← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 5 dari 5 - Sejarah X - Pengantar Ilmu Sejarah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 5 DARI 5

IDENTITAS
Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Semester X / Ganjil
Alokasi Waktu 3 JP (135 menit)

IDENTIFIKASI

Aspek Deskripsi
Peserta Didik Peserta didik pada pertemuan ini diharapkan telah memiliki pemahaman konseptual dasar mengenai ilmu sejarah dari pertemuan sebelumnya. Kesiapan belajar dipetakan melalui refleksi singkat di awal pertemuan. Minat belajar akan ditingkatkan melalui presentasi hasil karya dan diskusi kelompok. Kebutuhan belajar dipenuhi melalui pemberian umpan balik individual dan kelompok.
Materi Pelajaran Materi ini merupakan puncak dari pembelajaran konsep dasar ilmu sejarah, yaitu aplikasi, penyajian hasil, dan refleksi. Relevansi kehidupan nyata terlihat pada kemampuan menganalisis peristiwa sejarah dalam konteks lokal, nasional, dan global. Tingkat kesulitan materi adalah aplikasi dan evaluasi. Miskonsepsi potensial terkait generalisasi berlebihan atau kurangnya bukti akan diatasi melalui diskusi dan klarifikasi. Integrasi nilai dan karakter ditanamkan melalui kolaborasi dan penalaran kritis.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kolaborasi, Penalaran Kritis
Capaian Pembelajaran Elemen Pemahaman Konsep: Peserta didik mampu menganalisis serta mengevaluasi sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global.
Elemen Keterampilan Proses: Peserta didik mampu mengkomunikasikan, merefleksikan, dan merencanakan proyek lanjutan secara kolaboratif.

DESAIN PEMBELAJARAN

Aspek Deskripsi
Lintas Disiplin Ilmu Pertemuan ini mengaitkan ilmu sejarah dengan pemanfaatan teknologi untuk analisis dan presentasi data sejarah, serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan lokal sebagai bagian dari sejarah ekonomi dan sosial masyarakat. Peserta didik akan dilatih berpikir komputasional dasar dalam menyusun narasi sejarah yang koheren, serta mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Integrasi KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) akan dibahas melalui studi kasus sederhana.
Tujuan Pembelajaran Pada akhir pertemuan ke-5 ini, peserta didik mampu menyajikan hasil analisis sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global secara lisan dan visual dengan percaya diri, serta merefleksikan pembelajaran yang bermakna dengan indikator ketuntasan minimal 80% pada asesmen kinerja dan refleksi.
Topik Pembelajaran Penyajian Hasil Analisis dan Refleksi Konsep Ilmu Sejarah
Praktik Pedagogis Model: Cooperative Learning
Strategi: Pembelajaran kelompok terstruktur dengan tanggung jawab individu dan kelompok.
Metode: Diskusi Kelompok, Presentasi Hasil, Refleksi.
Alasan Pemilihan: Model ini mendorong kolaborasi dan tanggung jawab bersama dalam menyajikan hasil analisis sejarah, serta memfasilitasi refleksi mendalam dari setiap anggota kelompok.
Penerapan Sintaks:
1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi murid: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian untuk pertemuan akhir ini, serta memotivasi dengan apresiasi terhadap proses belajar selama ini.
2. Menyajikan informasi atau stimulus: Peserta didik disajikan contoh presentasi yang baik dan panduan refleksi.
3. Mengorganisasikan kelompok belajar: Peserta didik dalam kelompok yang sama dari pertemuan sebelumnya.
4. Membimbing kerja dan kolaborasi kelompok: Guru membimbing persiapan presentasi dan pelaksanaan diskusi refleksi.
5. Melakukan evaluasi hasil belajar: Asesmen kinerja presentasi dan asesmen refleksi.
6. Memberikan apresiasi dan refleksi: Guru memberikan umpan balik umum dan apresiasi terhadap seluruh proses pembelajaran.
Kemitraan Pembelajaran Dukungan dari perpustakaan sekolah atau sumber digital dapat dimanfaatkan peserta didik untuk memperkaya materi presentasi mereka. Kolaborasi dengan guru TIK dapat membantu dalam pemanfaatan alat presentasi digital yang lebih efektif.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di kelas dengan memanfaatkan media presentasi digital (proyektor, laptop). Budaya belajar yang aman dan inklusif diwujudkan melalui pemberian kesempatan yang sama bagi setiap anggota kelompok untuk berkontribusi dan berpendapat.
Pemanfaatan Digital Peserta didik menggunakan aplikasi presentasi digital (misalnya PowerPoint, Google Slides) untuk menyajikan hasil analisis mereka. Pencarian informasi pendukung dapat dilakukan melalui internet.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan Membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran. Melakukan apersepsi singkat dengan menanyakan kembali pemahaman kunci dari pertemuan sebelumnya. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria penilaian (asesmen kinerja dan refleksi). Memberikan motivasi dengan mengapresiasi semangat belajar peserta didik selama ini. Menjawab salam, berdoa, merespons apersepsi. Memperhatikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. Merespons motivasi guru. 15 menit Kehadiran, partisipasi aktif dalam apersepsi.
INTI - MEMAHAMI Memahami, Bermakna Membimbing peserta didik dalam meninjau kembali konsep-konsep kunci yang telah dipelajari (konsep dasar ilmu sejarah, analisis ruang lingkup lokal-nasional-global). Memberikan contoh singkat bagaimana menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah. Memfasilitasi diskusi singkat dalam kelompok untuk memastikan pemahaman yang sama sebelum presentasi. Meninjau kembali catatan dan materi sebelumnya. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengklarifikasi pemahaman konsep kunci. Mengajukan pertanyaan jika ada yang belum dipahami. 30 menit Catatan hasil diskusi kelompok, pertanyaan yang diajukan.
INTI - MENGAPLIKASI Mengaplikasi, Bermakna, Menggembirakan Membimbing persiapan presentasi kelompok: penentuan naskah, pembagian peran, penyiapan visualisasi (infografis, peta konsep, atau slide presentasi). Memberikan umpan balik konstruktif terhadap draf presentasi. Memastikan setiap kelompok siap menyajikan hasil analisis mereka. Menyusun naskah presentasi berdasarkan analisis yang telah dilakukan. Membagi peran presentasi dan tugas visualisasi. Menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) sederhana seperti membuat infografis atau peta konsep interaktif untuk visualisasi data sejarah. Mempersiapkan diri untuk menyajikan temuan terkait sejarah lokal, nasional, dan global, serta mengaitkannya dengan potensi pengembangan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) di Tuban, misalnya analisis data historis produksi pangan lokal. 45 menit Draf presentasi, visualisasi (infografis/peta konsep/slide), pembagian peran yang jelas.
INTI - MEREFLEKSI Merefleksi, Bermakna Memfasilitasi sesi presentasi setiap kelompok, memberikan kesempatan bertanya antar kelompok. Memandu proses refleksi kelompok dan individual setelah presentasi, dengan pertanyaan panduan: Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini? Apa tantangan terbesar saat menganalisis dan menyajikan? Bagaimana pemahaman Anda tentang sejarah berubah setelah pembelajaran ini? Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya terkait topik ini? Mempresentasikan hasil analisis sejarah kelompok secara lisan dan visual. Menjawab pertanyaan dari kelompok lain. Melakukan refleksi individu dan kelompok mengenai proses belajar, tantangan, dan capaian. Mendiskusikan keterkaitan sejarah dengan isu ketahanan pangan lokal sebagai contoh penerapan SIKAP. 30 menit Hasil presentasi (video/rekaman jika memungkinkan), catatan refleksi individu/kelompok, tanggapan terhadap pertanyaan.
PENUTUP Menggembirakan, Bermakna Memberikan apresiasi umum atas usaha dan hasil presentasi serta refleksi seluruh peserta didik. Menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran dan hasil presentasi. Memberikan umpan balik konstruktif secara umum. Menyampaikan rencana tindak lanjut (misalnya, proyek mini riset sejarah lokal). Menyimak simpulan guru. Merespons umpan balik guru. Mencatat rencana tindak lanjut. 15 menit Keikutsertaan dalam penutup pelajaran.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan Tindak Lanjut
Pada Awal Pembelajaran Memetakan pemahaman awal peserta didik mengenai konsep yang akan disajikan dan direfleksikan. Tanya jawab singkat, kuesioner refleksi diri sederhana. Lisan, Observasi. Tingkat pemahaman konsep kunci, kesiapan mental untuk presentasi dan refleksi. Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 2 konsep kunci yang akan dipresentasikan. Guru menyesuaikan penekanan materi pada saat bimbingan berdasarkan hasil asesmen awal.
Pada Proses Pembelajaran Menilai kolaborasi, penalaran kritis, dan pemanfaatan KKA serta SIKAP dalam penyajian dan diskusi. Observasi selama diskusi kelompok, presentasi, dan tanya jawab antar kelompok. Observasi, Penilaian Kinerja (Presentasi). Kerja sama tim, kualitas analisis sejarah, kejelasan penyampaian, kreativitas visualisasi, keterkaitan dengan KKA dan SIKAP, kemampuan menjawab pertanyaan. Kelompok mampu menyajikan analisis sejarah dengan jelas, menampilkan visualisasi yang mendukung, dan mengaitkannya dengan KKA/SIKAP secara relevan. Umpan balik formatif selama proses bimbingan dan presentasi. Guru memberikan saran perbaikan secara langsung.
Pada Akhir Pembelajaran Menilai kedalaman refleksi peserta didik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Lembar Refleksi Tertulis, Diskusi Refleksi Kelompok. Tes Tertulis (Refleksi), Observasi Diskusi. Kedalaman pemikiran, kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi/konteks luas, identifikasi pembelajaran bermakna, dan rencana tindak lanjut. Peserta didik mampu menuliskan refleksi yang mendalam dengan minimal 3 poin pembelajaran bermakna dan 1 rencana tindak lanjut yang konkret. Pembelajaran Remedial bagi yang belum mencapai kriteria refleksi (misalnya, diskusi terbimbing). Pengayaan bagi yang sudah mahir (misalnya, merancang proyek sejarah lanjutan).

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu menyajikan hasil analisis sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global secara lisan dan visual dengan indikator ketuntasan minimal 80% pada asesmen kinerja.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kejelasan Penyampaian (Lisan) Sangat sulit dipahami, gagap, tidak runtut. Cukup jelas namun masih terbata-bata, perlu pengulangan. Jelas, runtut, dan mudah dipahami sebagian besar materi. Sangat jelas, lancar, artikulatif, dan meyakinkan.
Kualitas Analisis Sejarah (Isi) Analisis dangkal, minim bukti, tidak ada keterkaitan antar skala (lokal-nasional-global). Analisis mulai menunjukkan bukti, namun keterkaitan antar skala masih lemah. Analisis cukup mendalam, didukung bukti yang relevan, mampu mengaitkan peristiwa antar skala. Analisis sangat mendalam, kritis, didukung bukti kuat, mampu menjelaskan hubungan kausalitas antar skala sejarah secara komprehensif.
Visualisasi (Media Presentasi) Media tidak relevan, membingungkan, atau tidak digunakan. Media cukup membantu namun kurang menarik atau kurang informatif. Media jelas, relevan, mendukung penyampaian, cukup menarik. Media sangat menarik, inovatif, informatif, dan efektif mendukung penyampaian materi.
Keterkaitan dengan KKA & SIKAP Tidak ada upaya mengaitkan atau keterkaitan sangat tidak relevan. Ada upaya mengaitkan, namun contoh KKA/SIKAP kurang spesifik atau kurang relevan. Mampu mengaitkan dengan contoh KKA (misal: infografis data sejarah) dan SIKAP (misal: potensi pangan lokal) yang relevan. Mampu mengaitkan secara mendalam dan kreatif, menjelaskan implikasi KKA/SIKAP terhadap pemahaman sejarah atau potensi masa depan.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Irianto Pontjowardoyo, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.