RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah |
: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru |
: Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran |
: Sejarah |
| Kelas/Rombel |
: X |
| Tingkat/Fase |
: X / Fase E |
| Semester |
: Ganjil |
| Tahun Pelajaran |
: 2026/2027 |
| Pertemuan |
: 4 dari 5 |
| Tanggal/Rentang |
: 2026-09-14 s.d. 2026-09-20 |
| Topik |
: Pengantar Ilmu Sejarah |
| Fokus Kegiatan |
: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Alokasi Waktu RPP |
: 3 JP (135 menit) |
| Model/Metode |
: Cooperative Learning; Diskusi Kelompok, Studi Kasus, Pembuatan Peta Konsep |
| Dimensi Profil Lulusan |
: Kolaborasi, Penalaran Kritis |
| Keterkaitan KKA dan SIKAP |
: Integrasi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) melalui analisis data spasial sejarah lokal menggunakan algoritma klasifikasi sederhana (misal, decision tree untuk mengelompokkan artefak berdasarkan periode). Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban melalui studi kasus pemetaan potensi pangan lokal Tuban di masa lalu sebagai dasar analisis ketahanan pangan masa kini. |
TUJUAN TINDAK LANJUT
| Tujuan Pembelajaran yang Diacu dari RPP |
Tujuan Tindak Lanjut |
| Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan antara peristiwa sejarah lokal dengan peristiwa sejarah nasional dan global secara kritis dengan memberikan contoh yang relevan dalam diskusi kelompok. |
- Memberikan dukungan spesifik bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar pada indikator analisis keterkaitan peristiwa sejarah.
- Menyediakan tantangan tambahan bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan untuk pendalaman konsep dan aplikasi yang lebih kompleks.
- Memberikan umpan balik yang konstruktif dan personal berdasarkan hasil asesmen formatif.
- Merencanakan monitoring berkelanjutan terhadap kemajuan belajar peserta didik.
- Merefleksikan efektivitas strategi pembelajaran dan merencanakan perbaikan untuk pertemuan selanjutnya.
|
PEMETAAN HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK
| Kategori Hasil Belajar |
Ciri Hasil Peserta Didik |
Kebutuhan Peserta Didik |
Tindakan Guru |
| Baru Memulai |
Kesulitan mengidentifikasi keterkaitan antarperistiwa sejarah dalam skala yang berbeda (lokal, nasional, global). Jawaban cenderung deskriptif tanpa analisis mendalam. |
Bantuan konkret untuk memahami konsep sebab-akibat lintas skala sejarah. Latihan identifikasi contoh sederhana. |
Pendampingan intensif, pemberian contoh konkret, latihan terbimbing. |
| Berkembang |
Mampu mengidentifikasi beberapa keterkaitan, namun analisisnya belum mendalam atau kurang kritis. Kadang masih kesulitan memberikan contoh yang relevan untuk semua skala. |
Penguatan analisis kritis, eksplorasi contoh yang lebih kompleks dan bervariasi. |
Diskusi terarah, studi kasus tambahan, fasilitasi dalam menghubungkan ide. |
| Cakap |
Mampu menganalisis keterkaitan antarperistiwa sejarah dengan cukup baik dan memberikan contoh yang relevan. Analisis mulai menunjukkan kedalaman. |
Pengembangan kemampuan analisis evaluatif, eksplorasi dampak jangka panjang, dan perbandingan antar studi kasus. |
Tantangan berpikir tingkat tinggi, penugasan analisis perbandingan. |
| Mahir |
Mampu menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan antarperistiwa sejarah secara kritis, mendalam, dan memberikan contoh yang sangat relevan serta orisinal. Mampu menghubungkan dengan isu kontemporer. |
Pengembangan kapasitas untuk merancang proyek penelitian sederhana atau memimpin diskusi kritis. |
Penugasan proyek eksploratif, kepemimpinan dalam diskusi kelompok. |
REMEDIAL
Fokus Indikator: Menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah lokal dengan peristiwa sejarah nasional dan global.
Peserta Didik yang Ditargetkan: Kategori Baru Memulai dan Berkembang.
| Kegiatan Remedial |
Materi/Bahan Pendukung |
Asesmen Ulang |
Alokasi Waktu |
- Penjelasan ulang konsep keterkaitan sejarah menggunakan analogi sederhana (misalnya, bagaimana satu keputusan di rumah bisa memengaruhi sekolah dan kota).
- Latihan mengidentifikasi hubungan sebab-akibat pada studi kasus mini yang disederhanakan (misal, pengaruh kebijakan VOC di Batavia terhadap perlawanan lokal di Jawa).
- Diskusi terbimbing untuk membedah contoh-contoh dari bahan bacaan yang telah disederhanakan.
|
- Ringkasan materi "Analisis Sejarah Lokal, Nasional, Global" versi bahasa sederhana.
- Infografis yang menunjukkan contoh keterkaitan.
- Studi kasus singkat dengan pertanyaan terarah.
- Integrasi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA): Latihan membangun flowchart sederhana yang menggambarkan alur sebab-akibat dalam peristiwa sejarah.
|
- Pertanyaan lisan terstruktur mengenai identifikasi keterkaitan dalam studi kasus baru.
- Penugasan singkat membuat 1-2 kalimat analisis keterkaitan.
|
1 JP (45 menit) |
PENGAYAAN
Fokus Indikator: Mengevaluasi keterkaitan peristiwa sejarah lokal dengan peristiwa sejarah nasional dan global secara kritis dan mendalam.
Peserta Didik yang Ditargetkan: Kategori Cakap dan Mahir.
| Kegiatan Pengayaan |
Tantangan Tambahan |
Produk/Kinerja |
- Menganalisis studi kasus sejarah yang lebih kompleks, mencari literatur tambahan mengenai pengaruh global terhadap peristiwa lokal tertentu di Indonesia (misalnya, bagaimana Revolusi Industri memengaruhi agrikultur di Jawa).
- Menghubungkan analisis sejarah dengan isu-isu kontemporer terkait ketahanan pangan.
|
- Membandingkan dampak peristiwa sejarah yang sama pada skala nasional dan global.
- Mengevaluasi signifikansi jangka panjang dari keterkaitan tersebut.
- Menggunakan data dari Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban (misalnya, data historis pola tanam di Tuban) untuk mendukung analisis keterkaitan sejarah dengan ketahanan pangan.
|
- Esai singkat analisis kritis (maksimal 500 kata).
- Presentasi singkat hasil temuan (3-5 menit).
|
DUKUNGAN DIFERENSIASI
- Konten: Materi bacaan dengan tingkat kedalaman berbeda; studi kasus yang disesuaikan tingkat kesulitannya.
- Proses: Kelompok belajar heterogen untuk peer-tutoring; kelompok homogen untuk pendampingan terfokus; pilihan metode analisis (visual, naratif).
- Produk: Pilihan format penugasan (tertulis, visual, lisan); tingkat kompleksitas rubrik penilaian disesuaikan.
- Lingkungan: Pengaturan tempat duduk yang kondusif untuk diskusi; akses sumber belajar yang beragam (digital, cetak).
- Dukungan Khusus: Bantuan visualisasi untuk pemahaman spasial sejarah; penggunaan bahasa yang lebih sederhana bagi siswa yang membutuhkan.
UMPAN BALIK
- Baru Memulai: "Kamu sudah mulai mengidentifikasi beberapa hubungan, bagus! Coba kita lihat lagi contoh ini, bagaimana peristiwa X di desa kita bisa memengaruhi keputusan di kota?"
- Berkembang: "Analisis kamu sudah menunjukkan pemahaman tentang keterkaitan, namun perlu diperdalam lagi. Coba pikirkan dampak jangka panjang dari peristiwa tersebut terhadap masyarakat."
- Cakap: "Analisis Anda sudah kritis dan mendalam. Berikan contoh lain yang menunjukkan bagaimana peristiwa lokal bisa menjadi cerminan dari tren global yang lebih besar."
- Mahir: "Evaluasi Anda sangat komprehensif dan menunjukkan pemahaman yang luar biasa. Bagaimana temuan Anda ini bisa relevan dengan isu ketahanan pangan masa kini?"
KOMUNIKASI
Tidak ada komunikasi khusus dengan wali kelas/orang tua/mitra yang diperlukan pada tahap ini, kecuali jika ada temuan signifikan terkait perkembangan belajar siswa yang memerlukan perhatian khusus dan berkelanjutan.
MONITORING
| Nama Peserta Didik |
Indikator Belum Tercapai |
Tindakan Guru |
Waktu Pelaksanaan |
Hasil |
Tindak Lanjut Berikutnya |
| [Nama Siswa A] |
Analisis sebab-akibat lintas skala sejarah |
Pendampingan individu, pemberian contoh analogi |
Selama sesi remedial |
Mulai bisa mengidentifikasi 1-2 hubungan |
Latihan tambahan dengan kasus yang sedikit lebih kompleks |
| [Nama Siswa B] |
Kedalaman analisis kritis |
Sesi diskusi terarah untuk menggali ide |
Selama sesi pengayaan |
Mampu menghubungkan dengan isu kontemporer |
Tantangan eksplorasi literatur tambahan |
| [Nama Siswa C] |
Evaluasi signifikansi historis |
Memberikan pertanyaan pemantik untuk refleksi |
Selama sesi pengayaan |
Mulai menunjukkan pemikiran evaluatif |
Penugasan esai singkat |
| ... |
... |
... |
... |
... |
... |
REFLEKSI GURU
- Strategi remedial mana yang paling efektif membantu peserta didik yang "Baru Memulai" dan "Berkembang" dalam memahami keterkaitan sejarah?
- Apakah kegiatan pengayaan memberikan tantangan yang memadai bagi peserta didik yang "Cakap" dan "Mahir" untuk mengembangkan pemahaman mereka?
- Bagaimana integrasi KKA dan SIKAP dalam kegiatan tindak lanjut ini dapat diperkuat di pertemuan selanjutnya?
- Bagaimana hasil refleksi ini dapat digunakan untuk memperbaiki perencanaan pembelajaran pada pertemuan berikutnya terkait topik sejarah?
- Apakah ada peserta didik yang menunjukkan kemajuan signifikan atau justru kendala tak terduga yang perlu perhatian lebih lanjut di pertemuan selanjutnya?