dan jalur rempah; menganalisis serta mengevaluasi manusia dalam asal usul nenek moyang dan jalur rempah; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dalam ruang lingkup lokal, nasional, serta global; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dalam dimensi masa lalu, masa kini, serta masa depan; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah secara diakronis (kronologi) dan/atau sinkronis.
  • Keterampilan Proses: Peserta didik mampu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, mengomunikasikan, merefleksikan dan merencanakan proyek lanjutan secara kolaboratif tentang asal usul nenek moyang dan jalur rempah bangsa Indonesia.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu : Pembelajaran ini mengintegrasikan konsep sejarah dengan geografi dalam memahami persebaran manusia dan jalur perdagangan global. Selain itu, pemahaman data dan visualisasi informasi melalui infografis berkaitan dengan literasi data dan seni visual. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat dimanfaatkan untuk analisis data persebaran atau pembuatan visualisasi yang lebih kompleks, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan melalui pemahaman komoditas rempah sebagai hasil agrikultur dan dampaknya terhadap ketahanan pangan di masa lalu maupun kini.
Tujuan Pembelajaran : Pada akhir Pertemuan ke-6, peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman mereka mengenai teori asal usul nenek moyang dan jalur rempah dengan menyajikan hasil analisis perbandingan teori tersebut dalam bentuk infografis yang informatif dan kreatif, serta mampu merefleksikan proses pembelajaran dan keterkaitannya dengan program SIKAP serta potensi pemanfaatan KKA.
Topik Pembelajaran : Sintesis dan Refleksi Teori Asal Usul Nenek Moyang dan Jalur Rempah
Praktik Pedagogis :
  • Model: Discovery Learning.
  • Strategi: Pembelajaran berpusat pada peserta didik, penemuan terbimbing, dan kolaborasi.
  • Metode: Presentasi Kelompok, Diskusi, Pembuatan Infografis, Refleksi.
  • Alasan Pemilihan: Model Discovery Learning sesuai untuk mendorong peserta didik mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari, menemukan hubungan antar teori, dan menyajikannya secara mandiri. Metode presentasi dan diskusi memfasilitasi pertukaran ide, sementara pembuatan infografis melatih kreativitas dan kemampuan mengolah informasi. Refleksi membantu peserta didik memahami proses belajar mereka.
  • Penerapan Sintaks Model:
    • Pemberian Rangsangan: Guru menampilkan contoh infografis menarik terkait sejarah atau jalur rempah.
    • Identifikasi Masalah: Peserta didik diminta mengidentifikasi elemen kunci dalam infografis dan tantangan menyajikan informasi sejarah kompleks.
    • Pengumpulan Data: Peserta didik menggunakan catatan dan sumber belajar dari pertemuan sebelumnya untuk mengumpulkan informasi relevan bagi infografis mereka.
    • Pengolahan Data: Peserta didik mengorganisasi informasi, membandingkan teori, dan merancang struktur infografis.
    • Pembuktian/Verifikasi: Peserta didik mempresentasikan draf infografis untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok lain.
    • Menarik Generalisasi: Peserta didik menyempurnakan infografis berdasarkan umpan balik dan menyimpulkan poin-poin penting dari proses pembelajaran.
Kemitraan Pembelajaran : Kolaborasi dengan guru TIK untuk pemanfaatan aplikasi desain infografis dan dengan guru Biologi/Pertanian terkait diskusi komoditas rempah dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Dukungan orang tua dapat berupa penyediaan akses informasi atau fasilitas pendukung jika diperlukan untuk proyek infografis.
Lingkungan Pembelajaran : Ruang kelas yang kondusif untuk diskusi kelompok, akses internet untuk riset tambahan dan penggunaan aplikasi desain infografis, serta lingkungan digital yang aman untuk kolaborasi daring jika diperlukan. Budaya belajar yang inklusif dan menghargai perbedaan pendapat antar peserta didik.
Pemanfaatan Digital : Penggunaan aplikasi desain infografis (Canva, Piktochart, atau sejenisnya) untuk membuat produk akhir. Pemanfaatan sumber belajar digital yang kredibel untuk verifikasi informasi. Penggunaan platform kolaborasi daring untuk diskusi antar anggota kelompok jika diperlukan. Potensi pemanfaatan alat KKA sederhana untuk analisis data persebaran atau visualisasi.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(15 menit)
Bermakna & Menggembirakan: Memulai dengan apresiasi terhadap keragaman budaya dan sejarah bangsa. Guru menyapa, melakukan apersepsi singkat dengan menampilkan gambar-gambar artefak sejarah atau peta jalur rempah. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6 dan kriteria penilaian infografis. Memberikan motivasi melalui cerita singkat tentang pentingnya menyajikan sejarah secara menarik. Murid menyimak, menjawab pertanyaan apersepsi, memahami tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. 15 menit Keikutsertaan dalam diskusi awal, pemahaman tujuan pembelajaran.
INTI - MEMAHAMI
(45 menit)
Berkesadaran: Mengingat kembali dan membandingkan informasi dari pertemuan sebelumnya. Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk meninjau kembali materi teori asal usul nenek moyang dan jalur rempah dari pertemuan sebelumnya. Mengingatkan kembali poin-poin kunci dari setiap teori dan bukti pendukungnya. Membimbing murid dalam mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antar teori. Murid berdiskusi dalam kelompok, meninjau catatan, membandingkan teori-teori asal usul nenek moyang dan jalur rempah, mengidentifikasi informasi kunci untuk infografis. 45 menit Catatan diskusi kelompok, daftar poin kunci yang akan dimasukkan ke infografis.
INTI - MENGAPLIKASI
(50 menit)
Bermakna: Menerapkan pengetahuan untuk menciptakan produk visual yang informatif. Guru membimbing peserta didik dalam proses pembuatan infografis, memberikan contoh struktur yang baik, saran penggunaan visual, dan bantuan teknis penggunaan aplikasi desain. Memfasilitasi sesi umpan balik antar kelompok (peer feedback). Guru dapat memberikan contoh pemanfaatan data sederhana terkait persebaran komoditas rempah untuk infografis, mengaitkan dengan konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Murid bekerja dalam kelompok untuk merancang dan membuat infografis yang membandingkan teori asal usul nenek moyang dan menjelaskan peran jalur rempah. Menggunakan aplikasi desain digital. Saling memberikan umpan balik (peer feedback). Murid dapat mencoba memasukkan data sederhana terkait komoditas rempah ke dalam infografis, menghubungkannya dengan nilai ekonomi atau pangan historis. 50 menit Draf infografis yang telah diperbaiki berdasarkan umpan balik. Infografis final (produk).
INTI - MEREFLEKSI
(20 menit)
Berkesadaran & Menggembirakan: Menilai proses belajar dan mengidentifikasi pembelajaran yang didapat. Guru memandu sesi refleksi kelas. Memberikan pertanyaan panduan seperti: "Apa tantangan terbesar dalam membuat infografis ini?", "Bagaimana proses kolaborasi kelompokmu?", "Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini?", "Bagaimana materi ini relevan dengan program SIKAP di sekolah kita atau isu pangan masa kini?", "Bagaimana kita bisa memanfaatkan KKA untuk analisis data sejarah serupa di masa depan?". Murid secara individu atau kelompok menyampaikan refleksi mereka tentang proses pembelajaran, tantangan, keberhasilan, dan keterkaitan materi dengan kehidupan nyata (termasuk Program SIKAP dan potensi KKA). Mengisi jurnal refleksi singkat. 20 menit Jurnal refleksi individu/kelompok, tanggapan lisan saat diskusi refleksi.
PENUTUP
(5 menit)
Menggembirakan: Memberikan apresiasi dan pandangan ke depan. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dan hasil infografis yang telah dibuat. Memberikan umpan balik konstruktif secara umum. Menyampaikan rencana tindak lanjut (misalnya, pameran infografis, presentasi singkat karya terbaik). Mengucapkan salam penutup. Murid menyimak apresiasi dan umpan balik guru. 5 menit Partisipasi dalam penutupan kelas.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran
  • Tujuan Asesmen: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang teori asal usul nenek moyang dan jalur rempah, serta kesiapan mereka untuk membuat infografis.
  • Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat saat apersepsi, observasi partisipasi dalam diskusi awal.
  • Teknik: Lisan, Observasi.
  • Bukti yang Dinilai: Tingkat keterlibatan dalam diskusi, kemampuan menjawab pertanyaan terkait materi sebelumnya.
  • Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman dasar tentang topik dan siap untuk mengaplikasikannya.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan penguatan materi jika ada indikasi kesalahpahaman yang signifikan.
Asesmen pada Proses Pembelajaran
  • Tujuan Asesmen: Memantau perkembangan pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep sejarah ke dalam bentuk infografis, serta menilai kolaborasi dalam kelompok. (Assessment for Learning)
  • Bentuk/Instrumen: Observasi selama proses pembuatan infografis, umpan balik antar kelompok (peer feedback), pertanyaan terarah saat diskusi.
  • Teknik: Observasi, Penilaian Sejawat (Peer Assessment), Tanya Jawab.
  • Bukti yang Dinilai: Kualitas draf infografis, kontribusi anggota kelompok, kemampuan memberikan dan menerima umpan balik, pemahaman konsep yang tercermin dalam infografis.
  • Kriteria Keberhasilan: Infografis mulai menunjukkan struktur yang jelas, informasi akurat, dan kolaborasi tim berjalan baik.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik konstruktif dan bimbingan kepada kelompok yang membutuhkan.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
  • Tujuan Asesmen: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran terkait kemampuan mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil dalam infografis, dan merefleksikan proses belajar. (Assessment of Learning)
  • Bentuk/Instrumen: Infografis final, Jurnal Refleksi.
  • Teknik: Penilaian Produk (Infografis), Penilaian Jurnal Refleksi.
  • Bukti yang Dinilai: Kualitas akhir infografis (akurasi informasi, kreativitas visual, kejelasan penyampaian), kedalaman dan kejujuran refleksi peserta didik.
  • Kriteria Keberhasilan: Infografis memenuhi kriteria yang ditetapkan (lihat rubrik), refleksi menunjukkan pemahaman diri dan pembelajaran yang bermakna.
  • Tindak Lanjut: Remedial bagi yang belum mencapai kriteria mahir, pengayaan bagi yang sudah mahir (misalnya, presentasi infografis).

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman mereka mengenai teori asal usul nenek moyang dan jalur rempah dengan menyajikan hasil analisis perbandingan teori tersebut dalam bentuk infografis yang informatif dan kreatif, serta mampu merefleksikan proses pembelajaran.
Indikator Baru Memulai (BM) Berkembang (B) Cakap (C) Mahir (M)
Akurasi Informasi Sejarah
(Teori Asal Usul & Jalur Rempah)
Informasi sejarah dalam infografis sangat minim atau mengandung banyak ketidakakuratan. Informasi sejarah cukup akurat namun masih ada beberapa kesalahan atau kekurangan dalam penyajian teori dan jalur rempah. Informasi sejarah akurat dan mencakup poin-poin penting dari teori asal usul nenek moyang serta jalur rempah. Informasi sejarah sangat akurat, mendalam, dan menyajikan perbandingan teori yang komprehensif serta detail jalur rempah.
Kejelasan dan Organisasi Konten
(Tata Letak, Alur)
Tata letak infografis sangat kacau, sulit diikuti, dan alur informasi tidak jelas. Tata letak cukup jelas namun masih perlu perbaikan agar alur informasi lebih mudah dipahami. Tata letak infografis jelas, terorganisir dengan baik, dan alur informasi mudah diikuti. Tata letak infografis sangat menarik, inovatif, terstruktur logis, dan alur informasi sangat mudah dipahami pembaca.
Kreativitas Visual
(Desain, Penggunaan Gambar/Ikon)
Desain visual sangat sederhana, minim penggunaan warna atau gambar yang relevan. Desain visual cukup menarik namun penggunaan warna dan gambar masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif. Desain visual menarik, penggunaan warna dan gambar/ikon mendukung penyampaian informasi sejarah. Desain visual sangat kreatif, orisinal, penggunaan warna, gambar, dan ikon sangat efektif dalam memperkaya narasi sejarah.
Kedalaman Refleksi
(Jurnal Refleksi)
Refleksi sangat singkat, dangkal, dan hanya menyebutkan kesulitan teknis tanpa makna pembelajaran. Refleksi menyebutkan beberapa hal yang dipelajari namun belum mendalam atau belum sepenuhnya menghubungkan dengan konteks yang lebih luas. Refleksi menunjukkan pemahaman tentang proses pembelajaran, tantangan, dan hal-hal yang dipelajari, serta mulai menghubungkan dengan konteks. Refleksi sangat mendalam, menunjukkan pemahaman diri yang baik, keterkaitan materi dengan kehidupan nyata (termasuk SIKAP dan KKA), serta rencana tindak lanjut yang konkret.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Irianto Pontjowardoyo, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.