ASESMEN PEMBELAJARAN PERTEMUAN 4
IDENTITAS ASESMEN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Fase | X / Fase E |
| Semester/Tahun Pelajaran | Ganjil / 2026/2027 |
| Pertemuan ke- | 4 dari 5 |
| Topik | Pengantar Ilmu Sejarah: Analisis Sejarah dalam Ruang Lingkup Lokal, Nasional, dan Global |
| Tujuan Pembelajaran | Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan antara peristiwa sejarah lokal dengan peristiwa sejarah nasional dan global secara kritis dengan memberikan contoh yang relevan dalam diskusi kelompok. |
| Dimensi Profil Lulusan | Kolaborasi, Penalaran Kritis |
| Model/Metode | Cooperative Learning / Diskusi Kelompok, Studi Kasus |
| Alokasi Waktu | 3 JP (135 menit) |
ASESMEN AWAL
Tujuan: Mengukur kesiapan peserta didik dan mengidentifikasi potensi miskonsepsi terkait analisis sejarah dalam berbagai skala.
- Peristiwa sejarah di desa Anda (lokal) tidak mungkin memiliki kaitan dengan peristiwa yang terjadi di negara lain (global). Benar atau Salah?
- Apa yang dimaksud dengan "periodisasi" dalam sejarah?
- Sebutkan satu contoh peristiwa sejarah nasional yang menurut Anda dipengaruhi oleh peristiwa sejarah global!
- Bagaimana cara seorang sejarawan membedakan antara fakta sejarah dan opini dalam sebuah sumber?
- Manakah di antara berikut yang paling tepat menggambarkan ruang lingkup analisis sejarah?
- Hanya peristiwa besar yang terjadi di ibu kota negara.
- Peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar peserta didik saja.
- Peristiwa yang terjadi di tingkat lokal, nasional, dan global.
- Peristiwa yang melibatkan tokoh-tokoh terkenal saja.
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- 1. Salah. Penjelasan diharapkan menekankan adanya pengaruh timbal balik antar skala.
- 2. Proses pembabakan waktu dalam sejarah berdasarkan ciri-ciri tertentu.
- 3. Jawaban bervariasi, contoh: Perang Dunia, Revolusi Industri, Kemerdekaan Indonesia (dipengaruhi imperialisme).
- 4. Dengan membandingkan berbagai sumber, mencari bukti otentik, dan menganalisis konteks.
- 5. C. Peristiwa yang terjadi di tingkat lokal, nasional, dan global.
Interpretasi: Jawaban yang benar menunjukkan pemahaman awal yang baik. Kesalahan pada nomor 1, 2, 3, dan 5 mengindikasikan adanya miskonsepsi yang perlu diluruskan melalui pembelajaran. Jawaban nomor 4 mengukur pemahaman metodologis dasar.
ASESMEN PROSES
Lembar Observasi
Tujuan: Mengamati keterlibatan dan kontribusi peserta didik dalam diskusi kelompok serta kemampuan penalaran kritis mereka.
| No | Nama Peserta Didik | Indikator | Belum Tampak (1) | Mulai Tampak (2) | Konsisten (3) | Catatan Umpan Balik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Aktif menyampaikan ide/pendapat dalam diskusi. | |||||
| 2 | Mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompok lain. | |||||
| 3 | Mampu mengaitkan peristiwa sejarah lokal dengan skala nasional/global. | |||||
| 4 | Mengajukan pertanyaan kritis untuk menggali pemahaman. | |||||
| 5 | Berkontribusi dalam penyusunan peta konsep/hasil diskusi. |
Pertanyaan Exit Ticket
Tujuan: Menilai pemahaman singkat peserta didik dan mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperjelas.
- Sebutkan satu contoh bagaimana teknologi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat membantu sejarawan dalam menganalisis data historis yang besar terkait keterkaitan peristiwa global?
- Bagaimana pemahaman tentang ketahanan pangan lokal di Tuban dapat dikaitkan dengan konteks sejarah maritim Indonesia? Berikan satu contoh relevansinya.
- Apa satu hal baru yang Anda pelajari hari ini tentang hubungan antara sejarah lokal dan global?
ASESMEN AKHIR
Tujuan: Mengevaluasi pemahaman peserta didik mengenai analisis sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global.
Pilihan Ganda (5 Soal)
- Peristiwa yang terjadi di sebuah desa di Tuban terkait panen raya yang gagal pada abad ke-19, kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut, kecuali:
- Perubahan pola cuaca global.
- Kebijakan perdagangan rempah-rempah oleh VOC.
- Perkembangan teknologi pertanian di Eropa.
- Peristiwa politik lokal di Kadipaten Tuban.
- Seorang siswa sedang meneliti pengaruh Revolusi Industri di Inggris terhadap munculnya gerakan buruh di Indonesia pada awal abad ke-20. Analisis siswa tersebut berada pada skala:
- Lokal saja.
- Nasional saja.
- Global dan Nasional.
- Lokal, Nasional, dan Global.
- Manakah yang paling tepat menggambarkan "analisis sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global"?
- Memisahkan setiap peristiwa berdasarkan wilayah geografisnya.
- Mencari hubungan sebab-akibat antara peristiwa di berbagai tingkatan.
- Fokus hanya pada peristiwa yang terjadi di ibu kota negara.
- Mengabaikan pengaruh peristiwa luar negeri terhadap sejarah lokal.
- Teknik analisis data menggunakan algoritma klasifikasi dalam Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat membantu sejarawan dalam:
- Menulis narasi sejarah yang emosional.
- Mengidentifikasi pola dan tren dari ribuan dokumen sejarah.
- Menghafal tanggal dan nama tokoh secara akurat.
- Melakukan perjalanan waktu ke masa lalu.
- Dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, bagaimana pemanfaatan sistem irigasi modern dapat dilihat sebagai dampak dari kemajuan teknologi yang berakar pada perkembangan sejarah global?
- Sistem irigasi modern adalah penemuan lokal yang tidak terkait sejarah global.
- Kemajuan teknologi irigasi merupakan hasil dari akumulasi pengetahuan dan inovasi yang berkembang seiring waktu secara global.
- Sistem irigasi hanya relevan untuk pertanian skala besar.
- Perkembangan irigasi tidak memiliki hubungan dengan sejarah.
Jawaban Singkat (3 Soal)
- Sebutkan satu contoh bagaimana peristiwa sejarah nasional (misalnya, proklamasi kemerdekaan) dapat memiliki resonansi atau pengaruh pada skala global.
- Apa yang dimaksud dengan "sumber primer" dan "sumber sekunder" dalam studi sejarah?
- Jelaskan secara singkat mengapa penting bagi peserta didik untuk memahami keterkaitan antara sejarah lokal dan sejarah dunia.
Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)
- Pilih salah satu peristiwa sejarah yang terjadi di wilayah Tuban (misalnya, sejarah pelabuhan Tuban, perlawanan terhadap penjajah di Tuban, atau perkembangan agraris di Tuban). Analisislah bagaimana peristiwa lokal tersebut berpotensi memiliki keterkaitan dengan peristiwa sejarah nasional atau bahkan global pada masanya. Jelaskan argumen Anda dengan memberikan contoh konkret.
- Bayangkan Anda adalah seorang perancang sistem informasi untuk Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Buatlah sebuah rancangan sederhana (bisa berupa diagram alir atau pseudocode) yang menunjukkan bagaimana data historis mengenai pola tanam dan hasil panen di Tuban dapat dianalisis menggunakan prinsip dasar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk memprediksi potensi hasil panen di masa depan dan mengidentifikasi strategi ketahanan pangan yang relevan dengan konteks lokal.
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis pengaruh faktor eksternal (global/nasional) terhadap peristiwa lokal. | Analisis Sejarah Lokal, Nasional, Global | Analisis (C4) | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Mengidentifikasi skala analisis sejarah yang tepat untuk suatu fenomena. | Analisis Sejarah Lokal, Nasional, Global | Analisis (C4) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Memahami konsep keterkaitan antar skala sejarah. | Analisis Sejarah Lokal, Nasional, Global | Pemahaman (C2) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Memahami aplikasi KKA dalam analisis sejarah. | Pengantar Ilmu Sejarah, Koding & Kecerdasan Artifisial | Pemahaman (C2) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Mengaitkan perkembangan teknologi historis dengan konteks ketahanan pangan dan sejarah global. | Pengantar Ilmu Sejarah, Program SIKAP, Sejarah Global | Analisis (C4) | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menjelaskan dampak peristiwa nasional pada skala global. | Analisis Sejarah Nasional dan Global | Pemahaman (C2) | Jawaban Singkat | 6 |
| 7 | Membedakan jenis-jenis sumber sejarah. | Pengantar Ilmu Sejarah (Metodologi) | Pemahaman (C2) | Jawaban Singkat | 7 |
| 8 | Menjelaskan pentingnya analisis sejarah multi-skala. | Analisis Sejarah Lokal, Nasional, Global | Pemahaman (C2) | Jawaban Singkat | 8 |
| 9 | Menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan peristiwa sejarah lokal dengan nasional/global. | Analisis Sejarah Lokal, Nasional, Global | Analisis (C4) / Evaluasi (C5) | Uraian/Tugas Kontekstual | 9 |
| 10 | Merancang aplikasi sederhana KKA untuk analisis data historis pangan lokal. | Koding & Kecerdasan Artifisial, Program SIKAP | Penciptaan (C6) | Uraian/Tugas Kontekstual | 10 |
KUNCI DAN PENSKORAN
Pilihan Ganda
- 1. B (Skor 1)
- 2. C (Skor 1)
- 3. B (Skor 1)
- 4. B (Skor 1)
- 5. B (Skor 1)
Jawaban Singkat
- 6. Contoh: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia menginspirasi gerakan antikolonial di negara lain. (Skor 2)
- 7. Sumber primer: Kesaksian langsung atau peninggalan asli dari masa lalu (misal: surat, foto, artefak). Sumber sekunder: Analisis atau interpretasi terhadap sumber primer (misal: buku sejarah, artikel). (Skor 2)
- 8. Memahami konteks yang lebih luas, melihat pengaruh timbal balik, dan mendapatkan gambaran sejarah yang lebih utuh dan kompleks. (Skor 2)
Uraian/Tugas Kontekstual
- 9. (Skor maksimal 10) Kriteria penilaian:
- Identifikasi peristiwa lokal yang jelas (2 poin).
- Penjelasan keterkaitan dengan sejarah nasional/global yang relevan (4 poin).
- Pemberian contoh konkret yang mendukung argumen (2 poin).
- Kualitas analisis dan kedalaman pemahaman (2 poin).
- 10. (Skor maksimal 10) Kriteria penilaian:
- Kejelasan rancangan (diagram alir/pseudocode) (3 poin).
- Relevansi algoritma KKA yang dipilih (misal: regresi, klasifikasi) untuk analisis data pangan (3 poin).
- Keterkaitan dengan konteks Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban (2 poin).
- Potensi aplikasi untuk prediksi dan strategi ketahanan pangan (2 poin).
Total Skor Maksimal: 5 (PG) + 6 (Singkat) + 20 (Uraian) = 31
Rumus Nilai Akhir: (Total Skor Perolehan / 31) x 100
RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal No. 9 & 10)
| Indikator | Baru Memulai (1-3) | Berkembang (4-6) | Cakap (7-8) | Mahir (9-10) |
|---|---|---|---|---|
| Kedalaman Analisis & Keterkaitan Konsep (Mampu mengaitkan peristiwa lokal dengan skala nasional/global secara logis dan mendalam; mampu merancang solusi KKA yang relevan dan inovatif untuk isu ketahanan pangan) |
Analisis dangkal, keterkaitan lemah atau tidak jelas. Rancangan KKA sangat sederhana dan kurang relevan. | Mulai mampu mengaitkan, namun perlu pendalaman. Rancangan KKA mulai terarah namun belum optimal. | Mampu menganalisis dengan baik dan memberikan argumen kuat. Rancangan KKA cukup detail dan relevan. | Analisis sangat mendalam, kritis, dan mampu melihat nuansa. Rancangan KKA inovatif, detail, dan sangat relevan. |
| Penggunaan Bukti & Contoh Konkret (Mampu menyajikan bukti sejarah yang mendukung analisis; mampu memberikan contoh aplikasi KKA yang spesifik) |
Contoh sedikit atau tidak relevan. Sulit menemukan bukti pendukung. | Contoh mulai digunakan, namun belum kuat. Bukti pendukung masih terbatas. | Menggunakan contoh yang relevan dan bukti yang memadai untuk mendukung argumen. | Menggunakan contoh yang sangat spesifik, ilustratif, dan bukti yang otentik/kuat. |
| Struktur & Kejelasan Penyampaian (Organisasi gagasan yang runtut dan jelas; penggunaan bahasa yang efektif; rancangan KKA mudah dipahami) |
Struktur berantakan, sulit dipahami. Bahasa kurang efektif. Rancangan KKA membingungkan. | Struktur mulai terorganisir, namun ada bagian yang kurang jelas. Bahasa cukup baik. Rancangan KKA mulai bisa diikuti. | Struktur jelas dan runtut. Bahasa efektif. Rancangan KKA jelas dan terstruktur. | Struktur sangat logis dan mengalir. Bahasa sangat baik dan persuasif. Rancangan KKA sangat jelas, rinci, dan profesional. |
| Relevansi Kontekstual (KKA & SIKAP) (Menunjukkan pemahaman akan integrasi KKA dan Program SIKAP dalam konteks sejarah dan ketahanan pangan) |
Integrasi KKA dan SIKAP hanya disebutkan tanpa penjelasan relevansi. | Menunjukkan pemahaman dasar tentang relevansi KKA dan SIKAP, namun aplikasinya masih umum. | Mampu mengintegrasikan KKA dan SIKAP secara relevan dalam analisis sejarah atau rancangan solusi. | Menunjukkan pemahaman mendalam tentang sinergi KKA dan SIKAP, menghasilkan solusi yang inovatif dan sangat kontekstual. |
REKAP NILAI PERTEMUAN 4
| No | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Awal (Diagnostik) | Nilai Asesmen Proses (Observasi/Exit Ticket) | Nilai Asesmen Akhir (Pilihan Ganda + Singkat + Uraian) | Nilai Akhir (Rata-rata/Pembobotan) | Catatan/Umpan Balik Guru |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||
| 2 | ||||||
| 3 | ||||||
| ... | ... | ... | ... | ... | ... | ... |