← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 4 dari 5 - Sejarah X - Pengantar Ilmu Sejarah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 4 DARI 5

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru : Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : X / Ganjil
Alokasi Waktu : 3 JP (135 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik : Peserta didik kelas X memiliki beragam tingkat kesiapan dan pengetahuan awal mengenai sejarah. Pemetaan kesiapan dilakukan melalui asesmen diagnostik di pertemuan awal. Minat belajar siswa terhadap sejarah perlu ditumbuhkan melalui aktivitas yang relevan dan kontekstual. Kebutuhan belajar dipetakan melalui observasi dan interaksi selama pembelajaran.
Materi Pelajaran : Materi tentang Pengantar Ilmu Sejarah, khususnya analisis sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global, merupakan konsep fundamental yang relevan dengan kehidupan nyata. Tingkat kesulitan materi moderat, membutuhkan pemahaman konseptual dan kemampuan analisis. Potensi miskonsepsi meliputi penyederhanaan hubungan antar skala sejarah. Integrasi nilai-nilai kritis dan kolaboratif perlu ditanamkan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kolaborasi, Penalaran Kritis
Capaian Pembelajaran : Pemahaman Konsep: Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami konsep dasar ilmu sejarah yang dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa sejarah; memahami konsep dasar ilmu sejarah sebagai bahan analisis untuk mengkaji peristiwa sejarah; memahami konsep dasar ilmu sejarah sebagai bahan evaluasi untuk mengkaji peristiwa sejarah; menganalisis serta mengevaluasi manusia sebagai subjek dan objek sejarah; menganalisis serta mengevaluasi peristiwa sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global; menganalisis serta mengevaluasi sejarah dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi sejarah dari aspek perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; memahami peristiwa sejarah secara diakronis (kronologi) maupun sinkronis.

Keterampilan Proses: Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, mengomunikasikan, merefleksikan dan merencanakan proyek lanjutan secara kolaboratif tentang pengantar dasar ilmu sejarah.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu : Pemahaman sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global sangat erat kaitannya dengan geografi (pemahaman wilayah dan interaksi antarbudaya), sosiologi (struktur sosial dan perubahan masyarakat), serta ekonomi (perdagangan dan pembangunan). Integrasi pemikiran komputasional melalui KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat membantu analisis data historis sederhana, sementara pemahaman tentang ketahanan pangan melalui Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan dengan dampak peristiwa sejarah terhadap ketersediaan pangan lokal dan global.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan antara peristiwa sejarah lokal dengan peristiwa sejarah nasional dan global secara kritis dengan memberikan contoh yang relevan dalam diskusi kelompok.
Topik Pembelajaran : Analisis Sejarah dalam Ruang Lingkup Lokal, Nasional, dan Global
Praktik Pedagogis : Model: Cooperative Learning. Strategi: Pembelajaran kelompok terstruktur yang mendorong kolaborasi dan tanggung jawab individu. Metode: Diskusi Kelompok, Studi Kasus. Alasan Pemilihan: Model ini sesuai untuk mendorong interaksi antarpeserta didik, saling berbagi pandangan, dan membangun pemahaman bersama mengenai keterkaitan peristiwa sejarah. Penerapan Sintaks Model: Sintaks "Membimbing kerja dan kolaborasi kelompok" akan diimplementasikan melalui fasilitasi guru dalam diskusi, serta sintaks "Melakukan evaluasi hasil belajar" melalui observasi partisipasi dan kualitas argumen peserta didik dalam menganalisis studi kasus.
Kemitraan Pembelajaran : Kolaborasi dengan guru bidang studi lain, seperti Geografi atau Sosiologi, dapat memperkaya pemahaman peserta didik mengenai keterkaitan lintas disiplin. Dukungan dari perpustakaan sekolah atau sumber belajar digital akan memfasilitasi pengumpulan informasi untuk analisis studi kasus.
Lingkungan Pembelajaran : Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif untuk diskusi kelompok, dengan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah. Budaya belajar yang aman dan inklusif akan diciptakan agar setiap peserta didik merasa nyaman untuk berpendapat.
Pemanfaatan Digital : Peserta didik dapat memanfaatkan gawai untuk mencari referensi tambahan terkait studi kasus melalui internet, serta menggunakan platform kolaboratif sederhana (jika tersedia) untuk berbagi temuan awal dalam kelompok.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna 1. Memberikan salam, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran.
2. Melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi sebelumnya (konsep dasar sejarah) dengan topik hari ini.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4: menganalisis sejarah dalam lingkup lokal, nasional, global.
4. Memotivasi dengan pertanyaan pemantik: "Bagaimana peristiwa di desa kita bisa berkaitan dengan peristiwa di negara lain?"
1. Merespon salam dan kehadiran.
2. Mengingat kembali materi sebelumnya.
3. Mendengarkan tujuan pembelajaran.
4. Menjawab pertanyaan pemantik dan mulai berpikir.
15 menit Kehadiran, partisipasi awal dalam tanya jawab.
INTI - MEMAHAMI Memahami, Kontekstual 1. Menyajikan studi kasus singkat yang menggambarkan keterkaitan peristiwa sejarah lokal (misal: sejarah desa/kabupaten di Tuban) dengan peristiwa nasional/global.
2. Memfasilitasi pembentukan kelompok belajar (4-5 orang) dan menjelaskan tugas analisis studi kasus.
3. Memberikan pertanyaan panduan untuk membantu peserta didik mengidentifikasi unsur lokal, nasional, dan global dalam studi kasus.
1. Membaca dan memahami studi kasus yang diberikan.
2. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi peristiwa sejarah lokal, nasional, dan global yang saling berkaitan dalam studi kasus.
3. Menggunakan pertanyaan panduan untuk menggali pemahaman lebih dalam.
45 menit Diskusi kelompok, identifikasi konsep kunci.
INTI - MENGAPLIKASI Mengaplikasi, Kolaboratif 1. Membimbing diskusi kelompok dalam menganalisis lebih lanjut studi kasus.
2. Mendorong peserta didik untuk mencari contoh lain atau membandingkan dengan peristiwa sejarah lain yang mereka ketahui.
3. Mengintegrasikan konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dengan meminta kelompok merancang alur logika sederhana (pseudocode) untuk mengkategorikan sebuah peristiwa sejarah berdasarkan skala pengaruhnya (lokal, nasional, global).
4. Mengaitkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dengan meminta kelompok mendiskusikan bagaimana kebijakan atau peristiwa sejarah di masa lalu mempengaruhi ketersediaan dan distribusi pangan di Tuban.
1. Berdiskusi aktif dalam kelompok untuk menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah.
2. Mencari dan membandingkan contoh-contoh peristiwa sejarah lain.
3. Bekerja sama merancang alur logika sederhana (pseudocode) untuk klasifikasi skala pengaruh peristiwa sejarah.
4. Mendiskusikan hubungan antara peristiwa sejarah dan ketahanan pangan lokal.
45 menit Hasil rancangan pseudocode, analisis keterkaitan sejarah dan pangan.
INTI - MEREFLEKSI Merefleksi, Umpan Balik 1. Memfasilitasi presentasi singkat perwakilan kelompok mengenai hasil analisis studi kasus dan rancangan pseudocode.
2. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap analisis dan rancangan.
3. Mengajukan pertanyaan reflektif: "Apa kesulitan terbesar dalam menghubungkan peristiwa lokal dengan global?", "Bagaimana pemahaman ini penting untuk masa depan?"
1. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
2. Menyimak dan mencatat umpan balik dari guru dan kelompok lain.
3. Merespon pertanyaan reflektif dan berbagi pemikiran.
20 menit Presentasi, tanggapan terhadap umpan balik, jawaban reflektif.
PENUTUP Menggembirakan, Berkesinambungan 1. Bersama peserta didik membuat simpulan pembelajaran mengenai analisis sejarah dalam berbagai ruang lingkup.
2. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan kolaborasi.
3. Memberikan penguatan singkat mengenai pentingnya berpikir kritis terhadap narasi sejarah.
4. Memberikan tugas singkat untuk pertemuan berikutnya (misal: mencari contoh peristiwa sejarah yang memiliki dampak global dari daerah lain).
1. Berpartisipasi dalam merumuskan simpulan.
2. Menerima apresiasi.
3. Memahami tugas untuk pertemuan selanjutnya.
10 menit Catatan simpulan, pemahaman tugas.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Menggali pemahaman awal peserta didik tentang keterkaitan peristiwa sejarah lokal, nasional, dan global.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat/pemantik.
Teknik: Observasi lisan.
Bukti yang Dinilai: Tingkat keterlibatan dan kualitas jawaban awal.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan tanggapan yang relevan, meskipun belum mendalam.
Tindak Lanjut: Menyesuaikan kedalaman penjelasan materi pada tahap INTI.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan kolaborasi selama diskusi.
Bentuk/Instrumen: Lembar observasi partisipasi kelompok, rancangan pseudocode sederhana, catatan diskusi kelompok.
Teknik: Observasi, Penilaian Produk (pseudocode).
Bukti yang Dinilai: Kualitas argumen dalam diskusi, kemampuan mengidentifikasi keterkaitan, kolaborasi tim, keruntutan logika pseudocode.
Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu menganalisis keterkaitan minimal dua skala sejarah (lokal-nasional atau nasional-global) dan merancang pseudocode yang logis.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik langsung saat observasi, membimbing kelompok yang kesulitan, memberikan pengayaan bagi yang sudah mahir. (Assessment for Learning)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai pemahaman peserta didik tentang keterkaitan peristiwa sejarah dan kemampuan merefleksikan pembelajaran.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan reflektif, hasil presentasi kelompok.
Teknik: Observasi lisan, Penilaian Kinerja (presentasi).
Bukti yang Dinilai: Kemampuan menyajikan hasil analisis, kualitas jawaban reflektif, pemaknaan pembelajaran.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran dan memberikan refleksi yang bermakna.
Tindak Lanjut: Memberikan penguatan konsep dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. (Assessment of Learning)

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan antara peristiwa sejarah lokal dengan peristiwa sejarah nasional dan global secara kritis dengan memberikan contoh yang relevan dalam diskusi kelompok.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan mengidentifikasi peristiwa sejarah dalam lingkup lokal, nasional, dan global. Hanya mampu mengidentifikasi satu lingkup peristiwa sejarah dengan bantuan. Mampu mengidentifikasi dua lingkup peristiwa sejarah dengan beberapa bantuan. Mampu mengidentifikasi ketiga lingkup peristiwa sejarah (lokal, nasional, global) dengan tepat. Mampu mengidentifikasi ketiga lingkup peristiwa sejarah secara akurat dan memberikan contoh yang spesifik untuk masing-masing.
Kemampuan menganalisis keterkaitan antar lingkup peristiwa sejarah. Kesulitan menjelaskan hubungan sebab-akibat antar peristiwa dari lingkup yang berbeda. Mampu menjelaskan satu keterkaitan antar lingkup peristiwa sejarah dengan bimbingan. Mampu menganalisis dan menjelaskan minimal dua keterkaitan antar lingkup peristiwa sejarah secara logis. Mampu menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan antar lingkup peristiwa sejarah secara mendalam, menunjukkan pemahaman kausalitas yang kompleks.
Kualitas argumen dan pemberian contoh yang relevan. Argumen lemah dan contoh yang diberikan tidak relevan atau tidak ada. Argumen mulai jelas, namun contoh yang diberikan masih terbatas atau perlu dikembangkan. Argumen jelas dan didukung oleh contoh yang relevan dari studi kasus atau pengetahuan lain. Argumen kuat, kritis, didukung oleh contoh yang spesifik, akurat, dan mampu mengaitkan dengan konteks yang lebih luas.
Partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan kolaborasi. Cenderung diam atau hanya mengikuti arahan tanpa berkontribusi ide. Mulai berpartisipasi dalam diskusi, namun masih ragu untuk menyampaikan ide secara utuh. Berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyampaikan ide, dan bekerja sama dengan anggota kelompok lainnya. Secara konsisten memberikan kontribusi ide yang membangun, memfasilitasi diskusi, dan menunjukkan kemampuan kolaborasi yang tinggi.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Irianto Pontjowardoyo, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.